Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Empat Puluh Enam


__ADS_3

Kini, Erlita telah sampai di rumah nya, tepatnya, rumah kedua orang tuanya. Karena sejak dia bercerai dari suaminya, Erlita dan puterinya masih tinggal di rumah orang tua erlita. Erlita harus segera mencari pekerjaan, untuk menghidupi kebutuhan sehari hari puterinya dan kebutuhannya sendiri. Meskipun Erlita masih mendapat transferan dari mantan suaminya, sebagai nafkah untuk puteri mereka.


Erlita merasa sungkan bila hidupnya harus menumpang ke orang tuanya, meskipun orang tuanya tidak jadi masalah. Setiap hari, Erlita mencari lowongan pekerjaan di klinik maupun rumah sakit. Sejak lulus kuliah kedokteran, memang Erlita tidak diperbolehkan bekerja oleh mantan suaminya. Karena waktu itu, mantan suami Erlita sibuk dengan pekerjaannya sebagai direktur rumah sakit.


Erlita langsung menuju kamarnya, yang kini ada di lantai satu. dia pindah kamar karena malas yang mau naik turun, sedangkan waktu itu, dia harus bolak balik ke dapur untuk membuatkan susu anaknya. Nadia, puteri Erlita sudah tidak minum ASI sejak usia 7 bulan, saat itu ASI Erlita tidak keluar sama sekali. Mungkin karena efek stres dengan perceraiannya.


Erlita menidurkan nadia, di ranjang kamar tersebut. Erlita tidak ingin berpisah dari puterinya, meskipun itu hanya sebentar saja.


Tak lama kemudian, hape Erlita berbunyi, tanda ada pesan masuk di hapenya itu.


Ternyata, setelah di lihat, pesan masuk itu dari Fatih, yang tadi menyimpan nomor Erlita.


"Apa kamu sudah sampai, Lita..?"pesan dari Fatih langsung dibaca oleh Erlita.


Namun, Erlita tidak langsung membalasnya. Dia takut salah bila mereka sampai keterusan berkirim pesan.


"Pesan aku, kenapa hanya dibaca, lit..? apa, aku menggangu waktu kamu, Lita..?"pesan dari Fatih lagi, dan juga langsung dibaca oleh Erlita. Sebenarnya Erlita ingin segera membalas nya, namun Erlita masih ragu. Dia takut hal itu akan membuat mereka berdua keterusan untuk saling menyapa melalui pesan pesan berikutnya.


"Iyya, ini aku baru sampai rumah. Maaf tidak langsung membalas, karena aku masih menidurkan, anakku..!"pesan Erlita terkirim, dan langsung dibaca oleh Fatih. Yang saat ini Fatih sedang menyendiri di taman belakang rumahnya, dia nggak mau terpergok oleh keluarganya, bila Fatih sekarang sedang berkirim pesan dengan mantan kekasihnya.


"Tidak apa apa, aku bisa paham hal itu. Oia, aku lupa menanyakan satu hal padamu, berapa lama kamu tinggal disini?"pesan dari Fatih terkirim lagi, namun belum dibaca oleh Erlita.


Sedangkan di tempat lain, Fatih gelisah menunggu balasan pesan dari Erlita. Karena, dia nggak mau dicurigai oleh isterinya, akhirnya Fatih masuk ke dalam rumahnya. Dia melihat ke ruang keluarga, ternyata ada isterinya yang sedang menonton acara televisi sambil memberikan ASI pada habib, putera mereka.

__ADS_1


"Darimana kamu, mas..?"tanya Sisca menoleh ke arah suaminya, yang nampak lesu. Fatih sebenarnya  masih ingin meneruskan saling berkirim pesan dengan Erlita, namun belum ada tanda tanda Erlita membalas pesan terakhirnya. Hape nya juga tidak bergetar.


"Dari taman belakang, aku mau keatas dulu ya....!"ujar Fatih sambil berlalu dari hadapan isterinya. Lalu, Fatih mencium pipi puteranya, yang lagi asyik minum ASI. Sisca memperhatikan mimik wajah suaminya yang seperti ada masalah saat ini.


"Kenapa dengan mas Fatih, dia nampak lesu, seperti ada masalah..!"gumam Sisca dalam hatinya, namun dia hanya bisa melihat, tanpa berani bertanya lebih. Sisca akan menunggu sampai suaminya sendiri yang akan bercerita.


Sampai di kamar, Fatih langsung mengeluarkan hape dari saku celananya. Dia melihat, mungkin ada pesan masuk dari Erlita. Namun, sampai sekarang, belum ada pesan masuk darinya.


"Kenapa pesanku belum dibaca..! apa yang sedang dia lakukan sekarang .!"pikir Fatih sembari membuka pesan terakhir Erlita.


Fatih menyimpan kembali hape di dalam saku celananya, kemudian dia mode silent, takut bila sewaktu waktu ada pesan masuk dari Erlita, lalu isterinya yang membuka pesan itu. Meskipun, nama Erlita dia samarkan jadi nama pria.


Dari dalam kamar,Fatih mendengar suara derap kaki isterinya yang menyusulnya ke atas.


Ternyata benar, Sisca masuk ke kamar mereka dengan menggendong puteranya yang nampak terlelap. Lalu, Sisca menidurkan habib, puteranya, di ranjang khusus yang ada di sebelah tempat tidurnya.


Sisca mendekat ke arah suaminya.


"Mas, apa kamu, ada masalah..?"tanya Sisca perlahan sembari memeluk suaminya dari arah belakang. Sedangkan Fatih, nampak terkejut dengan reaksi isterinya yang mengetahui perubahan sikapnya saat ini.


"Nggak, aku baik baik saja, kenapa memangnya..?"tanya Fatih yang kini memposisikan dirinya menghadap ke arah isterinya.


Dengan sedikit menyelidik ke arah wajah suaminya, kini Sisca mencermati dari arah dekat, dia curiga sesuatu telah terjadi pada suaminya. Namun, entah itu apa, Sisca juga tidak tahu menahu.

__ADS_1


"Nggak, sepertinya ada yang berubah sama kamu, mas..!"ujar Sisca sembari memperhatikan wajah suaminya.


Kemudian, Fatih membelai pipi isterinya, lalu dia tersenyum manis kepada Sisca.


"Kamu, nggak usah khawatir, sayang. Aku nggak ada masalah apa apa kok..!"elak Fatih pada isterinya. Dia harus bisa menjaga sikap di depan isterinya, biar Sisca tidak curiga padanya.


Lalu, suami isteri itu sama sama melanjutkan kegiatan mereka didalam kamar. Fatih langsung masuk ke kamar mandi. Sedangkan Sisca membenahi selimut puteranya yang melorot. Sisca bisa bernapas lega, ternyata kecurigaannya itu tidak berdasar. Dia harus bisa menaruh kepercayaan pada suaminya.


Sedangkan Fatih, belum bisa bersikap tenang bila Erlita belum membalas pesannya. Kini, Fatih membawa serta hape nya ke dalam kamar mandi. Dia buka kembali aplikasi pesan di hape nya, dan tak lama kemudian, ada pesan masuk dari Erlita.


"Sepertinya, aku akan lama tinggal disini. Karena, aku mencari pekerjaan di kota ini..!"ada pesan balasan masu dari Erlita. Dan, Fatih langsung membuka pesan tersebut, dia  memang sudah menunggu mulai tadi.


"Kamu milih mencari pekerjaan di rumah sakit atau di klinik..?"tanya Fatih balik membalas pesan dari Erlita. lalu, Fatih meletakkan hape nya di atas wastafel, kini dia bisa bernapas lega. Ternyata, Erlita masih mau berkomunikasi dengannya.


"Kalau aku nggak milih milih, yang penting, aku dapat kerja..!" Pesan balasan masuk dari Erlita. Fatih dengan keras memikirkan kondisi Erlita saat ini.


Kasihan Erlita.., kini dia harus berjuang sendirian..!"gumam Fatih sembari dia mencuci wajahnya di wastafel.


"Aku, akan membantunya mencari pekerjaan.."kata Fatih pada dirinya sendiri.


Di klinik, tempat kerjanya di kota K, saat ini memang membutuhkan tenaga seorang dokter. Klinik tersebut hanya memiliki dokter umum dua, dan itu membuat perusahaan kewalahan yang mengatur jadwal kerja mereka. Bila salah satu dokter berhalangan hadir, maka, dokter satunya harus bekerja ekstra melayani pasien yang berobat.


Akhirnya, Fatih akan menemukan jalan keluar untuk permasalahan Erlita. Ya..dia akan menawari Erlita pekerjaan di klinik perusahaannya, siapa tahu Erlita mau, pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2