
"Maafkan aku."ucap Naira
"Sstt jangan katakan apa apa cukup pandang saja aku."ucap Fathan menutup mulut Naira dengan telunjuknya
"Kau mau menggoda ku."ucap Naira
''Kau ini, istirahat la kita akan hidup bersama anak anak yg menyebalkan itu."ucap Fathan tapi tak ada gerakan oleh Naira
"Nai Nai kau jangan tinggal kan aku".ucap Farhan
"Aku belum mati Fathan kebiasaan deh".ucap Naira
"Aku mau tidur aku lelah."ucap Naira memejamkan mata nya
####
"Sebenarnya apa yg terjadi ma".ucap Fathan ke mama khaira
"Istri kakak itu sangat bodoh ".ucap Saira mama Khaira menceritakan yg pernah naira cerita kan
"Kenapa dia berpikir seperti itu apa dia pikir aku tidak bisa bangkit lagi."ucap Fathan
"Ini semua gara gara tuan Pronoto menghancurkan kebahagiaan kita."ucap Gibran emosi
Cup
"Tenang la sayang jangan marah marah".ucap Laila mencium pipi Gibran
"Sayang kau mencium ku". ucap Gibran kaget
"Mama mas Gibran tak suka aku cium hiks".adu Laila siap akan menangis
"'Kau kenapa aneh banget."ucap Gibran
"Kau harus maklumi laila Gibran dia sedang hamil".ucap mama nya santai
"Apa hamil benaran sayang".ucap Gibran memeluk Laila
"Kok ngak kasi tau aku sih".ucap Gibran tersenyum
"Iya tadi pagi mama liat Laila makan nya rakus banget mama tanya kata nya pengen aja jadi mama curiga saat Laila ikut mama kerumah sakit mama suruh periksa ternyata bener Laila hamil 3 minggu."jelas mama nya
"Maaf ya."ucap Laila ke Gibran
''Iya sayang ."ucap Gibran memeluk Laila
"Tuan Fathan bisa kita bicara ".ucap Zahra serius
"Iya" .jawab Fathan yang mengikuti Zahra
"Tuan Fathan hampir 7 tahun ini saya membujuk nyonya melakukan operasi tapi nyonya tidak mau sekarang sebaiknya kita segera mengoperasi nyonya karna saya takut nanti keadaan nyonya akan semakin memburuk."ucap Zahra
"Apa istri saya bisa sembuh".ucap Fathan
"Saya tidak bisa memastikan karna setelah mengoperasi kanker nya bisa kembali lagi ".ucap Zahra
"Lakukan yg terbaik dokter Zahra".ucap Fathan
"Tuan tenang saja saya akan melakukan yg terbaik buat nyonya Naira."ucap Zahra
####
Fathan tidak pernah meninggal kan Naira meski Naira sudah tertidur dan menyuruh nya pulang karna kamar inap Naira sudah seperti kamar pribadi itu karna memudahkan anak anak nya.Naira tertidur dengan di peluk Fathan seakan tidak ingin melepaskan Naira
"Kita hadapin sama sama jangan pernah meninggal kan aku."bisik Fathan dengan memeluk Naira
Bugh
"Ayah bagi dong pelukan bunda nya aku juga mau."ucap Tathan memukul Fathan
"Iya ayah aku mau peluk bunda".ucap Kiara
"Ck ! ayah juga rindu bunda kalian nanti aja ya".ucap Fathan mempererat pelukan nya
"Mending ayah deh yg ngalah sama kami".ucap Tathan
"Kalian kan udah sering peluk bunda dan ayah kan baru ketemu sama bunda jadi ayah masih rindu dengan bunda".ucap Fathan
"Kami juga rindu bunda ayah".ucap Tathan kesal mendengar suara berisik membuat tidur Naira terbangun dan membuka mata
"Kalian kenapa bertengkar ."ucap Naira dengan suara serak nya
"Ayah bunda ngak mau melepaskan pelukannya kami kan juga mau peluk bunda".ucap Kiara cemberut Naira mendongak dan tersenyum
"Jangan berdebat dengan mereka kau sendiri dan mereka bertiga".ucap Naira
"Kau ngak mau belain aku."ucap Fathan
"Sini biar bunda peluk".ucap Naira mengengser badan nya dan anak anak nya segera memeluk Naira
"Kau tak merindukan bunda Athan kenapa ngak mau ikut peluk bunda".ucap Naira melihat Athan hanya berdiri
__ADS_1
"Ngak papa bun ."jawab Athan
"Ayo sini bunda sedih lho jika Athan ngak mau peluk bunda".ucap Naira
"Iya bun".ucap Athan ikut berbaring
"Habis sudah deh bagian aku".ucap Fathan cemberut
"Kau ini !sini aku juga akan ngebagi nya untuk mu."ucap Naira berbaring di bidang dada Fathan
"Wah aku lebih banyak mendapatkan nya".ucap Fathan berkali kali mencium kening Naira
"Jangan tunjukan itu pada anak anak".ucap Naira mengelus kepala anak anak nya
"Kau ibu yg hebat bisa membagi cinta dengan mereka tanpa pilih kasi ".ucap Fathan
"Aku menyayangi mereka memang tidak muda tapi karna buah hati kita aku akan melakukan apa pun dan juga cinta kita".ucap Naira tersenyum
"Aku mencintaimu sayang."ucap Fathan mencium wajah Naira
"Aku juga mencintai mu sebesar kau mencintai ku". jawab Naira mengecup Fathan
"Bunda jangan cium nya ke ayah terus kami juga mau".ucap Kiara
"Iya maaf sayang".ucap Naira memberikan kasih sayang ke anak anak nya setelah anak anak mereka tertidur
"Sayang Zahra nanti akan mengoperasi mu". ucap Fathan .Naira hanya diam
"Sayang kau kenapa diam".ucap Fathan
"Aku takut jika nanti aku di operasi separuh ingatan ku akan hilang".ucap Naira pelan
"Percaya semuanya akan baik baik saja jika tidak di operasi penyakit mu akan parah dan aku ngak mau itu terjadi."ucap Fattan
"Baik la aku akan melakukan nya".jawab Naira
"Kau akan segera sembuh jangan khawatir."ucap Fathan
"Iya."jawab Naira memejamkan matanya
Hari ini Naira akan di operasi Zahra yg menyiapkan nya hanyan tersenyum melihat Naira
"Kau kenapa senyum senyum aku tau kau bahagia ngak usa di tunjukin."ucap Naira
"Kenapa saya menjadi telmi ya dulu kenapa saya tidak berpikir tidak menyuruh tuan Fathan membujuk nyonya menyetujui operasi nya."ucap Zahra tersenyum
"Zahra apa resikonya nanti."ucap Naira bertanya
''Berdoa saja nyonya saya akan melakukan yg terbaik".jawab Zahra
"Baik nyonya saya panggil mereka dulu".ucap Zahra keluar
"Tuan muda bunda tuan ingin bicara ajak juga adik adik tuan."ucap Zahra
"Apa bunda baik baik saja Zahra."ucap Athan
"Berbanyak berdo'a tuan muda."ucap Zahra tersenyum dan merema masuk menemui Naira
"Kesayangan kesayangan bunda". ucap Naira merentangkan tangan nya dan mereka berpelukan
"Sayang bunda akan operasi untuk menghilangkan kanker bunda."ucap Naira memberikan pengertian kepada anak anak nya
"Apa bunda akan sembuh". ucap Tathan
"Pasti sayang."jawab Naira
"Setelah bunda di operasi kemungkinan bunda akan kehilangan ingatan bunda."ucap Naira
"Apa bunda akan melupakan kami.''ucap Kiara
"Tentu saja tidak sayang kalian harus maklumi nanti jika bunda tidak mengingat kalian atau yg lain" .ucap Naira
"Kita berjuang sama sama kalian harus kuat dan sabar apa yg akan tuhan berikan sama kita apa jika nanti bunda lupa kalian ,kalian akan marah sama bunda ".ucap Naira
"Tidak bunda kami akan selalu menyayangi bunda, bunda lupa karna bunda sakit dan kami mau bunda segera sembuh".ucap Athan
"Terimakasih sayang kalian mau ngertiin bunda."ucap Naira
"Apa kalian mau janji sama bunda jika nanti bunda lupa semua kalian jangan membiarkan ayah nangis atau sedih ya.''ucap Naira
"Iya bunda kami janji.""ucap mereka bersama
"Athan bunda yakin kau abang yg baik jaga la adik adik mu kau janji".ucap Naira
"Athan janji bunda".jawab Athan
Naira mulai di operasi oleh Zahra dan di bantu Deon itu permintaan Naira semua keluarga nya menunggu dengan cemas
"Fathan kau tau kan resiko jika Naira di operasi kemukinan besar dia akan kehilangan ingatan nya".ucap mama nya
"Aku tau ma tapi kita tidak bisa membiarkan Naira mengidap penyakit nya terus menerus dan itu akan membahayakan nyawa nya".ucap Fathan
__ADS_1
"Kamu benar mama kasian sama anak anak kalian jika Naira sampai kehilangan ingatan."ucap mama nya
"Ayah." ucap Athan
"Iya sayang".jawab Fathan mensejajarkan tubuh nya
"Bunda bilang jika nanti bunda lupa kita akan tinggal sama sama di rumah yg kami tinggalin apa ayah mau."ucap Athan
"Tentu sayang kalian kan anak anak ayah".jawab Fathan memeluk mereka. setelah berjam jam operasi nya telah selesai. selama 2 hari Naira terbaring tidak sadarkan diri
"Ayah laper."ucap Kiara
"Kak ajak la anak anak ke kantin biar aku yg jagain kak Naira".ucap Saira
"Ok sayang mari kita makan."ucap Fathan mengajak anak anak nya keluar setelah kepergian Fathan Naira mulai menunjukkan kesadarannya
''Kakak".ucap Saira senang dan cemas
"S...sakit sekali."ucap Naira memegang kepalanya
"Kakak jangan banyak gerak kakak masih sakit."ucap Saira
"Saira".ucap Naira masih terbata bata
"Iya kak".ucap Saira takut takut Naira akan hilang ingatan
"Emm. mama mana."ucap Naira
"Mama di rumah kak apa kakak butuh sesuatu."ucap Saira
"Hah! tentu saja mama ada di rumah dia kan sangat membenci kakak."ucap Naira menghembuskan nafas nya dengan kasar
Deg
Ini la yg aku takut kan kasian kak Naira dan anak anak nya mereka masih kecil harus melewati ini semua.batin Saira
"Aku panggil dokter dulu ya kak".ucap Saira keluar memanggil Deon dan Zahra
"Apa kak Naira udah sadar."ucap Deon
"Hiks hiks Kak Naira hiks hiks".ucap Saira menangis
''Sebaiknya kita periksa keadaan nyonya dulu dokter".ucap Zahrah masuk di ikuti Deon
'"Selamat siang nyonya."ucap Zahra
"Siang."jawab Naira singkat
"Apa yg nyonya rasakan".ucap Zahra
"Sedikit lemas dan kepala ku sakit dan kamu kenapa memanggil ku nyonya" .ucap Naira dingin Zahra dan Deon saling memandang
"Apa nyonya tidak ingat sesuatu.''ucap Zahrah ,Naira berusaha berpikir tapi kepala nya makin sakit
"Aw.....sstt."ucap Naira memegang kepala nya
"Sebagai nya kita jangan memaksa kak Naira mengingat semua nya nanti kita membahayakan keselamatan nya'' .ucap Deon
"Jaga bicara mu dokter Deon Wijaya aku ini bos mu apa kamu pikir aku ini kakak mu."ucap Naira tajam
"Maaf nona".ucap Deon yg mengerti keadaan dan situasinya
"Kau saja periksa nanti aku kembali".ucap Deon
"Saya permisi nona."ucap Deon lalu pergi
"Gimana sayang kak Naira."ucap Saira setelah Deon keluar dan ada juga Fathan
"Seperti yg kita takutkan kayak nya kak Naira kehilangan separuh ingatan nya".jawab Deon
sebaiknya kita jangan terlalu memaksa kak Naira untuk mengigat karna akan membahayakan nyawa nya".ucap Deon
"Hah! apa yg harus aku lakukan."ucap Fathan
"Ayah tidak boleh sedih ayah harus kuat".ucap Tathan
"Bunda hiks hiks hiks ".ucap Kiara menangis
"Tenang sayang masih ada ayah di sini ".ucap Fathan menenangkan anak nya
"Sebaiknya kalian jangan dulu bertemu dengan Naira kakak tau sendiri kan gimana Naira Nandana dulu yang aku takut nanti dia berbuat kasar pada anak anak nya."ucap Deon
"Kau benar ,sayang kita pulang dulu ya nanti kita jenguk bunda lagi".ucap Fathan
"Tapi aku mau ketemu sama bunda."ucap Tathan
''Dek ingat kata bunda kita harus ngertiin ini semua demi kesembuhan bunda kita ikutin aja apa yg di bilang ayah".ucap Athan
"Iya bang''.jawab Tathan dan Kiara
"Kalian anak yg hebat sayang ayo kita pulang".ucap Fathan mengajak anak anak nya pergi
__ADS_1
"Gimana dokter Zahra".ucap Saira melihat Zahra baru keluar
"Hah ! nyonya Naira kembali lagi seperti 7 tahun lalu ."jawab Zahra tidak semangat