Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Dua Belas


__ADS_3

Sintia akhirnya duduk di sofa ruang tamu rumah bagus dan Erlita,,,dengan gayanya yang elegan dia menaruh kaki kanannya di atas kaki kirinya, sehingga memperlihatkan paha mulusnya di balik rok hitamnya yang hanya sepanjang diatas lutut. Dia menelisik semua sudut ruang tamu Bagus, laki laki incarannya,,, meskipun dia tidak mencintainya. Yang dicintai dari bagus hanyalah hartanya, he..hee.


"Lumayan...., Tidak rugi aku datang hari ini...tak apa meskipun dia sudah memiliki isteri.."gumaman Sintia dalam hatinya, dengan seringai wajah liciknya.


"Aku Pasti akan merebut mu bagus dari isterimu.."gumaman Sintia penuh makna. Itu merupakan rencana licik Sintia sejak dulu terhadap bagus yang notabene merupakan anak dari konglomerat, yang memiliki harta kekayaan melimpah.


Sintia merupakan teman bagus di masa SMP hingga SMA , sejak kelas satu hingga lulus dari bangku sekolah menengah atas Sintia selalu mengikuti Bagus sampai kedua orang tua Bagus mengenal baik sintia. Dan Sintia juga sering ke kediaman bagus, sehingga mama sampai ART nya mengenal baik sintia. Sintia juga sempat satu kali menyatakan cintanya ke bagus, namun ditolak, karena bagus belum ada minat mengenal perempuan saat itu.


Bagus merupakan anak laki laki cerdas yang selalu giat dalam belajar, dia selalu berusaha  untuk menjadi seorang dokter terkenal yang nantinya akan bermanfaat ilmunya bagi masyarakat sekitar, namun cita cita bagus tersebut sempat mendapatkan pertentangan dari papa nya, karena orang tua Bagus lebih menginginkan bagus menjadi seorang pengusaha yang mampu meneruskan perusahaan keluarga.


"Maaf mbak,,,menunggu lama ya, mas Bagus masih di ruang kerjanya, ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan..." ucap Erlita ke Sintia yang berjalan dari arah dapur sambil membawa nampan yang diatasnya ada minuman serta cemilan untuk tamunya itu.


"ooohh gakpapa mbak, kebetulan saya lama tidak menyapa bagus, dulu saya sering loh mbak keluar sama bagus, karena kami berdua sangat akrab sejak di bangku SMP hingga SMA. Bagus tuh orangnya cerdas mbak,,, jadinya sering ngajari saya bila ada kesulitan ngerjakan tugas..."cerocos Sintia tanpa mempedulikan perasaan Erlita sebagai isterinya.


Sedangkan Erlita hanya tersenyum, menganggukkan kepala, ya...meskipun Erlita sangat resah dengan ucapan Sintia itu.


"Maaf loh mbak,,,saya jadi cerita masa lalu kami berdua..."akhirnya Sofia menyadari mimik wajah dan tingkah laku Erlita yang hanya tampak diam, sambil Sofia menangkupkan kedua tangannya dihadapan Erlita.


"Oohh gakpapa mbak,,,saya paham kok, santai ajja..."jawab Erlita meskipun itu menyimpang dari perasaan nya sendiri.


"Sepertinya Bagus sangat sibuk ya mbak...! Sampai dia belum keluar sampai sekarang..."ujar Sintia akhirnya setelah hampir setengah jam dia menunggu kemunculan Bagus, dengan memperhatikan jarum jam yang ada di dinding rumah tersebut.


"Iya mbak, mungkin mas bagus belum selesai hingga sekarang, tadi dia memang menyampaikan seperti itu pada saya..."jawab Erlita dengan perasaan tidak enak pada tamu suaminya itu.

__ADS_1


Akhirnya Sintia berusaha berdiri untuk pamitan ke Erlita sebagai tuan rumah. "Kalau begitu minta tolong sampaikan salam saya ke Bagus ya mbak..."Sintia pamit undur diri dan dia menjulurkan tangan kanan nya pada Erlita.


"Iya mbak, nanti saya sampaikan ke mas bagus, terima kasih ya mbak atas kehadirannya.." Erlita menjawab dengan sungguh sungguh.


"Oia mbak, selamat ya atas pernikahan kalian berdua....maaf tadi lupa belum memberikan selamat, tapi maaf saya belum memberikan hadiah pernikahan untuk kalian.."Sintia menangkupkan kedua tangannya dihadapan Erlita.


"Waduhh...gakpapa mbak, santai ajja. Yang penting mbak Sintia memberikan do'a terbaik untuk pernikahan kami berdua..!"jawab Erlita dengan tulus.


Erlita berusaha membantu Sintia membuka pintu rumahnya. Sintia meninggalkan rumah Bagus dan Erlita dengan mengendarai mobil putihnya. "Sintia sangat cantik dan anggun, apa jangan jangan dia mengincar mas Bagus...?"tanya Erlita di dalam hatinya.


"Sungguh ini tidak bisa dibiarkan, semoga dia tidak akan balik lagi kesini..."harapan Erlita.


Dan kini Erlita tampak risau dengan perasaan cemburu yang melanda, Erlita tidak ingin Bagus berpaling darinya, dia harus bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya dari wanita wanita genit yang ada di sekitar suaminya itu.


"Masuk..."jawab Bagus dari dalam, yang tentunya di dengar baik oleh Erlita.


Akhirnya Erlita membuka lebar pintu ruang kerja suaminya. dia menghampiri suaminya yang lagi duduk di balik meja kerjanya.


"Sini sayang..."Bagus meminta isterinya itu untuk duduk di pangkuannya, bagus tahu kalau ada sesuatu yang akan dibicarakan oleh isterinya itu.


"Gak ahh..aku berdiri ajja, aku gak lama kok.."Erlita berusaha menghindar dari Bagus yang ingin meraihnya.


"Ayo lahh...sayang, duduk sini.."akhirnya Bagus meraih Erlita untuk di dudukkan di atas pahanya. Bagus langsung melingkarkan kedua tangannya, ia letakkan diatas perut rata isterinya, sambil mencium kedua pipi nya.

__ADS_1


"ada apa nih sayang...? Kayaknya ada sesuatu hal yang ingin kamu tanyakan..!!"ujar Bagus dengan mesra.


"Mas bagus emangnya dulu sedekat apa sih dengan Sintia tadi...?" Tanya Erlita malu malu dengan menundukkan kepalanya.


"Hei....ada yang cemburu nih kayaknya..!! sayang.. aku tuh hanya teman biasa sama Sintia, dia memang suka melebih lebihkan sesuatu hal, jadi jangan denger omongannya dia..".


"Sintia itu teman ku mulai SMP sampai SMA sayang..., dan aku juga gak pernah ada perasaan khusus ke dia.."  ujar bagus sambil berusaha meraih dagu isterinya, bagus menatap kedua mata Erlita dengan tatapan mesra, dan turun ke kedua bibir ranum isterinya. Akhirnya bagus mencium mesra Erlita dengan intens, dia membelit lidah isterinya dengan penuh nafsu.


Bagus mencium bibir turun ke leher mulus Erlita, yang meninggalkan tanda cinta bagus di leher Erlita, sedangkan untuk kedua tangan bagus jangan ditanya, sekarang sudah bermain main di dada isterinya itu, memainkan kedua pucuk dada yang berwarna kemerahan.


Selang beberapa menit, Erlita berusaha mendorong dada bidang suaminya.


"Sayang...aku tuh kesini bukan untuk bercinta ya...awas Lo ya kalau kamu bermain main dengan Sintia tadi, kamu harus bisa menjaga diri loh sayang..."Rajuk Erlita dengan penuh penekanan. Karena jujur Erlita takut Sintia akan merebut suaminya.


Feeling-nya berkata seperti itu.


"Iya sayang...aku tuh makin cinta sama kamu, kalau kamu cemburu seperti sekarang...aku senang loh sayang..."ujar Bagus bangga dengan menunjukkan wajah nya penuh cinta.


Bagus mencium bibir isterinya sekali lagi, dia tidak mau melewatkan barang sedetikpun untuk selalu berdekatan dengan erlita.


Dan sekarang yang ada Erlita pasrah dengan kemauan suaminya yang selalu meminta haknya , padahal semalam sudah beberapa kali bagus menggempur Erlita, dan sekarang mereka berdua melanjutkan kegiatan bercinta di ruang kerja Bagus.


Bagus tidak peduli dengan suara gaduh yang ditimbulkan oleh erangan isterinya, dengan gesit, Bagus membuka dress Erlita dengan tidak sabaran, lalu dia membuka celana serta kaos denimnya, yang otomatis memperlihatkan dada bidangnya yang ditumbuhi bulu bulu halus itu.

__ADS_1


Setelah hampir 1 jam lamanya kegiatan bercinta mereka berdua, kini Erlita dan bagus tampak kelelahan setelah sama sama berhasil mencapai puncak kenikmatan surga dunia.


__ADS_2