Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Tujuh Belas


__ADS_3

Fatih baru menginjakkan kakinya di kota M tepat pukul Tiga sore waktu setempat, pas hari Minggu. Karena besoknya hari Senin dia harus full mengikuti kegiatan pelatihan untuk para pegawai baru dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang Automotif.


Fatih menuju kota M dengan mengendarai pesawat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama selama di perjalananan.


"Alhamdulillah...akhirnya sampai juga di kota M..."!ucap Fatih dengan lega, sampai di tempat tujuan dengan selamat. Kini dia mencari angkutan umum menuju tempat penginapan yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan, yang pastinya tempat diadakannya pelatihan.


Yakni Hotel G, hotel bintang lima, yang tempatnya ada di pusat kota, sehingga mempermudah kita bila membutuhkan sesuatu.


Setelah Fatih sampai di tempat penginapan, dia langsung menuju resepsionis untuk booking kamar. Kini Fatih dapat kamar 102. Setelah sampai di dalam kamar, Fatih meletakkan barang bawaannya, sambil ngecek tiap sudut kamar hotelnya itu.


Fatih langsung menuju kamar mandi untuk mengisi air di bathtub dengan air hangat, Fatih ingin merileks kan seluruh tubuhnya.


Setelah setengah jam kemudian, Fatih merebahkan dirinya di ranjang hotel, dengan memutar film action kesukaannya di stasiun televisi favoritnya, ternyata yang muncul bukannya film action namun film romantis, yang memunculkan percintaan dua insan manusia. Fatih langsung teringat dengan Erlita, dimana sebelum dia mengalami kecelakaan, Fatih dan Erlita berhubungan badan layaknya suami isteri.


"Kenapa juga ada film ini...bikin emosi saja.."!ujar Fatih pada dirinya sendiri, yang langsung dia ganti dengan acara berita seputar politik dalam negeri.


"Acara berita ini ajja, lebih aman...he..he..."!kata Fatih dengan senyumnya yang menawan.


Sampai tidak terasa Fatih tertidur hingga empat jam lamanya, jadinya....televisi yang menonton Fatih lagi tidur...ha...ha...!!!


Fatih ingin keluar dari kamar hotelnya, untuk menghilangkan kejenuhan setelah beristirahat cukup lamanya. Dan kini, dia tiba di restoran Padang, makanan favoritnya.


"Silahkan bapak...anda bisa pilih menunya..!"sapa pramusaji dengan sopan.


"hhmm saya mau nasi rendang minumnya kopi hitam ya...1.!" ujar Fatih setelah melihat lihat menunya.


"Iya siap bapak, kami siapkan dulu pesanan and.."pamit pramusaji nya ke Fatih.


Saat menikmati makanannya, tiba tiba ada yang menyapa Fatih dari samping...

__ADS_1


"Fatih ya....apa kabar?"sapa perempuan cantik tersebut pada Fatih yang tampak bingung.


"Maaf...siapa ya..."?tanya Fatih dengan ragu


"Ini aku Sisca....masak sih kamu lupa sama aku Fatih..."?jawab perempuan tadi yang menyapa Fatih.


Namun Fatih masih berusaha keras untuk mengingat nama dan wajah perempuan tadi.


Karena Fatih merasa gak enak, dia hanya meng angguk anggukkan kepalanya saja.


Akhirnya perempuan tadi berusaha mendekati Fatih, dia duduk di depan Fatih.


"Kita dulu pernah tetanggaan tih,...aku juga temanmu di sekolah dasar,,,Apa sekarang kamu sudah ingat.."??tanya Sisca gemas dengan perilaku Fatih yang melupakan nya. Karena sejak dulu sebenarnya Sisca suka sama Fatih.kalau dulu cinta monyet, kalau sekarang sisca benar merasakan cinta sesungguhnya, karena Fatih laki laki tampan, berkharisma, cerdas dan tidak banyak tingkah.


"Oia....aku ingat, kamu kan dulu yang suka maksa aku untuk main masak masakan sama kamu kan..?"ujar Fatih akhirnya.


"Nah....betul sekali...haa...haaa...!"jawab Sisca dengan nada senang. "Sekarang kenapa kok kamu ada disini? Apa kamu pindah tempat tinggal...?"tanya Sisca dengan penasaran.


"Jadi kamu nginap di hotel sekarang..?"tanya Sisca


"Iya, aku nginap di hotel Gajayana. Acara kantornya juga di hotel tersebut.!" kata Fatih.


"Loh...sama dong!aku juga nginap disana. Memangnya kamu acara Diklat perusahaan yang bergerak di bidang Automotif itu..?"tanya Sisca dengan wajah senangnya.


"Iya...apa kamu juga ikut acara tersebut.?"tanya Fatih balik


"Iyya Fatih,,,,wah...enak dong kalau gini, ntar pas acara diklatnya, aku duduk dekat kamu ya, biar ntar aku bisa tanya tanya ke kamu....!"ucap Sisca dengan wajah sumringah.


"hmmm maumu selalu seperti itu mulai dulu...!"goda Fatih, sambil mengelap bibir nya dari sisa makanan yang menempel.

__ADS_1


Tak ayal gerakan Fatih mengelap bibirnya itu, tampak sexy di mata Sisca, dia jadi berkhayal berciuman dengan Fatih...he...hee....maunya ya!!! Kata Author sihhh...!


Dan kini Fatih dan Sisca kembali ke hotel tempatnya menginap jalan bersama sama, sambil ngobrol banyak hal, mulai dari cerita masa lalu, pekerjaan, hingga cerita tentang percintaan.


Ternyata Fatih dan sisca sama sama single, jadinya tidak ada ikatan dengan orang lain. Sehingga membebaskan Sisca untuk mengejar cinta Fatih.


Setelah sampai di kamar Sisca, nomor 69 yang tertera di pintu kamar hotel...


"Ayo Fatih mampir dulu sebentar di kamarku...kita lanjut ngobrol di dalam saja...!"ajak Sisca pada Fatih. Namun Fatih menolak ajakan Sisca, dia merasa gak enak bila berduaan di dalam kamar.


"Kenapa...kamu takut? Kita kan hanya ngobrol Fatih, kita loh sudah lama gak ketemu sejak keluargaku pindah itu,...!"ajak Sisca dengan agak memaksa. Dia berusaha menarik tangan Fatih untuk masuk ikut masuk ke dalam kamarnya. Dan akhirnya Fatih menurut saja untuk masuk ke dalam kamar Sisca, teman masa kecilnya.


"Fatih kamu mau minum teh atau kopi..?!"tawar Sisca pada Fatih setelah keduanya duduk di sofa berbentuk long yang ada di dalam kamar.


"Gak usah repot repot ...air putih ajja..!"jawab Fatih merasa tidak nyaman berduaan dengan Sisca saat ini.


"Ini...!"Sisca menyodorkan gelas berisikan air putih kepada Fatih.


"Terima kasih...!"ucap Fatih kemudian.


"Aku tinggal ke kamar mandi dulu ya Fatih,,,kalau terlalu sore aku gak kuat dingin..!"kata Sisca yang langsung jalan menuju kamar mandi.


Setelah hampir 20 menit di kamar mandi, kini Sisca keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk hotel yang memperlihatkan paha dan bahu mulusnya.


Sisca memang sengaja mempertontonkan tubuh mulusnya di hadapan Fatih. Dia ingin menggoda Fatih, pastinya Fatih tidak akan menolak bila disodori tubuh indah seorang wanita seperti Sisca.


Dia ingin Fatih menjadi kekasihnya, yang nantinya dia bisa menjadi isteri dari seorang Fatih, apalagi keluarga Sisca dan Fatih sudah saling mengenal satu sama lain.


"Apa yang kamu lakukan sis....!!"kata Fatih, setelah dia tahu kalau Sisca hanya mengenakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Sepertinya Sisca sudah merencanakan hal ini, batin Fatih.

__ADS_1


Fatih berusaha berdiri, dia ingin meninggalkan kamar Sisca, dia tidak mau ada hal hal yang tidak di inginkan terjadi.


"eehhmm tadi bajuku jatuh, akhirnya basah...ya udah aku keluar hanya pakai handuk ini...!"ujar Sisca dengan nada menggoda sambil berusaha menahan tangan Fatih untuk duduk kembali. Sisca tidak ingin gagal mendapatkan fatih kali ini, karena dia sangat mencintai Fatih.


__ADS_2