
Kehamilan Sisca, isteri Fatih, kini sudah menginjak usia Enam Belas Minggu. Di trimester pertama sampai trimester kedua membuat Sisca tidak bisa beraktifitas apapun, mual muntah setiap hari, hanya tiduran di tempat tidur. Dan setiap bulan, bisa 2-3 kali masuk rumah sakit karena muntahnya sering. Bila sudah di infus, dia akan merasa enakan, sehingga, Fatih melarang Sisca untuk bekerja. Demi kesehatan sang buah hati dan isterinya.
Fatih kadang merasa kasihan pada isterinya yang sering mual muntah. Asupan nutrisinya hanya dari buah buahan, itupun hanya buah tertentu yang Sisca mau, Seperti apel, pisang, dan melon, selain itu Sisca menolak dan pasti muntah.
Setiap harinya, Fatih selalu pulang kerja sore bahkan malam hari. Hanya ART mereka yang menemani Sisca. Terkadang Sisca menghilangkan jenuhnya dengan menonton televisi, membaca novel di aplikasi hape nya.
Hingga pukul Enam sore, Fatih masih bergelut dengan pekerjaannya. Masih konsentrasi dengan komputer serta tumpukan kertas yang harus dia selesaikan malam ini.
Hingga suara dering telephone, mengagetkan dia konsentrasinya. Setelah dilihat di layar hape nya, ternyata Sisca, isterinya yang menghubunginya. Dia lupa memberi kabar pada isterinya, bahwa malam ini dia pulang terlambat.
"Hallo...sayang, kamu dimana.?"tanya Sisca dari seberang. Suaranya terdengar lemah dan lirih di pendengaran Fatih, suaminya.
"Aku ini masih di kantor, sayang. Maaf, aku lupa mau kasih kabar, kalau hari ini, aku pulang terlambat...!"ujar Fatih dengan nada penuh penyesalan.
"Kamu baik baik ya, di rumah. Ini kerjaan aku numpuk dan harus selesai malam ini juga..!"lanjut Fatih, yang menjelaskan sedetail mungkin.
"Iyya, kamu juga hati hati ya, sayang..!"lanjut Sisca kemudian.
"Ya sudah, aku tutup ya, telephone nya. I love you, sayang..!"ujar Fatih, dia memberikan cium jauh untuk isteri tercintanya.
Kemudian, Fatih melanjutkan kembali pekerjaannya, dia fokus dengan komputernya, tinggal beberapa bab lagi dia selesai membuat laporan untuk presentasi besok.
"Semoga laporan perdanaku untuk besok, bisa diterima..!"gumam Fatih pada dirinya sendiri.
Di ruangan itu, hanya tinggal Fatih sendiri. Dan dia masih melanjutkan pekerjaannya hingga waktu menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat. Dan, kini setelah pekerjaannya selesai, Fatih membereskan mejanya. Lalu dia keluar dari perusahaan tempatnya bekerja.
Setelah sampai di tempat parkiran, Fatih menuju tempat mobilnya di parkir, kemudian dia mengemudikan mobilnya ke arah jalan menuju rumahnya, namun sampai setengah perjalanan dia merasakan perih di perutnya, fatih baru sadar bahwa dia telah melewatkan makan siangnya. Terakhir dia makan pas sarapan mau berangkat kerja itu.
Akhirnya, kini Fatih menghentikan mobilnya di warung pinggir jalan, yang menjual nasi goreng, makanan favoritnya. Warung itu cukup ramai, tempatnya juga bersih. Ada juga beberapa menu yang dijual di warung itu. Ada capjay, mie goreng, bihun goreng.
Setelah memesan nasi goreng serta minuman nya, Fatih memilih tempat duduk di kursi belakang. Dia lalu mengeluarkan hape nya untuk mengirim pesan pada isterinya, bahwa dia masih mampir di warung makan. Namun..
__ADS_1
"Fatih, kan...!"tanya perempuan berhijab, yang sedang menggendong anak kecil, kisaran usia 1 tahun an. Lalu, perempuan itu duduk di kursi yang berhadapan dengan Fatih.
"Loh...Dewi kan..!"tanya Fatih balik, sembari menunjuk menggunakan jari telunjuknya ke arah perempuan itu. awalnya dia pangling dengan perempuan yang menyapanya itu, ternyata dia Dewi sahabat Erlita, mantan kekasihnya dulu.
"Ya ampun...Fatih ., Ternyata ini benar kamu..! Aku sempet nggak percaya tadi, aku lihat kamu pas turun dari mobilmu...!"kata Dewi histeris, namun dia langsung menutup mulutnya dengan tangan, biar tidak menimbulkan kegaduhan. Dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan Fatih, mantan kekasih Erlita.
"Gimana, kabar kamu? Sama siapa kamu, malam malam gini cari makan..?"tanya Fatih heran. Karena ini sudah jam sembilan malam. Dan Dewi juga sambil menggendong anak kecil.
"Aku sama suamiku, itu dia masih antri..!"ujar Dewi, sembari menunjuk ke arah beberapa orang yang masih antri pesanan mereka.
"Kamu mulai kapan tinggal di kota K sini?"tanya Dewi keheranan, karena yang dia tahu, Fatih dulu tinggal di kota J.
"Sudah hampir 2 tahun aku disini. Disini aku mencari sesuap nasi untuk keluarga..!"jawab Fatih dengan tertawa khasnya.
"Kamu ini, ada ada saja... Oia, kamu sudah denger kabar tentang Erlita, nggak..?"tanya Dewi dengan antusias.
Namun, percakapan mereka sempat terhenti karena pesanan Fatih sudah datang.
"Pa,...kenalin, ini teman aku dulu semasa SMP, sekarang dia tinggal disini juga..!"ujar Dewi pada suaminya itu.
Lalu, dua lelaki tersebut, saling berjabat tangan memperkenalkan diri mereka masing masing.
"David...!"ujar suami dari Dewi.
Dan dilanjut Fatih memperkenalkan dirinya.
"Fatih .!"kata Fatih menyalami suami Dewi.
"Pa,..Fatih ini yang pernah mama ceritain ke papa dulu. Yang kata mama, mantan kekasihnya Erlita, sahabat mama..!"cerita Dewi panjang lebar pada suaminya. Sedangkan Fatih, dia malu jadi bahan pembicaraan tentang masa lalunya.
"Kamu tuh ma.., jangan terlalu terbuka gitu, kan fatihnya jadi malu...!"goda David pada Fatih yang kini hanya senyum senyum.
__ADS_1
David memang orangnya supel, dia mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, jadi tidak susah bagi David untuk mencairkan suasana.
"Fatih, duluan saja yang makan. Ntar kalau sudah dingin, nggak enak...!"ujar David, yang melihat Fatih tersenyum dan hanya jadi pendengar ocehan isterinya.
"Gakpapa..?aku memang sudah lapar mulai tadi..!"ujar Fatih tersenyum malu.
"Gakpapa lah...!"ujar Dewi dan suaminya serempak.
"Sembari kamu makan, gakpapa ya, kita ngobrol lanjutin yang tadi .!"kata Dewi dengan antusias.
"Gakpapa, lanjutin ajja..!"jawab Fatih singkat, lalu, dia mulai menyuapkan nasi gorengnya ke dalam mulutnya secara perlahan.
"Aku kasihan sama Erlita....!"ujar Dewi memulai. Sembari dia memperhatikan mimik wajah Fatih. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Fatih, bila dia menceritakan tentang Erlita.
Dan ternyata dugaan Dewi, benar adanya. Setelah Dewi menyebut kabar tentang Erlita, Fatih langsung kesedak.
Lalu, dia langsung mengambil air mineral yang ada di hadapannya.
"Pelan pelan...!"kata David yang merasa nggak enak.
"maaf ya Fatih, aku nggak sengaja..!"ujar Dewi, dia menangkupkan kedua tangannya meminta maaf pada Fatih.
Lalu Fatih mengangkat tangan kanannya..
"Nggak masalah, santai ajja, aku tadi kaget ajja kok...!"ujar Fatih, kemudian dia melanjutkan makannya. Sembari dia ingin mendengar kabar tentang Erlita, mantan kekasihnya.
"Lanjutkan ajja ceritamu, kenapawmang dengan Erlita..?"tanya Fatih, yang kini dia menatap Dewi sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Beneran nih, gakpapa kalau aku lanjutin? takutnya ntar, kamu kesedak lagi..!"Goda Dewi. Dan Fatih hanya tersenyum sambil tangan kanan nya memegang tengkuknya.
Dewi tahu Fatih masih memendam perasaan nya pada Erlita sampai saat ini.
__ADS_1
Kemudian, percakapan mereka terhenti. Karena pesanan Dewi dan David datang, mereka juga pesan nasi goreng dan juga mie goreng.