
Oeekk...oeekk..oeekk..Nadia, sang puteri kecil Erlita menangis dengan keras. Padahal baru saja Erlita memberikan ASI nya.
Kemudian Erlita langsung menggendong puterinya yang menangis tanpa sebab.
Dan kini Erlita berusaha memberikan ASI nya kembali, tapi, puterinya itu malah menangis kencang. Sedangkan, suaminya ternyata sudah tidak ada di kamar rawat inap isterinya, padahal tadi masih tidur di sofa.
"Kenapa dengan Nadia, lita...?"tanya mamanya bagus kemudian, setelah dia mendengar tangisan cucunya itu.
Mulai Erlita masuk rumah sakit, sampai sekarang mama mertuanya itu dengan setia menemani anak menantunya. Dia memang sayang sama Erlita, karena Erlita wanita yang pandai memikat hati kedua orang tua bagus.
"Nggak tahu ma, padahal dari tadi juga sudah minum ASI sebelum tidur, ini Lita lihat popoknya juga masih kering!"jawab Erlita dengan wajah kebingungan. Tapi dengan sabar Erlita menenangkan puterinya.
"Apa mungkin ada hewan di selimutnya, nak..?"tanya mertua Erlita lagi.
"Nggak ada kok ma,, bersih. Sudah Erlita cek juga..!"kata Erlita lagi, sambil menenangkan nadia. Lambat laun puteri kecilnya itu sudah agak tenang, setelah di tepuk tepuk bagian bokongnya oleh Erlita.
"Bagus kemana,,Lita?"tanya mamanya bagus, setelah dia sadar tidak melihat puteranya di ruangan itu.
"Erlita juga nggak tahu ma, tadi pas Lita bangun, mas bagus sudah nggak ada...!"ujar Erlita yang berjalan kesana kemari sambil menggendong puterinya.
"Bener bener keterlaluan tuh anak...!"kata mamanya bagus, kemudian dia mengambil hapenya. Dia telephone puteranya, bagus. namun tidak diangkat. Lalu dia telephone suaminya.
Setelah dering kedua, panggilannya langsung diangkat oleh suaminya.
"Hallo...papa, disana apa ada bagus?"tanya mamanya bagus to the point. Dia sudah tidak mau berbasa basi lagi, padahal dia tahu, suaminya itu pasti lagi istirahat.
dengan suara berat, suaminya itu menjawab dari seberang...
"Nggak ada nih, ma..! Kan bagus menginap disana, sama mama..!". Jawab papanya bagus dengan setengah mengantuk. Namun masih sadar dengan kata yang keluar dari mulutnya.
"Ini bagus sudah keterlaluan loh, pa...masa' dia meninggalkan anak isterinya malam malam...papa harus menyelidiki nya segera, bikin malu keluarga ajja..!"ujar mamanya bagus dengan marah marah.
__ADS_1
"Iyyaa, ma...sabar. papa sudah menyuruh orang untuk menyelidiki kemanapun bagus pergi, mama tenang ajja...!"jawab papanya bagus.
Kemudian, mamanya bagus menutup telephone nya, dia agak lega sekarang setelah suaminya mau menyelidiki putera mereka sendiri.
sekarang, papanya bagus mengetikkan sesuatu, dia berkirim pesan kepada orang suruhannya. Dia ingin segera mendapatkan informasi tentang puteranya. Kemana saja dia pergi, dengan siapa.
Dia takut puteranya itu terjebak dengan wanita lain, yang hanya menginginkan hartanya.
Tepat pukul 02.00 dini hari, bagus kembali ke ruang rawat isterinya. Dan hal itu diketahui oleh Erlita sendiri.
"Darimana kamu, mas?" Tanya Erlita pada suaminya. dan Bagus terkejut dengan pertanyaan isterinya, dia mengira isterinya itu sedang tidur. Padahal dia tadi masuk kedalam ruangan sudah perlahan tanpa suara.
"Dari ngopi di cafe rumah sakit..!"jawab bagus dengan suara berbisik, takut mamanya mendengar suaranya.
Tanpa mereka berdua sadari. Mamanya bagus mendengar percakapan antara anak dan menantunya itu.
"Apa iya ngopi mulai jam sepuluh sampai jam 02.00 dini hari...!"kata mamanya bagus sembari melihat jam di layar hape nya.
"Kamu tahu, tadi Nadia rewel...Erlita sendiri yang menenangkan. Sedangkan, kamu..!!"lanjut mamanya yang masih dengan mode marahnya.
"Ma..bagus itu beneran dari cafe rumah sakit, bagus ngopi disana sambil ngerjakan laporan. Karena deadline besok diminta oleh pihak penyedia.!"ujar bagus mempertahankan alibinya. Padahal yang sebenarnya, dia dari hotel yang ada di dekat rumah sakit S, karena permintaan Sintia, kekasihnya.
Disaat isteri nya sibuk menenangkan puteri mereka, yang sedang rewel. bagus malah asyik bercinta layaknya suami isteri dengan Sinta, kekasih gelapnya.
Sintia memang selalu ingin menguasai bagus, dia harus mendapatkan bagus dengan berbagai cara. Sinta berusaha keras untuk memisahkan bagus dengan Erlita, itu keinginan Sintia sejak dia mendengar kabar pernikahan bagus dan Erlita.
Dan kini keinginannya itu sedikit banyak sudah memiliki titik terang ke arah keberhasilan. Buktinya, bagus sering meninggalkan isterinya hanya untuk bersama Sintia.
"Sudah ma...Erlita gakpapa kok. Mas, istirahatlah..!"ujar Erlita menengahi perdebatan antara suami dan mertuanya.
Erlita hanya tidak ingin mendengar alibi suaminya. Karena itu akan menambah luka lebih dalam di hatinya.
__ADS_1
Lebih baik dia diam, sampai dia membuktikan sendiri kecurigaan nya selama ini.
"Tuh lihat, isterimu sangat baik sama kamu, selalu menutupi kelakuan kamu. Tapi, kamunya...!"ucap mamanya bagus dengan suara berbisik, dia juga takut akan mengganggu tidur cucunya.
"Iyya ma, bagus salah..tadi pas bagus keluar memang nggak bilang dulu sama kalian..!"ucap bagus merendah.
"Kamu tuh banyak salah sama isterimu,,,minta maaflah sama Erlita, bukan sama mama..!"ujar mamanya bagus sembari dia berbaring di tempatnya semula.
Kemudian, bagus menghampiri isterinya,,
"Sayang...maafin aku ya. Aku tadi beneran dari cafe kok...!"kata bagus dengan alibi yang menguatkannya.
"Iyya, aku percaya sama kamu. Sudahlah, sekarang istirahat lah mas...!"kata Erlita kemudian.
Tunggu tanggal mainnya mas..aku pasti akan mendapatkan bukti perselingkuhan mu.."batin Erlita pada dirinya sendiri.
"Makasih, sayang...!"ujar bagus yang kemudian dia berusaha mencium kening isterinya, namun Erlita berusaha menghindar.
Erlita makin kesini, semakin jijik dengan suaminya. Namun dia berusaha menutupi perasaannya. Karena dia belum mendapatkan bukti kuat perselingkuhan suaminya. Bial bukti sudah dia dapat, dia akan menggugat cerai suaminya.
"Kamu, kenapa menghindar sih sayang...?"tanya bagus pada isterinya. Sembari meraih bahu isterinya untuk ia peluk.
"Aku nggak menghindar mas, aku hanya ngantuk dan capek. Aku pengin istirahat, mulai tadi, Nadia rewel minta susu dan gendong...!"jawab Erlita sedetail mungkin, untuk menguatkan alibinya. Dia nggak mau kalah dengan suaminya yang pintar membuat alibi.
"Ooww ya sudah, istirahatlah. Maafkan aku sayang...!"kata bagus kemudian. Lalu bagus meraih tangan Erlita, dia kecup punggung tangan isterinya itu.
Lalu bagus menghampiri ranjang puterinya, dia tatap puterinya dengan rasa sayang, juga dia kecup kening sang puteri.
"Tidurlah nak...papa sudah disini, papa akan menemani tidur mu, sayang..!"ujar bagus yang mencoba berkomunikasi dengan puteri kecilnya.
Lalu bagus mendorong tempat tidur puterinya untuk lebih dekat dengan sofa tempatnya istirahat, Biar bagus bisa lebih lekat memandangi wajah puteri kecilnya yang cantik sembari rebahan di sofa.
__ADS_1