Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
25. Lina yang mulai berani melawan.


__ADS_3

"Hahaha... Kau akan mati" ucap mereka serempak yang membuat Lina semakin ketakutan disertai badan yang ikur bergetar.


Ucapan itu terus terulang-ulang hingga membuat Lina berteriak.


"Aaa....Tidaaaak....


Kedua bola mata para suster seketika copot dari tempatnya hingga bergerindil menujuh ke arahnya melewati ujung kaki sampai naik ke atas dada. Lina semakin berteriak histeris melihat bola mata itu berjejer rapi diatas dadanya, sehingga membuat Lina tak sadarkan diri.


Kini ia berada di sebuah ruangan yang dimana pencahayaanya sangat minim. ia bangkit dari duduknya sambil mengiba-ngibas roknya yang kotor,Kini padangannya menyisir di setiap sudut ruangan yang mana banyak tumpukan tulang belulangan manusia serta hewan.


"Ya tuhan,apakah aku berada di alam lain ?ucapnya yang sedikit panik sambil berjalan mundur.


"Kreek... Kedua kakinya bergetar karna menginjak sesuatu.perlahan ia berbalik kebelakang dengan sedikit memiringkan kepala.


"Aaa... Lina terkejut karna kedua kakinya tak sengaja menginjak tengkorak bayi. Ia menangis histeris di sebua ruangan yang pengap tanpa udara.


"Ya Allah,apakah semua ini korban pesugihan? Jika memang benar, Kenapa keluarga mereka begitu tega melakukan semua ini, apa lagi kepada bayi yang tak berdosa" ucapnya dengan suara lirih melihat tumpukan tengkorak yang berserakan di sudut ruangan.


"Kaka..... Sayup-sayup terdengar suara memanggil namanya di balik pintu yang tak jauh dari hadapannya.


"Lisa,apa kah itu kamu?"sahut Lina untuk memastikan apakah itu Lisa ataukah bukan.


"Iya Ka!!! Tolongin Lisa, Lisa ngga bisa keluar." Balas Lisa lagi.


Lina menyeka bulir bening di pipinya sambil berjalan mendekati sebuah pintu besi,kedua tangannya mendorong daun pintu tersebut yang ternyata ada sebuah lorong sempit dan begitu gelap.


"Aaargh.... Seketika ada suara raungan yang muncul dibalik gelapnya lorong ,kedua kaki Lina kini berjalan mundur,ia merasa bimbang untuk menembus gelapnya lorong.


"Kaka!!! Tolongin Lisa ka" teriak Lisa kembali.


"Lisa kamu sebenarnya dimana ?" Balas Lina yang masih merasa takut dan juga bimbang.


"Aku disini ka" sahut Lisa Lagi,yang membut hati Lina semakin tidak karuan.


Tanpa berpikir panjang ,Lina langsung menerobos gelapnya lorong yang sepit,dimana hanya bisa di lalui satu orang saja,kedua tangannya meraba dinding lorong disisi kanan dan kiri sambil terus berjalan, sesekali pula ia berlari kecil agar cepat menemukan sang adik,akan tetapi, lorong itu belum ada ujungnya sehingga ia merasa lelah.kini Ia memutuskan untuk berhenti sejenak sebelum kembali melakukan perjalanan.


"Sreeet....sreeet...sreeet...


"Aaargh....


Dari arah belakang terdengar suara besi seperti di seret seseorang serta suara raungan hewan.


"Ya Tuhan, Siapa itu" Lina semakin ketakutan mendengar suara yang ada di balik kegelapan.badannya mulai menggigil seperti orang yang kedinginan.


"Si-siapa itu" ucap Lina sedikit berteriak dengan suara gugup.

__ADS_1


"Aaargg.... Suara raungan semakin terdengar mendekat kearahnya, jantungnya memompa kencang di sertai keringat ketakutan mulai bercucuran. ia memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan dengan sedikit berlari, walaupun kedua kakinya mulai merasa lemas dan bergetar.


"Jangan Lari Lina..." Ucap suara itu dengan lembut yang membuat Lina semakin kalang kabut untuk berlari.


"Sreeeet....sreeeet.....sreeet....


"Aargh...


Semakin ia berlari suara besi serta suara raungan semakin mendekat.


"Jangan pergi anak manis" Ucap suara itu yang seakan -akan terus mengikuti dari arah belakang.


"Ya Tuhan!! Tolonglah aku,aku tidak ingin mati di tempat ini" ucapnya dengan suara lirih sambil menahan suara tangisnya agar tidak pecah.


Ia terus belari menembus gelapnya lorong yang begitu pengap, sehingga membuat ia sedikit kesulitan untuk bernapas,peluh keringat terus bercucuran membasahi baju yang tiada henti.


hinggga pada akhirnya, dari kejauhan terdapat sinar cahaya lampu obor menyinari sebuah pintu besi.Suara raungan dari arah belakang seketika berhenti mengikuti.


gegas ia mempercepat langkahnya mengampiri pintu tesebut, tiba-tiba pintu itu terbuka lebar dengan sendirinya tanpa ada yang membukanya,seperti sudah mengetahui jika ada seseorang yang akan datang.


kini ia masuk di sebuah ruangan buntu, di mana ruangan itu adalah sebuah penjara yang begitu luas,ada banyak tengkorak manusia yang saling bertumpuk di dalam setiap sel penjara.


"Kaka,tolong" ucap Lisa dengan suara lemah.


Sontak Lina langsung berbalik kesisi kiri,ia kaget melihat sang adik sudah terikat di sebuah kursi besi,dengan keadaan tak berdaya.


"Bungg....


pandangannya langsung menjadi rabun,Lina tidak mengetahui jika kedua matanya sudah berdarah akibat benturan keras.


"Kaka!!! tolongin Lisa ka" ucap Lisa di sela-sela tangisnya,ia tidak berdaya sedikitpun karna ikatan serta berada di dalam sebuah penjara.


Lina kembali berusaha bangun serta berjalan menghampiri sang adik,saat kembali memegang pintu besi, tubuh Lina kembali terhempas menabrak dinding.


"Uhuuk..uhuuk... Ia berbatuk di susul darah yang ikut keluar yang membuat ia semakin lemah.


Sesosok para jin seketika hadir di dalam sebuah penjara dimana Lisa berada,wajah mereka begitu menyeramkan serta pandangan mereka begitu tajam dan bengis seakan-akan siap menghabisi.


"Jangan dekati adikku" ucap Lina dengan suara lemah.


Parah mahluk itu berbalik kearahnya dengan tatapan yang tajam dan tertawa.


"Hahahaha....mereka tetawa seakan - akan sedang mengejek Lina yang tak berdaya.


Mereka kembali mengalihkan pandangan kearah Lisa yang masih terus menangis meminta pertolongan kepada sang kaka.

__ADS_1


"Tolongin Lisa ka,huhuhu..." Ucap Lisa semakin tak berdaya.


Para jin itu ingin menyentuh Lina sontak Lina kembali berteriak.


"Jangan berani mendekatinya ataupun menyentuhnya" teriak Lina dengan nada yang sedikit tinggi, walaupun ia sudah dalam ke adaan lemah.


Akhirnya salah satu dari mereka seketika langsung hadir,tepat di hadapan Lina.


"Jangan berani mengganggu kesenangan kami,karna dia akan menjadi tumbal kami" ucap jin itu dengan nafas yang memburu.


"Aku ucapkan sekali lagi,jangan perna kalian mendekatinya ataupun menyentuhnya" ucap Lina dengan penuh tekanan dan juga amarah, ia berusa berdiri sambil memegang jeruji besi, tidak ada lagi rasa takut pada dirinya melihat sosok yang ada di hadapannya.


"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini, siapa sebenarnya tuan kalian,ayo katakan " ucap Lina dengan penuh tekananan.


" Hahahaha.... Kau tidak perlu tau siapa aku anak manis,yang kamu tau aku akan menghabisi orang yang kau sayangi termaksud juga dirimu.sebab, orang tuamu lah yang membuat aku seperti ini" Ucap suara itu yang menggelegar satu ruangan.


"Sebaiknya kamu keluar agar aku mengetahui siapa dirimu sebenarnya" balas Lina pada suara yang entah dari mana asalnya.


"Kamu tidak perlu tau siapa,hahahha....."


"Cik dasar pengecut, siapapun dirimu,jika kau berani meyakiti keluargaku, aku akan membalasmu" teriak Lina yang semakin membarah.


"Hahahah.... Kau tidak akan mampu melawanku sedikitpun, emangnya dengan cara apa kau melawanku ha!! " ucap suara itu yang penuh anggkuh.


"Aku masih memiliki Tuhan, dialah yang akan menolongku untuk melawanmu dasar manusia iblis" ucap Lina yang tidak merasa takut sedikitpun,yang terpenting baginya adalah bisa melindungi keluarganya dari manusia jahat.


" Dasar anak kulangajar,hei kamu,jangan cuman berdiri,ayo hajar anak itu" ucap suara itu memerintahkan jin yang ada di hadapan Lina.


Kini jin itu pun seketika sudah memegang sebuah balok besi, sambil berjalan maju menghampiri Lina yang berdiri diam.


Lina yang melihat ini tidak merasa takut ataupun berniat untuk berlari.


Ia sudah menyerahkan semua ini kepada Sang pencipta sambil berdo'a.


"Ya Allah, jadikan lah kami dalam penjagaan-Mu, tanggungan-Mu, kedekatan-Mu, dan perlindungan-Mu dari gangguan setan yang menggoda, dari orang yang kejam, dari mata orang yang berniat jahat, dari orang yang bermaksud zalim, dan dari keburukan apa pun yang membawa keburukan. Amin.


Ucap Lina yang berdoa kepada Tuhan, jin itupun melayangkan balok besi kearah Lina,sontak Lina langsung menghentakkan sebelah kakinya kelantai tanah.


"Bung..


jin itu langsung terpental menabrak pintu besi,begitupun dengan jin yang ada bersama Lisa ikut terpental kearah belakang.


"Aargg... Hanya suara raungan yang kelur dari mulut mereka, seketika itupun mereka menghilang beserta Lisa yang ikut menghilang.


"Lisaaa.... "Teriak Lina.

__ADS_1


_____


__ADS_2