
Kini dalam kamar pengantin yang di dominasi warna putih, Fatih tampak memandangi wajah ayu isterinya. Fatih mengusap perut rata isterinya sembari berdo'a, semoga mereka segera diberi kepercayaan momongan.
Dengan tersenyum manis Fatih mengecup kening isterinya.
Fatih merangkul bahu isterinya yang sudah terlelap dalam tidurnya, dan mungkin kini Sisca sudah bermimpi indah.
Tepat jam 12.30 Fatih baru bisa tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi tentang Erlita yang sedang menangis, dan Fatih datang menghampirinya. Namun, ada seorang wanita dibelakang Fatih yang berusaha meraih tangan Fatih.
Kemudian Fatih langsung terbangun, keringat dingin mengucur dari tubuhnya, padahal AC dalam kamar itu masih menyala. dia kaget dengan mimpi buruknya itu. Fatih merasakan mimpinya tadi serasa nyata.
"Ada apa ya dengan Erlita...?"tanya Fatih pada dirinya sendiri. Sekian lama Fatih merasakan risau dengan keadaan Erlita, sang mantan kekasih di masa sekolahnya dulu. Tapi, karena Fatih tidak ingin menyakiti hati isterinya yang baru dia nikahi itu, kini Fatih harus berjuang membuang jauh jauh pikirannya dari Erlita.
Lalu dia mencium kembali kening sang isteri.
"Aku harus melenyapkan Erlita dari pikiranku ini..!"kata Fatih dalam hatinya. Dia sudah berjanji pada Yang Maha kuasa dan juga orang tua Sisca untuk senantiasa membahagiakan Sisca, isterinya itu.
Semalaman Fatih memeluk sayang tubuh isterinya itu.
Akhirnya, setelah bangun Sisca merasakan kaku pada seluruh tubuhnya, karena dia tidak bisa bergerak selama tidur, semalaman dirinya dipeluk oleh sang suami.
"Sayang,,,sanaan dikit dong, badanku kaku semua nihh...!"ujar Sisca mencoba menjauhkan tubuhnya sendiri dari Fatih. Namun Fatih masih enggan untuk bergerak.
"hmmm..!"Fatih hanya menggumam, tanpa mau bergerak sedikitpun. Dia masih belum sadar sepenuhnya.
"Sayang, bangun dong...badanku sakit semua nih..!"ujar Sisca dengan suara mode manjanya.
"sayang.., yukk..ini tuh udah siang..!"lanjut Sisca kemudian.
Fatih masih tidak beraksi, namun beberapa menit kemudian dia bangun dan langsung mencium bibir sang isteri...
__ADS_1
"Morning kiss..!"ujar Fatih pada Sisca.
"Kalau bangun tidur gini, kamu tuh makin cantik ajja loh sayang..!"goda Fatih pada isterinya. Sembari dia merangkul kembali tubuh sang isteri.
"iihh pagi pagi udah ngegombal mas..!"kata Sisca manja.
Sekarang kedua pengantin baru itu bangun dan langsung membersihkan diri ke kamar mandi, tanpa ada adegan mandi bersama. Karena mereka sudah bangun pagi yang agak kesiangan..hehehe
"Sayang, kalau sudah siap, kita turun yukk..kita pasti ditunggu yang lain nih...!"ujar Sisca sembari memakai bedaknya, sedangkan Fatih masih baru keluar dari kamar mandi.
"Iyya sebentar, aku ini cepet kok kalau ganti baju..!"ujar Fatih, kemudian dia tanpa malu langsung berganti pakaian yang sudah disiapkan Sisca di depan isterinya.
"Sayang, kenapa nggak ganti baju tadi pas di kamar mandi sihh..?"protes Sisca sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Karena Sisca melihat dengan jelas body sispax suaminya itu pas bercermin.
"Ngapain juga kamu tutupin wajahmu sayang, tohh kita juga sudah saling tahu, kita sudah sah jadi suami isteri....!"kata fatih sembari menertawakan ulah isterinya, yang dianggapnya lucu.
"Kan aku malu mas...!"senyum Sisca dibalik kedua tangannya yang masih setia menutupi wajahnya.
"Kamu sudah tahu tubuh mas, begitu sebaliknya. Jadi, mulai sekarang kamu nggak usah malu, kalau perlu ini kamu pegang...!"ujar Fatih, lalu dia meraih tangan isterinya itu untuk dia cium, dan diarahkan ke bagian dada Fatih yang masih bertelanjang dada untuk disentuh isterinya.
Setelah keduanya selesai dengan kegiatan mereka, kini Fatih dan Sisca menuruni tangga rumah itu dengan beriringan, menuju ke meja makan, sarapan pagi yang terlambat. Karena sudah pukul 07.30, Sedangkan di bawah, keluarga yang lain, baru selesai dengan acara sarapan mereka. di meja makan masih lengkap anggota keluarga Sisca, yakni ada kedua orang tua Sisca, ada Eko yakni kakak laki laki Sisca, serta isteri dan kedua keponakan Sisca.
"Tante,,,kenapa baru bangun?biasanya kan Tante bangun pagi..?"celetuk Nadia, sang keponakan Sisca yang masih berumur 3 tahun.
"Ehh Iyya, sebenarnya Tante sudah bangun dari tadi sayang, cuma Tante tidur lagi...!"Sisca menjawab pertanyaan keponakan kecilnya itu dengan malu malu. Lalu dia mendekati keponakannya itu, dan mencubit sedikit pipi gembulnya.
Otomatis anggota keluarga lain yang mendengar, hanya tersenyum mendengar pertanyaan gadis kecilnya Eko yang bungsu.
Eko, kakak laki laki Nadia, memiliki dua anak. Satu laki laki yang sudah berumur 7 tahun, namanya abdilah, lalu Nadia yang cerewet masih umur 3 tahun.
__ADS_1
Lalu Nita, isteri dari Eko langsung menghampiri puteri kecilnya itu.
"Sayang...ini Nadia sudah makannya..?"tanya Nita pada puterinya itu. Dia berusaha mengalihkan perhatiannya, biar tidak bertanya tanya terus, yang akhirnya akan membuat kedua pengantin yang kelelahan itu,,!batin Nita. hehehe
Lalu Nita mengajak kedua putera puterinya ke halaman belakang rumah, disana tempatnya luas, ada ayunan, kolam ikan, juga ada tempat untuk olah raga.
Sedangkan Eko, ke teras depan rumah, tempat favoritnya untuk ngopi dan membaca koran pagi.
Sedangkan untuk Tn. Rusli dan isterinya masih ada di meja makan, mereka akan berbincang sedikit dengan puteri dan menantunya itu.
"Sisca,,,layani suami mu, nggak usah dengerin omongan Nadia itu...!"ujar ibu nya kemudian, sembari tersenyum penuh arti ke arah puterinya itu.
"Ayo nak Fatih, nggak usah malu malu, disini kita sudah menjadi keluarga...!"ujar ny.rusli pada menantunya itu, sembari mengangkat piring kotor ke dapur. dia harus membuat nyaman menantu barunya di tengah tengah keluarga mereka.
"Jadinya jam berapa kalian berangkat ke Bali..?"tanya tn.rusli pada Sisca dan Fatih, sembari dia mengambil potongan buah semangka untuk pencuci mulut.
"Nanti sore, ayah. Pesawatnya sih jam 4..!"jawab Sisca sambil menyendok sayur bayam untuk dia tuang ke dalam piringnya sendiri.
Sisca memang suka sekali makan dengan sayur sayuran hijau, beda dengan Fatih yang pilih pilih sayur.
"Kalian sudah dapat hotelnya kan..?"ny.rusli menimpali percakapan mereka, setelah selesai mengangkat piring kotor tadi ke dapur.
"Sudah Bu,..!"jawab Sisca kemudian.
"Pesan ayah, hati hati selama disana...jaga tingkah laku kalian. Untuk Fatih, ayah niti Sisca ya, jaga isterimu ini. Dan pulang dengan membawa kabar baik untuk kamu...!"pesan Tn. Rusli yang sederhana namun pesan itu sangat mengena di hati Fatih.
"Iyya ayah, Fatih pasti akan menjaga isteri Fatih..!"jawab Fatih dengan tegas, sembari dia menoleh kearah isterinya itu.
Sedangkan Sisca hanya tersenyum menanggapi pesan ayahnya itu.
__ADS_1
Kemudian kedua orang tua Sisca menyudahi obrolan nya, mereka meninggalkan area meja makan. Mengikuti kedua cucunya yang sekarang lagi asyik bermain di halaman belakang rumah mereka.
Untuk keduanya, yakniSisca dan fatih, mereka masih melanjutkan sarapan mereka berdua dalam diam.