Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Dua Puluh Empat


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinanti nantikan oleh Sisca dan Fatih telah tiba. Hari ini mereka berdua akan mengikat janji sumpah setia di hadapan Yang Maha Kuasa, di depan orang tua mereka dan juga di hadapan tamu undangan semua.


Sembari menunggu bapak penghulu yang akan menikahkan mereka berdua datang, Sisca merasakan deg deg an, dia takut bila Fatih tidak lancar mengucap ijab Qabul nya. Sisca terus berdo'a semoga pernikahannya hari ini diberi kelancaran.


Tak lama kemudian, bapak penghulu datang, setelah beliau menyapa tuan rumah dan para tamu, beliau mengeluarkan surat nikah yang harus di tanda tangani oleh kedua belah pihak pengantin, dari pihak Sisca dan juga Fatih.


Dan Fatih juga mengeluarkan cincin pernikahannya. Yang di dalam nya terukir nama mereka masing masing. Dan di dekat Fatih, ada seperangkat alat sholat yang digunakan sebagai mahar untuk Sisca, isterinya.


Lalu acara ijab Qabul dimulai, karena sudah lengkap untuk para saksi juga. Setelah itu fatih mengucap ijab Qabul dengan lancar, tanpa ada kendala apapun. Yang akhirnya terdengar kata "SAH" di dalam ruangan itu.


"Alhamdulillah...!"ucap semua orang yang hadir di acara tersebut. Do'a yang terbaik untuk mereka pun teriring dari sanak saudara kedua pengantin.


Lalu, bapak penghulu juga memimpin do'a dan memberikan wejangan untuk kedua mempelai.


Selanjutnya acara dilanjut walimatul urusy, Sisca dan Fatih memang tidak menginginkan ada acara resepsi. Dan keluarga besar mereka menyerahkan segala sesi acara pada kedua pengantin . Acara mereka benar benar sederhana, hanya mengumpulkan keluarga besar dan juga teman terdekat mereka.


"Selamat ya bro...,semoga rumah tangga kalian langgeng, sakinah mawadah, dan warrohmah...!"do'a yang terucap dari saudara sepupu Fatih, yakni Agus. Dan Agus adalah suami dari Dewi, sahabat Erlita.


"Makasih ya, Dewi.!"ucap Fatih kemudian, mereka bersalaman setelah sekian lamanya tidak bertemu.


"Aku sungguh tidak menyangka loh, kalau pengantinnya itu, kamu..!"ujar Dewi kemudian, dia berucap sambil berbisik.


Dewi saat ini memang sudah jadi bagian dari keluarga Fatih. Karena Dewi menikah dengan sepupunya Fatih, dari ibunya. Namun, dulu Fatih tidak bisa hadir di pernikahan sepupunya itu. Makanya dia tidak tahu saat ini, bila Dewi yang jadi isteri sepupunya itu merupakan sahabat dari Erlita, yang sekarang malah jadi saudaranya.


"Dunia memang tidak selebar daun kelor ya...!"ucap Fatih pada Dewi, yang kini Sisca sedang masuk masuk ke dalam kamar, untuk mengganti bajunya dengan baju biasa, karena dia sudah gerah. Sedangkan tamu yang lain juga sudah banyak yang pulang.

__ADS_1


"La ya itu, aku sampai kaget loh, ternyata Fatih itu kamu toh...!"jawab Dewi kemudian.


"Aku nggak nyangka bisa ketemu kamu disini, sudah lama kita nggak bertemu..!"lanjut Dewi.


"Kamu itu kenapa sih dulu sampai nggak ada kabar?kasihan Erlita saat itu, dia sampai stres.., untung saja saat itu kita selalu mendampinginya, kalau nggak, dia nggak bakalan bisa lulus waktu itu...!"ujar Dewi dengan wajah kecewanya. Tapi Agus, sepupu dari Fatih, yang tak lain suami nya Dewi, menyenggol Dewi, supaya dia diam jangan membicarakan cerita yang sudah usai.


"Sayang...udah nggak usah bahas yang sudah lalu, sekarang tuh Fatih sudah bahagia dengan keluarga barunya..!"ujar Agus, suami dari Dewi. Dia juga nggak enak bila nantinya Fatih akan kepikiran dengan cinta pertamanya itu. Disini, Agus sudah tahu banyak hal tentang masa lalu Fatih dan Erlita. Sahabat dari isterinya.


"hehehe...Iyya Iyya..maaf deh..!"ujar Dewi merasa nggak enak juga.


"Ya udah, yukk mas..kita kesana. Aku lapar..!"seringai manja Dewi pada suaminya.


Akhirnya mereka berdua duduk diantara para keluarga yang lain, menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah.


Sedangkan Fatih langsung terdiam dengan obrolan Dewi barusan, dia kepikiran dengan mantan kekasihnya itu. Bagaimana ya kabar dia sekarang..!"gumam Fatih dalam hatinya. Dia langsung teringat dengan masa pacarannya dulu. Dia tidak menyangka, cerita cintanya dengan Erlita akan cepat berakhir.


Mas..aku nggak keluar kamar ya, aku kayak nggak enak badan.."pesan Sisca terkirim ke hape Fatih.


Dan langsung pesannya dibaca oleh Fatih..


Iyya, sayang. Kamu istirahat saja. Nanti aku menyusul kalau semua keluarga sudah pulang ya...!"balas Fatih pada Sisca yang sekarang sudah sah jadi isterinya.


Fatih saat ini kepikiran dengan kondisi isterinya. Kenapa ya dengan isteriku..?"tanya Fatih pada dirinya sendiri.


Apa karena aku yang terlalu bertenaga dan bernafsu pada Sisca..."Fatih mulai gelisah dengan pemikirannya.

__ADS_1


Sekarang, hari sudah mulai malam, acara demi acara sudah dilalui. Dan sanak keluarga juga sudah banyak yang pulang. Tinggal keluarga inti dari Sisca.


Dan tampak kakak laki laki Sisca menghampiri Fatih yang duduk sendiri di dekat taman.


"Fatih, apa aku mengganggumu..?"tanya Eko, kakak dari Sisca bertanya pada Fatih, yang sekarang sudah sah jadi adik iparnya.


"Nggak nih mas, aku lagi nyantai kok...!"ujar Fatih kemudian.


"Sisca dimana? Kok nggak kelihatan mulai tadi?"tanya Eko lebih lanjut menanyakan keberadaan adik kesayangannya itu.


"Sisca lagi nggak enak badan mas, lagi istirahat ..!"jawab Fatih, sembari menikmati secangkir kopi hitam.


Setelah berbasa basi sepatah dua patah kata, akhirnya Eko memulai inti pembicaraan..


"Begini...mas cuma mau nitip kan adik mas ke kamu. Tolong jaga siaca baik baik, jangan pernah sakiti hatinya, bila Sisca ada salah ke kamu, tolong nasehati dia dengan baik, kami keluarga sangat menyayanginya....!"ucap Eko penuh permohonan kepada iparnya itu.


"Iyya, mas. Pesan mas akan Fatih ingat..!"jawab Fatih penuh penegasan.


"Fatih, juga mau izin ke mas, besok lusa kita berangkat ke Bali, Sisca pengin ke Bali sejak dulu..!"ujar Fatih pada kakak iparnya.


Sisca dan Fatih berencana bulan madu di Bali selama 4 hari. Karena mereka harus kembali beraktifitas setelah cuti hampir 2 Minggu.


"Iyya, mas do'akan rumah tangga kalian langgeng sampai akhir hayat. Nanti pulang dari bulan madu, saya ingin mendengar kabar baik dari kalian...!"ujar Eko mengakhiri pembicaraan mereka, sembari Eko menepuk bahu Fatih.


"Terima kasih mas Eko atas do'anya untuk rumah tangga kami...!"ucap Fatih secara tulus.

__ADS_1


"Istirahatlah, temani isterimu...!"ujar Eko kemudian. Lalu Eko kembali masuk ke dalam rumah orang tuanya. Seharian Eko Wira Wiri menjamu saudara dan tamu yang datang, kini saatnya dia untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya.


Sedangkan Fatih, dia membersihkan cangkir bekas kopinya, lalu dia bawa ke dapur untuk dicucinya. Lalu fatih segera menyusul isterinya menuju kamar pengantin mereka, yang harum wewangian bunga melati. Serta Kamar yang di dominasi warna putih dan krem.


__ADS_2