Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Empat Puluh


__ADS_3

Setelah hampir tiga bulan, Fatih tidak bisa pulang kampung. Kini, Fatih memboyong isterinya untuk mudik di kampung halaman mereka. Karena sejatinya, dulu Sisca merupakan tetanggaan sama Fatih, mereka itu teman semasa kecil. Namun, keluarga Sisca pindah ke luar kota sejak sisca lulus sekolah dasar. Akhirnya, mereka loss kontak. Namun, sekarang mereka dipertemukan dalam ikatan pernikahan.


Fatih mendapatkan cuti selama 1 Minggu dari perusahannya. Dan itu akan dimanfaatkan olehnya untuk kangen kangenan dengan keluarga besarnya, dia juga berencana akan mengunjungi beberapa teman nya.


Pagi jam 6, Fatih dan isterinya yang saat ini tengah hamil delapan bulan, turun dari taxi yang mereka tumpangi dari arah stasiun kereta api. Mereka menggunakan transportasi kereta api, karena melihat kondisi Sisca yang mudah lelah saat tengah hamil besar seperti sekarang. Dan, rencananya Sisca akan melahirkan di kota kelahirannya ini.


Rumah Fatih tampak sepi, karena masih pagi, biasanya ayahnya Fatih bersepeda keliling bersama teman temannya, dan ibunya Fatih kalau pagi sedang berkebun atau sedang memasak. Dan adik Fatih, yang perempuan tinggal di luar kota ikut suaminya.


Fatih mengucapkan salam saat dia masuk rumah, sambil menenteng 2 tas besar miliknya dan juga milik sang isteri, Sisca.


"Bu...!"ucap Fatih lembut, pada wanita yang telah melahirkan dia ke dunia ini. Otomatis membuat terkejut ibunya Fatih.


"Ya Allah...nak, akhirnya kamu datang , ibu kangen sekali...!"ucap sang ibunda pada anak pertamanya itu, dan juga pada menantu nya. Akhirnya mereka saling berpelukan, melepas rasa rindu yang selama ini membuncah di dada mereka.


Ibunda Fatih, lalu memeluk Sisca, menantunya.


"Ibu tuh, senang sekali kalian bisa datang. Duhh ini, smoga sehat selalu ya, cucu nenek..!"sembari mengelus perut Sisca dengan lembut.


"Jadikan, yang lahiran disini, nak..?"tanya nya kemudian, dengan memegang tangan sang menantu dengan sayang. Kemudian menuntun Sisca untuk duduk di kursi yang ada di dapur.


"Jadi lah, Bu,,,tapi ini kan Fatih dapat libur hanya 1 Minggu, setelah itu, fatih akan balik ke kota K sendirian. Jadi, Fatih nitip Sisca, disini ya Bu...?"ujar Fatih menjelaskan pada ibunya, yang duduk bersebelahan dengan Sisca.

__ADS_1


"Kamu tuh, ada ada saja. Sisca, nggak usah dititipkan, karena disini juga rumah nya. Nggak usah sungkan, sama ibu, ya nak, anggap ibu ini, orang tua kamu sendiri..!"lanjut ibunya Fatih panjang lebar, yang memegang bahu sang menantu. Ibunya Fatih memang orang tua yang sangat bijak dan pengertian dengan anak anaknya, beliau tidak pernah membeda bedakan antar anak satu dengan lain nya.


"Iyya, Bu. Terima kasih sudah sayang sama Sisca...!"lanjut Sisca dengan senyum termanisnya.


"Oia, bagaimana kabar, bapak ibu mu, nak..?"tanya ibunya Fatih kepada Sisca. Beliau memang sudah lama tidak berjumpa, terakhir berjumpa ya, waktu pernikahan Fatih dan Sisca. Maklum sesama besan itu, tinggalnya di kota yang berbeda.


"Alhamdulillah kabar baik Bu,..!"lanjut Sisca. Dia lalu bersandar di kursi yang kini ia duduki, dia ingin meluruskan punggungnya, dan menyelonjorkan kedua kakinya. Memang, di usia kehamilan menginjak trimester ke empat, Sisca sering mengalami nyeri punggung, kram perut dan kaki. Makanya dia nggak boleh terlalu capek.


Melihat sang menantu, yang tampak gelisah dengan duduknya. Kini, ibunya Fatih segera menyuruh Sisca untuk segera ber istirahat di kamarnya Fatih dulu.


"Nak, apa sudah semakin sering punggungmu yang sakit? lebih baik, kamu istirahat saja di kamar geh, itu sudah ibu siapkan kamarnya....?"kata ibunya Fatih dengan penuh rasa sayang. Sembari dia mengelus bahu sang menantu.


"Maaf ya Bu, Sisca selonjoran seperti ini...!"ujarnya yang merasa nggak enak, karena kaki nya berselonjor di saat ada mertuanya. Kalau kata orang, itu kurang sopan...hehehe.


"Nggak usah merasa gak enak sama ibu, ibu kan sudah bilang, anggap ibu ini, ibu kandung kamu. Anggap ini rumah kamu sendiri, ya nak..!"ujar ibunya Fatih dengan tulus. Beliau memang tidak pernah membeda bedakan antara anak kandung maupun menantu. Benar benar, mertua idaman ya...hehehe


"Iya Bu, makasih. Bentar lagi Sisca masuk kamar..!"lanjut Sisca kemudian. Lalu dia melihat majalah wanita yang ada di bawah meja, dia pun buka dari halaman 1, ke halaman berikutnya.


Dan ternyata, disana ada artikel tentang mengatasi stres sebelum dan pasca melahirkan.


"Nah...ini, pas buat aku yang mau melahirkan..!"kata Sisca pada dirinya sendiri dengan tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Wahh...ada apa ini, kok senyum senyum sendiri...!"ujar Fatih yang tiba tiba muncul dari arah belakang, dia langsung mendudukkan bokongnya, di belakang punggung sang istri, dia intip majalah yang dibaca oleh isterinya itu.


Kemudian dia mencium kepala Sisca dengan rasa sayang.


"Ini, loh mas. Aku nemuin majalah dibawah meja, ternyata, isinya ada yang cocok banget sama aku...!"Sisca menunjukkan isi dari artikel tersebut pada suaminya. Lalu, Sisca menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Dia ingin bermanja manja saat ini.


"heemm...,ya bagus itu, sayang. Bisa kamu baca pas kamunya lagi santai. Sekarang, kamu istirahat saja, kan kita habis perjalanan jauh, kasihan debay nya ini...!"ujar Fatih, sembari dia mengelus perut isterinya yang membuncit. Kemudian Fatih merasakan, ada sesuatu yang bergerak di perut isterinya itu.


"Ehh...dia bergerak, sayang...!"ujar Fatih tertawa bahagia.


"Mungkin, dia tahu dan sadar kalau aku ini ayahnya ya...sayang!"lanjut Fatih yang terus mengelus isterinya. Dia kecup pipi sang isterinya dengan mesra.


"Iyya, mas. dedek bayinya seneng kalli ya, kalau kamu elus elus dia...!" kata Sisca manja.


"Apa mungkin, dia juga pengin dijenguk ya, sayang...?"goda Fatih pada isterinya. kemudian Fatih terus mencium kepala isterinya. Dia harus senantiasa memperhatikan isterinya, Fatih harus membuang jauh jauh pikirannya tentang Erlita. Meskipun, itu sulit. Namun, dia harus berusaha kuat. Demi keutuhan rumah tangganya.


"iisshh....itu kan mau kamu, sayang....kata kamu, aku harus banyak istirahat, apalagi, kita baru sampai...!"ledek Sisca pada suaminya itu. Dia memang lelah sekali hari ini, hampir 6 jam perjalanan, duduk terus, dan itu sangat menguras tenaga bagi wanita hamil itu.


"Yaa...ok ok, aku mengerti, sayang. Aku kan hanya ingin menggoda kamu..!"balas Fatih kemudian, sembari dia menjawil hidung sang isteri dengan mesra.


Sedangkan dari arah dapur. Ibunya Fatih melihat kemesraan mereka berdua. Beliau tersenyum bahagia, akhirnya putera mereka merasakan bahagia, pasca kecelakaan beberapa tahun lalu, yang menimpanya. Saat itu, keluarga besar sudah pasrah dengan keadaan Fatih yang begitu kritis, Namun, keluarga senantiasa berusaha keras untuk kesembuhan Fatih, mereka mencari jalan keluar apapun caranya itu.

__ADS_1


__ADS_2