Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Empat Puluh Satu


__ADS_3

Hari ini Fatih merencanakan mengunjungi teman nya semasa SMP dulu, Aldo namanya. Dia adalah teman sebangku Fatih. Dan mereka hingga saat ini, masih terus menjalin silaturahmi, meskipun itu hanya menyapa melalui sosial media mereka masing masing. Karena Fatih sejak tinggal di kota K, dia jarang pulang kampung, mungkin hanya dua bulan sekali bisa pulang.


Fatih sebelumnya sudah menghubungi Aldo, sahabatnya. mereka berdua janji temu di sebuah cafe yang cukup ramai, yang tidak begitu jauh dari rumah aldo. Cafe tersebut sangat diminati anak anak muda, maupun dewasa. Karena memiliki harga yang terjangkau untuk semua kalangan dan menu nya juga cocok untuk di lidah Bu konsumen.


Dan Aldo lah yang datang dulu, Karena hanya bisa ditempuh 10 menit an dari rumahnya. Dia memilih tempat duduk yang ada di pojokan ruangan, dan dekat dengan taman. Cafe tersebut memiliki view pegunungan dan persawahan, tampak asri, dan nyaman untuk keluarga berkumpul.


Aldo ini, merupakan tetangga dari Erlita. Hanya beda tiga rumah. Namun, keduanya juga jarang bertemu, Karena kesibukan Aldo di tempat kerjanya. Dia bekerja di pabrik kertas, yang posisinya sebagai wakil manager.


Kemudian, Aldo melihat kedatangan Fatih dari arah timur. Tampak Fatih kebingungan mencari temannya itu, yang katanya sudah sampai di lokasi.


"Fatih,...sini..!"panggil Aldo yang melambaikan tangan nya ke arah Fatih. Lalu, fatih menghampiri nya.


Dua sahabat yang telah lama berpisah itu, saling berjabat tangan dengan mengepalkan tangan kanan mereka.


"Sorry bro, aku agak terlambat, tadi kena macet di jalan..!"ujar Fatih pada sahabatnya itu. Kemudian mereka saling duduk berhadap hadapan. Dan Aldo, memanggil pramusaji cafe tersebut.


"Mas, minta buku menunya. Ini teman saya baru datang..!"kata Aldo, pada pramusaji yg tampak masih muda itu, dengan seragam merah motif hitam, dengan usia kisaran 20 tahun an.


Lalu pramusaji tersebut, menyerahkan buku menu pada Fatih, dan mencatat pesanan Fatih serta ada menu tambahan yang di pesan oleh Aldo.


"Gimana, kabarmu, Al...?"tanya Fatih pada aldo. panggilan Fatih pada Aldo memang mulai di bangku sekolah selalu ambil nama bagian depan saja. Biar mudah diucap katanya...

__ADS_1


"Alhamdulillah, kabarku sehat. Dan keluarga ku juga sehat..kalau kamu sendiri gimana? Kabarnya isterimu, mau melahirkan ya..?"tanya Aldo, kemudian dia menyeruput minuman kopi hitamnya.


"Iyya, isteriku rencana mau lahiran disini, karena kalau disana, tidak ada keluarga yang akan membantu kami berdua. Kalau disini kan, kami ada orang tua.hehehe..!"ujar Fatih sembari tertawa. Sedikit banyak, mereka memanfaatkan orang tua ya....hahaha.


""Wahhh...brarti kamu memberdayakan orang tua kamu ya...!!"ledek Aldo. Dan keduanya tertawa bersama. Keduanya saling bercerita keluarga dan tentang pekerjaan mereka berdua.


"Oia, sekarang Erlita pulang loh, tapi kayak nya dia hanya pulang sama anaknya, suaminya nggak ikut dan nggak muncul sampai sekarang..!"kata Aldo menceritakan Erlita pada Fatih dengan antusias. Karena, Aldo tahu kalau sebenarnya, Fatih masih menaruh hati pada sang mantan. Karena, dia sering bertanya tentang kabar Erlita pada Aldo.


"Lohh..apa Iyya?sudah lama, dia yang pulang?"tanya Fatih, yang kini langsung meletakkan rokoknya, dia ingin mendengar kabar tentang erlita, sang pujaan hatiny. Meskipun itu sudah berlalu, dan dia memiliki isteri yang akan segera melahirkan, Fatih belum melupakan Erlita sepenuhnya.


"Iyya, kabarnya sih..., dia proses berpisah dari suaminya. Itupun, ibuku yang cerita, karena aku juga nggak pernah ketemu sama dia, tapi,,, meskipun nantinya, aku bertemu sama dia, aku nggak enak juga yang mau tanya tentang rumah tangganya...!"lanjut Aldo. Sembari dia mencicipi makanan ringan yang tersaji di meja mereka.


"Ya janganlah, kasihan dia..., Kalau yang aku denger sih,,suaminya ada wanita lain, namun, aku juga nggak tahu kebenarannya.. "ujar Fatih dengan wajah sedihnya. Fatih nggak habis pikir, dengan suami Erlita yang tega meninggalkannya.


"Kapan hari, aku ketemu sama Dewi. Mereka, kan masih baik komunikasinya, sampai sekarang.!"kata Fatih. Kemudian..


"Aku juga nggak habis pikir, padahal Erlita cantik, dia juga penurut, kenapa juga dia harus berpaling dengan wanita lain..!!"tanya Fatih pada dirinya sendiri, dengan suara yang rendah, tapi masih bisa di dengar oleh Aldo.


"Apa, kamu... sampai sekarang masih mencintainya..?"selidik Aldo pada sahabatnya itu. Dan Aldo menelisik wajah Fatih, karena mimik wajah nya saat ini tidak bisa berbohong. Dan, itu terbukti dengan mimik wajah Fatih sekarang.


"Fix...kamu, masih mencintainya...Iyya, kan..?"tanya Aldo memastikan perkiraannya selama ini.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga nggak tahu dengan perasaanku..!" Kata Fatih.


Namun tak lama setelah itu..


"sudahlah,,aku nggak mau peduli dengan masalah rumah tangganya, aku hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuknya. Sekarang aku sudah memiliki Sisca, isteriku, dan sebentar lagi, anak ku juga akan lahir...!"elak Fatih kemudian.


"Aku tahu itu, tapi kamu nggak usah mengelak dari aku. Kamu, sebenarnya masih mencintai Erlita. Namun, kamu harus bisa melupakan dia. Kasihan, Sisca !"kata Aldo yang mencoba menasehati sahabatnya itu.


"Iyya, aku tahu itu. Tapi aku sudah berusaha keras melupakan dia, namun selalu saja di pikiranku ini terngiang ngiang akan sosoknya...!"ucap Fatih sedih dan gelisah dengan perasaannya yang tak menentu.


"Ya sudah, masalah Erlita sudah berlalu, sekarang, kita makan ajja yukk, ini perut sudah minta di isi..!"ujar Aldo tertawa. Dia mencairkan suasana biar tidak tegang, dengan suasana hati sahabatnya.


"Yuukk...!"kata Fatih. lalu keduanya kini menikmati hidangan makan siang mereka di cafe tersebut.


"Kamu, tahu nggak,,disini tuh tempatnya paling asri, makanannya juga enak, harga terjangkau, makanya disini nggak pernah sepi..!"ujar Aldo mengalihkan topik pembicaraan tentang Erlita. sembari dia menikmati hidangan makan siangnya.


"Iya, aku pertama masuk kesini tuh, kaget banget. Kenapa sekarang disini perkembangannya sangat pesat, padahal dulu, waktu kita masih SMP, disini sepi banget, siapa yang berani lewat sekitar sini..!"ujar Fatih mengingatkan memori nya tentang tanah kelahirannya.


"Cafe ini tuh,.. milik siapa sebenarnya? orang sekitar sini atau orang luar?"tanya Fatih pada Aldo. Fatih masih mengingat betul dengan orang orang yang ada di sekitar Dia. Fatih, lalu menuangkan saos pada nasi putihnya.


Fatih gemar sekali dengan menu friench fries tersebut, itu merupakan menu favoritnyanya, setiap kali ke restoran manapun, dia pasti akan mencari friench fries sebagai hidangan pembuka maupun penutupnya.

__ADS_1


Fatih makan sesekali dengan mencelupkan ftriench fries nya pada saos yang tersaji di depan mereka. Sedangkan Aldo, dia paling suka kedelai hijau, dia jadikan sebagai menu penutup makan siang mereka.


__ADS_2