Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Tiga


__ADS_3

Tak terasa selama 3 tahun lamanya Erlita  duduk di bangku sekolah menengah atas, dan akhirnya saat ini Erlita mengikuti kelulusan di SMA-nya dengan nilai yang memuaskan. Dan selama 3 tahun lamanya Erlita belum berjumpa dengan kedua sahabatnya, Sofia dan Dewi dikarenakan ketiganya sibuk dengan sekolahnya masing masing.


Sofia sendiri sering mengikuti kegiatan fashion diluar sekolahnya, sesuai cita citanya selama ini, sedangkan Dewi sibuk dengan sekolahnya serta wirausahanya yang membuka usaha kecil kecilan di bidang perkantoran. Namun ketiganya masih berhubungan baik dan saling memberi kabar lewat telepon, maupun sosial media.


Meskipun begitu Tak menyurutkan rasa persaudaraan ketiganya.


Sedangkan Fatih sendiri selalu berharap Erlita menghubunginya lebih dulu, namun Erlita enggan untuk telephon Fatih terlebih dulu, karena gengsi dan malu tentunya.


"Fatih...siang siang kok melamun, awas ada kuntilanak siang nyamperin loh ya" ledek Agus yang merupakan sepupunya.


"Ih..mana ada mbak Kunti siang siang, aku hanya kangen sama Erlita Gus, kamu tahu sendiri kan aku sangat mencintainya" ujar Fatih dengan suaranya tanpa semangat


"Kalau kangen ya samperin Sono ke rumahnya"seloroh Agus tanpa perasaan


"Maunya sih gitu, cuma aku takut gak dibukain pintu, karena dulu aku pernah sekali ke rumahnya, esoknya dia melarangku bertamu lagi karena orang tuanya gak mau ada tamu laki laki untuk anak perempuannya selama masih duduk di bangku sekolah" ucap Fatih lemah.


"Ya masak sih di zaman modern seperti ini masih ada orang tua yang kolot seperti itu sih!"


"Adalah, buktinya Erlita dan keluarganya seperti itu, tapi aku bangga dengan wanitaku itu" ucap Fatih dengan nada bangga.


Akhirnya obrolan mereka berdua terhenti sampai disitu, karena tidak menemukan titik temu dengan pembahasan Fatih yang memendam rasa rindu kepada Erlita.


Dilain tempat, tampak Erlita dengan tergesa gesa memberitahukan kepada ibunya perihal kelulusan masuk kuliahnya, Erlita selama ini bercita cita menjadi dokter, dan akhirnya dia mendaftar di universitas M jurusan kedokteran.


"Ibu.... Alhamdulillah aku lulus masuk kedokteran Bu" dengan bangganya Erlita memberitahukan hal tersebut kepada ibunya yang sedang memasak di dapur, sambil memeluk tubuh ibunya dan mengecup kedua pipi gembul ibunya tersebut.


"Alhamdulillah nak...selamat ya nak, semoga kelak semua cita citamu bisa kesampaian dan jadilan pribadi yang selalu rendah diri, jangan sombong ya nak"sambil membalas pelukan putri bungsunya itu.


Sedangkan dari arah halaman belakang rumah, pak Mahmud membawa cangkul serta menenteng buah pisang hasil dari kebun keluarga.


"Ada apa ini, kok sepertinya ada kabar bahagia!" Tanya pak Mahmud sambil menurunkan buah pisang yang di bawah kursi panjang yang terbuat dari bambu dengan beralaskan tikar.

__ADS_1


"Ini loh pak, anakmu Lita Alhamdulillah lulus masuk di kedokteran pak" jawab Bu Siti, ibunda Erlita.


"Alhamdulillah, benar itu nak?" Tanya pak JKMahmud kepada Erlita


"Nggeh pak, benar" jawab Erlita


"Wahh kita harus segera tasyakuran kecil kecilan untuk kelulusanmu nduk, siapkan nasi kuning ya Bu, nanti bisa dibagi bagi ke tetangga sebelah, bikin 5 piring ajja Bu gak usah banyak banyak, kalau sudah nanti bapak do'akan"ujar pak Mahmud kemudian, sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Beberapa bulan kemudian....


Dering telephon Fatih berbunyi, tanda ada telephon masuk di gawainya, setelah dilihat ternyata Erlita yang menghubunginya.


"Halo..." Jawab Fatih dengan dada berdebar debar, menahan perasaan rindu selama ini


"Ya hallo, Assalamualaikum Fatih, bagaimana kabarmu" suara Erlita mendayu Dayu di telinga Fatih


"Alhamdulillah kabarku baik"


"Kenapa jauh sekali Lit, bagaimana kalau aku kangen sama kamu? Bagaimana kalau nantinya kamu melupakan aku Li?" Suara Fatih yang tampak lesu didengar oleh Erlita


"Ya kita kan masih bisa komunikasi telephon an Fatih, aku disana kan belajar, pastinya kamu disini kan ingin melanjutkan sekolahmu sesuai cita citamu  di bidang informatika" ucap Erlita dengan suara menenangkan sang pujaan hatinya.


"Kamu baik baik ya disana, kalau aku ingin menemuimu disana gpp kan Lit?" Fatih memohon dengan sangat pada Erlita.


"Gpp, datang ajja, aku malah seneng" senyum Erlita dari seberang sana.


"Kamu jangan lupain aku ya Lit, aku disini menunggumu, jangan sampai tergoda dengan laki laki lain ya Lit" ujar Fatih


"Ya gak lah, aku akan selalu setia kepadamu Fatih. Aku juga berharap kamu setia sama aku selama aku di kota M" harap Erlita


"Iya, kita sama sama berdoa untuk kelanggengan hubungan kita ini ya, semoga kita berjodoh hingga menua nanti" jawab Fatih dengan tegas. Hal itupun di Aminkan oleh keduanya.

__ADS_1


Tak terasa obrolan di gawai keduanya diakhiri setelah hampir 2 jam lamanya mereka saling bercerita dan bersenda gurau, maklum mereka lagi kasmaran dan akan berpisah dalam jangka waktu yang lama demi menempuh pendidikan yang mereka impikan selama ini.


Selang beberapa menit, gawai Erlita berbunyi tanda ada panggilan masuk, setelah dilihat ternyata sofia sahabatnya yang menghubunginya.


"Assalamualaikum Lit, duhh susahnya q menghubungimu mulai tadi sibuk terus hp mu, lagi ngapain ajja sih?" Cerocos Sofia tanpa jeda


"Iddiihh....cerewetnya Dateng, gak usah marah marah ya ntar cepet tua sebelum waktunya"goda Erlita dari seberang sambil tertawa.


"Jangan ngeledek ya, meskipun tua gini aku seorang desainer terkenal loh" balas Sofia tanpa mau kalah dari sahabatnya itu.


"Duhh desainer tingkat sekolah tuh belum bisa dikatakan terkenal sof, kamu ini ada ada ajja" ledek Erlita, sambil mencibirkan bibirnya, padahal Sofia juga tidak tahu bila dia dicibirin.


"Ehh yang penting aku sudah terkenal ya dikalangan sekolah dan tetangga rumahku, tenang ajja ini baru tahap awal, nanti kalau aku sudah sukses kamu jangan ngece aku lagi ya, awas kamu,"balas Sofia dengan Pede nya


"Iya iya, percaya....ada apa kamu telephon q?"tanya Erlita kepada Sofia.


"Aku mau tanya, kamu kapan yang berangkat ke kota M? Kan kita harus kumpul kumpul dulu, aku mau mencari waktu untuk kita berkumpul" jawab Sofia


"Mungkin Minggu depan sof,aku masih mau ngurusin dokumen dokumen disini untuk aku bawa, takutnya nanti disana dibutuhkan" ujar Erlita dengan tegas"


"Ok kalau gitu, gimana kalau kita kumpul hari Rabu besok?" Tawar Sofia dari seberang.


"Ok, aku sih setuju ajja, tapi gimana dengan Dewi? Apa dia bisa juga?" Tanya Erlita


"Urusan Dewi tu mah gampang, yang penting aku tanya jadwalmu Lit, takut ya kamu ada janji sama Fatih" goda Sofia dari seberang sambil tertawa yang kerasa ditahan


"Ya gak lah, aku gak berani keluar berdua dengan Fatih, masih belum dapat izin dari orang tua" jawab Erlita dengan polosnya.


"Ok fix ya, hari Rabu kita kumpul di cafe xxx ya, jam 11 kita kumpul di tempat ya Lit, awas jangan bawa Fatih loh ya" goda Sofia dengan menahan tawanya.


Hingga tak terasa keduanya pun mengakhiri obrolan mereka, yang sudah lama mereka tidak bersua berbulan bulan lamanya.

__ADS_1


__ADS_2