Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
Part 12. bayangan Hitam.


__ADS_3

Suara koko ayam dapat membangunkanku,rasanya aku seperti baru tidur saja, belum lgi kedua mataku masih merasa sangat perih dan berair.


"Ka Lina!!!ayo bangun, sholat subuh " pinta lisa yang sudah bersiap-siap melaksanakan sholat subuh.


"Iya,jawabku sambil mengucek kedua mataku yang terasa perih,mungkin karna efek kurang tidur akibat kejadian semalam.


"Nenek dimana"


?" tanyaku setelah bangkit dari tempat tidurku, sambil menyanggul rambut.


"Nenek ada dibawa lagi bantuin papa memilah kelapa kering, kan!! Hari ini papa pergi ketukang kopra" jawabnya sambil menggelar sejadah.


"Oh iya, kaka lupa "jawabku serta berlalu keluar dari kamar.


Sehabis sholat aku dan lisa terlebih duluh membantu mama memasak untuk persiapan sarapan pagi sebelum terjun untuk mandi.


"Lisa!! Kamu Liat ngga deodoran kaka?" Teriakku pada Lisa sambil mencari barang tersebut.


"Aku ngga liat ka" jawabnya sambil berjalan kearahku.


"Loh!!perasaan tadi malam,kayanya aku simpan dilemari sini deh" timpalku.


"Mungkin kaka salah simpan kali,yaudah!!pake deodoran aku ajah, tuh ada didalam lemari" ujarnya sembari menawarkan.


"ngga mau ah!! Nanti ketek aku bau terasi kalau pake deodoran kamu" jawabku sedikit bercanda sambil terus mencari barang tersebut.


"Enak ajah bilang bau terasi, emang ketek aku selama ini bau terasi pake deodoran itu? " timpalnya dengan sedikit kesal sambil memperbaiki hijabnya.


"Ngga usah marah-marah,lagian cuman becanda juga"


"Ada apa ini?pagi-pagi udah pada ribut bilang bau terasi,ayo cepat siap-siap nanti terlambat kesekolah? Timpal mama berada diambang pintu dan kembali berlalu pergi.


"Iya ma!!Yaudah cepat dikit ka!! nanti kita terlambat" Pintanya lagi.


"Iya sabar dikit kenapa sih!! Yaudah kamu tunggu didapur ajah, nanti aku nyusul" pintaku sambil memakai seragamku.


"Yaudah,aku tunggu di dapur,tapi jangan lama-lama" jawabnya dan berlalu keluar dari kamar.

__ADS_1


"Iya bawel amat sih,kaya emak-emak aja"


Sekilas mataku melihat bayangan hitam mengekor dari arah belakang Lisa.


"Astagfirullah!! Itu tadi apa ya? Apa bayangan Lisa atau gimana ?" gumamku. dan Gegas kubuka tirai jendela dengan lebar agar pantulan cahaya dari luar ful masuk kedalam kamar.


"Ah !! mungkin tadi itu cuman bayangan tirai kali" ucapku menepis prasangka burukku.


_____


"Lin, kok kamu menguap terus sih,kaya orang kurang tidur?" tanya Rani yang berada disampingku.


"Mungkin karna efek aku kurang tidur semalam"


"Emangnya kamu semalam ngapain?bergadang ?" Tanya ia kembali.


"Apa aku harus ceritain kejadian yang semalam ya."


"Woi !!!kenapa ditanya malah ngelamun sih ? Ujarnya sambil mengibas tangannya kearah wajahku.


" kejadian waktu tempo itu ? Tanya Rani menyelidiki.


"Bukan cuman kejadin itu aja sih!!ada lagi ?"


"Kejadian apa ? aku jadi penasaran,coba ceritain dong" ucapnya dengan antusias sambil memperbaiki posisi duduknya menghadap kearahku.


Aku menceritakan semua kejadian yang kami alami beberapa hari ini,termaksud bu wati beserta kuyang yang mulai meneror.


" Masah sih Lin,iihh... seram bangat bikin takut ajah,aku kira cuman kejadian tempo hari itu yang mancing ikan,ternyata kamu ngelamin banyak hal aneh"


"Iya Ran, aku juga ngga habis pikir?belum lagi, si manusia kuyang itu,dimana sudah dua malam ini ia mulai meneror. " jawabku sambil memijat pelipisku.


"Lin !!! kayanya ini ada sangkut pautnya deh sama Bu Wati,bukannya tadi kamu bilang,kalau kemarin siang itu sempat kamu liat Bu Wati seperti sedang mengawasi" tuturnya.


"Ia benar sih!!! tapi kayanya ngga mungkin deh dia pelakunya!!!. Jawabku sambil memegang ujung daguku.


"Bukannya aku mau soudzon sih Sama Bu Wati, apa lagi kan,banyak tuh beredar gosip tentang Bu Wati kalau dia itu manusia kuyang" timpalnya.

__ADS_1


"Aah!!.. itukan cuman gosip yang belum tentu benar adanya,aku ngga mau soudzon duluh sama Bu Wati, mendingan aku saksikan sendiri dengan mata dan kepalaku" jawabku menimpali ucapannya.


" Kalau misalkan itu terjadi didepan mata kamu?emang kamu sanggup melihat dia seketika menjadi kuyang,kalau aku ogah deh amit-amit,semoga aku ngga perna liat dia menjadi kuyang,bisa mati mendadak aku" jawabnya sambil mengetuk ujung meja.


"Ya!!! Mau gimana lagi,ngga mungkin kan, aku nuduh dia yang ngga-ngga,apa lagi kan nnga ada bukti" timpalku lagi.


"Ya!! Terserah kamu ajah deh, mau percaya atau ngga?lagian kan, itu hak kamu, walau bagaimana pun kamu harus hati-hati sama dia,belum lagi warga dikampung sini udah banyak ngga percaya sama Bu Wati, walaupun belum semuanya sih, percaya dengan gosip itu!! termaksud kamu"


"Apa iya, ada sangkut pautnya sama Bu wati tentang perihal ini ? Ah Masah sih!!! Aagh..sudahlah bikin tambah pusing kepalaku ajah"batinku masih merasa kacau dengan kejadian ini.


_______


Sementara dirumah, Bu Santi ibu dari Lina dan Lisa sedang beraktifitas.


Saat sedang menyimpan pakaian kedua putrinya dilemari,ia mendapatkan deodoran yang sempat Lina cari pagi tadi.


"Lah, ini dia deodorannya!!padahal cuman dihempit antara lipatan baju masa ngga liat sih!! benar-benar ya,kalau anak cari apa-apa pasti mulutnya juga ikut bergerak" Ibu Lisa mengoceh sambil menyimpan pakaian kedua putrinya didalam lemari.


"Santi!" Teriak pa Imran suaminya.


"Iya Pa tunggu sebentar!!" Jawab bu santi dan bergegas menutup pintu lemari serta berlalu keluar dari kamar.


"Ada apa Pa? Tanya bu Santi berdiri diambang pintu rumah sambil melihat sang suami berada dibawa yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ketukang kopra.


"Papa udah mau berangkat!! Bahan Apa ajah yang kurang didapur? nanti aku singgah dipasar untuk belanja !! Ucap sang suami.


"Beli bahan sayur sup ajah deh Pa sekalian ama cemilan,kalau yang lainnya masih lengkap,Oh iya,ibu dimana?"jawab bu santi dan menanyakan keberadaan mertuanya.


" Lagi pergi buang hajat,yaudah!! Bapak pergi duluh, Assalamu Allaikum"


"Wa allakum salam,hati-hati Pa" setelah suminya sudah pergi menjauh,bu Santi berbalik dari pintu utama berniat masuk kedalam kamar.


"Loh!! kok ada bercak darah dilantai? Perasaan tadi belum ada, Apa jangan-jangan ada tikus yang luka ya" gumam bu santi sambil melihat disekeliling sudut ruang tamu. Kini darah pun kembali menetes berasal dari atas,saat bu santi mendongkak.


"Aaa.....


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2