Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Dua Puluh Satu


__ADS_3

Hari ini genap satu Minggu lamanya, Fatih dan Sisca mengikuti pelatihan yang diadakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. tepatnya  di kota M ini tempat awal pertemuan keduanya, setelah berpuluh tahun terpisah. Di kota inilah awal keduanya mulai dekat satu sama lain, setiap hari mereka memadu kasih. Fatih sepertinya sudah bisa melupakan Erlita yang kini sudah mempunyai kehidupan sendiri. Bahkan Fatih mendengar dari salah satu teman mereka dulu di bangku SMP, Erlita akan memiliki momongan. "Mungkin Erlita bukan jodohku..!"batin Fatih kemudian.


Berkat Sisca, Fatih tidak terpuruk lebih lama akibat putus cinta, malah dia sudah mereguk manisnya cinta bersama Sisca.


Kini kedua insan tersebut berjalan beriringan menuju toko perhiasan. Keduanya akan menikmati malam panjang di hari terakhir mereka di kota M yang penuh kenangan. Mereka ingin memesan cincin pernikahan untuk keduanya, mudah mudahan ada yang cocok..."batin sisca.


"Aku pengin yang sederhana saja, asalkan nanti ada nama kita ya...!"kata Sisca, yang dibalas anggukan oleh Fatih sambil menggandeng tangan Sisca. Dia memang menyerahkan sepenuhnya kepada Sisca terkait keperluan acara pernikahan mereka nantinya.


Fatih yakin acara pernikahannya kali ini akan berjalan lancar.


Di toko perhiasan Sinar Mas...


"Mari mbak, mas...mau mencari perhiasan apa ya?"tanya petugas toko perhiasan, seorang wanita muda dengan kisaran umur 20 tahun an.


"Ini mbak saya mencari cincin pernikahan...!"ujar Fatih kepada petugas petugas tersebut. Sedangkan Sisca memilih milih cincin yang di inginkan ya.


"Mbak minta tolong pilihkan cincin yang sederhana ya, tapi masih tampak menarik..!"pinta Sisca kemudian.


"Coba itu mbak..!"ujar Sisca yang nunjuk di bagian kanan atas sendiri. Lalu petugas tersebut mengambilkan cincin yang dipilih Sisca, kemudian petugas tersebut juga mengambil pilihan lain yang mungkin cocok untuk konsumen nya tersebut.


"Ini pilihan lain nya mbak, mas. Sederhana tapi elegan.."tawar petugas tersebut pada Sisca dan Fatih. Cincin dengan model dengan mata berlian yang berkilau.


"Sayang, gimana...!kamu jadi pilih yang mana?"tanya Fatih pada kekasihnya itu.


"hhmm bentar ya mbak..."kata Sisca pada petugas nya. Dan kini Sisca menimang nimang 3 perhiasan yang akan dipilihnya, dengan bentuk yang berbeda tentunya.


"Sayang...menurutmu bagus mana?"tunjuk Sisca pada Fatih, dengan menyodorkan 3 cincin pilihannya.


"Aku sihh terserah kamu ajja...!"jawab Fatih, sembari tersenyum manis dia menyerahkan pilihannya pada Sisca.


"hhmm kan gak seru kalau terserah aku??!"Rajuk Sisca dengan mengerucutkan bibir **** nya.


"Kamu jangan mencoba menggodaku disini sayang,,,ntar aku cium disini baru kapok..!"Fatih berkata di dekat telinga kiri kekasihnya itu.


"iihh siapa juga yang menggoda, kamunya ajja kallee yang berpikiran kotor terus..!"elak Sisca.


"meskipun gitu tapi kamu suka kan...!"goda Fatih sambil mencubit mesra paha kekasihnya.


"ihh...kamu kok genit sihhh...kan malu sama mbak nya....!"Sisca berusaha menggeser badannya ke arah kanan, dia menghindar dari Fatih yang makin mesum saja setiap harinya.


Sedangkan mbak petugasnya hanya senyum senyum saja dengan tingkah pola kedua insan yang akan melangsungkan pernikahan itu.

__ADS_1


"Mbak...saya jadi pilih yang ini ya...!"kata Sisca pada petugas toko perhiasan tersebut. Akhirnya pilihannya jatuh pada cincin dengan mata berlian yang berkilau, tampak sederhana tapi elegan.


"Baik, saya hitung dulu ya mbak. Oia nanti mau dikasih nama atas siapa?"tanya petugas tersebut. Dan akhirnya Sisca menyerahkan tulisan atas nama dirinya dan nama Fatih.


"Baik, tunggu sebentar ya mbak...saya hitung dulu.!"kata petugas tersebut. kemudian dia menuju ke petugas lain, yang bagian menghitung dan menerima uang konsumen.


Akhirnya setelah selesai dengan penghitungan harga dari cincin pesanan Sisca dan Fatih, petugas tersebut menyodorkan kwitansi...


"Total harganya Rp. Dua Puluh Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah mbak..."kata petugas tersebut, dengan memperlihatkan nominal yang tertera di kwitansi.


"Pakai kartu ini, bisa kan mbak..!"ucap fatih sambil menyodorkan kartu saktinya berwarna hitam dengan bertuliskan nama dan logo salah satu Bank Pemerintah yang cukup terkenal pada petugas toko tersebut.


"Iya bisa mas...tunggu sebentar ya"Kata petugas tersebut dengan sopan, sambil mengambil kartu sakti milik Fatih.


Dia lalu mengambil alat gesek pembayaran.


"Mari mas bisa dipencet untuk PIN nya..."kata petugas toko kepada Fatih sembari menyerahkan alat gesek tersebut.


Setelah selesai proses pembayaran, petugas menyampaikan bahwa pesanan cincin mereka bisa diambil kira kira 2 jam lagi. Cukuplah untuk mereka untuk jalan jalan terlebih dahulu.


"Baik mbak, kalau gitu kita tinggal dulu ya, kita mau jalan jalan dulu..!"ujar Sisca pada petugas yang melayaninya tadi.


Kini keduanya meninggalkan area toko perhiasan tersebut, dengan saling bergandengan tangan mereka berputar putar mencari tempat kuliner yang cocok untuk lidah keduanya.


"Kamu mau makan apa Sayang...?"tanya Fatih pada kekasihnya itu.


"Kalau aku sihh sukanya soto ayam, gakpapa kan...?"tawar Sisca pada Fatih.


"Ya gakpapa lah sayang...apa sih yang nggak buat kamu...!"ujar Fatih dengan menjawil dagu kekasihnya itu. "Rasa rasanya aku pengin memakanmu sekarang sayang ...!"kata Fatih dengan nada menggoda.


"iihh kamu sekarang bawaannya ngeres melulu ya, dulu nya ajja jaim ke aku...!"komentar Sisca sambil mengerucutkan kedua bibirnya, yang menambah kesan **** bagi Fatih... hehehe.


"Ya kan kalau gak gitu, kamu gak bakalan ngejar aku....hahaha!"kata Fatih dengan tertawanya yang khas.


"Udah ah...yang mesum. Yukk kesana, itu ada soto ayam...tempatnya kelihatannya enak tuh...!"tunjuk Sisca pada kedai soto ayam yang tampak ramai itu.


Sisca dengan tidak sabaran menggandeng tangan Fatih, karena dia memang sudah lapar, setelah tadi berkeliling mencari cincin, dan oleh oleh untuk keluarga dan teman kantor.


Setelah keduanya sampai di kedai soto ayam.


"Pak soto ayamnya dua ya...!"kata Sisca pada sang penjual soto.

__ADS_1


Kemudian mereka memilih tempat duduk tepat di sisi kanan bagian belakang, karena di depan sudah penuh dengan pembeli. Memang sekarang jam nya makan siang, dan kedai soto ayam ini merupakan soto yang cukup terkenal di kota M. Selain rasanya yang enak, harga juga sangat terjangkau.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua ngobrol tentang rencana masa depan yang sudah di depan mata.


"Nanti setelah kita menikah, aku pengin kita langsung tinggal sendiri ajja ya sis, aku gak mau kita numpang di rumah orang tua kita.!"kata Fatih membuka obrolan


Kebetulan kini keduanya tinggal di kota yang sama. Meskipun tempatnya agak jauh.


"Aku sudah punya rencana ntar kita cari rumah di daerah jalan Sriwijaya ajja ya, yang kiranya gak begitu jauh dari tempatmu kerja..!"kata Fatih sambil menggenggam tangan kekasihnya


Kemudian obrolan mereka terhenti, karena pesanan mereka sudah datang.


"Soto nya dua ya...!"kata pramusaji dengan sopan.


"Iya mas...!"Sisca yang menjawab.


"Kita makan dulu ajja ya, ntar ngobrolnya disambung setelah makan, biar kita bisa menikmati...!"kata Sisca yang langsung meraih sendok makannya


"Oke, jangan lupa berdo'a dulu sayang...!"Fatih mengingatkan kekasihnya itu.


"Iyya..!"ujar Sisca sambil dia membaca do'a terlebih dahulu sebelum makan.


Setelahnya keduanya tampak hening, menikmati soto ayam yang terkenal enak itu.


Kurang lebih dua puluh menit an, mereka berdua sudah menghabiskan menu soto nya.


Kemudian...


"hmm..enak banget ini sotonya, beneran deh...kalau kataku sihh..!"kata Sisca penuh penekanan.


"Iyya lumayan...!"jawab Fatih dengan wajah biasa saja.


"Kok lumayan...enak lah ini kalau kataku..!"Sisca kayak gak terima bila dibilang lumayan...hehehe


"Ya lumayan enak kan...!"Fatih memang berusaha menggoda Sisca, karena rasanya memang enak, cocok di lidahnya.


Setelah makan kemudian Sisca membayar ke kasir dengan menggunakan uang yang disodorkan Fatih tadi.


"Pakai ini...!"kata Fatih menyerahkan satu lembar uang warna merah. Dan Sisca langsung menerimanya.


Setelah keduanya keluar dari kedai soto ayam tersebut Fatih mengajak Sisca ke Mall terdekat, dia ingin membeli dasi untuk koleksinya.

__ADS_1


__ADS_2