Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu

Kisah Klasik Cinta Di Masa Lalu
Episode Tiga Belas


__ADS_3

Setelah hampir dua bulan sejak pernikahan Erlita dan Bagus. Di pagi hari.


Erlita merasakan perutnya Sebah dan mau muntah, dia langsung berlari ke arah kamar mandi. Hooeek...hooekkk... Erlita tiba tiba menumpahkan isi perutnya di wastafel kamar mandi..!


"Sayang...kamu kenapa?" tanya Bagus sambil langsung menghampirinya, sambil dia memijat tengkuk isteri tercintanya.


Hooekk...hooeek..hoeekk..tak hentinya Erlita menguras isi perutnya sampai tidak ada yang tersisa, padahal semalam Erlita hanya makan lalapan ayam di warung langganannya.


Setelah merasa enakan Erlita membersihkan mulutnya dari sisa sisa muntahan dengan air mengalir di wastafel.


"Sudah sayang...?" tanya Bagus sambil langsung menggendong tubuh isterinya tersebut. Dan Erlita pasrah dengan perlakuan bagus pagi ini, karena dia sudah tidak ada tenaga lagi untuk menuju ranjangnya.


Setelah isterinya rebahan di ranjang mereka, bagus langsung menuju dapur untuk mengambil air putih hangat untuk isterinya itu, atas permintaan isterinya itu.


"Ini sayang...kamu minum dulu." bagus membantu isterinya untuk duduk dengan meletakkan gelas di dekat bibir Erlita.


"Makasih mas..."Erlita menyodorkan gelas tersebut ke suaminya itu, karena dia merasakan eneg di perutnya.


"Apa jangan jangan kamu hamil ya sayang..."tanya Bagus dengan antusias dan bahagia tentunya. Dia bertanya seperti itu karena sering membaca artikel tentang ciri ciri wanita hamil.


Namun yang ada Erlita hanya menaik turunkan kedua bahunya, Erlita sungguh tidak sanggup berkata kata saat ini, setelah mengeluarkan begitu banyak isi perutnya.


"sepertinya sih mas...aku memang belum datang bulan sampai sekarang"jawab Erlita dengan lemah.


"Kalau begitu nanti kita ke rumah sakit ya sayang...kita cek langsung disana. Atau kamu mau cek dulu memakai tes pack ajja..?"antusias bagus ke isterinya.


"Sebentar ya sayang, aku mau nyuruh bibik beli test pack di apotik Deket sini...,aku sudah gak sabar pengen lihat hasilnya"seloroh bagus tanpa menunggu persetujuan dari Erlita.


"Bik...bibik...bik.." panggil bagus dengan lari agak tergopoh gopoh menuju dapur nya.


Dan bibik yang dipanggil langsung berlari ke arah suara yang memanggilnya.

__ADS_1


"Iya tuan....ada apa tuan teriak teriak memanggil saya?" tanya ART mereka dengan tanda tanya.


"bibik minta tolong belikan test pack di apotik Deket sini ya, bibik bisa naik ojek biar cepet sampai.."Bagus menyodorkan dua lembar  uang kertas warna merah. "Belikan 3 atau 4 macam dengan merk yang berbeda ya bik.."tawar bagus akhirnya.


"Apa nyonya hamil tuan...?"tanya ART mereka dengan nada dan mimik wajah yang senang sekali.


" kurang tahu bik, sekarang nyonya muntah muntah terus mulai tadi bangun tidur, makanya ini mau kita tes dulu..."bibik hati hati ya di jalan, usir bagus secara halus untuk segera berangkat membeli barang permintaan tuannya itu.


Dan kini setelah test pack terbeli, Erlita segera cek urine nya di kamar mandi. Dengan dibantu oleh bagus tentunya, dia tidak ingin ada apa apa dengan isterinya itu.


"sudah kah sayang....?"tanya bagus dari balik pintu kamar mandi.


Dengan perasaan was was, Erlita menunggu hasil nya, dia sangat berharap di bulan ini diberi kepercayaan oleh Tuhan YME.  Erlita dan Bagus sama sama berharap segera memiliki momongan, entah itu cewek atau cowok, apalagi bayi kembar, mereka pasti sangat bahagia sekali.


"mas...sayang..."panggil Erlita ke suaminya dari balik pintu kamar mandi.


Dan bagus langsung mendorong pintu kamar mandi, dia juga ingin segera mengetahui hasil nya. Erlita menyodorkan hasil test pack tersebut dihadapan suaminya.


"Sayang terima kasih ya..."ucap bagus mencium kening, pipi, dan terakhir kali bibir Erlita. "Iya sayang, ini merupakan hadiah dari Tuhan untuk kita..."Erlita berusaha memeluk suaminya itu.


"Kamu tahu gak sayang...kita libur dulu ya bercintanya, aku takut kenapa kenapa dengan dedeknya ini.."sambil memegang perutnya dengan malu malu.


"hhmmm...kalau masalah itu kita bicarakan setelah kita periksa ke dokter kandungan ya....gak usah dipikirkan sekarang sayang..."jawab Bagus dengan menangkup wajah isterinya.


Dan kini tepat pukul 7 malam, bagus dan Erlita antri di tempat praktek dokter kandungan kenalan nya. Hingga akhirnya...


"Nyonya bagus..."panggil petugas setelah 15 menit mereka menunggu.


"Ayukk sayang..."ajak Bagus pada Erlita sambil menggenggam tangan kanan Erlita. "hati hati ya..."bagus posesif dengan kondisi Erlita saat ini, setelah Erlita ada tanda tanda seperti orang hamil.


Kemudian keduanya langsung masuk ke dalam tempat praktek dr SpOG tersebut.

__ADS_1


"waahh...bagus..apa kabar..? Lama nih kita gak ketemu..!! sapa dr. Rahmat sambil menjabat tangan sahabatnya itu.


"Alhamdulillah kabarku baik pak dokter..."jawab bagus dengan meraih sahabatnya tersebut ke dalam pelukannya. Karena sejatinya mereka dulu bertetangga dan terpisah setelah keluarga dr. Rahmat pindah ke luar kota.


"Ini isterimu Gus..?? wah..sepertinya ada yang bahagia nih ya...!!tanya dr. Rahmat kemudian, sambil mempersilahkan duduk kedua tamunya tersebut.


"iya nih..mulai pagi tadi isteriku muntah muntah terus, sampai gak tega aku lihatnya.."jawab bagus dengan meraih tangan isterinya untuk dia genggam.


"Oke, mari nyonya bagus, kita periksa..."ujar dr. Rahmat dengan mempersilahkan Erlita untuk berbaring di tempat pemeriksaan, yang di sebelahnya ada alat USG.


"Wah...selamat ya untuk kalian berdua... dan ini janin kalian, titik hitam ini.." tunjuk dr.rahmat pada layar monitor. Dan kini air mata kebahagiaan keluar dari kedua mata Erlita yang tampak berbahagia.


"sayang..."Bagus merangkul bahu sang isteri untuk berbagi kebahagiaan, sambil mengecup kening nya.


Setelah acara pemeriksaan selesai, Erlita kembali ke kursi tempat duduknya tadi, dengan masih berpegangan tangan dengan suaminya.


"oke...untuk kehamilan di trimester pertama ini sangat rawan dengan kondisi janin nya, dan ini saya resepkan untuk anti muntahnya ya, bisa ditebus di apotik terdekat.."saran dr.Rahmat kepada Erlita dan bagus.


"apa kiranya aman bila di trimester pertama melakukan hubungan dokter..?"tanya bagus kemudian, karena dia tidak mungkin bila berlibur bercinta dengan isterinya untuk waktu yang lama...he..he..!


"hee..he...aman aman ajja Gus, asalkan kamu melakukannya dengan hati hati...!tapi ingat jangan usahakan cukup 3-4 kali dalam seminggu."jawab dr. Rahmat dengan tegas, demi keselamatan bayi dan ibunya tentunya.


"Oke siap....laksanakan..."ujar bagus mantap.


Sedangkan Erlita tampak menunduk malu dengan pertanyaan suaminya itu yang dianggap terlalu vulgar.


"oke makasih ya dr.rahmat....sampaikan salamku ke Tante dan om Budi, lama tidak mendengar kabar beliau." Ucap bagus kemudian.


"InsyaAllah nanti aku sampaikan..."kata dr. Rahmat sambil menyalami mereka berdua.


Dan kini Bagus dan Erlita tampak menyusuri lorong Rumah Sakit untuk menuju parkiran mobil mereka. Keduanya berjalan bergandengan tangan dengan mesra dan terkadang tangan kiri Erlita bergelayut di lengan suaminya. Tak lupa sebelum pulang akan singgah ke apotik untuk menebus resep dari dr. Rahmat.

__ADS_1


__ADS_2