Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
29. jin korin Lisa.


__ADS_3

"Siapa pun dirimu,Aku bersumpah, akan membalas perbuatanmu atas kematian adikku" ucap batin Lina yang penuh amarah sambil mengepal kedua tangannya.


*****


Kini jasad Lisa sudah di pulangkan kerumah, seluruh keluarga menyambut dengan suara tangis histeris,termaksud kedua nenekku dari pihak mama dan papa. Rencananya jasad Lisa akan di kebumikan setelah selesai sholat ashar.


Warga serta teman-teman sekolah sudah berbodong-bodong datang mengucapkan bela sungkawa.


"Yang sabar Lin,mungkin Tuhan lebih sayang sama Lisa, kamuNya yang kuat ya!!" ucap Rani menguatkan Lina di pelukannya.


Akan tetapi, Lina masih saja terus menangis di dalam pelukan sahabatnya itu. Ia benar-benar terpukul karna sang adik meninggal secara tak wajar.


Mama yang tadinya menangis di bahu sang suami,kini kembali pingsan lagi.


Pa Imran bergegas mengangkat bobot mama, di bantu oleh Paman Yanto dan membawanya masuk ke dalam kamar,di susul mertua imran yang Ikut masuk.


*****


Setelah selesai di sholatkan,jasad Lisa pun di makamkan di pemakamam umum tepat di samping makam sang kakek.


Se usai membaca doa,para pelayat pun satu persatu meninggalkan area pemakaman.


"Lina,ayo kita pulang,sebentar lagi akan menggelar tahlilan" pinta papa yang berjongkok di samping Lina.


"Papa duluan saja,Lina belum mau meninggalkan Lisa." ucap Lina di sela tangisnya yang semakin pilu.


"Sampai kapan kamu menangis seperti ini,kamu menangis hanya akan membuat Lisa semakin bersedih.kasian dia!! " Ucap papa yang tidak di tanggapi oleh Lina.


Imran tau hati Lina masih terpukul dengan kepergian sang adik.


Begitu juga dengan dirinya sebagai seorang ayah,akan tetapi,ia berusaha tegar serta iklas dengan takdir yang sudah di tentukan ALLAH.


"Ya sudah kalau begitu, papa duluan ya,Tapi kamu jangan Lama-lama disini,soalnya keburu hujan,apa lagi langit udah mulai gelap" ucap papa kembali mengingatkan.


Tidak ada jawaban dari Lina,hanya air mata yang terus menetes. Dengan berat hati, Pa Imran meninggalkan sang putri.


Beberapa meter meninggalkan Lina,Pa Imran sempat menoleh kebelakang sebentar,berharap Lina sudah beranjak mengikutinya, akan tetapi, ia masih pada tempatnya.


"Ya Tuhan kuatkan hati anakku Lina,aku sebagai ayah tidak sanggup melihat ia seperti ini" ucap batinnya kembali meninggalkan area pemakaman.


Dari kejauhan,ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dengan senyum kebanggaan.


"Ini baru permulaan, Imran!! Kalau bukan karna dirimu,mungkin aku tidak akan seperti ini" ucapnya menatap punggung Imran meninggalkan Lina.

__ADS_1


Setelah selesai mengintai, ia juga beranjak pergi dari tempat persembunyiannya.


Sudah hampir satu jam Lina berada di depan kuburan sang adik,akan tetapi,belum ada niat untuk beranjak meninggalkan tempat itu.


Kini guntur mulai bergemuruh di susul kilat yang mulai memperlihatkan kedipan cahayanya.hujan pun mulai turun Seakan-akan langit ikut berduka atas kepergian sang adik.


Lina mencengkram tanah kubur Lisa dengan penuh amarah.


Wajahnya yang putih mulus,kini berubah menjadi merah padam.


"Siapa pun kamu yang sudah menghilangkan nyawa adikku, akan ku balas perbuatanmu seperti apa yang kau lakukan kepada adikku" ucapnya dengan amarah.


"Huhuhu....


Kini terdengar suara tangis piluh dari arah belakang Lina,dengan pelan Lina pun menoleh dan sedikit terperanjak.


"Li-Lisa,kamu disini" ucap Lina terkejut melihat kehadiran jin korin sang adik yang menangis menundukkan pandangan sambil berdiri.


Lina segerah berdiri agar sejajar dengan sang adik


"Lisa,kenapa kamu menangis ? ,apa kamu tidak merasa tenang di alam mu ?" tanya Lina kepada Lisa yang masih menundukan wajahnya.


Lisa hanya menganggukkan kepala sambil terus menangis.


"De, kamu tenang ya,kaka berjanji akan membalas perbuatan mereka,siapapun itu" ucap Lina.


"Lisa percaya dengan ucapan kaka,tapi kaka harus pulang,jangan terus berada di sini" ucap Lisa menatap lekat wajah sang kaka yang di basahi air hujan.


"Tapi kaka masih ingin disini de,apa kamu tidak senang dengan kehadiran kaka ?" Jawab Lina. Ia merasa sedih mendengar ucapan sang adik.


Dengan senyum,Lisa kembali berucap.


"Lisa senang kaka berada di sini,tapi kaka harus pulang,jangan sampai kaka terlihat sakit " ucap Lisa kembali menundukkan kepala dengan wajah sedih .


"Baiklah !!!!,kaka akan pulang,tapi kamu jangan sedih lagi ya" ucap Lina yang mulai menggil kedinginan.


"tolong jaga mama dan si dede ka,jangan sampai mereka yang akan menjadi incaran selanjutnya" ucap Lisa yang seketika menghilang dari hadapannya.


"Kaka berjanji akan melindungi mereka,kaka tidak akan membiarkan itu terjadi,walaupun nyawa kaka sendiri taruhannya" batin Lina yang kembali memandang kuburan sang adik beberapa saat. Setelah itu ia kembali pulang dengan badan yang sudah basah kuyub.


******


Sementara dirumah,kedua besan itu terlihat sangat khawatir kepada sang cucu yang sendari tadi belum pulang juga, belum lagi hujan semakin lama semakin deras,di sertai guntur dan petir.

__ADS_1


Beberapa warga yang baru saja selesai membaca tahlil kini mengurungkan niat untuk pulang.


"Besan!! bagaimana ini? Cucu kita belum pulang juga" ucap Bu Tati, melihat kearah kebun melalui jendela.


"Ya sudah,saya turun kebawa duluh,mau menemui Imran" jawab Bu Rati. Meninggalkan besannya di dalam kamar.


Nenek turun kebawa menghampiri anaknya Imran yang duduk berseblahan dengan Dokter Ardi di kursi kayu panjang.


"Imran kenapa Lina belum pulang juga,mana hujannya semakin deras,ibu takut terjadi sesuatu kepada cucuku" ucap Bu Rati yang sesekali memendang jalan setapak dengan hati gelisa.


"Tadi Imran sudah mengajaknya pulang bu,tetapi ia menolak untuk cepat pulang" jawab Imran yang juga gelisa menunggu Lina.


"Kalau di izinkan,biar saya saja yang jemput,mungkin dia masih di pemakaman" tawar dokter Ardi yang sendari tadi mendengar percakapan mereka.


Imran terdiam sesaat,mendengar tawaran dokter Ardi.


"Maaf, kalau kami merepotkan" ucap Pa Imran yang sedikit merasa tidak enak.


"Saya merasa tidak di repotkan Pa,lagian kan,saya menawarkan diri" ucap dokter itu dengan senyum ramah.


"Baiklah,silahkan" ucap Pa Imran merasa tidak enak.


Dokter itupun berlalu masuk kedalam mobilnya,beserta beberapa ibu-ibu ikut nebeng, setelah di tawari sang dokter siapa yang ingin kembali pulang .


Mobil itu pun berjalan meninggalkan halaman rumah,menyusuri jalan setapak yang hanya bisa di lewati satu mobil saja.


Setengah pejalanan,seketika dokter ardi mengerem mobilnya secara mendadak,Yang sontak membuat parah ibu-ibu terkejut dan beristigfar.


"Astagfirullah, ada apa dok,kok rem mendadak ? Tanya salah seorang dari mereka.


"Maaf,tadi saya hampir nambarak kucing yang lewat" jawab dokter itu yang celingak- celinguk melihat ke arah depan.


"Kayanya ngga ada tuh kucingnya,mungkin dokter salah liat kali" timpal seorang ibu yang duduk di jok depan,yang ikut serta melihat di sekeliling kebun..


"Kayanya aku ngga salah liat,sepertinya tadi itu kucing yang berwarna hitam, tapi kemana perginya ya?" batin sang dokter bertanya-tanya.


Mobil itupun kembali berjalan dengan kecepatan rendah,tak menunggu waktu lama,mobil itu sudah keluar dari area perkebunan.


Dokter Ardi terlebih duluh mengantar mereka kerumah masing-masing sebelum menjemput Lina.


*****


Baru beberapa meter meninggalkan area pemakaman. Kini terdengar suara langkah kaki dari arah belakang.

__ADS_1


"Tap...tap...tap...


______


__ADS_2