Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Empat Belas


__ADS_3

Setelah dua hari pemeriksaan ke dr SpOG, baik Erlita maupun bagus saling memberi kabar tentang kehamilan Erlita ke keluarga mereka masing masing. Yang tentunya kabar kehamilan Erlita sangat di tunggu tunggu oleh keluarga besar mereka, apalagi Bagus yang merupakan anak tunggal.


Dan kini bagus menghubungi Hp mamanya...


"Assalamualaikum ma...bagus ada kabar bahagia loh buat mama papa.."suara bagus semangat dari seberang.


"Wa'alaikumsalam Gus...ada apa nih...!tumben siang siang gini kamu menghubungi mama,...!"  mama bagus balik bertanya yang bertanya tanya dalam hatinya, kiranya kabar bahagia apakah!!


"Erlita hamil ma..., sudah jalan empat Minggu loh..!"jawab bagus dari seberang dengan nada gembira.


"Wahh...baguuuuss....ya ampun Gus, mama bahagia banget nih, nanti mama akan kasih tahu papamu tentang kabar ini, papamu pasti bahagia sekali..." jawab mama bagus sampai menimbulkan kegaduhan...hee..hee.


"Ya ampun Gus...gimana sekarang kondisi Erlita? Apa dia ada ngidam sesuatu?"tanya mama bagus dengan antusias


"Erlita tiap pagi muntah muntah ma..kasihan sekali aku sama isteriku ma..."jawab bagus dengan lemah, dia bener gak tega dengan kondisi Erlita yang selalu muntah di pagi hari, badannya selalu lemas.


"Sudah kamu bawa ke dokter Gus??" Tanya mamanya dari seberang.


"Sudah ma..dua hari yang lalu, bagus bawa ke dokter Rahmat. Mama inget dr.rahmat kan? Dulu dia teman mainku, tetangga kita.."cerita bagus ke mamanya, sambil menyampaikan salam bagus untuk orang tuanya.


"Ooo rahmat ya...ya..mama ingat sekarang.." jawab mamanya kemudian setelah dia berusaha mengingat tetangganya dulu.


"Ma...sudah dulu ya, bagus mau menemani Erlita dulu, takutnya dia butuh bagus ma..."bagus mengakhiri percakapan mereka.


"Iya sayang...jagain Erlita dan calon cucu mama ya..."jawab mama nya bagus kemudian.


Setelah percakapan bagus dan mamanya, mamanya bagus langsun menuju garasi rumahnya, dia mendengar suara mobil suaminya itu.


Setelah suaminya turun dari mobil sedan hitamnya,,,,

__ADS_1


"Pa....mama punya kabar bahagia untuk kita..."senyum mamanya bagus kepada suaminya, sambil berusahawngambil tas kerja suaminya itu.


"Kabar apa sih ma...kok sampai mama sangat senang sekali kayaknya...!"jawab papa nya bagus balik.


"Wahhh...pa, mama sangat senang sekali hari ini. Akhirnya kita akan jadi kakek nenek lohh..."ujar mama Bagus tampak bahagia sekali, yang memperlihatkan gigi rapinya, karena senantiasa rutin pergi ke dokter gigi.


"Wah ma....kapan bagus menghubungi mama..?"kenapa bagus tidak menghubungi papa juga sihh...!"kata papa nya bagus dengan nada cemburu...hee...hee, padahal anaknya sendiri, bisa cemburu buta!!!


Author juga heran nih...haaa...haaa


Bisa dibayangkan kan...betapa bahagianya orang tua Bagus...!! he..he..


"Mama...,papa punya rencana nih...semoga nantinya anak bagus dan Erlita laki laki ya, biar bisa memimpin perusahaan keluarga..!"ungkap papa Bagus dengan seringai bahagia. Yang dibalas dengan anggukan setuju oleh mamanya Bagus.


"Itu ide yang cemerlang pa..kalau perlu biar nanti anak bagus tinggal sama kita ajja ya, biar bagus sama Erlita produksi lagi...he...he..!"ujar mama bagus menimpali.


"Ya...siapa tahu nanti akan lahir perempuan,,,wahh...gak kebayang deh ma, pengen rasanya anak bagus dan Erlita segera hadir. Biar kita gak kesepian seperti sekarang ini.."harap papanya bagus itu dengan penuh keyakinan.


"wahh..papa ini bisa ajja, ini ajja baru dapat kabar, kok sudah keburu minta lahir tuh anak bagus, kan bisa bisa ntar lahir prematur, kasihan kan pa..."kata mamanya bagus kemudian.


"Namanya juga kebelet menimang cucu ma..."senyum bahagia papa Bagus yang memperlihatkan gigi putihnya itu.


"Mama juga pengen banget pa...,pengen segera dipanggil Oma..."canda mama bagus dengan menggumam manja pada suaminya.


Tak terasa perbincangan keduanya sudah di dengar oleh salah satu ART mereka yang kebetulan mengantar kudapan untuk tuan dan nyonya mereka di ruang tengah rumah mereka.


"eh nyonya...apa benar Non Erlita sekarang hamil..?"tanya salah satu ART mereka.


"Iya bik...aku sudah mau dipanggil Oma nihh....duhh betapa bahagianya aku sekarang bik. Tolong bilang ke semua ART di rumah ini, kalian akan mendapat bonus gaji bulan ini..."ucap mama nya bagus itu dengan bahagia. Mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan seluruh penghuni rumah ini.

__ADS_1


"wah..terima kasih banyak nyoya, tuan...ini merupakan kabar bahagia yang berlipat ganda...hee...hee"ucap ART itu dengan wajah sumringahnya.


Dan kini kabar bahagia tentang bonus gaji para ART sudah menyebar kepada mereka yang sudah bekerja bertahun tahun di rumah tersebut. Tak luput 5 ART di rumah tersebut mengucap syukur Alhamdulillah atas kebaikan tuan dan nyonya nya tersebut.


Sedangkan di kediaman orang tua Erlita, kebahagiaan mereka langsung dibagi bagikan ke para tetangga kanan kiri mereka, dengan membuat bubur merah dan putih sebagai rasa syukur mereka kepada Sang Pencipta.


Yang langsung memberikan kepercayaan pada bagus dan Erlita untuk segera memiliki keturunan.


"jangan sampai lupa satu pun loh Bu...bubur ini harus dibagi rata.."pesan bapaknya Erlita kepada isterinya itu.


"Iyya pak...tenang saja" jawab ibu Erlita pada suaminya itu.


"Ayo Bu...bapak bantu menyiapkan yang mau dibagi ke para tetangga kita.."ajak suaminya dengan semangat.


Dan kini keduanya sibuk menyiapkan 30 kotak Bubur yang akan dibagi ke tetangga mereka. Tak lupa, sebelumnya sudah dibacakan do'a oleh Bapaknya Erlita. Dan semoga dengan mereka berbagi, akan senantiasa memberikan keberkahan. Aminnn...


Ini merupakan cucu ke Lima bagi keduanya, namun tak menyurutkan bagi orang tua untuk tetap bersyukur.


Dengan dibantu suaminya, ibu nya Erlita membagikan bubur untuk para tetangganya, akhirnya berita kehamilan Erlita tersebar ke telinga para tetangga mereka.


Sebagian tetangga banyak yang memuji dengan keharmonisan Erlita dan Bagus, serta mendo'akan secara tulus untuk keutuhan rumah tangga erlita dan bagus, supaya langgeng hingga mau memisahkan keduanya.


"Terima kasih ya Bu...semoga Erlita dan bayinya senantiasa sehat hingga lahiran, dan smoga rumah tangga erlita anak ibu langgeng sampai maut memisahkan mereka berdua.."do'a tetangga mereka dengan tulus.


"Iya Bu, terima kasih kembali do'anya....! do'a ibu akan kami sampaikan pada Erlita nanti" smoga ibu juga senantiasa diberi keberkahan rezeqi.."do'a balik ibu Erlita pada tetangganya yang telah memberikan do'a terbaik untuk anak dan calon cucunya.


"Mari Bu, saya pamit dulu..masih mau nganter ini ke tetangga sebelah"pamit ibu nya Erlita kemudian.


Memang sepatutnya seperti itu berhubungan dengan tetangga, harus senantiasa saling  mendo'akan yang terbaik. Dan hal itu memang sudah diajarkan dalam semua agama di dunia.

__ADS_1


__ADS_2