Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Dua


__ADS_3

Sorak Sorai kebahagiaan kelulusan dari sekolah menengah pertama di SMP AF sangat meramaikan suasana sekolah pagi ini. Tepat pukul 09.00 pagi kepala sekolah mengumumkan bahwa anak didiknya di bangku kelas 3 lulus semua.


"Alhamdulillah....."ucap syukur menggema di halaman sekolah yang telah ramai dengan para siswa siswi SMP AF.


Erlita,dewi,Sofia tampak sumringah dengan hasil kelulusan mereka. Dan Erlita mendapatkan nilai terbaik pertama, sedangkan Dewi dan Sofia dengan nilai yang memuaskan bagi mereka tentunya (kata author siihh).


"Alhamdulillah ya kita semua lulus, mudah mudahan kita bisa barengan masuk di SMA 4 ya, ujar Erlita ke Dewi dan Sofia.


Sofia:"aku sih maunya masuk di sekolah kejuruan ajja, aku pengen belajar tata busana, sesuai cita citaku menjadi desainer terkenal (seraya menepuk dadanya).


"Aminnn, semoga cita citamu tercapai sof. Kalau aku ingin masuk di SMA 5 ajja, sesuai dengan nilai yang aku raih saat ini"ujar Dewi dengan polosnya.


Selang berapa lama, tampak Fatih menghampiri Erlita.


"Hai Lit, selamat ya atas nilai terbaikmu di sekolah kita ini, apa kamu jadi yang masuk di SMA 4?"


"Iya, jadi, aku lebih sreg masuk SMA yang Deket rumah ajja" ujar Erlita kepada Fatih


Fatih:"apa gak rugi Lit, sedangkan dengan nilai segitu, aku pastikan kamu bisa masuk di SMA 1, ya...meskipun SMA 4 merupakan SMA favorite juga sihh"


"Gpp, yang penting aku gak capek capek lagi ngejar angkutan kayak masa sekarang"(sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal).


"Eh...ini kok kita dikacangin ya mulai tadi" ujar Sofia sambil menyenggol Dewi dan Erlita.


"Ha..ha...ha...sof kamu nih gangguin orang ngobrol ajja, gak tahu apa kita berdua tuh lagi kasmaran" (gaya Fatih dengan mengedipkan mata kanan nya kepada Erlita)


"Iihh.....siapa coba yang kasmaran tih, kamu jangan ngaco lah" Erlita menahan malu dengan pipi yang merona merah


"Ya kita lah Lit, aku kan cinta sama kamu, begitu sebaliknya kan! Jangan menyangkal lagi, aku gak mau ada kata kata sangkalan dari mulut manismu itu" dengan entengnya Fatih berucap, padahal Erlita sangat malu dengan pengakuan Fatih di depan teman temannya yang menurutnya sangat vulgar.

__ADS_1


"So sweet....ada yang lagi jujur jatuh cinta nih Yee" ujar Dewi dan Sofia berbarengan. Yang otomatis di dengar oleh beberapa guru dan teman teman mereka. Sorak Sorai pun terdengar gaduh di depan kelas 3 tempat mereka mengobrol.


Sedangkan Erlita sudah tampak menundukkan kepala menahan malu, atas godaan teman temannya. "Awas kamu Fatih, sudah membuatku malu di depan teman teman" batin Erlita.


"Udah yukk sof,dewi kita pulang ajja, aku ada janji sama kakak ku mau keluar setelah pulang sekolah, takutnya kakak ku marah kalau aku pulang terlambat" seraya menggandeng tangan tangan Sofia dan Dewi.


Erlita sudah tidak bisa lama lama di dekat teman temannya, karena malu. Pastinya para guru sudah membahas tentang dirinya dan Fatih saat ini, batin Erlita. Dan dia belum sanggup untuk itu semua.


Sejak acara kelulusan di hari Senin kemarin, akhirnya kelas 3 mengadakan acara rekreasi bersama para guru ke pulau Dewata Bali. Namun Erlita enggan untuk mengikuti kegiatan rekreasi kelasnya, dikarenakan tidak mendapatkan izin dari orang tuanya. Erlita tidak masalah karena dirinya memang tidak suka dengan keramaian, sedangkan Fatih menahan kecewa karena wanita pujaan hatinya tidak ikut ke pulau Dewata, padahal dirinya sudah menyiapkan alat potret untuk dirinya dan Erlita.


Tepat pada hari Sabtu malam, Fatih bertamu ke rumah Erlita sesuai janjinya kapan hari kepada Erlita. "Tok tok tok..., assalamualaikum"ucap Fatih di depan pintu rumah Erlita.


"Wa'alaikumsalam..."jawab Erlita (sambil membuka pintu rumahnya, yang tanpa dia tahu bahwa tamu tersebut merupakan Fatih pujaan hatinya).


"Ehh kamu Fatih, ayo silahkan masuk, dengan menampakkan senyum manisnya, yukk duduk dulu, aku buatkan teh dulu ya" Erlita tiba tiba nyelonong ke balik dinding ruang tamu ya, karena dia merasa grogi dengan Fatih.


Selang beberapa saat, Erlita membawa minuman serta cemilan untuk Fatih sang pujaan hatinya.


"Maaf aku gak dapat izin dari ibuku, karena Bali itu sangat jauh jadi beliau khawatir ada apa apa dengan diriku" jawab Erlita dengan tegas.


Dan merekapun sering diem dieman karena kehilangan pembahasan untuk memulai percakapan dengan erlita.


"Apa aku bisa minta sesuatu sama kamu Lit?" Ujar Fatih


"Minta apa?" Erlita menjawab


"Nanti kalau kita sudah masuk di SMA yang berbeda, jangan melupakan aku ya Lit, aku sangat berharap kita selamanya bisa bersama sama" ucap Fatih dengan tegas dan nada memohon.


"Kalau aku sih iya, gak tahu kamunya Fatih, nanti takutnya malah kamu yang melanggar permintaan kamu sendiri" jawab Erlita dengan entengnya.

__ADS_1


"InsyaAllah aku akan menepati janjiku Lit, karena aku begitu mencintaimu Lit"


Dan obrolan mereka berdua pun terhenti sesaat, karena ada ayah Erlita yang lewat di ruang tamu, padahal sebenarnya bisa lewat pintu samping rumah Erlita, mungkin ayah Erlita sengaja lewat ruang tamu, untuk mengecek tamu putri bungsunya.


Dan tanpa diperintah Fatih langsung menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dan mencium punggung tangan kanan ayah Erlita, sang calon mertua (menurut Fatih sihh...)


"Malam pak, saya Fatih teman Erlita" Fatih membungkuk kan badannya sebagai rasa hormat kepada ayah Erlita.


"Iya malam, duduk lagi dan minum teh ya, saya mau ke belakang dulu" ujar pak Mahmud ayah Erlita.


"Iya pak,terima kasih" fatihpun membungkukkan badannya kembali.


Setelah jam di dinding rumah Erlita menunjukkan pukul 08.00 malam, Fatih berpamitan, dia sebenarnya masih ingin berlama lama ngobrol tapi dia harus menjaga imejnya di depan Erlita dan keluarganya, dia gak mau di cap laki laki kurang ajar yang tidak tahu waktu bertamu di rumah perempuan baik baik seperti Erlita.


Setelah kepergian Fatih, Erlita pun alngsung menuju ke kamarnya, namun langsung dicegat sama pak Mahmud sebagai ayahnya.


"Lit, siapa tamu barusan?"tanya pak Mahmud


"Temen satu kelas Lita pak, namanya Fatih" jawab Erlita dengan menundukkan kepala, takut jika ayahnya marah.


"Lain kali jangan menerima tamu laki laki ya,kamu harus fokus belajar dulu, ayah gak suka kalau kamu pacaran, itu tidak baik utk anak perempuan" ujar ayah Erlita


"Iya pak, Erlita memang fokus untuk belajar, gak mau pacaran dulu" jawab Erlita


"Bagus, sudah sana masuk kamarmu" akhirnya pak mahmud menyudahi interogasi ke putri bungsunya tersebut.


"Smoga anak anak ku kelak bisa menjadi orang sukses dan jadi orang yang Sholih dan Sholihah" do'a pak mahmud untuk ke 4 anaknya. Dan Erlita merupakan anak bungsu, anak pertama abangnya bernama alifi, kakak keduanya perempuan bernama Ajeng, kakak yang nomor 3 bernama Erna. Ke empat anak pak Mahmud merupakan anak anak yang pendiam dan penurut kepada kedua orang tuanya.


Sedangkan di dalam kamarnya, Erlita tampak senyum senyum mengingat perbincangan nya tadi dengan Fatih sang pujaan hati. Dia sangat mencintai Fatih dan berharap Fatih setia kepada dirinya hingga kelak dia mempersuntingnya "wahh...kenapa aku berpikiran sampai kesana ya, padahal kan aku masih umur 14 tahun, sambil menepuk nepuk kepala nya"  Erlita berujar seraya ketawa sendiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


Dan Erlita pun siap siap naik ke ranjangnya dengan sprei warna biru senada dengan cat tembok kamarnya, selang beberapa saat Erlita pun tidur sambil berharap bertemu dengan Fatih di dalam mimpinya.


__ADS_2