Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
32. selendang yang melilit.


__ADS_3

32.


"Ta-tante Lastri!! Sontak Lina langsung menutup mulutnya yang menganga karna terkejut.


"Jangan terkejut keponakanku sayang" ujarnya berjalan mendekati Lina


"Apa maksud tante mengurungku di sini. Lalu,mengapa parah jin menakutkan itu berada di sini?" Tanya Lina yang tidak habis pikir. sesekali matanya melirik keara jin yang berbagai macam rupa bentuknya,yang terus menatapnya dengan begis.


"Kamu jangan takut sayang,Mereka adalah pasukan bibi" Jawab Bibi sambil memainkan ujung selendangnya.


"Pasukan! semenjak kapan bibi bersekutu dengan bangsa jin?" Tanya Lina benar-benar tidak percaya dengan ucapan bibinya barusan.


"Kamu tidak perlu ikut campur dengan urusan bibi. Lalu,kamu tidak bertanya mengapa kamu terkurung disini"balas bibi dengan tatapan yang tidak suka.


"Apa maksud bibi berkata seperti itu, apa semua ini ada kaitannya dengan bibi" tanya Lina kembali.


"Ya,bibi yang mengurungmu di sini tujuannya hanya satu,melihat kamu mati di penjara ini termaksud kedua orang tuamu. Agar tanah kebun yang di berikan kakek kepada ayahmu akan menjadi milikku."jawabnya dengan lantang tanpa merasa bersalah.


Sontak saja Lina langsung terkejut,denga bola mata yang membulat sempurna,ia tidak menyangka bibinya begitu kejam melakukan semua ini,hanya karna ingin mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Mengapa bibi begitu serakah,bukan kah kake sudah memberikan sebagian kepada bibi,lalu, mengapa bibi ingin yang lebih? Tanya Lina, yang tidak habis pikir dengan sifat buruk bibinya.


"Karna bibi tidak suka berbagi sayang,makanya bibi bisa melakukan apa saja,agar bisa mendapatkan apa yang bibi inginkan.termaksud menghilangkan nyawa." Ucapnya dengan kedua kaki berjalan mundur mendekati pasukannya.


Lina tidak menyangka dengan ucapan bibinya barusan,padahal selama ini,bibinya terlihat baik dan lugu, ternyata di balik keluguannya, terselimuti sifat serakah dan hati yang dengki.


"Lalu!!Apa tujuan bibi sekarang apa ?" tanya Lina yang mulai marah


"Bibi ingin melihat reaksimu,bagaimana orang yang kau sayangi terkurung disini dalam ke adaan lemah tak berdaya" jawab bibi dengan senyum bangganya.


"Apa maksud bibi" teriak Lina yang sedikit emosi.


Lalu Lastri bertepuk tangan seraya memberi kode.

__ADS_1


Semua pasukannya yang berdiri berjajar rapi, kini membuka jalan memperlihatkan siapa yang mereka sembunyikan.


"Mama....


teriak Lina yang begitu syok melihat mama yang sedang hamil,duduk di kursi kayu dalam keadaan tak sadarkan diri,serta kedua tangan dan kaki terikat dengan tali hitam.


Lina berjalan tergontai lemah menghampiri mama, akan tetapi,langkahnya terhenti karna di hadang pasukan jin bibi Lastri.


"Apa maksud semua ini bi,kenapa bibi begitu tega terhadap keluarga bibi sendiri,tolong sadarlah bi,jangan lakukan hal sebodoh ini" ucap Lina di sela tangisnya yang mulai pecah.


"Bibi sadar apa yang bibi lakukan" jawab bibi Lastri dengan senyum liciknya.


"Kumohon bi,jangan sakiti mama,tolong lepaskan mama" ucap Lina kembali,sambil mengatupkan kedua tangan berharap bibinya berbelas kasih kepadanya untuk melepaskan mama.


"Tidak ada gunanya kamu memohon seperti itu,anak manis." ucap suara yang seketika hadir di belakangnya.


Lina kaget dan langsung menoleh kearah belakang,ia terperanjat melihat seorang wanita yang ia kenal begitu tertutup,kini sudah berada di hadapannya dengan tatapan sinis.


"Kenapa, kamu terkejut" tanya bu Wati dengn senyum menyerigai


"Apa maksud semua ini,ada hubungan apa Bu Wati dengan masalah ini" tanya Lina yang kembali menatap kearah bibi Lastri.


Dengan senyum liciknya,bu Wati mulai menjelaskan dari awal siapa dirinya sebenarnya, serta apa maksud dan tujuannya melakukan semua ini.


Lina yang mendengar semua penuturannya dari awal sampai akhir,merasakan telinganya mulai panas di sertai api amarah berkobar-kobar,seakan-akan ingin membakar kedua wanita jahanan itu segerah mungkin.


Ia tidak menyangkah ke dua bibinya begitu tega melakukan hal sekeji itu,hanya karna ambisi serta dendam yang menyelimuti hati.


"Kalian memang benar-benar manusia jahanan,begitu teganya kalian melakukan hal sekeji itu kepada keluarga kalian sendiri, apa kalian tidak takut dengan balasan yang akan menimpa kalian ?" Teriak Lina yang mulai geram,kedua tangannya yang ia kepal mulai bergetar.


Bung....


Lina yang tadinya berdiri tegak, kini terlempar ke arah samping dengan keadaan jatuh tengkurap.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu sok menasehati kami,atas apa yang telah kami lakukan," ucap bibi Lastri yang menurunkan sebelah tangannya setelah melempar Lina dengan menggunakan ilmunya.


"Ternyata hati kalian sudah benar-benar tertutup dengan kegelapan" jawab Lina sambil berusaha bangun dan berdiri,yang mana sebelah tangannya memegang dada yang terasa amat sakit.


"Aku akan membalas perbuatan kalian, Uhuk...uhukk.." pekik Lina dengan berbatuk-batuk.


"Kamu ingin melawan kami,hahaha... Itu tidak mungkin sayang,lihat saja badanmu sekali di hempas sudah mau remuk,apa lagi di hempas berkali-kali" timpal bibi Wati dengan sombongNya.


Mereka semua tertawa seakan-akan mengejek kemampuan Lina.


"Kamu ingin melawan kami ha!!?" Bentak Bibi Lastri.


Selendang yang berada di kepala bibi Lastri, langsung terbang kearah Lina,


Dan melilit di lehernya.


Lina memberontak sambil berusaha melepaskan lilitan selendang itu,akan tetapi,lilitan selendang itu semakin lama semakin kuat mencekik lehernya.Sehingga Lida Lina sedikit menjulur keluar.


"Apa kamu merasakan sakit sayang" ucap Lastri yang sesekali berkomat kamit membaca mantra untuk mengendalikan selendang itu.


"Bi-bi jangan bi, tolong lepaskan aku Bi" ucap Lina dengan suara terbata-bata,ia merasakan nafasnya sudah hampir habis.


"Aku tidak akan melepaskanmu" pekik Lastri yang terus mengendalikan selendang itu.


Lina berusaha tenang serta berd'oa dalam hati,agar segerab mendapatkan pertolongan dari Tuhan.


"Aku percaya,bahwa tidak ada satu hal pu yang ada di muka bumi ini, yang membahayakanku,kalau bukan atas izin dari ALLAH" bisik batinnya, setelah itu membaca ayat kursi.


Ia begitu yakin bahwa akan ada pertolongan dari ALLAH,kepada hambanya yang terdzolimi.


Lina kembali berusaha melepaska selendang itu,tak di sangkah,kini selendang yang melilit di lehernya begitu mudah terlepas, sehingga mereka yang melihatnya sedikit tercengang tak percaya akan kemampuan Lina.


Tetapi itu tidak berlangsung lama,mereka merasa kemampuan Lina hanya sebatas itu saja.

__ADS_1


__ADS_2