Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Dua Puluh Dua


__ADS_3

Akhirnya setelah pulang dari pelatihan, Fatih menempati janjinya, dia datang bersama keluarga besarnya ke rumah Sisca untuk melamar Sisca, gadis yang dipacarinya beberapa Minggu yang lalu. Mereka bertemu di kota M tempat mereka Diklat staff perusahaan.


Fatih juga yang mengambil keperawanan Sisca waktu mereka pelatihan, mereka sama sama tidak bisa menahan nafsu nya, dan akhirnya terjadilah kisah kasih diantara mereka malam itu. Sekarang Fatih berusaha bertanggung jawab atas perbuatannya waktu itu.


Setelah keluarga Fatih dipersilahkan masuk ke dalam rumah Sisca...


"Waduh, sekarang kamu sekarang makin tampan ajja, Fatih.., sudah lama ya kita nggak ketemu..!", ujar ayah Sisca, yang bernama Tn. Rusli


"Om ini,, biasa ajja kalli..!"elak Fatih yang merasa malu dengan ledekan calon mertuanya itu. Fatih mencium punggung tangan ayah Sisca, kemudian Fatih langsung diraih badannya oleh tn.rusli untuk dia peluk.


"Om senang sekali hari ini, kita akan jadi satu keluarga!"ujar tn.rusli pada Fatih di sela sela pelukannya itu.


"Iyya om,,!"ujar Fatih kemudian. Lalu dia melepas pelukan calon mertuanya itu, kemudian langsung menuju ke ibu Rusli, ibunya Sisca. Fatih juga mencium punggung tangan beliau dengan hormat.


"Ayuukk, duduk dulu...!"ucap ibu Rusli mempersilahkan tamu tamunya tersebut, di ruang tamu mereka yang cukup luas dan nyaman. Ruang tamu yang di dominasi warna putih, serta hiasan dinding yang bergaya modern.


Di sudut ruang tamu tersebut, juga terdapat lemari yang berisikan buku buku ensiklopedia.


Serta beberapa trophi, sepertinya milik Sisca.


Sisca merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, kakak laki lakinya sudah berkeluarga dan kini tinggal di luar kota.


"Lama ya kita tidak bertemu, bagaimana sekarang kabar keluarga. ?"tanya tn.rusli pada besan nya itu.


Di sela sela percakapan dua keluarga tersebut, muncul dari arah belakang ART keluarga Sisca.


Menyuguhkan minuman dan beberapa cemilan ringan.


"Mari mari...hanya suguhan ini yang bisa kita suguhkan,,,!"ujar Tn.rusli mempersilahkan tamunya itu untuk menikmati sajian keluarga mereka.


"Duhh, kenapa juga repot seperti ini...ini juga sudah lebih dari cukup, yang penting kita datang kesini sudah diterima dengan baik..!"ujar ibu dari fatih.


Setelah hampir dua jam lamanya, dua keluarga berbincang bincang tentang masa lalu sewaktu mereka menjadi tetangga...


"Maaf pak Rusli, kami kesini ada maksud baik. Mungkin, Sisca puteri anda sudah memberitahukan sebelumnya. Kami ingin meminang puteri bapak untuk jadi isterinya Fatih..!"ujar ayah nya Fatih dengan tegas.


"Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan berita ini. Kita akan jadi satu keluarga, saya menyambut baik niat baik anda dan keluarga...!"jawab tn.rusli bahagia. Kini dia akan kehilangan puterinya untuk ikut dengan suaminya kelak.

__ADS_1


"Apa itu berarti pinangan kami untuk puteri anda diterima .?"tanya ayah Fatih kemudian, sembari tersenyum penuh arti.


"Kalau seperti itu, kita kembalikan saja pada mereka berdua..!"tunjuk tn.rusli pada puterinya itu dan juga pada Fatih.


"Bagaimana nak, apa kamu menerima pinangan Fatih..?"tanya tn.rusli pada puterinya.


Dengan malu malu,,,Sisca menganggukan kepala dan tersenyum..


"Iyya pak, saya mau menerima pinangan mas Fatih..!"kata Sisca kemudian, kini perasaannya sangat bahagia.


"Alhamdulillah...!"ucap Fatih kemudian.


"Apakah kamu siap bila kita menikah 2 Minggu lagi...?"tanya Fatih pada Sisca.


Mereka duduk di kursi yang bersebrangan. Hanya bisa memandang, tanpa bisa bersentuhan.


"Wahh, ada yang udah nggak sabaran nih sepertinya...!"canda ayah Fatih pada puteranya itu.  Yang disambut tawa orang orang yang ada disana.


"Bagaimana, nak..?"tanya orang tua Sisca pada anaknya.


"Aku siap ajja mas...!"senyum sisca malu malu.


Kemudian orang tua Fatih menimpali percakapan mereka.


"Kalau begitu kita tentukan sekarang, untuk tanggal pernikahan kalian. Kalau masalah gedung, makanan dan lain lain bisa menyusul kemudian..!"ujar ibu nya Fatih.


Yang tentunya, pernyataan beliau disetujui oleh semua pihak, termasuk kedua calon pengantin.


"Kalau begitu, karena untuk acara pernikahan serta tanggalnya sudah disepakati bersama, mari kita ke ruang makan. Yahh meskipun menu nya orang kampung...!"ujar ibunya Sisca. Beliau tersenyum bahagia sembari menuntun ibunya Fatih untuk jalan bersamanya.


Kini mereka sama sama menikmati hidangan dari keluarga Sisca dengan suka cita, kedua keluarga akan disatukan dalam ikatan pernikahan.


Mereka makan sembari berbincang tentang masa lalu saat jadi tetangga, tentang usaha mereka masing masing, serta seputar rencana pernikahan kedua putera puteri mereka.


"Terima kasih atas jamuannya malam ini, kami sangat bahagia pinangan anak kami diterima dengan baik oleh keluarga anda..!"ujar orang tua dari Fatih kemudian.


"Sama sama pak, kami keluarga dari pihak Sisca, juga mengucap terima kasih atas kedatangan anda bersama keluarga. Semoga niat baik putera puteri kita, mengantarkan mereka menjadi keluarga yang senantiasa bahagia..!"jawab ayah dari Sisca dengan tulus.

__ADS_1


Dan kini acara malam itupun berakhir pukul 08. Keluarga Fatih berpamitan, mereka bersalam salaman.


"Fatih, kamu mau pulang juga..?"tanya Rusli pada calon menantunya itu.


"Iyya om..!"jawab Fatih, sambil melirik Sisca, minta pendapatnya lewat telepati mungkin yaa..hehehe.


"Panggil ayah, jangan om...kamu kan sudah jadi anak ayah juga mulai hari ini..!"tn.rusli berkata sembari menepuk punggung anak menantunya itu.


"Iyya yah ...!"jawab Fatih kemudian.


"Nah..seperti itu.!" Kata Rusli.


"Kalau bisa, tinggallah disini dulu. Besok kamu baru pulang. Bagaimana pak, apa diperbolehkan..?"tanya Rusli pada orang tua Fatih.


"Kalau saya sih, terserah Fatih saja. Yang menjalankan dia..!"ujar ayahnya Fatih, beliau menyerahkan semua keputusan pada anaknya.


Selama itu tidak melanggar norma norma yang ada.


"Kalau begitu, saya minta kamu malam ini nginap disini dulu ya, ada yang mau ayah omongin sama kamu..!"ujar Rusli pada Fatih kemudian.


"Baiklah, kami pamit dulu pak Rusli, ibu...semoga acara putera puteri kita bisa berjalan lanca sampai hari H...!"ujar ayahnya Fatih.


Lalu rombongan keluarga Fatih masuk ke mobil mereka, sedangkan Fatih sendiri tinggal untuk semalam di rumah Sisca, karena permintaan tn.rusli


Keluarga Fatih diantar hingga sampai di mobil mereka oleh keluarga Sisca.


"Hati hati ya di jalan..!"ujar Rusli pada tamunya tersebut. Mereka saling melambaikan tangan, tanda selamat jalan.


"Yukk, kita masuk ke dalam lagi..!"ajak Rusli pada Fatih dan yang lain, setelah mobil rombongan keluarga Fatih sudah tidak tampak.


"Sekarang, kamu sudah jadi bagian keluarga kami, jadi yang santai saja nggak usah tegang, kita lanjut ngobrol antara dua lelaki...!"ucap Rusli pada fatih sambil berbisik di telingan Fatih.


"Iyya ayah, siap..!"jawab Fatih tegas.


"Bagus...!"Rusli mengacungkan jempol kanan nya sembari memeluk bahu Fatih.


Mereka beriringan kembali masuk ke dalam rumah Rusli. Yang diikuti oleh keluarga Rusli lainnya.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang luar biasa, bisa akur antara orang tua dan menantunya. semoga senantiasa menjadi keluarga bahagia yang bisa jadi panutan.


__ADS_2