
Tak terasa waktu terus berjalan, hingga pada akhirnya waktu sholat ashar telah usai kami kerjakan, secara berjama'a.
Aku dan Lisa kembali melanjutkan aktifitas untuk membantu mama membereskan pekerjaan rumah, mulai dari menimba air,mencuci perabotan dapur serta tak lupa memilah pakaian yang kotor.
sementara mama sedang memasak nasi dan juga memasak air untuk di isi ditermos.
setelah semuanya telah usai dikerjakan,Lisa kembali masuk kedalam kamar untuk membaca buku.
sedangkan mama dan papa masih sementara berada didapur sembari menikmati secangkir teh dan juga mengobrol.
Aku memutuskan duduk diambang pintu utama untuk menyegarkan pikiranku. Hamparan sawah yang hijau dan juga angin yang meniup dengan sepoi-sepoi dapat menyegarkan pikiranku dengan cara seketika.
Kami tidak seperti anak-anak pada umunya. jika telah usai membantu mama melakukan pekerjaan rumah,pasti akan segerah rebahan di depan TV, jika tidak, pasti akan berkumpul dengan teman-teman lainnya, sambil mengotak -atik mencari nomor baru untuk saling berkenalan, karna dijaman itu adalah jamannya yang dimana masih menggunakan HP Nokia ataupun HP jadul lainnya. Tidak seperti sekarang,dimana-mana orang bisa berkenalan melalui FB ataupun aplikasi cat lainnya.
Ingin Rasanya aku seperti mereka, tetapi apalah daya, keadaan belum memungkinkan,Lagi pula!! aku juga tidak ingin memaksakan kehendakku kepada Kedua orang tua untuk memiliki barang tersebut, karna aku tau bagaimana kondisi kami yang sekarang.
"Assalamu allaikum". Ucapan nenek yang memberi salam, dapat membuyarkan lamunanku.
"Wa allaikum salam"
" eh,nenek udah pulang,"akupun segerah turun untuk membantu membawakan barang bawaannya.
__ADS_1
"Kata papa, nenek besok baru pulang? Tanyaku sambil mengambil tas yang berisi pakain dari tangan nenek.
" ngga jadi, lagi pula urusan nenek juga udah selesai " jawab nenek sambil menaiki anak tangga.
"Oh syukurlah, berarti sore ini aku dan lisa udah bisa pergi ke musholah, lagi pula udah seminggu kami ngga ikut pengajian" timpalku dengan merasa senang.
"Iya!! kamu dan Lisa udah boleh kok pergi ke musholah, Maafkan nenek ya,disebabkan karna urusan nenek, kalian jadi libur ngajinya" ucap nenek seraya meminta maaf.
"Ngga perlu minta maaf nek, yang namanya urusan mendadak ngga mungkin juga ditunda." jawabku.
Sekarang sudah menunjukan pukul 17 : 15. Aku dan Lisa sudah bersiap-siap untuk berangkat ke musholah sambil menenteng tas yang berisi peralatan sholat dan juga Al-Qur'an.
"Pa,ma,kami pamit duluh, lagian ini udah jam lima lewat" kataku, menghampiri mereka yang sedang duduk dibale-bale disusul dengan Lisa ikut menghampiri.
Kami berjalan menyusuri jalan setapak sambil menyanyikan lagu sholawat untuk memecahkan keheningan,belum lagi suasana disekitar perkebunan sudah sangat sepi dan sunyi.
"Ka,coba liat deh!!,itu siapa ya pake seledang merah? Seru Lisa menunjuk kearah perempuan tersebut, seketika kamipun menunduk agar tidak ketahuan.
"Iya itu siapa ya!!,masah jam segini masuk kearea perkebunan, mana suasananya udah sepi,belum lagi ini udah mau hampir magrib !!!" Ujarku dengan sedikit berbisik,sembari terus memperhatikan gelagatnya yang sedikit aneh. Wanita itu terus berjalan sambil sesekali menoleh ke kanan dan kekiri agar tidak ketahuan.
"Iya,ane bangat tuh perempuan, mana mukanya ditutup pake selendang,jadi ngga tau deh itu siapa!!" timpal Lisa dengan sedikit berbisik.
__ADS_1
Kami terus memperhatikan wanita itu hingga akhirya ia masuk ke perkebunan milik Pa Slamet,menghilang begitu saja dari pandangan kami.
"Astagfirullah,kok hilang ?kemana perginya tuh perempuan?" sontak aku dan lisa terkejut melihat sosok wanita yang memakai selendang merah yang seketika menghilang begitu saja.
"Lis,kayanya ini udah ngga beres deh,ayo cepat kita tinggalkan tempat ini" pintaku,sambil menyeret pergelangan tangan Lisa dan meninggalkan tempat tersebut. Kami terus berjalan tanpa menoleh kearah belakang,kalau untuk perasaan jangan lagi ditanya,ini sudah mulai tidak karuan.
"Ya Tuhan!! perempuan itu tadi siapa sih!!! dibilang hantu juga bukan?,sedangkan kakinya berjalan menyentuh tanah" batinku terus bertanya-tanya dengan perasaan takut dan juga bingung
"Ayo Lis, cepat dikit jalannya,lambat amat sih!!."pintaku yang masih menarik pergelangan tangannya.
"Iya ka !!,ini juga udah cepat kok jalannya, kaka maunya aku gimana?mau terbang? lagian aku ngga punya sayap Ka? Timpal Lisa dengan sedikit bercanda. dalam situasi seperti ini ia masih sempat bercanda yang membuatku sedikit geram.
"Nih anak dibilangin malah bercanda lagi!!Emang kamu ngga takut apa,sama wanita itu?" Ucapku,melepaskan pergelangan tangannya. dan kembali berjalan.
"Ya elah ka!!, santai dikit kenapa?jangan terlalu serius, lagiankan wanita itu ngga liatin kita juga kok" jawabnya dengan santai sambil mengekor dari arah belakang.
"Oh Tuhan!!dalam keadaan begini harus dibilang santai,benar-benar anak ngga ada takutnya" kata batinku yang merasa kesal dengan jawabanya. Aku tak menimpali lagi ocehannya yang nantinya hanya membuatku semakin kesal.
Sekitar dua puluh lima menit meninggalkan lokasi tersebut,akhirnya kami tiba di tepi jalan beraspal yang ramai, dimana disebrang jalan disisi kanan berjejer parah rumah warga dikampung ini.
"Alhamdulilah akhirnya sudah sampai" batinku merasa bersyukur dan juga merasa lega.
__ADS_1
Bersambung....