Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 16. kumpulan rambut.


__ADS_3

Kini terdengar suara ketukan satu kali dari arah bawah kolom,tepatnya di bawa pijakan kakinya berdiri.


"Siapa itu.. Yang mengetuk dari bawah ?" Ada rasa penasaran timbul dalam diri untuk melihat siapa yang mengetuk,akan tetapi ada rasa takut yang mulai menghantui. Dimana ia sudah beberapa kali melihat se sosok yang penampakan diri. ia berharap semoga saja ini bukan hal yang serupa.


"Tuk"suara itu kembali terdengar dari bawah kolom.


kini Lina memberanikan diri untuk melihat ke arah bawah dengan sedikit rasa takut.


Dengan Perlahan Lina mulai membungkukan badan sambil memegang kedua lututnya, melirik kearah bawa melalui cela pada lantai kayu.


Akan tetapi tak ada seorang pun yang berada sana.


"Kayanya ngga ada siapa-siapa, atau mungkin itu tadi cicak yang sedang menangkap rayap " gumam Lina kembali berdiri dan meninggalkan kamar mama.


Sambil memijat punggung nenek,Lina menceritakan perihal soal jeritan yang sempat ia dengar, Akan tetapi nenek juga mengatakan hal yang sama,bahwa nenek tidak mendengarnya.


"Loh,kok aneh!! masah aku yang dengar sedangkan mereka engga!! Padahal jika dipikir,suara itu sangat jelas didengar oleh telinga siapa pun!! Ah sudahlah,Nanti aku Coba tanyakan pada Lisa,mungkin saja dia mendengarnya" ucap batin Lina.


Setelah selesai memijat nenek, Lina memutuskan untuk membantu lisa menyiapkan makan malam di dapur, disusul nenek yang juga ikut keluar.


Setibanya di dapur Lina mendapati Lisa begitu cekatan menyiapkan makan malam diatas meja,yang tingginya sekitar 40 cm. Sementara mama sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya didinding mungkin sudah merasa capek.


Setelah hidangan semuanya sudah siap, mereka semua duduk bersila dan mulai menyendok nasi kepiring masing-masing secara bergantian.


Sambil menikmati makan malam, sesekali mereka mengobrol soal hal kecil untuk memecahkan keheningan.


"Bu, tumben Lastri dan suaminya beberapa bulan ini, sudah jarang berkunjung" tanya papa.


"Mungkin mereka sedang sibuk, makanya belum ada waktu yang luang untuk berkunjung kesini." Jawab nenek


"Apa iya bu?aku perhatikan,semenjak meninggalnya ayah satu tahun lalu,mereka sudah jarang berkunjung,bahkan terakhir kalinya mereka berkunjung, tujuh bulan yang lalu" timpal papa.


"Kita kan ngga tau urusan mereka,lagi pula suaminya juga punya lahan pertanian, mungkin saja mereka sedang sibuk dilahan,apa lagi kan, ini musim masa panen dan juga masa menanam" jawab nenek.


"Yah!! setidaknya sebulan atau dua bulan sekali lah berkunjung kesini,lagian kan!! Kampung kita cuman bertetangga" timpal papa.


"Pa, benar apa kata ibu,mungkin saja mereka sedang sibuk, nanti juga mereka berkunjung kesini jika ada waktu" ucap mama menimpali ucapan papa.


"Yah,mungkin saja, cuman aku merasa sepertinya mereka sedikit menghindar dari kita" jawab papa lagi.

__ADS_1


"Itu kan cuman perasaan kamu saja,jangan terlalu seudzon sama adik, ngga baik" balas nenek mengingatkan.


"Iya deh bu." ucap papa dan menghabiskan sisa makananya dipiring.


Tante Lastri adalah adik kandung papa. Ia menikah dengan seorang lelaki bernama bambang,yang tinggal dikampung sebelah.


Setelah menikah dua tahun yang lalu, tante Lastri pun di boyong sang suami untuk tinggal bersama di rumah sang mertua,yang juga seorang janda.


setelah mereka sudah menikah, mereka sering berkunjung kesini, bahkan sebulan bisa sampai tiga kali,entah mengapa? beberapa bulan belakangan ini,mereka sudah jarang berkunjung.


_____


Setelah Selesai menikmati makan malam. Papa,Mama, dan juga Nenek memutuskan untuk bersantai diruang tamu sambil di temani dengan secangkir teh. Sedangkan Lina dan Lisa kembali masuk kedalam kamar.


Lisa kembali melanjutkan membaca buku komik yang sempat tadi ia tunda,sementar Lina memutuskan untuk cepat tidur malam ini, karna kebetulan kedua matanya sudah mulai mengatuk.


Akan tetapi sebelum memutuskan untuk mendaratkan tubuhnya di kasur,Lina terlebih duluh menyisir rambutnya sebelum tidur. Lina celingak-celinguk mencari sisir yang biasanya tersimpan di atas meja.


" De,!! sisir diatas meja sini mana? Tanya Lina.


" Coba lihat di dalam laci ka!!" jawab Lisa.


Lina pun membuka beberapa laci lemari dan mendapati sisir itu tergelatak dilaci paling bawah, dengan gulungan rambut yang masih menempel begitu banyak disisir.


"perasaan tadi aku habis nyisir rambut udah aku bersihin. Dan udah ngga ada tuh, sehelai pun yang menggulung di sisir "timpal Lisa sambil mendongkak wajahnya ke arah Lina.


"Loh !! terus ini rambutnya siapa,?masa rambut nenek, kan rambutnya nenek udah pada putih semua" balas Lina,sembari beranjak dari duduk dan membuang rambut tersebut melalui cela dinding.


"Mana aku tau !!! mungkin saja itu rambutnya mama" balasnya.


"Ngga mungkin juga ini rambut mama Lisa !!,lagian kan,sisir mama juga ada dua,masa mama minjam sisir kita lagi"timpal Lina yang tak yakin dengan jawaban Lisa.


"Tauh ah, mungkin rambutnya kunti" jawab Lisa dengan ketus,yang seketika membuat Lina sedikit merinding,entah mengapa, ucapannya itu seperti nyata.


" Tau, tau,tau, tahu tempe kali" ucap Lina dengan kesal dan mulai menyisisir rambutku di depan cermin.


"Oh iya, kamu dengar ngga? suara jeritan tadi? Tanya Lina kembali.


"Tadi kapan? Tanya lisa yang terus fokus dengan buku komicnya.

__ADS_1


"Ya!! Tadi saat papa sedang mengumandangkan adzan dan saat kita sedang mengaji" jawab Lina memperjelas.


"Aku ngga dengar ka" jawab Lisa dengan singkat.


"Masa kamu ngga dengar sih !!" tanya Lina sambil meliriknya dari arah cermin.


"Iya ka,aku ngga dengar apa-apa"jawabnya dengan sedikit kesal.


"Loh,Kok cuman aku yang dengar,yang lainnya pada ngga dengar ?" Ucap Lina yang merasa heran.


"Mungkin saja kaka sedang berhalusinasi" timpal Lisa tanpa melirik.


"Sumpah!! kaka ngga berhalu, sepertinya tadi itu nyata yang kaka dengar, lagi pula suara jeritan itu sepertinya berasal dari bawa kolom" jawab Lina dengan yakin,bahwa apa yang dia dengar itu nyata.


"Tau ah,aku ngga dengar"timpalnya dengan ketus.


"Huuufff.... Lina hanya menghembuskan nafas dengan kasar,memikirkan kejadian ini.


" Apa mungkin benar yang di kata Papa, kalau itu cuman suara jeritan setan yang kepanasan? Ah.. sudah lah, bikin pusing kepala ajah mikirin kejadian ini,mending aku tidur." ucap batin Lina yang beranjak dari depan cermin menujuh kearah kasur.


"Kaka udah mau tidur? Tanya Lisa sambil melirik Lina.


"Iya, kaka udah mau tidur, lagian mata kaka udah ngantuk" jawab Lina sambil merebahkan tubuhku di atas kasur,dan menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya.


"Tumben cepat tidur,lagian besok juga ngga sekolah" Jawab Lina.


"Sekolah ngga sekolah,yang namanya udah ngatuk ya harus tidur,masah harus ditahan, lagian juga besok kita akan membantu papa memanen ikan." timpal Lina dan berbalik membelakangi Lisa.


" Ya udah tidur ajah"


Lina mulai memejamkan mata yang sudah tak tertahankan lagi sehingga pada akhirnya ia pun langsung tertidur.


Entah sudah berapa lama Lina tertidur, kini ia di kagetkan dengan rasa sakit pada betisnya seperti di cubit seseorang.


"Lisa, kamu kenapa sih,cubit betis aku, sakit tau,ganggu orang tidur ajah ah!!" ucap Lina dengan kesal,tanpa menoleh ke arah belakang.


Cubitan itu kembali ia rasakan dan semakin sakit.


"Lisa,kamu kenapa sih,bandel amat dibila...? Ucapannya terpotong saat berbalik kearah belakang yang mendapati Lisa dan nenek sudah tertidur sangat pulas sembari mendengkur.

__ADS_1


"Ya Tuhan. Terus yang cubit betisku tadi siapa ? Ucap Lina.


______


__ADS_2