
Setelah Fatih selesai dengan kegiatan mandinya yang agak lama dari biasanya. Kini dia keluar, dengan wajah yang cerah, karena sudah ada solusi untuk membantu Erlita, mantan kekasihnya dulu.
Fatih belum berkirim pesan pada Erlita untuk menawarinya pekerjaan, namun, nanti setelah Sisca tidur, dia akan berkirim pesan pada Erlita. Dari pertama, Fatih memang berniat membantu Erlita, tanpa ada embel embel apapun. Namun, kita tidak tahu hal di depan apa yang akan terjadi.
"Sayang...kamu, belum tidur..?"tanya Fatih mendekati isterinya. Lalu Fatih mencium kening isterinya dengan singkat. Sedangkan, Sisca masih asyik dengan novel bacaannya yang ada di aplikasi hapenya.
"Iyaa, bentar lagi mas, masih belum begitu mengantuk..!"elak Sisca, padahal matanya sudah merah, dan dengan posisi yang setengah tidur di ranjang mereka berdua.
"Belum mengantuk apanya, lawong aku perhatikan mulai tadi, kamu sudah terkantuk kantuk. Istirahatlah, mumpung habib sedang tidur..!"ujar Fatih dengan nada agak memaksa. Fatih sebwnarnya kasihan pada Sisca, yang pastinya jam tidurnya saat ini berkurang, karena, saat malam hari, habib sering rewel.
Karena, Sisca merasa nggak enak dengan perintah suaminya yang agak keras, dan menurutnya itu benar. Kini Sisca meletakkan hape nya di atas meja samping tempat tidur.
"Ya sudah, aku tidur dulu, mas..!"ujar Sisca dengan suara beratnya karena menahan rasa kantuknya mulai tadi.
Tanpa menunggu jawaban dari Fatih, Sisca langsung tertidur tidak berapa lama kemudian.
Fatih memperhatikan wajah isterinya. Dia merasa bersalah pada isterinya, karena saat ini perasaannya sudah mencabang ke wanita lain. Meskipun, itu sekedar perhatian ingin mencarikan nya pekerjaan.
Fatih langsung mengambil hape nya yang dia letakkan di saku celananya yang dia gantung. Lalu dia mulai mengetikkan sesuatu di aplikasi pesan yang berlogo warna hijau itu. Nampak, di layar hape nya, Erlita masih online.
Jam segini, kok dia masih online? kira kira dia berkirim pesan dengan siapa ya..??"gumam Fatih pada dirinya sendiri. Karena ini sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
__ADS_1
"Erlita..kamu belum tidur?"pesan Fatih terkirim, dan nampak langsung dibaca oleh Erlita karena Erlita sedang online. Erlita memang susah tidur bila malam hari, jadi dia sering ngobrol dengan sahabatnya, Sofia dan Dewi. Mereka berdua yang akan menghibur Erlita dari kesepian nya.
Erlita merasa tak enak, bila langsung membalas pesan Fatih. Jadi dia hanya membaca, dan rencananya nanti beberapa menit lagi dia akan membalasnya.
Fatih masih setia menunggu pesan balasan dari Erlita. Sembari dia membaca pesan pesan sebelumnya yang dia kirim ke Erlita. Dan fatih juga membaca berita di aplikasi yang ada di hape nya.
Tak lama kemudian, ada pesan masuk, ternyata itu dari Erlita. Dia langsung segera membukanya.
"Iyya, aku masih belum ngantuk. Maaf, ada apa ya malam malam kirim pesan?jujur, aku nggak enak dengan isterimu.."pesan balasan dari Erlita masuk, dan langsung dibuka oleh Fatih.
Erlita memang merasa nggak enak, bila Fatih sering berkirim pesan padanya, dia harus bisa menjaga perasaan isterinya juga.
"Aku mau menawari pekerjaan ke kamu, itupun kalau kamu minat. Tempatnya memang jauh.."Fatih langsung mengirimkan pesan yang dia ketik. Fatih sangat berharap Erlita mau menerima tawarannya kali ini.
"Iyya, aku minat. Memang tempatnya, jauh dimana? Tanya Erlita di pesan balasannya kepada Fatih. Dengan sabar, Erlita menunggu balasan dari Fatih.
Dia sangat berharap kali ini, ada titik terang dari keinginannya untuk bekerja. Walaupun jauh, dia akan menerimanya. karena, di zaman sekarang, mencari pekerjaan itu tidak gampang. Apalagi, Erlita lulusan sudah bertahun-tahun yang lalu. Jadi, untuk sementara, Erlita akan menitipkan puterinya, pada kedua orang tuanya.
Di kota K, di klinik perusahaan tempat ku kerja saat ini, sedang membutuhkan seorang dokter.."pesan balasan dari Fatih masuk ke hape Erlita. dan dia langsung membukanya, karena Erlita penasaran dengan tawaran pekerjaan yang memang dia butuhkan saat ini.
Erlita sangat terkejut dengan pesan dari Fatih, dia masih ragu akan menerimanya atau menolaknya. Kalau Erlita menerimanya, itu beresiko akan membuat mereka berdua sering bertemu. Kalau dia menolaknya, dia juga membutuhkan pekerjaan saat ini, ini sangat dilema bagi Erlita.
__ADS_1
Erlita hampir tidak tidur semalaman. Dia terus kepikiran dengan tawaran pekerjaan dari fatih.sampai saat ini, Erlita belum membalas pesan nya. Biarlah, dia menangguhkan untuk sementara waktu, sampai Erlita menemukan jawaban yang terbaik untuk kehidupan nya.
Erlita, akan mendiskusikan hal ini dengan kedua orang tuanya, bagaimana pun juga Erlita tidak akan memberatkan kedua orang tuanya untuk mengasuh puterinya sendirian. Dia tidak akan berangkat bila orang tuanya melarang. Karena yang dibutuhkan Erlita saat ini adalah support dari kedua orang tuanya.
Sedangkan di tempat lain. Fatih menunggu lama balasan dari Erlita. Dia ingin tahu keputusan dari Erlita. Tapi, Fatih sangat berharap, Erlita menerima tawarannya. Dia sudah menghubungi pihak HRD, bahwa saudaranya membutuhkan pekerjaan. Dan itu adalah, Erlita.
Fatih, tidak berani lagi berkirim pesan pada Erlita. Mungkin Erlita saat ini sedang berpikir tentang tawarannya. Biar Fatih akan menunggunya sampai dua hari ke depan, sampai dia kembali ke kota K, dimana dia bekerja saat ini.
Ke esokan harinya, tepatnya di kediaman orang tua Erlita...
Erlita sedang membuat cemilan untuk puterinya di dapur, dan sang ibu sedang memotong sayuran di sampingnya.
"Bu...apa boleh, Erlita bekerja keluar kota..?"tanya Erlita perlahan, sembari mendekati ibunya, dia ingin tahu langsung ekspresi ibunya.
"Kemana..!"tanya ibunya singkat. Namun beliau masih memperhatikan puterinya yang kelihatan sedih dan gelisah.
"Di kota K Bu, ada teman yang menawari pekerjaan. Di klinik perusahaan nya itu, sedang membutuhkan seorang dokter.!"terang Erlita. dia sangat berharap kali ini, orang tuanya merestui untuk dia bekerja jauh, yang otomatis meninggalkan Nadia, puterinya, yang masih belum genap dua tahun.
"Siapa temanmu itu..? bukannya ibu tidak percaya, nak. Tapi disini, ibu dan ayah sangat menjagamu. Karena sekarang kamu sendirian, dan kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri..!"ujar ibunya Erlita yang memberikan jawaban sangat bijak, itu semua demi kebaikan Erlita sendiri.
"hhmm...Fatih Bu, dia bekerja di perusahaan kota K, kebetulan perusahaan tempatnya bekerja membutuhkan dokter untuk ditempatkan di klinik...!"jelas Erlita dengan pelan. Dia takut, bila ibunya akan berpikir yang tidak tidak, bahwa Erlita ingin kembali dengan Fatih, padahal itu pemikiran yang salah.
__ADS_1
"Apa, kamu ingin kembali pada Fatih, nak..!"tanya ibunya Erlita dengan curiga. Beliau menelisik wajah puterinya dengan intens, mencari kebenaran dari kecurigaan nya itu. Namun, beliau tidak menemukan hal itu.
"Bu, ibu jangan salah sangka. Fatih, sudah memiliki kehidupan sendiri yang jauh bahagia saat ini. Dan Erlita tidak mungkin merebut Fatih dari isterinya, itu sama saja Erlita berbuat sama dengan apa yang dilakukan sintia pada Erlita..!"jelas Erlita panjang lebar, sambil dia menitikkan air mata. Dia teringat dengan masa lalunya, dimana mantan suaminya berselingkuh dengan Sintia, wanita di masa lalunya.