
Kini, Fatih telah menghabiskan menu nasi gorengnya. Dia memang merasa lapar sangat, setelah Fatih melewatkan makan siangnya, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Kamu tadi mau cerita apa..?"lanjut Fatih penasaran. Dia memang penasaran dengan cerita Erlita, setelah sekian lama mereka berpisah. Tidak dipungkiri, bahwa Fatih masih memendam rasa pada Erlita.
"Oke, bentar. Aku habisin dulu makan ku, biar enak aku yang cerita...!"ujar Dewi, dia inginemang sengaja ingin menunda, biar Fatih lebih penasaran dengan ceritanya nanti..hehehe! batin Dewi.
Setelah Lima Belas Menit kemudian, kini nasi goreng yang ada di piring Dewi telah habis. Lalu, dia minum air mineral dingin dari dalam botol.
"Begini...aku tuh kasihan sama Erlita. Kabarnya, suami dia itu punya wanita idaman lain alias WIL..!"kata Dewi dengan agak berbisik, karena di tempat itu cukup ramai orang yang makan disana. dia mendengar kabar itu, dari Sofia, sahabat mereka. Selama ini Erlita sering curhat pada Sofia.
"Ya ampun..,kasihan Erlita, padahal kan, anaknya jelasnya masih kecil kan...!"ujar Fatih, dia langsung sedih dan kepikiran dengan mantan kekasihnya.
"Iyya, masih usia sekitar tiga bulan sekarang..!"jawab Dewi.
"Kapan kamu yang dengar kabar Erlita itu?"tanya Fatih yang nampak antusias.
"Baru satu Minggu yang lalu,Sofia yang cerita sama aku...!kami sempet bertemu kemarin di gedung Berdikari, waktu Sofia ngadain acara fashion show..!"ujar Dewi menerangkan secara detail.
"Kasihan sekali Erlita, dia pasti merasa tersakiti...,sekarang Erlita tinggal dimana?"tanya Fatih kemudian.
"Dia masih tinggal di kota J, kabarnya sih, mertuanya tinggal disini, cuma aku juga nggak tahu alamat persisnya..!"lanjut Dewi.
"Ya, semoga saja,,, Erlita bisa mengatasi permasalahan rumah tangganya, kita sebagai teman hanya mendoakan yang terbaik untuknya. Apalagi sekarang, dia sudah memiliki anak, yang harus dia pikirkan juga...!"kata Fatih kemudian, tapi sebenarnya Fatih sangat kepikiran dengan erlita, namun dia tidak punya hak apapun atas Erlita.
__ADS_1
"Iyya Amin..!"ujar Dewi dan David menimpali nya.
"Ya sudah, aku duluan ya. Aku sudah ditunggu mulai tadi sama insteriku...!"kata Fatih berpamitan pada Dewi dan suaminya. Fatih kemudian berdiri, dia menyalami Dewi dan suaminya. Lalu dia menuju ke arah kasir, fatih membayar tagihannya dan juga tagihan milik Dewi dan suaminya itu.
Kini Fatih keluar dari warung itu menuju mobilnya yang diparkir di pinggir jalan, dengan lesu dan dia merasakan sakit hati, bila Erlita diperlakukan tidak adil oleh suaminya. Padahal Erlita cantik, kalem dan penurut. Apa yang membuat suaminya itu berpaling dari Erlita...! Tanya Fatih pada dirinya sendiri.
Kemudian, Fatih berandai andai, bila dia yang jadi suaminya Erlita, dia pasti akan sangat menyayangi Erlita.
"Ahh, kenapa juga aku berpikiran seperti itu..!"batin Fatih.
Kemudian dia berusaha mengenyahkan Erlita dari pikirannya, dia nggak ingin menyakiti isterinya yang saat ini mengandung benih cinta mereka.
Tepat pukul sembilan malam lewat lima belas menit, Fatih sampai di rumahnya dengan aman. Lalu dia memarkirkan mobilnya di garasi depan rumahnya. Fatih sudah pegang kunci cadangan rumahnya, jadi nggak perlu menunggu orang lain yang membukakan pintu untuknya.
Fatih kemudian menaikkan selimut isterinya secara perlahan. Lalu, fatih langsung ke kamar mandi, dia ingin membersihkan dirinya, setelah seharian sibuk dengan pekerjaan. Dia tidak akan bisa tidur bila masih ada keringat yang menempel pada tubuhnya.
Di bawah pancuran air hangat yang menyirami tubuhnya, Fatih kini menyabuni badan nya sambil memikirkan keadaan Erlita sekarang. Meskipun Fatih sudah berusaha keras mengenyahkan Erlita dari pikirannya, namun hal itu sangat susah dia lakukan, yang ada malah semakin menjadi.
Setelah selesai dengan acara mandinya...
"Sayang...kenapa kamu bangun..?"tanya Fatih pada isterinya, yang sedang bersandar di ranjang, sembari minum dari gelas yang biasanya dia letakkan diatas nakas.
"Aku haus, mas.., sudah tadi kamu yang datang, mas..?"tanya balik Sisca. Karena dia nggak mendengar sama sekali pintu yang dibuka maupun ditutupnya.
__ADS_1
"Nggak terlalu lama sihh, jam sembilan lewat lima belas menit aku yang datang..!"jawab Fatih sembari dia mendekat pada Sisca, lalu mencium kening isterinya. Penampilan Fatih kini yang baru keluar dari kamar mandi, hanya dengan menutup tubuh bagian bawahnya, sedangkan bagian dada dia biarkan terbuka. Menampakkan dada nya yang bidang, serta ditumbuhi bulu bulu halus.
"Tadi apa masih muntah muntah..?"tanya Fatih dengan sayang. Dia masih duduk di tempat tidur mereka, belum beranjak untuk berganti baju.
"Masih, tapi, sudah nggak begitu sering, nggak sepertikemarin kemarin nya..!"jawab Sisca, lalu dia membalik kan tubuhnya memghadap ke arah tembok.
"Ya sudah, kamu tidur lagi ajja, aku sebentar lagi nyusul. Tapi aku mau makan dulu ya, sayang..!"ujar Fatih sembari dia mengusap kepala sang isteri dengan lembut, Lalu, fatih menuju ke arah lemari pakaian, yang terbuat dari kayu ukiran Jepara. Sangat unik. Dia ambil celana pendek serta kaos tanpa kerah, berwarna hijau army.
Sisca hanya mengangguk kan kepalanya, kondisinya masih lemah, meskipun di sore sampai malam dia tidak muntah, tapi di pagi hari, Sisca memuntahkan semua isi perutnya. Dan bila ada aroma wangi wangian atau aroma masakan, dia langsung muntah.
sedangkan Fatih, setelah berganti pakaian, dia turun menuju area dapur. Dia memang terbiasa memakan cemilan disaat menjelang tidur.
Di kursi meja makan, Fatih tampak asyik makan cemilan nya, dia menyendiri dalam kesunyian malam ini. Rasa rasanya dia ingin menghibur Erlita malam ini, namun itu hal yang mustahil.
Baginya, Erlita adalah cinta sejatinya, yang tidak mungkin dia lupakan. Meskipun, kini Fatih sudah memiliki Sisca yang tengah mengandung buah hati mereka berdua.
Tepat pukul Dia Belas malam, Fatih sudah mulai mengantuk. Dia lalu naik ke kamarnya, dia susul isterinya yang mungkin kini sedang bermimpi indah.
"Sayang...kok baru naik?darimana saja..?"tanya Sisca dengan suara khas orang bangun tidur.
"Aku, dari dapur, makan cemilan seperti biasanya..!"ujar Fatih yang kini sudah ada di sisi isterinya. Fatih mencium kening, juga kedua pipi isterinya. Lalu, dia rebahkan tubuhnya secara sempurna.
"Ooww, apa kamu, sekarang lagi banyak pikiran mas..?"tanya Sisca curiga, karena dia melihat wajah Fatih yang tampak sangat lesu, tidak seperti biasanya , yang cepat tanggap dan cukup cerdas.
__ADS_1
"Ahh nggak...jangan sok tahu kamu, sayang.!!"elak Fatih, dia langsung salah tingkah dengan pertanyaan isterinya itu.