
Akhirnya, kini Sisca dan Fatih sudah sampai di pulau Dewata Bali. Mereka menggunakan armada pesawat untuk jam keberangkatan pukul 4 sore. Pulau Bali ini memang di idamkan oleh Sisca sejak dulu, bila kelak dia bulan madu. Dan hari ini terwujud, dia bulan madu bersama suami tercintanya. Fatih.
"Sayang, terima kasih ya sudah mewujudkan keinginanku ini, kita bulan madu kesini..!"ujar Sisca kepada suaminya, sembari mereka berjalan beriringan menuju ke hotel mereka.
Untuk hotel nya, Fatih memilih yang dekat dengan pantai Kuta. Biar mereka bisa menikmati indahnya pantai di malam hari.
Dan kini setelah sampai di hotel, mereka berdua langsung menuju resepsionis hotel.
Mereka dapat kamar hotel di lantai 5, mereka langsung naik ke kamar pesanan mereka, di lantai 5, mereka mencari kamar yang bertuliskan angka 321 di depan pintu kamar.
"Sayang, ini kamarnya bagus banget ya, kita langsung bisa melihat pemandangan pantai dari sini...!"ujar Sisca bahagia, yang kini berdiri di depan balkon kamar mereka. Dia sangat takjub dengan pemandangan malam ini, yang kebetulan saat ini waktu menunjukkan pukul 19.00 waktu setempat.
Malam itu, langit cerah ditaburi bintang bintang, bulan juga hampir sempurna bulat, karena sekarang sudah tanggal 13. Tak hentinya Sisca mengucap syukur, masih bisa diberi kesempatan melihat indahnya ciptaan-Nya.
"Sayang...apa kamu senang malam ini..?"tanya Fatih sambil merangkul tubuh isterinya dari arah belakang. Fatih kecup pipi isterinya itu.
"Aku tuh seneng banget loh mas...jangan ditanya lagi..!"kata Sisca tersenyum mesra pada suaminya.
"Aku tuh berterima kasih banget sama kamu mas, sudah mewujudkan keinginan ku untuk datang kesini..!"ujar Sisca kemudian.
"Nggak usah berterima kasih, memang sudah kewajiban ku untuk membahagiakan kamu, isteriku sayang...!"ujar Fatih sembari dia menciumi rambut sang isteri.
Kini kedua insan manusia yang lagi di mabuk asmara itu, menikmati indahnya langit malam di Bali cukup di balkon kamar mereka, Baru esok hari, mereka merencanakan jalan jalan di tempat wisata. Ke Sanur, ke Bedugul, ke pusat oleh oleh, dan banyak lagi rencana yang sudah tercatat di angan angan mereka.
Setelah sekitar satu jam lamanya mereka duduk di balkok kamar hotel, kini keduanya istirahat di ranjang hotel, setelah sudah membersihkan badan mereka.
__ADS_1
Fatih merangkul isterinya.
"Sayang...malam ini, aku menginginkanmu, kamu nggak capek kan..?"tanya mesra Fatih pada Sisca, sembari dia mencium wajah nya.
"Tumben kamu bilang dulu mas, biasanya langsung nyosor ajja tuh..!"jawab Sisca heran, sambil tertawa lucu. Karena nggak biasanya seperti itu.
"iihh kamu kok gitu, ini kan aku belajar menghormatimu sayang, takutnya kamu capek habis perjalanan kita tadi..!"elak Fatih akhirnya. Karena dia nggak mau membuat isterinya kecapekan, dia harus membuat Sisca senyaman mungkin selama acara bulan madu mereka.
"Iyya Iyya...ih kok cemberut sih. Aku tuh nggak capek, kan mulai tadi di pesawat juga duduk..!"ujar Sisca kemudian, sembari dia mencium pipi suaminya.
"Kok cuma pipi sih sayang, ini juga minta dicium...!"ujar Fatih sembari memonyongkan bibirnya di depan wajah Sisca.
Dan malam itu mereka bercanda, tertawa bersama, sebelum mereka saling memberi serta menerima hak dan kewajiban sebagai sepasang suami isteri.
Dan disaat pagi harinya.
"hhmm tryata udah siang, jam berapa ya sekarang...!"tanya Fatih, kemudian dia mencari hape diatas nakas. Dilihatnya jam di layar hape nya.
"Wadduh...udah siang ternyata..!"ujar Fatih. jam sudah menunjukkan pukul 10.30 waktu setempat.
lalu dia segera ke kamar mandi, membersihkan dirinya dari sisa sisa hasil percintaannya semalam. Setelah selesai dengan ritual mandinya, kini Fatih keluar hanya menggunakan handuk sebatas pinggangnya.
Sampai fatih selesai ganti baju, Sisca belum bangun dari tidurnya. Dia masih tidur nyenyak di balik selimut tebal.
"Sayang...bangun yukk, ini sudah siang...!"ujar Fatih pada isterinya, sambil menggoyangkan bahu isterinya yang masih tertutup selimut.
__ADS_1
"Hhmmm...!"hanya gumaman yang keluar dari mulut Sisca. Dia masih sangat letih akibat pergumulannya semalam dengan sang suami.
Sedangkan Fatih sudah menahan lapar mulai tadi, akhirnya dia putuskan mau turun sendiri ke restoran hotel. Tanpa sang isteri. Kemudian Fatih berusaha izin dulu pada isterinya. Namun Sisca hanya menggumam.
"Sayang...aku mau sarapan dulu ya, sekalian nanti sarapan untukmu aku bungkus saja ya...!"ujar Fatih kemudian. Lalu Fatih keluar kamar tanpa menunggu jawaban Sisca, isterinya. Kini perutnya sudah perih menahan lapar.
Dan kini Fatih sudah ada di restoran hotel, dia memilih tempat duduk di pojokan, biar nyaman tanpa ada lalu lalang orang lain. Fatih memesan nasi goreng seafood, dan juga kopi hitam arabica. Tak lupa juga, buah melon sebagai pencuci mulut nya.
Setelah selesai dengan sarapannya, kemudian Fatih membelikan nasi goreng Jawa yang ia pesan di restoran untuk isterinya, Fatih berpikir kemungkinan sekarang isterinya itu sudah bangun.
Setelah hampir 1 jam fatih sarapan dan ngopi di restoran hotel tempatnya menginap, kini setelah selesai dengan sarapan nya, Fatih naik kembali ke kamar nya, dimana dia meninggalkan isteri nya sendirian yang sedang tidur di kamar mereka.
"Sayang...kamu sudah bangun?"tanya Fatih setelah dia sampai di dalam kamarnya. Dan Sisca sudah nampak segar, selesai mandi hanya dengan memakai handuk yang dililitkan di tubuh mungilnya, rambut yang terurai basah setelah keramas, sabun dengan aroma lemon juga masih tercium di sekitar kamar yang mereka tempati.
"Kamu kenapa ninggalin aku sendirian sih mas..?"Rajuk Sisca pada Fatih yang kini sudah sah jadi suaminya.
"Aku tadi tuh sudah bangunin kamu, sayang..., Kamunya ajja yang susah di bangunin..!"kata Fatih kemudian, sembari dia meletakkan hape nya diatas meja rias.
Kemudian..
"hhmm segar sekali isteriku ini...!"ucap Fatih yang kini memeluk tubuh isterinya dari belakang.
"Aku jadi pengin memakanmu lagi nih sayang..!"ucap Fatih dengan tersenyum mesra pada isterinya.
"iihh ogah ah...aku masih capek mas, ini ajja aku sudah kelaparan .!"Sisca berucap seraya memanyunkan bibir nya. Dia langsung melepaskan pelukan suaminya, lalu menuju ke tempat almari pakaian nya, dimana kemarin dia menata pakaian dirinya dan juga milik Fatih disana.
__ADS_1
Sedangkan Fatih terkekeh dengan tingkah lucu isterinya, yang menurutnya sungguh menggemaskan. Lalu Fatih hanya memperhatikan tingkah lucu isterinya yang sedang merajuk dari sofa yang ada di sudut ruangan, sedangkan Sisca kini kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian, dia takut suaminya meminta jatah lagi...hehehe.
Sisca juga heran dengan nafsu suaminya yang menurutnya besar, dia tidak ada rasa capek sama sekali. Tidak cukup dalam sekali permainan dalam sehari, sedangkan badan Sisca rasanya remuk semua.