Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Sebelas


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan bagus dan Erlita berlangsung hingga 2 jam lamanya, para keluarga besar merekapun telah pulang ke peraduan mereka masing masing guna memberikan kesempatan kepada pengantin baru untuk segera memberikan cucu bagi orang tua bagus dan Erlita tentunya...he he he...!


Bila pengantin baru memang tidak ada kata bosan bila urusan kegiatan bercinta ya...xi..xi..! Ternya bagus dan Erlita melanjutkan sesi ketiga mereka di ranjang pengantin yang jadi saksi bisu percintaan keduanya.


"Sayang....aku lelah...hhmm.."ujar Erlita akhirnya setelah selesai menuntaskan hasratnya, yang akhirnya terlelap dengan masih tubuh polos penuh dengan tanda cinta bagus di leher, dada, punggung, perut Erlita. Benar benar bagus membuat hasil karya terindah malam ini...he he he.


Akhirnya bagus pun menyelimuti tubuh polos Erlita. Kini bagus menyusul Erlita tidur disamping sang isteri sambil memeluk erat tubuh Erlita.


Keesokan harinya...baru jam 10 keduanya terbangun dari malam yang melelahkan bagi mereka. Hingga keduanya melewatkan sarapan pagi menjelang siang.


"Sayang...yuk bangun...ini sudah jam 10..." Bagus membangunkan sang isteri dengan lembut. "hmmm....tapi aku masih ngantuk, tunggu beberapa menit lagi ya..." Jawab Erlita dengan lesu. Dia memang merasa remuk redam badannya setelah digempur habis habisan oleh sang suami. Ya...meskipun Erlita belum merasakan cinta sepenuhnya ke bagus, karena jujur dia masih kepikiran dengan cinta pertamanya itu, yakni Fatih. Terkadang Erlita masih menanyakan kabar Fatih ke sahabatnya, Sofia dan Dewi. Tapi Erlita janji akan selalu berusaha mencintai suaminya itu, karena dia ingin menikah sekali seumur hidup.


"Apa perlu aku gendong ke kamar mandi sayang....biar aku bersihkan tubuhmu, kamu diem aja..oke..!!" ucap bagus sambil menarik turunkan alis matanya yang hitam lebat.


"iiihh...itu kan mau mu...bisa bisa kita gak mandi, malah akunya kamu gempur lagi.."Rajuk Erlita dengan manja. Tak elak kini bagus pun segera menggendong isterinya itu menuju kamar mandi, "aw...sayang..kamu kok maksa sihhh...aku bisa jalan sendiri kok ke kamar mandinya, aku gak mau di mandiin kamu ya..."berontak Erlita di gendongan bagus.


"Diamlah sayang...nanti kamu bisa jatuh kalau terlalu banyak gerak" ujar bagus sambil berusaha mencium bibir Erlita biar tidak berontak lagi, namun yang ada Erlita berusaha menghindar dari ciuman suaminya itu.


Dan ternyata bagus benar benar memandikan isteri nya itu, tanpa ada drama percintaan, karena dia saat ini masih mengumpulkan tenaga untuk sesi percintaan malam hari...xi..xi...!!


Setelah acara memandikan Erlita, kini keduanya telah duduk di meja makan rumah mereka, dan juga sudah sajian sarapan mereka yang tertunda. Disana ada daging bumbu semur kecap, tempe goreng, tahu goreng, juga ada rendang makanan favorit bagus.

__ADS_1


Oia....Erlita dan bagus saat ini menempati rumah pemberian dari orang tua bagus sebagai hadiah pernikahan mereka, rumah dengan lantai 2 itu di dominasi warna putih dan bergaya modern, yang di masing masing sudut rumah mereka terdapat hiasan dinding berupa foto bagus dan keluarga, dan ditambah foto pernikahan keduanya.


"Sayang...kamu makan yang banyak ya...ini masakan bik murni khusus untuk kamu sayang..biar kamu nanti kuat saat melayaniku.."ucap bagus dengan begitu vulgarnya, sambil senyum menggoda isterinya itu. Sedangkan Erlita,,,jangan ditanya bagaimana malunya dia, meskipun disana hanya ada mereka berdua.


"hhhmm...kamu apa gak ada lelahnya Gus....!!? aku ajja sekarang sangat lelah, tulang tulangku serasa remuk semua ini.."jawab Erlita kemudian, dia menolak permintaan bagus dengan halus. "Justru itu sayang, kamu harus makan yang banyak sekarang, nanti biar pulih kembali tenagamu..."jawab bagus tidak mau kalah...!  Akhirnya Erlita sudah lelah mananggapi obrolan mereka yang hanya seputar urusan ranjang, karena mau Erlita saat ini dia rebahan di ranjang empuk nya. Tanpa ada acara percintaan.


Namun di sela sela acara sarapan mereka...


"Ting tong....!! Bel rumah mereka berbunyi nyaring, tanda ada tamu yang sedang menunggu tuan rumah untuk membukakan pintu.


"Siapa sihh itu...perasaan belum ada yang tahu alamat rumah kita kan..??"tanya bagus pada isterinya.


"Entahlah...mungkin saudaramu atau salah satu temanmu Gus, bisa juga mereka tahu dari mama dan papa kan...!" jawab Erlita dengan menarik turunkan bahunya tanda keraguannya.


"Ceklek..."tanda pintu rumah terbuka.


Dan muncullah...seorang wanita cantik dengan rambut hitam sebahu, memakai kacamata dengan riasan yang tidak lumayan menor...(kata author siihh...xi xi xi).


"eh..Sintia....sedang apa kamu disini..?"bagus tampak gugup dan canggung dengan tamunya itu. Namun perempuan tadi yang bernama Sintia langsung berusaha memeluk bagus dengan Pedenya, sedangkan bagus seperti orang kebakaran jenggot. Dia sangat takut kepergok isterinya.


"Kamu apa apa an Sintia...yang sopan ya di rumahku .!" Kamu ngapain kesini..?"

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa tahu kalau aku pindah disini?" tanya bagus dengan nada tegas namun agak berbisik ke tamunya itu.


"Tentu saja aku kangen kamu Gus...aku tadi ke rumahmu, tapi katanya kamu sudah nikah kemarin dan sudah pindah kesini, ya udah aku langsung ajja nyamperin kamu kesini.."senyum menggoda Sintia pun langsung dikeluarkan, karena Sintia memang mendekati bagus demi harta semata, bukan cinta.


"Kamu jangan main main ya sin...aku sekarang sudah menikah, dan aku tidak mengharapkan kamu mengganggu rumah tangga ku..."ujar bagus dengan tegas dan berusaha menepis tangan nakal Sintia yang masih berusaha memeluk tubuh bagus.


Namun disaat bagus menepis tangan Sintia... yang dilihat Erlita justru sebaliknya, dia melihat seolah olah bagus dan sintia saling berusaha memeluk, namun karena merasa tidak enak takut ketahuan Erlita, bagus berusaha melepaskan, itu menurut pandangan Erlita ya..!


Deg...perasaan apa ini,ujar Erlita setelah melihat kedekatan suaminya dengan tamunya itu. "Apakah aku sudah mulai jatuh cinta ya sama suamiku...?!!" Tanya Erlita kepada dirinya sendiri, dengan gumamannya.


"eehh..sayang...maaf aku lama ya yang nyusulin kamu, ini ada temanku namanya Sintia, namun dia sudah mau pulang sekarang, ya kan sin...?"usir bagus secara halus namun penuh penekanan.


"Loh kenapa buru buru mbak...lawong baru datang kok sudah mau pulang!" ujar Erlita akhirnya, dia merasa gak enak atas sikap bagus ke tamunya tersebut. Karena menurut Erlita, tamu merupakan rezeqi bagi si tuan rumah.


"Ooww gak kok mbak, aku juga gak buru buru pulang sebenarnya,,cuma aku merasa gak enak mengganggu waktu kalian berdua...!"kata Sintia dengan nada kemenangan akrena tidak jadi diusir,. "Rasain kau bagus..."batin Sintia.


"Kalau begitu, mbak nya duduk ajja dulu, saya bikinkan minuman dulu ya..."ujar Erlita dengan menundukkan badannya sebagai tanda hormat ke tamu suaminya.


"Sayang, kamu temenin dulu tamunya, dia kan temanmu..."usir Erlita ke suaminya yang mulai tadi membuntuti dirinya.


Namun yang ada bagus malah langsung merangkul isterinya tersebut sambil berusaha mencium bibirnya. Bagus takut kalau isterinya itu cemburu dengan kedatangan Sintia.

__ADS_1


Memang Erlita secara tidak sadar sudah jatuh cinta ke bagus suaminya, perasaan yang terlambat dia sadari.


__ADS_2