
Masih flashback ya selamat membaca
#####
"Apa itu San".ucap Firman
"Jika nanti kalian mendengar aku telah tiada dan anak ku Naira masih di benci mama nya aku ingin kalian menjadikan Naira seperti putri kalian dengan menjadikan dia menantu di keluarga kalian" .jelas Ahsan
"Maksud nya nanti nya Naira akan menikah dengan Fathan."tanya Firman
"Iya Man aku hanya percaya sama kalian untuk menjaga anak ku kelak aku tau sifat istri ku jika dia membenci seseorang dia tak kan pernah menerima nya apa lagi dia akan terus menyakiti Naira aku ngak mau nanti nya jika ku pergi Naira makin tersiksa".jelas Ahsan
"Tentu saja kami setuju".ucap Nia mengendong Naira
"Apa rencana kau selanjutnya".tanya Firman
"Biarkan waktu berjalan aku harap Khaira bisa menerima Naira" .ucap Ahsan
"Kau yg kuat San dan sabar aku yakin Khaira akan segera ingat".ucap Firman
Setelah pembicaraan itu Nia kadang mengajak Naira karna Khaira tak mau mengurus Naira setelah Firman dan Nia pindah Naira tidak ada yg ngurus jadi terpaksa Ahsan menyewa pengasuh .Ahsan selalu menyayagi Naira tapi Khaira sangat membenci Naira karna Khaira kira Naira anak dari hasil perselingkuhan dan Naira mengambil perhatian Ahsan setelah kelahiran Saira dan Gibran mereka tubuh besar Khaira sering memukul Naira dan berkata kasar tapi Ahsan selalu memberi pengertian sama Naira dan tidak pilih kasih terhadap ketiga anak nya
Flashback and
Naira mendengar cerita bunda nya meneteskan airmata bagaimana dulu mama nya selalu marah marah dan memukul Naira
"Bunda tau apa yg kau rasa tapi mama mu itu keras kepala dia tidak mau mendengar kebenaran nya".ucap bunda nya
"Tapi jika nanti dia menyakiti kamu lagi aku tak kan memaafkan nya karna kamu udah jadi menantu dan anak ku tak kan ku biarkan dia menyakiti mu".ucap bunda nya
"Aku yakin bunda mama tak kan tega melakukannya karna dia yg melahirkan Naira pasti ada rasa keibuan nya aku hanya berfikir siapa orang yg meminta bantuan mama perempuan lagi aku rasa aku tak pernah ada musuh jika pun ada itu dari kalangan bisnis dan aku mengenal mereka semua".ucap Naira
"Sayang musuh itu tak nampak tidak selalu terlihat yg penting kamu harus berhati hati oh ya kau bilang Gibran mau nikah kok bisa dia kan masih kuliah".ucap bunda nya
"Iya bun''.jawab Naira dan menceritakan semuanya
"Jika yg bersama mama mu itu sahabat kamu gimana".ucap bunda nya
"Engak bun aku udah lama kenal sama dia aku tau suaranya ciri ciri nya meski udah lama aku ngak ketemu sama dia aku masih ingat suaranya dan meski Nayira mengkhianati ku tapi aku yakin dia tidak akan tega menghancurkan ku".ucap Naira
"Oh yan bun wanita yg membuat mama salah paham itu sekarang dimana".tanya Naira
"Bunda juga ngak tau dulu dia pergi dan hilang di telan bumi kami sudah mencari nya untuk menjelaskan semuanya tapi kami tidak menemukan nya".jawab bunda nya
"Aku harus mencari wanita itu dimana".gumam Naira
"Jangan kamu pikirkan dimana wanita itu sekarang kamu fokus dengan suami mu dan soal mama dan adik adik mu nanti biar bunda suruh Fathan membereskan semuanya."ucap bunda nya
"Iya bun terimakasih."jawab Naira tersenyum
__ADS_1
"Kamu ngak kerja".tanya bunda nya
"Engak bun perusahaan Naira serahkan pada Saira dan Gibran".jawab Naira
"Apa mereka bisa mengurus perusahaan sebesar itu mereka masih belum ada pengalaman."ucap bundanya
"Bunda tenang aja Naira selalu memantau kerja mereka jika nanti mereka dalam kesulitan Naira akan bantu".jawab Naira
''Bun aku mau kekantor Fathan aja."ucap Naira
"Iya kamu hati hati".ucap bunda nya Naira pergi untuk siap siap dan pergi ke kantor Fathan menaiki taksi karna mobil nya masih tinggal di kantor. Naira turun dari taksi dgn santai penampilan Naira cukup sempurna
"Wah cantik banget tuh cewek".ucap pria itu
"Kau benar bro tapi dia ngapain kesini" .ucap pria lain
"Permisi mbak pak Fathan nya ada".tanya Naira santai
"Ngak ada pak Fathan nya lagi sibuk."ucap nya cuek
"Apa bisa saya ketemu sama pak Fathan".ucap Maira
"Harus buat janji dulu ngak bisa tiba tiba masuk dan ketemu dengan pak Fathan".ucap nya
Nih cewek mau aku tampol apa ngak ada manis manis nya .batin Naira kesal
To pemarah(Naira)
Naira mengirim pesan ke Fathan tapi tidak di jawab
"Kesel banget awas kau".gumam Naira
Fathan keluar dari mobil dan kaget melihat ada Naira dengan tatapan tajam nya
"Ngapain dia ke sini".gumam Fathan lalu menemui Naira
"Kok berdiri disini."ucap Fathan ke Naira
"Iseng aja''.jawab Naira asal
"Masuk ke ruangan ku yuk".ajak Fathan
"Dari tadi kek''.gumam Naira kesal
"Wah di lihat dari dekat dia makin cantik aja."ucap pria itu
"Aku melihat nya langsung jatuh cinta".ucap pria lain Naira hanya santai mendengar nya
Fathan berhenti dan memberi tatapan tajam nya kepada karyawan nya dan menarik pinggang Naira
__ADS_1
"Turun kan pandangan kalian".ucap Fathan dingin
"Apa selain kau pemalas kau juga cemburuan".ejek Naira
"Anggap aja iya'' .jawab Fathan masuk ke ruangan nya
"Kenapa kau tak menghubungi ku dulu".ucap Fathan
"Maaf aku lupa."jawab Naira
"Kau ngak sibuk kan".ucap Naira
"Sedikit ngak papa kan kau menunggu dulu."jawab Fathan
"Aku bosen ngak ada kerjaan".ucap Naira membaca majalah
"Iya la kau kan sekarang peganguran" .ucap Fathan
"Fathan apa kau masih berhubungan dengan Desi".tanya Naira serius
"Ngak lagi aku ngak ada hubungan lagi sama dia lagian aku udah punya istri yg sempurna".jawab Fathan fokus dengan leptop nya
"Sekarang aku sudah tidak punya apa apa dan ngak punya siapa siapa aku sendiri sekarang".ucap Naira dengan tatapan sendu nya
"Kenapa kau bilang kayak gitu masih ada aku bunda dan papi jangan pernah berpikir kau sendiri".jawab Fathan mendekati Naira
"Kau tak perlu kasian pada ku aku tau kita bersama karna bunda dan ayah ku yg meminta kalau boleh aku akan pergi".ucap Naira
"Kemana'' .tanya Fathan
"Yg tidak bisa orang ketahui aku akan hidup sendiri di sana biar mama merasa bahagia".ucap Naira
"Jangan pernah tinggal kan aku berjanji la apapun dirimu dan diri ku kita tak kan pernah meninggalkan satu sama lain aku sudah punya si pemarah aku ngak mau kau pergi."ucap Fathan memeluk Naira
"Apa kau serius".tanya Naira serius
"Aku ngak mau Fathan menjalin hubungan tanpa di dasari cinta".ucap Naira
"Jika aku bilang aku sangat mencintai mu apa kau akan tetap pergi."ucap Fathan menatap mata Naira
"Cinta itu dari hati bukan logika jika kau hanya menjadikan cinta sebagai alasan supaya aku tidak pergi kau salah".jawab Naira
"Apa yg harus aku lakukan supaya kau percaya."ucap Fathan mendekatkan wajah nya
"Jika kau bilang cinta itu dari hati tak perlu suasana romantis untuk mengungkapkan cinta jika mata jendela hati maka tatapla mata ku lihat la sedalam apa aku mencintaimu aku tau hubungan kita di mulai cara yg salah tapi selama kita menikah dan bersama aku merasa sangat bahagia melebihi apa pun aku mohon jangan pergi aku sangat terluka jika kau pergi meski kau tak mencintai ku tapi aku sangat sangat mencintai Naira Nandana ini apa perlu aku menyerah kan hidup ku supaya kau tau sedalam dan sebesar apa aku mencintaimu".ucap Fathan serius Naira berusaha mencari kebohongan di mata Fathan tapi yg di dapat nya ketulusan
"Jika lautan yg terdalam maka cintaku pada mu sedalam itu jika langit yg terluas maka cintaku pada mu seperti itu aku Fathan Nickoles akan selalu mencintai mu dan membuat mu bahagia".ucap Fathan lagi
"Terimakasih mencintai ku sebesar itu aku akan tetap bersama mu janji seorang Naira Nandana ".ucap Naira memeluk Fathan
__ADS_1
"l love you Naira Nandana".bisik Fathan
"l love you too Fathan Nickoles".bisik Naira mereka berpelukan Naira belum pernah merasa sebahagia ini dalam hidup nya