
Naira sibuk dengan pasien dokter Deon ada orang tua dan kebanyakan anak anak meski mereka menolak untuk di periksa Naira tapi Naira punya cara sendiri biar anak anak itu tidak takut
Fathan merasa bosan di rumah akhirnya Fathan memutuskan untuk menemui Naira di rumah sakit
"Maaf sus boleh nanya."ucap Fathan Yang menghentikan suster yg lewat
"Iya boleh".jawab suster itu tersenyum
"Ruangan nona Naira di mana ya sus".tanya Fathan
"Maksud tuan dokter Ira".ucap suster itu Naira di kenal dengan nama Naira saat jadi direktur tapi saat menjadi dokter dia di kenal dengan dokter Ira
"Dokter Ira".ulang Fathan bingung
Bukan kah Naira hanya CEO di perusahaan Nandana aku ngak tau dia dokter tapi kenapa aku bertanya Naira malah di jawab dokter Ira mungkin orang lain.batin Fathan saat Fathan ingin bertanya lagi seseorang memanggil nya
"Kak Fathan".teriak seseorang dan Fathan menoleh ke asal suara
"Saira."ucap Fathan
"Sus lanjutkan saja pekerjaan suster".ucap Saira ke suster itu
"Iya nona saya permisi dulu" .ucap suster itu lalu pergi
"Kak Fathan ngapain ke sini siapa yg sakit."tanya Saira
"Ngak ada aku kesini mau ketemu sama Naira saat aku bertanya ruangan Naira suster itu jawab dokter Ira aku jadi bingung".jelas Fathan
"Emm ngapain kakak nyariin kak Naira".ucap Saira curiga
"Dia istri ku wajar dong aku mau ketemu sama dia".jawab Fathan santai
"Biar aku anter kak".ucap Saira berjalan ke ruangan pasien yg di periksa Naira
Dari kejauhan terlihat seseorang berjalan dengan pakaian dokternya membuat siapa saja melihat nya jadi jatuh cinta
"Itu kak Nai."ucap Saira berhenti memperhatikan Fathan
"Wajahnya ngak usah kayak gitu kakak ku memang cantik".ejek Saira tersenyum
Duh kenapa jantung ku jadi gini melihat Naira seperti itu astaga semakin dia mendekat aku makin deg degan bisa bisa aku pingsan nanti .batin Fathan
"Fathan kau ngapain keisni."ucap Naira kaget melihat Fathan
"Mungkin dia kangen kak".goda Saira
__ADS_1
"Kau! jangan ngak ada dokter Deon kau malah menggoda ku".ucap Naira kesal
"Kakak kira aku ini cewek apa" .ucap Saira cemberut
"Kau belum menjawab pertanyaan ku Fathan".ucap Naira
"Fathan".ucap Naira menyadarkan dari kebengongan nya
"Iya Naira sayang".ucap Fathan karna kaget Fathan keceplosan dan menutup mulut nya
"Apa ini pertanda bahwa aku akan segera memiliki seorang keponakan".goda Saira tapi pertanyaan nya tidak di jawab karna Fathan dan Naira asik dengan menatap mata masing masing
Aku berharap kakak ku bisa kembali seperti dulu dengan kehandiran kak Fathan.batin Saira tersenyum
"Kak.ucap Saira sedikit berteriak mengagetkan Naira dan Fathan sebelum kakak nya marah Saira pergi segera
"Saira".teriak Naira kesal
"Ini rumah sakit kak ."ucap Saira berlari
"Tadi aku mau menelpon mu tapi aku ngak punya nomor ponsel mu aku langsung aja datang ke sini dan ketemu sama Saira".jelas Fathan menetralkan detang jantung nya berusaha untuk menghilangkan kecanggungan
"Aku ngak tau jika kau juga seorang dokter".ucap Fathan
"Mending kita sambil jalan aja biar ngak membuang waktu karna masih banyak pasien, kau ngak papa kan".ucap Naira setelah jantungnya normal
"Apa kau menjadikan ku suatu pelarian".ucap Naira santai membuat Fathan terdiam
"Dok pasien di ruangan 223 sudah sadar dan dia terus menangis karna ingin bertemu sama orang tua nya paman dan bibik nya ngak bisa nenangin dia karna dia belum kenal sama mereka".ucap seorang suster berlari
"Aku akan segera ke sana."ucap Naira berlari kecil di ikuti Fathan
"Aku mau ketemu sama ayah dan bunda hiks hiks."ucap nya menangis
"Sayang sama kami aja ya kami ini pamam dan bibi mu".ucap istrinya
"Engak aku ngak kenal sama kalian aku mau ketemu sama ayah dan bunda hiks hiks".ucap nya menangis
Cklek
"Syukurlah dokter segera datang."ucap suaminya
"Ayah bunda ku mana dokter hiks hiks".ucap nya menangis
"Tenang ok" .ucap Naira memeluk nya dengan kasih sayang
__ADS_1
"Dokter aku mau ketemu sama ayah bunda."ucap nya di pelukan Naira
"Anak manis dan baik ngak boleh nangis harus kuat ya".ucap Naira lembut
"Iya buk dokter."ucap nya
"Aliya sayang sama ayah dan bunda."tanya Naira ke anak itu
"Iya Aliya sayang banget sama mereka".jawab Aliya
"Jika Aliya sayang sama mereka Aliya ngak boleh nangis dan Aliya harus kuat biar ayah bunda Aliya senang dan jika Aliya tersenyum dan ceria ayah bunda Aliya bahagia melihat nya."ucap Naira mengelus kepala Aliya
"Tapi aku mau ketemu sama mereka buk dokter."ucap nya
"Aliya memang sayang pada mereka tapi allah lebih sayang pada mereka jadi Aliya harus kuat ngak boleh sedih yg perlu Aliya lakukan mendoakan mereka".ucap Naira lembut
"Maksud buk dokter orang tua Aliya ninggalin Aliya dan mereka ngak menyayagi Aliya hiks hiks."ucap nya menangis
"Jangan nangis dong nanti ayah sama bunda ikutan sedih mereka ngak ninggalin Aliya mereka selalu ada di hati Aliya mereka sangat sayang sama Aliya buktinya mereka melindungi Aliya".ucap Naira berusaha kuat ngak tega melihat anak ini yg di tinggal oleh kedua orang tua nya
"Nanti Aliya sama siapa jika orang tua Aliya pergi".ucap nya
"Liat mereka mereka paman dan bibik Aliya mereka saudara ayah Aliya jadi mereka yg akan jagain Aliya dan merawat Aliya".ucap Naira
"Tapi Aliya ngak kenal sama mereka buk dokter."ucap Aliya
"Karna mereka tinggal nya berjauhan sama Aliya makan nya Aliya ngak pernah bertemu sama Aliya jadi Aliya harus nerima mereka ya".ucap Naira berdiri
"Mungkin memakan waktu untuk Aliya bisa nerima kalian jangan memaksa atau membuat nya takut rawat la dia dengan kasih sayang supaya Aliya tidak merasa kehilangan kedua orang tua nya".ucap Naira ke paman dan bibik
"Terimakasih dok selain dokter cantik muda lagi."ucap istri
"Jika dokter berkenan kami bisa mengenalkan dokter sama keponakan kami".ucap suami dan istrinya sudah menemui Aliya untuk lebih dekat
"Maaf tuan saya sudah menikah."ucap Naira melihat kan cincin di jari nya
"Maaf dok saya tidak tau karna dokter masih muda saya kira dokter belum menikah sekali lagi maaf dok dan terimakasih sudah memberi pengertian sama Aliya".ucap nya
"Kalau begitu saya permisi".ucap Naira lalu pergi
"Bisa bisa nya dia ngomong kayak gitu."ucap Fathan kesal
"Ngak liat apa suami dokter ini sangat tampan."ucap Fathan bangga diri
"Ck! ngak usa sombong wajar jika dia salah paham maklumin aja".ucap Naira
__ADS_1
"Ngak bisa la kau itu istri ku ngak boleh ada yg ngambil kau dari aku".ucap Fathan mengandeng tangan Naira
"Serah."ucap Naira males berdebat dan berjalan menuju pasien lain