Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Sembilan Belas


__ADS_3

Kini Fatih maupun Sisca sudah tampak segar setelah keduanya mandi bersama sama di bathtube kamar mandi hotel tempat Sisca menginap. Jadinya kamar Fatih hanya digunakan oleh nya untuk menyimpan barang bawaannya, karena dia akan senantiasa menemani Sisca yang saat ini sudah berstatus kekasihnya.


menemani tidur maksud Author...he he he...!


"Aku mau ke kamarku dulu ya sis, aku mau ganti kemeja sebelum kita mengikuti pelatihan...!"ujar Fatih setelah acara mandi mereka yang bukan hanya sekedar mandi.


"Apa perlu aku temani...?"tanya Sisca dengan suara manja.


"Gak usah...kamu dandan dulu ajja, tapi ingat,,,jangan terlalu cantik ya, karena kamu sudah menjadi milikku sejak kemarin malam..!"kata Fatih sambil mengecup kening dan bibir kekasihnya itu.


"iihh...kamu kok sudah cemburu sihh sayang...aku berdandan cantik kan untuk kamu juga sayang, aku gak pengen kamu berpaling dari aku...!"kata Sisca sambil bergelayut manja di lengan Fatih.


"Aku janji gak akan berpaling darimu...karena aku sudah ketagihan dengan tubuhmu Sisca sayang...!"ucap Fatih dengan mencium pipi kanan Sisca.


"Janji loh ya...!"pinta Sisca dengan suara manjanya.


Dan akhirnya Fatih keluar dari kamar Sisca, diantar hingga depan pintu kamarnya oleh sisca, kamar Fatih terletak di lantai 3 sedang kamar Sisca ada di lantai dua. Kini Fatih menggunakan lift menuju kamarnya, berjalan menyusuri lorong hotel, lorong masih tampak sepi, karena masih pukul 05.30, yang kemungkinan para pengunjung hotel masih Travelling di alam mimpi mereka.


Fatih membuka pintu kamarnya, dia langsung membuka almari tempat menyimpan bajunya.


Kemeja warna merah kotak kotak jadi pilihannya dengan celana warna hitam tak lupa juga dia mengambil sepatu kulitnya yang tampak hitam mengkilat. Lau dia bercermin, menyisir rambutnya yang klimis, terakhir fatih menyemprotkan parfum kesayangannya ke tubuh bagian atas nya.


"hhmm lumayan, rasanya aku punya semangat lagi kalau sekarang....,aku harus segera menumbuhkan cinta untuk Sisca,aku gak mau membuat kecewa wanita untuk kesekian kalinya...!"gumam Fatih masih di depan cermin.


Memang Fatih merupakan tipe laki laki penyayang, sekali mencintai dia susah untuk berpaling ke lain hati.


Contohnya saat ini, meskipun sudah bercinta hingga berkali kali dengan Sisca, dia masih belum melupakan Erlita sepenuhnya....hehehe...sangat ironi ya!!

__ADS_1


Sedangkan di kamar Sisca...


Setelah selesai berdandan, kini sisca memilih baju nya untuk dia kenakan pelatihan, dia ingin selalu tampak cantik di mata Fatih, kekasihnya itu. Dan jatuhlah pilihan nya di dress selutut warna biru lengan pendek yang dipadu padankan dengan blazer. Rambut hitam panjangnya dia urai, dengan dikasih hiasan jepit warna biru pula di rambut sisi kanannya..


"Perfect...!"ucap Sisca pada dirinya sendiri.


Kini dia mengambil high hells warna hitam setinggi 5cm, yang menambah kesan anggun si pemakai nya.


Dengan santainya kini Sisca tinggal menunggu Fatih menuju kamarnya, biar mereka berdua berangkat barengan ke ruang diadakannya pelatihan.


Tepat pukul 06.30 Fatih sudah kembali ke kamar Sisca kembali. Dia langsung mencium kening kekasih barunya itu dengan mesra. Tampak seperti sepasang suami isteri yang selalu dilingkupi kebahagiaan. Aminnnn..!


"Sayang...menurutmu cocok gak dengan bajuku ini...!"tunjuk Sisca dengan memutar tubuhnya dihadapan Fatih. Dia sangat manja sekali dengan Fatih sekarang, yang biasanya tidak pernah minta pendapat orang lain tentang apa yang dikenakannya, kini dia meminta pendapat kekasihnya itu, dia takut membuat kecewa Fatih di depan banyak orang.


"Cocok sekali sayang...kamu tampak tambah cantik ajja sekarang ..!! Jadi bikin aku pingin memakanmu lagi...!!"goda Fatih dengan seringai nya.


"Benarkah....!"kata Sisca sembari bergelayut manja pada lengan kekasihnya itu. Dia meyakinkan dirinya sendiri yang di jawab seperti itu oleh Fatih saja sudah membuat Sisca makin cinta.


Kemudian dia ******* bibir ranum Sisca yang akhirnya kini membuat riasan lipstik Sisca tampak berantakan.


"Sayang...lipstik aku jadi berantakan nih...!"Sisca berusaha mendorong dada Fatih yang mulai mencium i bibir, leher nya hingga meninggalkan jejak kepemilikan merah di lehernya.


"Sayang....kamu tambah nakal ajja ya sekarang...!"ujar Sisca dengan nada manja nya.


"Tapi kamu suka kan...??"jawab Fatih.


Sedangkan Sisca kini berjalan menuju meja riasnya untuk membenahi riasannya yang berantakan karena ulah Fatih kekasih barunya itu.

__ADS_1


Setelah Sisca siap, kini keduanya berjalan menuju ke lantai Enam tempat dimana pelatihan diselenggarakan bagi para staff  perusahaan yang bergerak di bidang Automotif. Sisca dan Fatih berjalan beriringan sambil membawa tas laptop mereka.


Kini keduanya sudah sampai di lantai Enam, tempat mereka berdua akan mengikuti Diklat selama satu Minggu, keduanya memilih tempat duduk yang berdekatan.


"Kita duduk di tengah ajja Sisca...biar nyaman..!"ujar Fatih memilihkan tempat duduk untuk keduanya.


"Oke gak masalah, daripada di depan ntar bawaannya serius terus...hehehe!"jawab Sisca dengan tertawa pelan.


"Kamu sudah berapa lama Fatih kerja di PT. Abadi Jaya itu?"tanya Sisca di dekat telinga Fatih.


"Belum genap dua bulanan juga, aku masih baru. Karena aku lama yang sakit pasca kecelakaan itu, sampai hampir dua tahun baru aku pulih..!"Fatih menjelaskan pada kekasihnya itu.


"oooww maaf aku gak tahu dan gak denger juga kalau kamu kecelakaan...,maaf ya sayang!"kata Sisca kemudian, dia merasa gak enak sudah membuka memori Fatih.


"Gakpapa nyantai ajja...yang penting sekarang aku sudah sehat...!"ujar Fatih.


"Oia setelah pelatihan hari ini, kita harus membicarakan rencana untuk masa depan kita ya...kamu mau kan sis...?"kata Fatih kemudian dengan suara rendah, takut ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kamu serius sayang...!!??"tanya Sisca dengan wajah sumringah ya, dia sudah tidak bisa membendung perasaan bahagianya.


"Tentu aku serius...!"Fatih meyakinkan Sisca sembari menggenggam tangannya erat.


"Terima kasih...!"ujar Sisca tersenyum bahagia.


Kini keduanya sama sama mengikuti pelatihan dengan perasaan senang tentunya. Ternyata usaha Sisca untuk menggoda Fatih bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana awal. Sisca memang bercita cita menjadi isteri dari Fatih, namun dia dulu mundur secara perlahan setelah tahu bahwa Fatih memilih wanita lain untuk jadi kekasihnya. Sekarang Sisca tidak mau mengorek kisah cinta Fatih terdahulu. Baginya yang penting saat ini adalah masa depannya.


Dia akan mengabari kedua orang tuanya setelah pulang dari pelatihan ini, dia ingin berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Saat ini Sisca mengikuti pelatihan namun isi kepalanya penuh dengan rencana masa depannya bersama kekasihnya. Dia ingin merancang gaun pengantin sendiri, serta menjadikan moment pernikahannya benar benar sakral tanpa mengundang banyak tamu.


Semoga saja Fatih setuju dengan idenya itu...!batin Sisca penuh harap.


__ADS_2