
Setelah hampir empat jam lamanya, perjalanan Fatih dan Erlita, mereka berdua, kini sudah tiba di hotel yang ada di dekat bandara, kota K. Dan Fatih cek in atas namanya, namun hanya ada satu kamar yang tersisa dengan double bed.
Akhirnya, mau tidak mau, Erlita bisa menerimanya meskipun awalnya dia uring uringan.
Erlita berpikir, Fatih sudah memesan dua kamar hotel, ternyata dia belum pesan sama sekali. Akhirnya, mereka berdua memesan satu kamar dengan double bed, di kamar 310
Setelah tiba di kamar hotel...
"Maafkan aku, Lita..!aku pikir hotel disini nggak mungkin penuh. Karena biasanya juga banyak yang kosong, karena aku sendiri sering menginap disini..!"kata Fatih yang merasa bersalah, dia takut dikira memanfaatkan keadaan untuk mendekati Erlita. Padahal, hal ini tanpa disengaja oleh Fatih.
"Gakpapa, mau gimana lagi. Pokoknya nanti tidurnya kamu harus menghadap ke arah tembok, aku disini..!"tunjuk Erlita pada satu tempat tidur, yang mengarah ke arah luar jendela kamar hotel.
"Iyya...!"jawab Fatih tersenyum. Dia bahagia bisa dekat dengan erlita saat ini, meskipun itu akan menyakiti hati isterinya, bila isterinya tahu..hehehe. tentu saja Fatih akan merahasiakan dari Sisca, isterinya.
Kemudian, Erlita meletakkan tas bawaannya di dekat tempat tidurnya, lalu dia mengambil baju ganti untuk dia pakai tidur.
"Kamu duluan, yang ke kamar mandi, terus gantian sama aku..!"ujar Fatih memecah kesunyian diantara mereka. Fatih tahu, bila Erlita risih berada satu kamar dengannya. Fatih yang harus bisa mengawali kekauan diantara mereka.
Kemudian, Erlita masuk ke kamar mandi, dia hanya membersihkan wajah dan melap leher dengan handuk kecil, karena Erlita tidak betah dengan cuaca dingin. Setelah selesai dengan aktifitasnya, Erlita keluar dari kamar mandi, dan Fatih bersandar di ranjangnya, sembari memegang hape nya.
Fatih merasa bersalah dengan erlita karena, kesalahannya yang tidak booking kamar hotel terlebih dulu. Akhirnya, mereka berdua kini menginap dalam satu kamar.
__ADS_1
Fatih mengabari isterinya, bahwa kini dia telah sampai di hotel, dia tidak langsung ke tempat tinggalnya dengan alasan, capek. Biar Sisca tidak mencurigainya. Awalnya, Sisca ingin video call Fatih, karena dia sudah kangen dengan suaminya itu, namun, Fatih menolak dan beralasan sudah mengantuk.
Fatih berjanji besok pagi waktu setempat, akan video call isterinya dan putera mereka. Akhirnya, Sisca bisa memaklumi hal itu. Tentu saja hal itu, melegakan hati Fatih.
Dan sekarang, giliran Fatih yang bebersih ke kamar mandi. Sebelum masuk kamar mandi, fatih menyempatkan diri melirik ke arah Erlita yang sedang berbaring di ranjangnya, menghadap ke arah luar jendela. Fatih tahu, bahwa saat ini Erlita masih belum tidur.
Fatih membersihkan dirinya menggunakan shower air hangat, butuh waktu lima belas menit dia di kamar mandi. Waktu, mau keluar, Fatih lupa membawa baju gantinya. Akhirnya, Fatih hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di tubuhnya.
Secara tak sengaja, Erlita menoleh ke arah kamar mandi saat Fatih keluar dari pintu kamar mandi. Erlita langsung membalikkan badan, menghadap ke arah jendela. Erlita merasakan debaran jantung yang tidak beraturan, saat secara tidak sadar melihat dada bidang Fatih, dan perut kotak kotaknya.
"Maaf, bajuku ketinggalan, masih di tas...!"ujar Fatih yang merasa bersalah karena baju yang terlupa. Lalu, dia membuka tas nya dan mengambil baju yang akan dia gunakan untuk tidur.
"Meskipun, kamu sengaja, aku juga tidak tahu...!"jawab Erlita dengan ketus, yang masih dalam posisi membelakangi Fatih saat ini.
Tanpa pikir panjang, kini fatih menghampiri Erlita. dia akan memberi sedikit pelajaran pada Erlita, biar tidak bicara seenaknya.
"Apa, kamu sekarang merasa risau dengan tubuhku ini?"tanya Fatih yang kini sudah berada di belakangnya Erlita. Tak pelak, Erlita langsung merinding dan menjauh dari posisi Fatih saat ini. Tak hilang akal, Fatih terus mendekat ke arah Erlita, hingga kini, Erlita terpojok di sudut ranjangnya.
"Apa yang kamu lakukan, Fatih...menjauhlah..!"ujar Erlita menunduk, dia tidak berani menatap ke arah fatih. Sedangkan, hatinya berdegup dengan kencang, dia takut Fatih akan berbuat nekat kepadanya.
"Kamu sudah membuatku kesal, sudah aku jelaskan, kalau aku, lupa membawa baju yang ke kamar mandi, tapi kamu, malah menuduhku yang nggak nggak, jadi sekarang, skalian aku mau berbuat yang nggak nggak ke kamu..!"ujar Fatih yang kini menghimpit posisi Erlita, makin membuat Erlita terpojok, tak berdaya.
__ADS_1
Erlita merasa dilecehkan oleh Fatih. Dan dia merasa terhina dengan sikap Fatih saat ini. Menurut Erlita, ucapannya tadi hanya ucapan biasa, tapi Fatih seolah olah sengaja membuat Erlita terpojok saat ini. Dirinya memang seorang janda, tapi dia tidak mau dilecehkan, meskipun itu oleh mantan kekasihnya dulu.
"Aku mohon, jangan begini, maafkan atas ucapanku tadi, aku tahu kalau diriku janda, tapi jangan pernah merendahkanku..!"ujar Erlita marah dan erlita tidak dapat menahan tangisnya lagi, air matanya mulai membanjiri mata indahnya. Bahunya naik turun menahan perasaannya yang berkecamuk malam ini.
Melihat reaksi Erlita yang menangis histeris, membuat Fatih merasa bersalah. Padahal, niat awal, Fatih hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada Erlita. Namun, Erlita tampaknya sangat ketakutan dengan ulah Fatih kali ini.
"Lita...maafkan aku, aku nggak ada niat merendahkanmu, sungguh...!"ucap Fatih yang menjauh dari posisinya saat ini, tapi masih menatap Erlita dengan perasaan bersalah.
"Sungguh, maafkan aku, Lita..!"ucap Fatih, kemudian dia mengambil tissue yang ada di atas meja dan menghapus air mata Erlita dengan rasa sayang...
"Aku nggak mungkin merendahkanmu, kamu adalah wanita spesial di hatiku, sampai saat ini, aku masih mencintaimu..!"lanjut Fatih dengan sungguh sungguh. namun, perkataan Fatih itu, membuat Erlita kaget, kini matanya bersitatap dengan mantan kekasihnya itu.
Baik Erlita maupun fatih, sama sama merasakan getaran cinta yang telah lama hilang tergerus oleh waktu dan jarak. Kini, disaat keduanya bertemu, dengan status yang berbeda, mereka seolah olah susah untuk mengendalikan perasaannya itu.
Namun, Erlita segera tersadar dengan status mereka. Dia tidak mau, menyakiti hati wanita yang sekarang menjadi isterinya Fatih.
"Fatih, apa kamu sadar, dengan apa yang kamu ucapkan barusan..?"tanya Erlita untuk memastikan, bahwa apa yang dia dengar salah adanya.
Erlita membenarkan posisi duduknya, dia menaruh bantal diatas kedua kakinya dan menyelimuti dengan selimut yang disediakan oleh pihak hotel.
"Aku sadar dengan ucapanku. Aku tahu saat ini, ada isteri dan anak yang sedang menungguku di rumah, namun, aku tidak bisa memungkiri, bahwa aku masih mencintaimu...Lita..!"ucap Fatih dengan kesungguhannya.
__ADS_1
Fatih berusaha mendekati Erlita, dia berusaha meraih kedua tangan Erlita, namun Erlita menepis tangan Fatih. Dia tidak mau memberi kesempatan sedikitpun kepada Fatih, untuk mendekatinya.
Ya Tuhan...kenapa status janda ini, begitu membuat hamba resah..!batin Erlita dalam hatinya