Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 14. Bu Wati yang seketika Hadir.


__ADS_3

Lis,kamu ngerasain ngga? seperti ada yang sedang ngikutin kita dari arah belakang ?" Tanyaku sedikit berbisik tetapi terus berjalan.


"Iya ka,aku juga ngerasain kaya ada orang yang sedang ngikutin kita"jawabnya, Sambil terus menutup hidungnya dengan sebelah tangan. Begitu juga denganku, Sebab bau amis tersebut masih terus tercium, ingin rasanya aku memuntahkan kembali isi perutku ,akan tetapi aku berusaha untuk menahannya agar tidak keluar.


"Ya udah, kita tengok sama-sama ya"ucapku.


"Tapi aku takut ka!!" Jawabnya.


Aku berusaha meyakinkannya untuk tetap tenang dan berdoa. Setelah beberapa detik membujuknya Ia pun mengagguk walaupun dengan sedikit terpaksa.


Kami berhenti untuk mengumpulkan keberanian menoleh kearah belakang. Saat ingin menoleh kearah belakang.


"Wissh ... Sepintas ada bayangan yang terbang entah kearah mana ?.


Jantung seketika berdebar kencang tak beraturan belum lagi bulu roma terus berdiri dan sekejap itu pula bau amis langsung menghilang.


"Ka, itu tadi apa?tanya ia dengan bibir yang sedikit bergetar.


"Kaka juga ngga tau de!! Jawabku. Sambil terus berdzikir dalam hati.


"Nah, Tuh kan!!, makanya aku ngga mau menoleh ke arah belakang,kaka sih!!di bilangin malah bandel" timpalnya sambil menyalakanku.


"Yaudah ngga usah takut,ayo cepat kita pergi" pintaku dan berbalik menujuh arah pulang sambil terus menggandeng lengan Lisa.


Entah mengapa pikiranku langsung membayangkan sosok mama.


"Ya Tuhan Lindungilah mamaku,jauhkan ia dari marah bahaya,aku takut jika terjadi sesuatu pada mama,hanya engkaulah dapat melindunginya, dan engkaulah sebaik-baik maha penolong "Amin."batinku mengucapkan do'a dan mengaminkan.


aku merasa sepertinya mama sedang dalam pengawasan seseorang,tapi!!entahlah, Mungkin itu hanya perasaanku saja atau bagaimana ? Gumam batinku.


Belum lagi terdengar suara burung gagak yang begitu nyaring didengar oleh telinga,yang membuat suasana perkebun semakin terasa seram,aku merasa seperti banyak mahluk yang sedang mengawasi kami.


Kutepis rasa takutku sembari terus berdzikir dalam hati.


****


Setelah sekian lama berjalan akhirnya kamipun tiba di halaman rumah dengan selamat.


"Assalamu allaikum" ucap kami serempak memberi salam.


"Wa allaikum salam" jawab papa dan nenek.


Kamipun menyalami tangan mereka dengan takzim.

__ADS_1


Setelah itu Lisa terlebih duluh masuk kedalam kamar.


"Pa,mama dimana? Tanyaku.


"Mama lagi di kamar sedang istirahat" jawab papa"aku melihat raut wajah papa dan nenek seperti menyembunyikan sesuatu.


"Ouh..ya udah!!Lina ganti seragam duluh" ucapku meninggalkan mereka yang sedang duduk.


Setelah selesai makan siang. Aku duduk bergabung bersama papa dan Nenek diruang utama.


" Lina, untuk beberapa malam kedepan,ngga usah duluh ikut pengajian ya" ucap papa setelah aku menjatuhkan bobotku dikursi kayu.


"Loh kenapa pa? Tanyaku dengan sedikit merasa heranan.


Papa pun menceritakan perihal kejadian yang di alami oleh mama.


Aku terkejut mendengar penuturan papa.


"Pantasan saja tiba-tiba aku langsung mengingat mama,ternyata sesuatu sudah terjadi pada mama,untung saja mahluk itu tidak mencelakai mama dan hanya menampakkan diri." ucap batinku.


"Ya udah ngga apa-apa pa!! nanti setelah situasinya aman, baru deh Lina dan Lisa ikut pengajian lagi" timpalku.


____


Bergegas aku dan Lisa pergi kesumur untuk segerah mandi.


Setelah selesai melakukan ritual mandi ,kami pun menyambar handuk diatas batu untuk menutupi badan kami.


Sontak kami terkejut saat menoleh kearah belakang karna mendapati Bu Wati sudah berdiri dinding kayu pembatas.


" Ya ampun!! Bu Wati,bikin kaget ajah" ucapku sedikit terkejut.


" Bu Wati sedang apa ? Mau mandi ?" Tanya lisa seketika.


"Iya, Ibu mau mandi,soalnya udah gerah" jawabnya dengan sedikit senyum.


"Ouh.. ya udah!! silahkan mandi, lagi pula kami udah selesai mandi, ya sudah bu!! kami permisi"ujarku dan mempersilahkan beliau untuk mandi.


sempat kulihat sorot matanya menatapku dengan sedikit aneh entah apa maksud dari sorotan matanya itu.


"Ka, kok tiba-tiba ada bu wati berdiri dibelakang kita? Tanya Lisa sambil menaiki anak tangga.


"Mungkin Bu wati sudah lama berdiri di belakang kita, karna kita ngga fokus akhirnya kita terkejut dengan kehadiran beliau"jawabku tidak merasa curiga.

__ADS_1


"Apa iya ka ?, perasaan tadi saat mengambil handuk,beliau belum ada dibelakang kita" jawabnya sedikit tak yakin.


" Ah.. sudahlah ngga usah dibahas,nanti pikiran kamu malah seudzon lagi" timpalku,iya hanya memoyongkan bibir karna merasa kesal.


Sehabis sholat ashar aku dan Lisa memutuskan untuk membaca beberapa buku komik miliknya di bale-bale halaman rumah.


Sementara nenek sedang beristirahat dikamar. kalau papa dan mama sedang mengobrol didapur entah apa obrolan mereka kami tidak begitu kepo atapun mencari tau tentang perihal obrolan mereka.


Suara guyuran air masih terdengar seperti seseorang yang sedang mandi.


"Lisa, kamu dengar ngga, kaya ada orang lagi mandi?" Tanyaku sambil mengarahkan pendengranku ke arah sumur.


"Mungkin itu Bu Wati masih sedang mandi" jawabnya sambil menimpa buku.


"Mungkin iya kali,tapi!! Kayanya ngga mungkin juga Bu Wati mandi begitu lama,apa mungkin beliau tadi buang hajat terlebih duluh,sebelum mandi? ucap batinku menerka-nerka.


Sudah hampir setengah jam aku duduk sambil membaca buku,akan tetapi suara guyuran air masih terdengar oleh ditelinga.


" Kok Bu wati lama amat ya mandinya? apa bu wati berendam di sumur atau gimana ya" batinku yang mulai bertanya-tanya.


"Lis,kamu masih dengar tidak?suara guyuran air, sepertinya Bu Wati masih terus mandi deh,


"Aku udah ngga dengar apa- apa ka" jawabnya santai.


"Masah sih ngga dengar apa -apa?atau jangan- jangan telinga kamu udah mulai tuli ya? "


" Bung.. " sontak ia langsung memukul lenganku dengan menggunakan buku.


"Auww.. sakit tau, kejam amat sama kaka" ucapku sambil memegang leganku yang sedikit sakit.


"Itu karna mulut kaka yang kejam,Siapa suruh bilang aku tuli" timpalnya tak terimah.


" Iya, maaf cuman becanda juga" ucapku seraya meminta maaf.


"Ngga lucu tau" jawabnya dengan kesal sambil mengumpul semua buku dan membawanya naik keatas.


Aku hanya cengegesan melihat tingkah laku adikku. Aku kembali fokus mempertajam pendengaranku ke arah sumur,tetapi suara guyuran air seketika berhenti.


"Loh,udah ngga ada,apa jangan-jangan ada...? Sontak aku bergidik ngeri dan langsung naik kedalam rumah.


Aku takut jika yang sedang mandi itu bukanlah Bu Wati lagi,akan tetapi mahluk abstral,sebab aku masih takut dengan penampakan yang sudah beberapa kali aku lihat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2