Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Satu


__ADS_3

Teriknya panas matahari siang ini, tak menyurutkan langkah Erlita untuk mengejar angkutan umum untuk menuju ke rumahnya.


Namun langkahnya agak memelan karena dari kejauhan dirinya melihat 3 pemuda teman satu kelasnya, salah satunya adalah pujaan hatinya, yakni Fatih.


Erlita:"kenapa dengan hatiku ini? Setiap melihatnya saja sudah dah Dig dug!" Ucapnya dengan pelan, sambil senyum senyum sendiri.


Ternyata dari kejauhan Fatih juga melihat Erlita dengan suka cita, karena memang sebenarnya dia menunggu Erlita, meskipun dari jarak jauh.


Fatih:"wanita pujaanku, semoga engkau selamat sampai di rumah, smoga kelak kita berjodoh di masa depan" do'a yang dipanjatkan Fatih di dalam hatinya dan tentunya langsung dia Aminnkan di dalam hati.


Tak terasa kini keduanya sudah berada diatas angkutan umum dengan tujuan yang berbeda setelah menempuh ujian akhir sekolah di tingkat pertama.


Keesokan harinya, dengan tegapnya Fatih menyapa Erlita dengan hati yang berdebar debar setelah dia keluar dari kantin sekolah, sedangkan Erlita baru keluar dari toilet putri.


Fatih:"kemarin nyampek rumah jam berapa Lit?"


Erlita:"jam satu"


Fatih:"rencana setelah lulus kamu mau melanjutkan ke sekolah mana?"


Erlita:"aku pengennya Deket rumah ajja, di SMA 4" (SMA 4 merupakan SMA favorite sampai sekarang)


Fatih:"wahh hebat kamu Lit, smoga keinginanmu tercapai"


Erlita:"Aminnnn...kalau kamu sendiri? Ke sma mana?"


Fatih:"SMA 5 ajja, lebih Deket dari rumah Lit" Oia meskipun nanti kita sudah pisah, apakah boleh aku main main ke rumahmu?"


Erlita:"gpp, silahkan ajja" (sambil menahan jantungnya yang bertalu Talu kencang)


Fatih:"karena besok pengumuman kelulusan, bagaimana kalau hari ini, kita jalan bareng sambil nunggu angkutan umum yang menuju rumahmu, apa kamu mau?"


Erlita:"maaf, aku sudah janjian sama Dewi, Sofia untuk pulang bersama hari ini" (dengan wajah polos penuh penyesalan)


Fatih:"oke gpp, santai ajja. Besok malam Minggu aku main ke rumahmu ya Lit"

__ADS_1


Erlita:"oke, aku tunggu. Memangnya kamu tahu rumahku? Perasaan kamu gak pernah main ke rumahku selama ini?" (Padahal tanpa sepengetahuan Erlita, Fatih sering mengajak temannya yang bernama Edo untuk menunjukkan rumah lita. Edo merupakan tetangga Erlita, tapi tidak 1 kelas dengan erlita)


Erlita:"Ya udah aku duluan ya Fatih, aku sudah ditunggu sama Sofia" tanpa menunggu jawaban dari Fatih, Erlita sudah jalan duluan, karena dia merasa kikuk di depan pria pujaan hatinya.


Sedangkan Fatih hanya terbengong begitu saja, karena merasa diabaikan oleh wanitanya.


Fatih:"tak apa sekarang kau lari dariku, tapi tunggu saatnya...Lita pasti akan aku dapatkan"(bergumam sambil berdo'a dalam hatinya Fatih menahan senyuman dengan impiannya selama ini masalah wanita idamannya).


Dengan tergesa gesa Erlita menuju kelas untuk mengambil tas dan siap siap pulang karena bel pulang sekolah sudah berbunyi.


Dewi kelas


Sofia:"Dewi, Lita yuk kita pulang, jam segini angkutan langganan kita pasti sudah datang"


"Ayukkkk" jawab Lita dan Dewi berbarengan.


Selama perjalanan pulang tak henti hentinya ketiganya bercanda yang pastinya akan mereka kenang dan akan mereka rindukan bila mereka sudah tidak 1 sekolah lagi, karena besok merupakan hari kelulusan sekolah.


Dewi:"Lit...kamu jadi yang mendaftar di SMA 4?"


Erlita:"jadi dongg, biar Deket dari rumah, jadi gak usah capek ngejar angkutan seperti sekarang"(nyengir sambil menunjukkan gigi gingsulnya)


Sofia:"aku pengennya ke SMA 4, tapi gak tahu lagi lihat nilaiku besok, kalian tahu sendiri bagaimana dengan otakku ini"(nyengir tanpa dosa).


Dewi:"yahh ...kita berdo'a semoga kita bisa 1 sekolah lagi, lulus dengan nilai baik sehingga kita bisa sama sama daftar di SMA 4 ajja" (menepuk pundak Sofia, sebagai tanda menyemangati temannya yang selalu berendah diri itu)


Dan merekapun mengaminkan kata kata Dewi dengan serentak. Dan tanpa terasa mereka sudah ditunggu oleh Abang angkutan langganan mereka bertiga.


Erlita:"sudah lama bang yang nungguin kita-kita?" Sambil menginjakkan kakinya ke atas angkutan langganan ya


Abang:"baru saja neng, sambil nungguin Eneng, nungguin penumpang lain siapa tahu ada rezeqi lewat" Abang angkutan tersenyum ramah dengan ketiganya.


Sofia:"udah yukk bang jalann, kita kepanasan nih, keburu pengen nyampek rumah trus rebahan sambil nonton film"


Abang:"oke siap jalan para bidadari" nyengir lebar sambil menjalankan kemudi angkutannya. Dan merekapun melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi selama di jalan.

__ADS_1


Sofia:"Oia Lit, gimana perasaan kamu ke Fatih, apa masih berlanjut?" Nyenggol bahu Erlita tanda menggoda Erlita yang tampak termenung.


Erlita:"masih lah"senyum malu mal, karena ada orang lain di dalam angkutan, yang pastinya akan didengar oleh mereka.


Dewi:"tapi kalian sama sama jaim punya hati, kenapa gak saling mengungkapkan sih,  gemes aku ke kalian berdua yang selalu malu malu"


Erlita:"iisshh biarin ajja, yang penting aku pendam perasaanku ini, biar Fatih tahu dengan sendirinya". Dengan kompaknya Dewi dan Sofia menyahut dengan berbarengan: "gak mungkin lahh Lit"


Sofia:"emangnya Fatih itu dukun yang tahu dengan perasaanmu?"


Erlita:"mungkin lah, buktinya Fatih mau main ke rumahku besok malam Minggu" dengan senyum sembari menutup mulutnya tanda menahan malu dari kedua temannya.


Kompak kedua temannya, yakni Dewi dan Sofia melongo barengan sambil tertawa melihat tingkah erlita yang menahan malu, karena baru terbuka pada temannya.


Sofia:"wahhh kemajuan pesat ini, selamat ya akhirnya kamu diapelin tuh sama si Fatih, siapin mental dan kata kata yang mesra ya Lit, biar Fatih tambah kesemsem sama kamu" menyenggol bahu Erlita tanda menggodanya.


Erlita:"ihh biasa ajja kali, aku sebenarnya gak siap mau didatengi Fatih, aku takut dimarahi sama orang tuaku, kamu kan tahu sendiri kalau orang tuaku tuhh kolot banget, seperti hidup di zaman penjajahan"


Dewi:"ya bilang ajja pada orang tuamu, kalau yang datang tuh teman satu kelasmu, dan akan membahas perpisahan kelas kita"


Erlita:"Yee...mana percaya orang tuaku, lawong Fatih kan datangnya sendirian, kalau membahas masalah sekolah jelasnya bareng dengan teman lainnya" sambil menjulurkan setengah lidahnya ke depan.


Sofia:"bilang ajja kalau yang bisa membahas denganmu hanya Fatih seorang Lit, yang lain tidak sempat datang"sambil nyengir kuda


"Nahh....itu alasan yang tepat"balas Dewi dengan senyumnya semanis mungkin.


Erlita:"orang tuaku gak bakalan percaya, masak membahas sekolah hanya 1 cowok yang datang, pas di malam Minggu".


"Iya juga sihh" balas Sofia dan Dewi bersamaan.


Erlita:"sudahlah, gampang nanti aku akan cari alasan yang tepat kalau pas Fatih datang ke rumahku malam Minggu besok"


"Nahh itu baru cerdas"timpal Sofia.


Akhirnya tak terasa ketiganya menyudahi obrolan tentang Fatih karena mereka siap siap turun dari angkutan yang mereka tumpangi.

__ADS_1


Sofia, Dewi merupakan teman satu kelasku sejak kelas 1 sampai kelas 3, dan rumah kita kebetulan searah, jadinya kita bertiga pasti berangkat dan pulang sekolah bersama sama.


Tak terasa 3 tahun persahabatan mereka awet hingga sekarang, meskipun terkadang diwarnai sedikit Miss komunikasi, tapi itu tidak menyurutkan tali persahabatan ketiganya. Semoga persahabatan ini tidak pernah putus Hingga mereka menua.


__ADS_2