
"Tapi tunggu, aku kan ngak tau apa apa gimana mau nemuin mereka duh buat kepala ku sakit aja".gumam Naira
"Kenapa ngak dari tadi Naira".ucap Naira berbicara sendiri dan pergi ke ruangan Gibran saat Naira masuk langsung nyelonong masuk dan melihat adegan bermesraan Gibran dan laila
Kenapa aku teringat kejadian tadi ya ada benar nya apa yg dikatakan nya .batin Naira yg bengong tapi suami istri itu asik kasmaran
"Kakak."ucap Laila malu dan kaget
'"Eh maaf maaf kakak ngak tau jika ada Laila."ucap Naira tak enak
'"Kakak nganggu aja."ucap Gibran kesal
''Maaf kak.''ucap Laila
"Untuk apa".ucap Naira duduk di sofa
''Rapi kan baju kalian ngak enak di pandang."ucap Naira tanpa melihat hanya sekilas sedangkan Laila rasa nya ingin menghilang dari pandangan Naira
''Cepat katakan tentang Fathan Nickoles kakak mau mendengar nya".ucap Naira tidak sabar
"Maksud kakak".ucap Gibran pura pura tidak tau
''Ayo la Gibran kakak pengen tau mengenai Fathan ."ucap Naira kesal
"Gini kak sebaiknya kakak ngobrol dulu sama Laila aku ada meeting penting nanti aku kembali lagi".ucap Gibran lalu pergi karna ada meeting penting
"Gibran."teriak Naira kesal
"Anak itu memeng menyebalkan".ucap Naira
"Kakak mau dengar cerita dari ku".ucap Laila duduk di samping Naira
''Ayo katakan apa benar dia suami ku" .ucap Naira penasaran
"Kakak lucu jika ngak sabar".ucap Laila tersenyum
"Ayo Laila cerita".ucap Naira
"Hahaha! baru kali ini aku liat sisi lain dari Naira Nandana''.tawa Laila
''Kakak itu baru sembuh dari sakit jadi jangan di paksa untuk mengingat semua nya mending kakak cari tau sendiri".ucap Laila
''Aku kan penasaran".ucap Naira
"Anggap saja kakak bermain teka teki."ucap Laila tersenyum
"Huh! menyebalkan ".ucap Naira lalu pergi
"Kak Nai kak Nai kenapa baru kali ini aku liat sisi lain kak Naira".gumam Laila
####
Ting nung
"Naira" gumam tuan rumah
"Mana mereka cepat katakan".ucap Naira tak sabar
"Siapa."ucap nya
"Kalisya aku yakin kau mengetahui sesuatu kan".ucap Naira curiga
"Ayo masuk dulu".ajak Kalisya
"Dari tadi kek."ucap Naira
"Kau cari mereka kan."tunjuk Kalisya pada anak anak yg bermain
"Nai dokter bilang kau jangan terlalu banyak memaksa mengingat semua nya itu akan menganggu kesehatan mu yg terpenting rasa kan siapa mereka tanya kan di dalam hati mu".ucap Kalisya meninggal kan Naira sendiri
"Aku belum selesai" .ucap Naira kesal di tinggal pergi
"Boleh aku ikut."ucap Naira duduk di dekat anak anak nya
"Boleh kami panggil bunda".ucap Tathan
"Boleh dong".jawab Naira tersenyum
Kenapa hati ku menghangat melihat mereka apa benar dia suamiku dan mereka anak anak ku makin di pikirkan kepala ku makin sakit mending aku jalanin aja aku yakin nantinya aku akan ingat semua.batin Naira
"Apa bunda rindu ayah".ucap Athan menatap Naira
"Emm sangat". jawab Naira berfikir
*A*pa yg aku katakan kau memang sudah gila Naira.batin Naira
"Bunda liat ini".ucap Kiara menunjukkan gambaran nya
"Indah"".gumam Naira
"Ini jelek".ejek Tathan
"Abang ".rengek Kiara
"Idih manja banget".ucap Tathan
"Kakak mah gitu selalu bikin Kiara kesel". ucap Kiara cemberut
''Jangan ngambek dong nanti cantik nya hilang."ucap Naira menyentuh hidung Kiara
"Ngak suka sama kakak."ucap Kiara kesal
"Udah jangan cemberut."bujuk Naira tersenyum
__ADS_1
"Perasaan seorang ibu memang tidak bisa hilang."gumam Kalisya tersenyum melihat Naira dan anak anak nya
"Kiara memang gitu ambekan dasar manja."ucap Tathan
"Abang kakak ejek Kiara terus".ucap Kiara cemberut
"Tathan mau abang hukum."ucap Athan
"Dasar abang galak" .ucap Tathan
"Berani ya sama abang". ucap Athan kesal
"Tentu saja kalian mah kecil."ucap Tathan sombong
"Kita hukum aja".ucap Naira mengelitiki Tathan
"Hahah! geli bunda".ucap Tathan
"Rasain tu" ucap Kiara senang
"Tega bener sama kakak". ucap Tathan
"Sekarang giliran bunda ".ucap Athan mengelitiki Naira
"Hahaha ! aku kan ngak buat salah" .ucap Naira kegelian
"Ok ok Ampun".ucap Naira menyerah
''Kangen deh sama tawa bunda.''ucap Athan memeluk Naira di ikuti adik adik nya
''Iya bunda juga''.jawab Naira mempererat pelukan nya Fathan datang dan tersenyum
"'Pulang yuk ".ajak Fathan tersenyum
"Ayah."ucap semua
"Ih jangan peluk ayah dong ayah asem bau keringat". ucap Fathan
"Sya terimakasih ya mau jagain anak anak aku pulang dulu bawa mereka". ucap Fathan ke Kalisya
"Iya ngak papa" .jawab Kalisya
"Sampai kan salam ku sama Daffa ya Sya kapan kapan mampir ke rumah ".ucap Fathan mengandeng anak anak nya keluar
''Kau ngak mau ikut Nai".bisik Kalisya
"Kami pulang ya Sya sekali lagi terimakasih".ucap Fathan lalu pergi
"Emm tunggu biar aku anter pakai mobil ku."ucap Naira
"Baik la hemat uang".jawab Fathan tersenyum dan mereka naik mobil Naira
"Sayang kalian belum makan kan."ucap Fathan ke anak anak nya
'"Kita beli makan di pinggir jalan aja ya ayah belum dapet pekerjaan kita harus menghemat uang demi kehidupan ke depan".ucap Fathan
"Ngak usa aku di sini kepala keluarganya aku jadi aku akan membiayai mereka."ucap Fathan dan mobil mereka berhenti di pinggir jalan Fathan membeli makan dan mereka segera pulang
"Apa kau tidak bekerja di kantor Nandana'' .saran Naira
"Ngak aku akan berusaha berdiri sendiri".ucap Fathan
"Biar aku aja yg nyiapin ".ucap Naira mengambil makanan dan menuju dapur
"Sebaiknya ayah mandi dulu ayah bau". ucap Fathan lalu pergi ke kamar nya mereka kekamar semua tinggal Naira sendiri di dapur setelah menyiapkan makanan Naira melihat lihat isi rumah dan foto foto di dinding
"Tuh kan benar" .ucap Naira memegang kepala nya yg sakit
"Semua nya foto ku dan anak anak dan Fathan".gumam Naira naik ke lantai atas
"Fathan."panggil Naira dan membuka kamar
Cklek
"Ngak ada Fathan".gumam Naira dan satu foto menjadi pusat perhatian nya sebuah foto besar di dinding foto pernikahan nya dan Fathan
"Sudah banyak bukti tidak salah lagi ".gumam Naira
Cklek
Fathan keluar dari kamar mandi dengan rambut basa nya dan handuk setengah pinggang nya
"F...Fathan."ucap Naira gugup dan memalingkan wajah nya
"Kau ada disini".ucap Fathan tersenyum
"I...iiya maaf aku masuk tanpa izin"".ucap Naira
"Kau masih tidak percaya lihat la".ucap Fathan memeluk Naira dari belakang dan menghadap ke foto pernikahan mereka
"I...iya".jawab Naira deg degan
"Nai.''ucap Fathan membalik kan badan Naira
"Percaya la jika kita suami istri dan kembali la anak anak membutuhkan kamu".ucap Fathan menangkup wajah Naira
"Walaupun ingatan ku belum kembali aku akan percaya bahwa kalian keluarga ku". jawab Naira tersenyum
"Benarkah."ucap Fathan senang dan mencium Naira menekan tengkuk Naira memperdalam ciumannya Naira hanya memejamkan mata nya menikmati ciuman mereka
''Bibir mu selalu menggoda ku."ucap Fathan mengusap bibir Naira lalu masuk ke ruang ganti
"Kenapa aku ngak bisa mengontrol diri gini sih."gumam Naira mengusap bibir nya lalu pergi ke kamar anak anak
__ADS_1
"Anak anak ayo makan".ucap Naira masuk ke kamar si gembar
"Kok kalian belum siap."ucap Naira
"Sini biar bunda bantu". ucap Naira membantu anak anak nya memakai baju
"Yuk turun."ucap Naira mereka turun bersama dan ternyata sudah ada Fathan
"Maaf ya ayah cuman bisa beli ini".ucap Fathan
"Tak apa ayah."jawab Tathan mereka makan dengan makanan sederhana tapi penuh dengan kebahagiaan
"Kau makan belepotan."ucap Fathan mengusap bibir Naira
Kenapa aku selalu deg degan.batin Naira bengong
''Aku tau aku tampan" .ucap Fathan tersenyum
"Ge'er kamu".ucap Naira tersadar
Dret dret dret
"Siapa". tanya Fathan melihat ponsel Naira berdering
"Saira."ucap naira meminum air putih
"Ya Sai".jawab Naira
*K*akak dimana .ucap Saira
"Kakak emm kakak ya ya kerja kerja".ucap Naira bingung harus jawab apa
Pulang dulu kak ada yg cariin kakak.ucap Saira
"Siapa kakak ngak ada janji" .ucap Naira santai
Bunda Nia kak dia ngotot mau ketemu sama kakak.ucap Saira
"Siapa kakak ngak kenal suruh pulang aja bilang kek kakak ngak ada atau kemana".ucap Naira
Dia ngak mau kak dia ngotot mau ketemu sama kakak dia udah satu jam nunggu kakak.ucap Saira
"Entar aja kakak pulang ''.ucap Naira kesal
Pulang dulu kak kasian tante Nia nya.ucap Saira
"Iya iya kakak pulang".ucap Naira
Tut
"Bunda mau pergi".ucap Kiara
"Maaf ya bunda harus pulang".ucap Naira
"Bunda akan kembali kan".ucap Tathan
"Iya bunda janji akan kembali".ucap Naira tersenyum
"Aku pulang dulu ya''.ucap Naira ke Fathan
'"Iya hati hati."ucap Fathan dan Naira langsung pulang setelah 30 menit Naira sampai
"Naira sayang kau sudah pulang."ucap bunda Nia senang dan memeluk Naira
"Siapa".ucap Naira bertanya ke mama nya tanpa suara dan mama nya hanya mengangkat bahu
"Sekarang dimana Fathan apa dia baik baik sajaa."ucap bunda Nia
"Emm f..Fathan baik baik saja".jawab Naira melirik keluarga nya yg hanya tersenyum
"Emm maaf tante siapa ya". ucap Naira mengingat bunda Nia
"Kamu tak ingat sama bunda ".ucap bunda Nia kecewa
"Nia aku sudah peringatan aku izinin kau ketemu sama Naira tapi syarat nya jangan kau lupakan".ucap mama nya kesal
''Iya aku tau tapi aku tak percaya jika Naira hilang ingatan".jawab bunda nya
"Apa ini ma ''.ucap Naira binggung
''Jangan terlalu di pikirkan kak".ucap Saira menuntun kakak nya duduk dan sudah ada Deon
"'Gimana keadaan kakak".ucap Deon
"Kakak baik cuman kepala kakak sedikit sakit karna hari ini kakak di ajak Kalisya bertemu Yira dan Dapit dan juga."...ucap Naira
"Dan juga."ucap Saira
"Tidak tidak".ucap Naira masih ragu
"Kakak jangan terlalu memaksa diri dan jangan samapi kecapekan".ucap Deon
"Kau lupa bahwa kakak ini dokter."ucap Naira
"Aku hanya ngingetin kak".ucap Deon
"Jadi bunda Nia mau apa ketemu sama aku". ucap Naira
''Kau mau kan anterin bunda ketemu sama Fathan".ucap bunda Nia
Duh ku harus jawab apa ya sudah banyak bukti bahwa aku istrinya Fathan tapi kenapa mama dan yg lain tidak cerita apa apa.batin Naira
"Fathan siapa ya". ucap Naira pura pura ngak tau
__ADS_1
"Nai Nai jika ngak bisa bohong jangan bohong tadi kamu bilang bahwa Fathan baik baik sajaa otomatis kamu udah ketemu sama Fathan." ucap mama nya tersenyum
''Naira bingung mau jawab apa".ucap Naira mengarut kepalanya