
Setelah Sofia memikirkan, menimbang, dan memperhitungkan efek dari semuanya, akhirnya Sofia menceritakan bahwa sebenarnya Erlita kini sudah menikah dan sudah akan memiliki anak hasil pernikahannya dengan suaminya. Daripada Fatih terlalu berharap dengan cinta Erlita, begitu pikir Sofia.
Namun sebelumnya Sofia menceritakan bahwa Erlita juga sangat terluka dengan Fatih yang waktu itu tidak ada kabar sama sekali.
"Iyya...aku gakpapa Sofia, kamu tenang ajja. Mungkin memang Erlita bukan jodohku saat ini, siapa tahu dia jodohku di lain waktu...!"ungkap Fatih dari seberang telephone nya dengan suara lesu yang sebenarnya masih berharap banyak pada erlita untuk kembali padanya.
"Ya...memang sihh...jodoh di tangan Tuhan, tapi aku pingin kamu bangkit lagi Fatih...Songsong masa depanmu untuk yang lebih baik, jangan terlalu berharap sama Erlita, cari jodohmu diluar sana...."ungkap Sofia untuk menyemangati Fatih, bagaimanapun juga dalam hal ini Fatih tidak salah, hanya keadaan lah yang memisahkan dua insan yang saling mencintai itu.
"Aku tahu itu, suaminya Erlita orang mana?apa dia baik dan sangat mencintai Erlita?" tanya Fatih kemudian.
"Suami Erlita berasal dari kota M, dia baik dan juga mencintai Erlita, kalau tidak mencintai Erlita kan gak mungkin juga saat ini Erlita hamil...Iyya kan!!"gurau Sofia untuk menetralkan suasana yang dingin
"Sudahlah...kamu gak usah memikirkan Erlita lagi, jaga selalu kesehatanmu itu, supaya kamu segera mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Erlita, dan tentunya yang mencintaimu..."hibur Sofia kemudian. Dia gak mau sahabatnya itu terluka hanya karena masa lalu mereka.
"Iya makasih Sofia...sampaikan salamku ya ke Erlita, terima kasih banyak..."Fatih berusaha mengakhiri obrolan mereka, dia sangat shock dengan berita tentang Erlita yang kini sudah bahagia dengan keluarga barunya.
"Iya sama sama Fatih, salamku juga buat keluargamu ya, semoga kamu segera pulih kembali.."do'a Sofia untuk sahabatnya itu.
Dan akhirnya percakapan mereka terputus, kini yang ada Fatih menangisi kepergian cinta Erlita untuk selamanya, Fatih merasa dunia telah membolak balikkan dunianya ke jurang yang terdalam. "Apakah aku sanggup menjalani hidup ini tanpamu Lit..."tanya Fatih pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa jam berikutnya Fatih merenung, dia harus bisa bangkit dari keterpurukannya. Dia harus optimis, harus bisa membuat keluarganya bangga terhadap dirinya. Itu janji Fatih...!
Selang dua bulan kemudian...
Kini Fatih sudah bekerja di perusahaan tambang di kota K, jauh dari keluarga dan juga sahabat sahabatnya. Sudah lebih dari dua Minggu kini Fatih menempati mess perusahaan tempatnya bekerja. Fatih ditempatkan di bagian administrasi, sesuai keahlian Fatih di bagian komputer. Fatih memang punya keahlian mengoperasionalkan bermacam macam program windows, Excel. Ilmu yang di dapatkan itu dia pelajari secara otodidak dan diasah dengan ikut berbagai pelatihan.
"Fatih kamu dipanggil bapak Andi tuh..."kata Sutrisno, teman satu divisi Fatih.
__ADS_1
"Ada apa pak Andi panggil aku...?"tanya Fatih kemudian, karena dia merasa tidak ada kesalahan. Yang ada dia selalu bekerja sesuai porsinya.
"Entahlah...pak Andi gak bilang apa apa tadi, aku hanya disuruh menyampaikan ke kamu.."jawab Sutrisno, dengan mengedikkan bahu kanannya.
"Ya sudah...makasih atas informasinya.."jawab Fatih.
"Sama sama...,semoga saja tidak ada apa apa, kamu kan kerjanya bagus selama disini. Semangat ya Fatih....."kata Sutrisno menghibur temannya itu.
"Oke kalau gitu, aku tak ke ruangan pak Andi sekarang..."jawab Fatih.
Setelah sampai di depan pintu ruangan pak Andi yang menjabat sebagai wakil direktur, Fatih mengetuk pintu ruangannya.
Tok...tok...
"Masuk.."jawab si tuan yang memiliki ruangan.
Akhirnya kini Fatih membuka daun pintu itu, dan sekarang tampak pak Andi yang sedang sibuk dengan dokumen dokumennya diatas meja kerjanya.
"Iya...duduk dulu Fatih, kamu jangan tegang,, santai ajja..."pak Andi mempersilahkan anak buahnya tersebut untuk duduk, dan memberikan minuman serta cemilan.
"Kamu apa sibuk sekarang?" tanya pak Andi ke Fatih.
"Tidak begitu sih pak....hanya mengerjakan tugas harian saja.."jawab Fatih dengan tegas.
"Baiklah...begini Fatih, berhubung kamu disini masih baru, kami perusahaan ingin mengirim mu ke kota M untuk mengikuti pelatihan.
"Kami sudah menyiapkan segala fasilitas kamu selama disana, nanti kamu disana selama satu minggu?" Ujar pak Andi menjelaskan pada Fatih.
__ADS_1
"Baik pak siap,,,,!" fatih memang berniat menyibukkan diri untuk menghilangkan stres, akibat putus cinta.
"Oke kalau begitu, sekarang kamu ke bagian HRD ya, temui pak Subhan.."kata pak Andi mengakhiri pembicaraannya dengan Fatih.
"Kalau begitu saya permisi pak...."ujar Fatih untuk pamit undur diri, untuk kembali ke ruangannya.
Setelah sampai di ruang HRD, Fatih menemui pak Subhan untuk mengambil dokumen yang akan di bawa pelatihan di kota M.
Setelah Fatih tiba di ruangannya..
"Bagaimana Fatih...apa kata pak Andi..?"tanya Sutrisno teman satu divisi Fatih, yang lebih senior dari nya.
"oooo itu, aku dikirim ke kota M untuk mengikuti pelatihan selama satu Minggu...!"jawab Fatih. Sambil menuju ke kursi nya.
"Ooww iya memang, kalau pegawai baru memang selalu akan di ikutkan pelatihan, semoga nanti kamu bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat selama disana.."! ujar Sutrisno menyemangati Fatih. "Disana enak kok mentor dan tempatnya...,kamu pasti kerasan disana..."ujar Sutrisno selanjutnya.
"Iya semoga saja..."jawab Fatih.
"Oia...disana cewek nya cantik cantik loh fatih...semoga nantinya ada yang nyantol sama kamu...."!!kata Sutrisno dengan seringai khasnya.
"Tapi aku masih belum ada niat untuk mencari pendamping saat ini, aku mau fokus bekerja dulu..!"ucap Fatih kemudian. Mungkin disini Fatih masih trauma ya...dengan kisah cintanya.
"Ya...kamu jangan pesimis gitu lah...!siapa tahu sekarang kamu menolak, eh...besoknya kamu ketemu jodohmu trus langsung married dehhh..!"canda Sutrisno pada Fatih yang pendiam semenjak cintanya kandas.
Fatih merasa tidak ada semangat lagi mencari wanita untuk dia jadikan isteri, baginya cinta Erlita lah yang bisa membangkitkan hati nya.
"Amin....!"jawab Fatih kemudian.
__ADS_1
Dia gak mau memperpanjang lagi percakapan dengan temannya itu kalau tentang jodoh. Biar semuanya mengalir apa adanya, karena perasaannya saat ini masih tertuju pada Erlita. Dengan Erlita, Fatih benar benar merasakan keindahan cinta, dia merupakan cinta pertama dan terakhir bagi Fatih.
Fatih mengenal Erlita sejak di bangku sekolah pertama, dan dia melihat Erlita di saat awal masuk sekolah kelas satu. Oleh karena itu Fatih susah untuk bisa melupakan sosok gadis pujaannya itu. Sedangkan untuk keluarga Fatih sendiri, tidak menekankan terkait jodoh untuk Fatih, mereka sangat paham dengan watak Fatih.