Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Empat


__ADS_3

Di cafe xxx tepatnya di kursi pojok yang menghadap ke taman, 3 Srikandi ngobrol tanpa arah, hingga tanpa mereka sadari ada sosok laki laki yang menepuk bahu Erlita dengan pelan.


"Erlita....hei lama kita gak jumpa ya" ternyata Fatih yang menyapa Erlita.


"Ehh...ya lama kita gak jumpa Fatih, gimana kabarmu" jawab Erlita dengan gugup.


"Oia aku belum nyapa kalian juga, hai Sofia dan Dewi, izin aku gabung dengan kalian ya" sapa Fatih kepada sahabat Erlita dengan sopan.


"Boleh...Oia kamu kok bisa disini juga Fatih? Jangan jangan kamu mengikuti Erlita ya...." Goda Dewi dan Sofia dengan kompaknya.


Tak ayal Erlita pun tampak bersemu merah dengan candaan kedua sahabatnya tersebut.


"Ngomong ngomong, apa kalian sudah lama disini? Kalau masih lama, aku sekalian mau pesan kopi nih" tanpa menghiraukan godaan kedua sahabat Erlita, Fatih memang mengikuti Erlita sejak keluar dari rumahnya yang niat awal Fatih mau berkunjung ke rumah Erlita.


Karena kelihatan Erlita mengendarai motor matiknya seorang diri, akhirnya Fatih mengikuti Erlita dari belakang tanpa Erlita sadari, dan akhirnya mereka bertemu di cafe xxx ini.


Fatih memanggil pramusaji untuk memesan kopi favoritnya, sambil mengacungkan tangan kanannya.


"Kopi tubruk Torabika 1 mbak y" gak pakai lama mbak ya.....senyum Fatih sambil menggoda sang pramusaji. Maklum Fatih memang pribadi yang hangat dan humble kepada orang yang baru dikenalnya. Dan sikap itulah yang terkadang membuat Erlita cemburu buta.


Hingga akhirnya pesanan Fatih sampai dihadapan mereka.


"Kopi tubruk Torabika 1..."ujar pramusaji dihadapan Fatih.


"Ok, makasih mbak" balas Fatih


Pramusaji pun pamit undur diri dari hadapan mereka, untuk menyajikan sajian lain langganan yang ada di cafe tersebut.


Tampak lalu lalang para konsumen di cafe xxx ini, tak pernah sepi karena memang menu yang mereka sajikan sangat cocok di lidah orang Indonesia dan tentunya dengan harga yang terjangkau di kantong semua kalangan.


"Kamu kapan yang balik dari kota M Lit? Aku denger kamu daftar kedokteran disana" tanya Fatih langsung ke Erlita, tanpa menghiraukan reaksi Sofia dan Dewi yang saling senggol menggoda Erlita yang tampak bersemu merah kedua pipinya.

__ADS_1


"Satu Minggu yang lalu" jawab Erlita dengan pipi yang masih merona, menahan malu.


Sungguh benar benar tambah cantik erlita ini, batin Fatih tanpa mengalihkan pandangan nya sedikitpun.


"Kapan balik kesana lagi? Aku pingin mengantarmu, boleh gak?" Tanya Fatih


"Eh...jangan, aku sudah diantar sama kedua orang tuaku" ucap Erlita dengan menggelengkan tangan kanannya dihadapan Fatih. Erlita benar benar takut bila Fatih ikut mengantarnya, yang jelas kedua orangtuanya akan murka bila ada laki laki mengikuti putrinya ini.


"Oke kalau gitu, gak masalah. Kalau sudah sampai sana kabari ya Lit. Aku boleh kan kapan kapan main ke kosmu? Oia kamu disana kos atau tinggal dirumah saudara mungkin?" Tanya Fatih dengan lesu atas penolakan Erlita barusan.


"Aku kos disana, gak enak tinggal dirumah saudara" jawab Erlita.


"Wah....bakalan ada cinta yang berlanjut nih" goda Sofia dan Dewi barengan, sambil saling menyenggol Erlita.


"Aku memang selamanya cintanya ke Erlita, begitu sebaliknya kan Lit?" Todong Fatih untuk mengetahui perasaan Erlita.


"Ehh...ee..eee...." Erlita terbata bata karena gugup dan malu. Dasar Fatih gak tahu tempat kalau bertanya, sudah tahu aku malu menjawab di depan teman temanku, batin Erlita.


"Iii...iyyaaa" jawab Erlita dengan tersipu.


"Sudah kalian jangan menggoda cewek ku, kasihan dia mulai tadi menahan malu dihadapan kalian" Fatih langsung menarik tangan kiri Erlita untuk dia genggam yang kebetulan Erlita dan Fatih duduk berdampingan.


Fatih membatin akan selalu melindungi Erlita dari godaan apapun, meskipun mereka berjauhan, itu janji Fatih. Dan semoga janji Fatih akan berlaku untuk selamanya.


Tak terasa mereka sudah 2 jam lamanya di cafe xxx, yang akhirnya Sofia dan Dewi niat pulang duluan, gak enak mengganggu dua insan manusia yang sedang dilanda kasmaran ini (batin Sofia dan Dewi).


"Lita,,,Fatih kita duluan ya" pamit Sofia dan Dewi barengan. Tanpa menunggu jawaban keduanya Sofia dan Dewi langsung meraih Tas cangklong nya menuju parkiran.


"Iyya, hati hati ya"jawab Fatih dengan semangat. Maklum Fatih memang pinginnya berdua dengan kekasih hatinya ini.


Beda dengan erlita yang tampak kaget karena merasa ditinggal oleh teman temannya berdua dengan Fatih, ia pun merasa risau dan gelisah, takut ada apa apa.

__ADS_1


"Tenang Lit...kamu aman kok bersamaku" Fatih berusaha menenangkan Erlita yang tampak gelisah, sambil dia menggenggam kedua tangan Erlita.


"Setelah ini kamu mau kemana Lita? Aku siap mengantarmu kemanapun kamu mau..." Fatih bertanya demikian guna menghapus kegalauan Erlita, sambil mengelus punggung tangan kanan Erlita dengan mesra.


"Eemmm ehhmm aku gak tahu mau kemana, karena niatku awal memang ke kafe ini, janjian sama Dewi dan Sofia, trus akhirnya ketemu kamu disini" jawab Erlita malu malu.


"Kamu pernah gak ke puncak R?" Tanya Fatih ke Erlita.


"Aku gak pernah kesana" kata Erlita.


"Gimana kalau sekarang kita kesana? Disana pemandangannya bagus banget, kamu bisa menikmati pemandangan dari atas bukit" ajak Fatih dengan semangat. Ini kesempatan ku supaya bisa lebih dekat dengan erlita (batin Fatih).


"Lalu bagaimana dengan motorku?" Jawab Erlita dengan ragu


"Bisa dititipkan di rumah temanku, kebetulan rumah temanku dekat pintu masuk puncak R itu" kata Fatih.


"Oke, ayo kita berangkat, biar kita gak terlalu sore pulangnya" jawab Erlita sambil meraih tas cangklongnya.


Dan akhirnya merekapun menuju kasir untuk membayar tagihan pesanan mereka. Fatih pun mengeluarkan dompet warna hitamnya, untuk mengeluarkan uang dua ratus an.


Dan kini dengan beraninya Fatih langsung meraih tangan kiri Erlita untuk dia gandeng menuju tempat parkir kendaraan mereka berdua, Erlita membawa motor matik hitamnya, sedangkan Fatih membawa mobil sedan hitamnya.


Mereka pun berpisah untuk sementara waktu menuju kendaraan mereka masing.


"Hati hati ya Lit menuju jalan ke puncak R, nanti kamu bisa berhenti di toko A yang ada di tikungan jalan itu, kamu tahu kan tempatnya? Tanya Fatih pelan ke Erlita.


"Iya aku tahu kok..." Jawab Erlita.


"Oke, kalau gitu aku susulin kamu dari belakang. Biar nanti aku yang bawa motor kamu ke rumah temanku, Deket kok dari toko itu, aku sudah menghubungi temanku." Ujar Fatih.


"Hati hati ya sayang..." Kata Fatih dengan mesra dihadapan Erlita. Tak ayal Erlita pun langsung bersemu merah, kayak kepiting rebus, dan hanya dijawab anggukan oleh Erlita.

__ADS_1


__ADS_2