
Setelah pesan terakhir yang dikirim Erlita ke nomor Fatih tidak ada balasan sekian lamanya dari hari ke hari, hingga ke hitungan Minggu menuju bulan. Erlita pasrah dan bersedih, dia menangis setiap malam, merasa telah dikhianati oleh kekasihnya yakni Fatih. Setelah kegadisannya dia serahkan secara sukarela ke Fatih karena ikrar cinta yang mendalam, itu menurut pemikiran Erlita.
Dan kini Erlita telah menimba ilmu di kota M sesuai cita citanya sejak bangku sekolah dasar dulu. "Mungkin aku harus melupakan Fatih mulai sekarang...aku harus kuat demi cita cita dan keluargaku.." batin Erlita untuk menyemangati dirinya sendiri. Erlita tinggal di kamar kos yang cukup sederhana, ukuran 3x4, dengan cat dinding kamar warna putih, ada kasur empuk dengan sprei warna favorit nya yaitu biru, serta ada lemari pakaian dan meja belajar serta kursi sandar warna hitam.
Tak terasa kini sudah hampir 3 bulan lamanya Erlita tinggal di kota M, dia merasa betah disini, karena banyak teman teman baik yang mengelilinginya. Dia merasa beruntung, punya teman baru yang baik baik, meskipun setiap harinya dia selalu memikirkan kondisinya yang sudah tidak gadis lagi, itu akan menyulitkan dia nantinya untuk mencari suami yang mau menerima dirinya dengan ikhlas. "Hei Lita...kok bengong sihh..." Sapa bagus teman satu kelasnya, sambil menepuk bahu kiri Erlita dengan pelan, bagus tidak mau membuat kaget wanita yang selama ini dia incar untuk dijadikan kekasih tentunya.
"Hei..bagus..enggak kok, aku gak melamun, kamunya ajja kali yang salah lihat.." elak Erlita sambil tersenyum ramah.
"Hhmm kamu mulai tadi aku panggil panggil..tapi gak ada sahutan, sampai aku nepuk bahumu baru kome boleh.."ujar bagus sambil langsung mendudukkan pantatnya disamping Erlita. "Kamunya paling yang kurang keras manggil aku...." senyum senyum Erlita merasa bersalah karena memang dia lagi asyik melamun. "OK gak masalah, yang penting sekarang kamu sudah kembali ke duniamu sendiri...." Canda bagus sambil berusaha mencubit hidung mungil erlita. Namun yang ada Erlita langsung mengelak dari tangan jahil bagus. Erlita selama ini sudah merasakan aura bagus yang jatuh cinta kepada dirinya, namun Erlita selalu menghindar. Dia takut untuk jatuh cinta kembali setelah merasa ditinggalkan oleh Fatih kekasih pujaan hatinya dulu.
"Kamu gak ada rencana kemana gitu Lit...ini kan waktunya jam pulang! Kalau kamu gak ada rencana kemana mana, aku mau ajak kamu ke cafe S, disana enak enak loh menu masakannya..." Ajak bagus ke Erlita dengan antusias. "hmm...hhmm gimana ya, aku sebenarnya sudah kenyang loh gus..." Jawab Erlita dengan sopan sambil memegangi tas nya dengan erat. "Kamu kenapa sih selalu nolak saat aku ajak Lit..!!hhmm...aku cuma mau ajak kamu makan, gak mau ajak kamu ke clubbing kok..." Kesal bagus, karena selalu merasa ditolak oleh gadis pujaannya.
Karena merasa dipojokkan oleh bagus, akhirnya Erlita mengiyakan ajakan bagus sore ini. "Iya deh...ayo..tapi ini yang terakhir ya kamu ajak aku.." kan aku gak enak gus. "Gak enak apanya! Gak enak ke siapa emangnya..hayyoo...!!?" Kata bagus seolah olah menyudutkan pernyataan Erlita.
" Ya gak enak ajja Gus...." Elak Erlita akhirnya.
__ADS_1
Namun bagus setelahnya tidak mempermasalahkan kembali, yang penting akhirnya Erlita mau dia ajak jalan, dan ini merupakan kesempatan emas bagi bagus yang sudah lama mendambakan Erlita.
"Kamu naik motor kan Lit..? Gimana kalau kita ke kosmu dulu naruh motormu, lalu kita ke cafe S pakai mobilku...masak kita mau cafe jalan nya gak barengan, kan gak asik Lit.." mohon bagus ke Erlita dengan wajah memelas.
Dan akhirnya dijawab "terserah" oleh Erlita.
Erlita dibuntuti dari belakang oleh mobil bagus menuju alamat kos Erlita. Dan setelah Erlita memarkir motor matik kesayangannya, dia langsung menuju ke mobil bagus yang sudah menunggu di balik pagar kosnya.
"Silahkan masuk tuan puteri..."kata bagus sambil membukakan pintu untuk Erlita. Sungguh kaget Erlita atas perlakuan bagus yang dianggap terlalu intim itu.
"Kamu kan sekarang tuan puteri ku Lit..." Goda bagus, sambil dia melangkah mengelilingi mobilnya, menuju pintu samping tempat Erlita tadi masuk. Dan kini bagus sudah siap dengan kemudi yang akan dia kendalikan menuju ke cafe S. Cafe S merupakan cafe langganan bagus, tempatnya nyaman dan tidak begitu jauh dari kos Erlita, hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit.
Namun Erlita baru sekali ini ke cafe S, dia merasa tidak pantas makan di cafe yang sebagus ini dan tentunya harganya mahal menurut kantong Erlita sihh...(Erlita senyum senyum sendiri dengan kondisi kantongnya saat ini). Namun Erlita tetap bersyukur bisa menempuh pendidikan di kota M ini sesuai cita citanya sejak dulu.
Sesampai di cafe S, bagus juga dengan sigap membukakan pintu untuk Erlita. "Yuk turun tuan puteri, kita sudah sampai..." Ajak bagus dengan lembur. Namun ajakan bagus hanya dibalas tatapan tak bersahabat dari Erlita, dia merasa gugup,malu dan sungkan karena banyak orang di parkiran cafe tersebut. Maklum Erlita merupakan pribadi yang pemalu.
__ADS_1
"Kamu jangan berlebihan gini lah gus...aku gak enak, tahu gini, aku gak bakalan mau keluar sama kamu, aku tuh malu..., Tuh diliatin banyak orang.." kata Erlita dengan tegas.
Namun yang ada bagus malah tertawa dengan tingkah pola Erlita yang tampak malu malu, dan itu semakin membuat bagus jatuh cinta pada Erlita. " Yukk masuk... Jangan menghiraukan orang lain, anggap ajja disini sepi gak ada orang..."ucap bagus sambil berusaha menarik tangan kanan Erlita untuk dia genggam, namun Erlita menolak untuk digandeng. Dan akhirnya mereka berdua masuk tanpa kata, yang pastinya kecewa di hati bagus.
Setelah mereka duduk di kursi pojokan, tempat favorit bagus selama ini, pramusaji menyajikan buku menu ke hadapan bagus dan Erlita.
Sambil membuka menu.."kamu mau pesan apa Lit..?" Tanya bagus akhirnya.
"Aku pesan orange jus sama ayam krispi telur asin, nasinya sedikit ajja." Jawab Erlita. Pramusaji pun mencatat pesanan keduanya, setelah dirasa pesanan sesuai, pramusaji kembali ke bagian belakang untuk menyerahkan menu pesanan mereka kepada pihak dapur.
"Oia Lit...kapan kapan aku boleh ya main main ke kosmu..gak ada yang melarang kan Lit?" Tanya bagus langsung setelah keduanya tidak ada bahan pembicaraan. "hmm boleh ajja, asalkan jangan pas aku istirahat ya...aku gak mau diganggu disaat jam istirahatku...karena itu merupakan momen langka bagiku..." yang dijawab Lita dengan candaan, untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Ya gak lah Lita...aku pasti tahu waktu, mungkin besok lusa aku main ke kosmu ya, ba'da isya' jam 7an aku sampai kosmu..." Ujar bagus akhirnya. Dan setelah mereka berdua ngobrol tak tentu arah, akhirnya menu yang mereka pesan datang, sambil menikmati masakan cafe S tersebut, tak hentinya mereka melanjutkan obrolan seputar dunia kedokteran yang kini mereka raih.
Hingga tak terasa 2 jam lamanya mereka berada di cafe S, yang menandakan mereka harus segera pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dan Erlita diantar dengan selamat oleh bagus ke tempat kosnya.
__ADS_1