
"Loh!! kok ada bercak darah dilantai, Perasaan tadi belum ada, Apa jangan-jangan ada tikus yang luka ya" gumam bu santi sambil melihat disekeliling sudut ruang tamu. Kini darah pun kembali menetes yang berasal dari atas,saat bu santi mendongkak.
"Aaa.....
Sontak bu santi berteriak melihat penampakan Sesosok perempuan yang serba hitam dengan wajah yang rusak bergelantung terbalik,hingga membuat Bu Santi tak sadarkan diri.
Bu Rati yang baru tiba sepulang dari buang hajat,Kini ia mendengar suara jeritan menantunya,ber asal dari dalam rumah. Ia pun segerah menaiki anak tangga walaupun dengan sedikit pelan.
"Astagfirullah,Santi? Sontak bu Rati terkejut melihat tubuh menantunya itu sudah tergelatak diatas dilantai. Gegas ia menghampirinya.
"Santi,santi, sadarlah Nak" ucap bu Rati sembari menepuk-nepuk pipi menantunya itu. Ia merasa takut dan juga bingung harus meminta tolong dengan siapa.
"Ya Tuhan!! Ada apa dengan Santi? Bu Rati kembali menujuh kepintu utama, sambil menoleh ke kanan dan kekiri berhadap ada yang lewat untuk dimintai pertolongan.
Kebetulan ia melihat ada bu ajeng, sedang menyemprot padi miliknya yang tak jauh dari rumah.
"Bu ajeng, Bu ajeng,"teriak bu rati dari ambang pintu, tetapi bu Ajeng sama sekali tidak mendengar teriakannya.
"Ya ALLAH!! Apa bu Ajeng tuli? Atau gimana ?" gumam bu wati sembari menuruni anak tangga untuk menghampiri beliau.
"Bu Ajeng,bu..!!" bu ajeng pun menoleh mendengar namanya di panggil bu Rati,yang menghampirinya.
"Ada apa bu Rati?. Tanya bu ajeng.
"Anu Jeng,Santi pingsan!!" ucap bu Rati dengan wajah yang begitu khawatir dan cemas.
"Astagfirullah!! Kenapa dia bisa pingsan Bu? Bu ajeng pun segerah menurunkan alat seprot dari bahunya.
"Saya juga ngga tau bu ajeng,tadi saya dengar suara jeritannya sja,saat saya hampiri ternyata ia sudah pingsan" jawab Bu Rati
"Ya sudah bu, ayo jalan"pinta bu ajeng yang juga khawatir.
Sudah hampir satu jam Santi pingsan,belum ada tanda-tanda ia sadarkan diri. Belum lagi suaminya Pa Imran belum juga pulang.
__ADS_1
" Gimana ini jeng!! udah hampir sejam kita menunggu tapi Santi belum sadar juga,aku jadi khawatir terjadi sesuatu denganya? Ucap Bu Rati kepada bu ajeng sambil mondar-mandir melihat ke arah Luar.
"Tenang duluh Bu,kita do'a kan saja,semoga ia baik-baik saja" tipal bu ajeng menenagkannya.
Saat sedang mengobrol terdengarlah suara Pa Imran mengucap salam dari arah bawah.
"Assalamu Allaikum".
"Wa allaikum salam,ucap mereka serempak. Bu ajeng keluar dari kamar dan menemui Pa Imran.
"Alhamdulilah kamu udah pulang, santi istri kamu pingsan,udah hampir sejam belum sadar juga" ucap Bu ajeng setelah menghampiri beliau.
"Ya Allah,kenapa bisa pisang?" Tanya Ia, sambil menyimpa bahan belanjaan diatas meja begitu saja,dan berjalan berlalu masuk kedalam kamar.
"Bagaimana bisa santi pingsan bu? Tanya putranya itu kepada bu Rati.
"Ibu juga ngga tau Nak,ibu tadi cuman mendengar suara jeritannya saja,setelah ibu hampiri ternyata santi sudah pingsang"ucapnya sembari menjelaskan.
" Alhamdulilah udah sadar" ucap bu ajeng dan bu Rati serempak.
"Yaudah kamu minum duluh"pinta pa Imran kepada istrinya sambil membantunya meneguk segelas air. Yang sempat di ambil bu ajeng dari dapur setelah selesai menemui pa imran.
" Tadi ceritanya gimana sampai kamu bisa pingsan ? Tanya suaminya,setelah santi merasa lega. Iapun menceritakan kejadian yang dialaminya
"Astagfirullah" ucap mereka serempak setelah mendengar penuturan dari Santi.
"kalian harus hati-hati, karna akhir-akhir ini,semakin banyak kuyang yang berkeliaran dikampung kita,apa lagi kamu sedang hamil besar." timpal bu ajeng mengingatkan.
"iya bu ajeng" santi.
____
Sementara Lina dan Lisa masih diperjalan pulang kerumah sambil membahas kejadian semalam.
__ADS_1
"Masah sih ka? kok aku ngga dengar sama sekali ya? "
" Itu lantaran telinga kamu lagi kesumbat,makanya kamu ngga dengar apa-apa" balasku sedikit mengejek. Iapun mendengus kesal mendengar jawabanku.
Sshhhh.... Suara ular yang mendesis seketika terdengar.
"Lis, kamu dengar ngga, kaya ada suara ular" ucapku menghentikan langkah kaki begitupun dengannya.
"Iya aku juga mendengarnya ka!" jawabnya sambil melihat kearah semak disebalah kanan, begitu juga denganku yang tak luput mencari sumber suara ular,sudah beberapa menit mencari akan tetapi hasilnya nihil.
"Kayanya ngga ada deh ka,mungkin kita salah dengar kali,atau mungkin ular itu udah pergi jauh !!!" Ujar Lisa yang masih celingak- celinguk kearah semak-semak.
"Ya udah!!ayo, kita lanjut lagi jalannya"pintaku. baru beberapa langkah berjalan,sontak bau aroma amis seketika tercium walaupun belum menyengat.
aku dan Lisa mengendus-enduskan hidung karna mencium bau tak lazim. Belum lagi suasana diperkebunan seketika berubah menjadi suram dan seram padahal baru beberapa detik yang lalu suasananya sangat adem disertai angin yang meniup dengan sepoi-sepoi.
" Lis,kayanya ini suasana sepertinya udah ngga beres deh" ucapku sambil memegang tenggkukku yang mulai merasa dingin.
"Iya ka, Lisa juga merasakan hal yang sama" jawabnya sambil sesekali celingak-celinguk.
"Linaaaa... lisaaa... suara seseorang sedang memanggil terdengar jelas tetapi seperti agak menjauh,belum lagi aroma bau amis semakin lama semakin tajam.
"Hueek...hueek... Aku memuntahkan isi perutku,karna bau amis sangat menyengat dicium, begitu juga dengan Lisa.
"Ya ampun, dari mana asal bau ini?semakin lama kok, semakin tajam baunya ?" Aku menutup indra penciumanku dengan sebelah tanganku,sambil melihat disekeliling kebun hingga sesekali meludah.
"Iya aku juga heran ka!!! Huueek...Hueek" Lisa kembali memuntahkan isi perutnya karna tak tahan dengan bau tersebut.
"Ya udah,ayo kita pergi", pintaku pada Lisa dan menarik pergelangan tangannya untuk segerah meninggalkan tempat tersebut. Justru semakin menjauh bau aroma amis itu semakin tercium seperti sedang mengikuti.
Aku merasakan hal aneh belum lagi seperti ada seseorang yang sedang mengikuti dari arah belakang.
Bersambung...
__ADS_1