Kisah Naira

Kisah Naira
41


__ADS_3

Hari yg di tunggu telah tiba keluarga Nandana bersiap siap untuk datang ke acara pertunangan


"Sayang jangan senyum terus nanti kita ngak bisa datang karna aku tergoda."ucap Fathan


"Ih kau ini kenapa selalu tergoda kau sudah tampan jika kau berbuat sesuatu ini akan berantakan".ucap Naira


"Di sana nanti kau jangan kebanyakan senyum ya".ucap Fathan


"Kenapa".tanya Naira


"Nanti orang orang pada jatuh cinta sama kamu aku ngak suka."ucap Fathan cemberut


"Kau ini ada ada saja aku hanya mencintaimu hati ku hanya milik mu seorang".ucap Naira


"Kau akan selalu di dekat ku kan".ucap Fathan


"Tentu saja aku ngak mau nanti cewek cewek deket deket sama kamu" .ucap Naira


"Baik la mari kita turun jika tidak aku ngak tau apa yg terjadi.''ucap Fathan mengandeng Naira untuk turun


''Sayang kau yakin dengan rencana mu aku ragu jika tuan Pratama memperlakukan Saira dengan baik."ucap Fathan


"Yakin la tuan Pratama itu orang yg baik jika rencana nya berhasil anggap saja Deon dan Saira berjodoh dan jika tidak anggap saja Saira itu bukan untuk Deon mudah kan". ucap Naira santai


"Tapi kau jangan membuat ku khawatir ya".ucap Fathan


''Iya sayang sini nunduk''.ucap Naira karna tinggi nya Naira hanya sebahu Fathan


Cup


"Hahaha! ini ni jika kau pendek ngak bisa cium aku saat berdiri di samping mu".ucap Fathan tertawa


"Kau mengejek ku''. ucap Naira cemberut


"Liat tu kau sudah di tungguin".ucap Fathan menunjuk arah mereka yg menunggu Naira


"Selamat malam nona".ucap Bagas dan Andri hormat


"Malam" .jawab Naira singkat


"Andri kau awasi Laila dari kejauhan aku ngak mau anak tuan Pranoto menganggu nya dan kau Bagas antar Saira jika telah sampai kau halangi para wartawan mendekatinya aku yakin salah satu dari mereka pasti mengenal Saira aku ngak mau mereka menganggu kenyaman Saira dan kalian pastikan kenyamanan keluarga ku dari Saira Gibran mama dan Laila kalian ngerti kan maksud ku apa".ucap Naira


"Iya nona".ucap kedua nya


"Maaf nona jika saya lancang gimana dengan nona".ucap Bagas


''Aku sudah punya pelindung".ucap Naira memeluk Fathan dari samping


"Malam tuan."ucap Andri melihat Gibran dan Laila


"Malam nona".ucap Andri


"Malam".ucap Laila tersenyum


"Jangan senyum dan menjawab salam dari nya."ucap Gibran


"Kenapa".ucap Laila


"Kau hanya milik ku aku ngak mau nanti nya mereka menyukai mu." ucap Gibran


"Ngak apa tuan nona sangat cantik malam ini".ucap Andri


"Kau mau aku lenyap kan".ucap Gibran geram


"Hahaha ! Andri Andri hilang kan sifat playboy kau itu jangan kau tunjuk kan pada orang yg baru jatuh cinta jika tidak kau akan lenyap".ucap Naira


"Sudah resiko nona."ucap Andri


"Yuk udah siap".ucap mama nya


"Waw adek kakak satu ini cantik sekali".ucap Naira memuji Saira


"Kakak juga".jawab Saira


"Mending kita berangkat sekarang nanti kita telat."ucap Fathan


''Mama ikut kami ya biar Saira sama Bagas".ucap Naira


"Ngak usa Nai nanti mama nganggu kamu".ucap mama nya

__ADS_1


''Tak apa ma kami ngak terasa terganggu".jawab Fathan mereka pergi ke diaman Wijaya karna acaranya di sana sudah banyak para tamu yg datang dan tempat nya juga sudah rame


Mereka turun menjadi pusat perhatian semua orang yg takjud dengan ketampanan dan kecantikan mereka


"Liat gimana mereka menatap kamu menyebalkan".bisik Fathan


"Kau lupa ya mereka tak kan berani menatap seperti itu jika aku menjadi Naira Nandana".ucap Naira


"Selamat datang nyonyo dan nona Nandana."ucap paman Ben Prtama


"Hai Nai."ucap anak pertama Prataman


"Kau terlihat cantik malam ini".ucap Rangga Pratama


"Tolong jaga sikap anda saya suami nya".ucap Fathan kesal


"Ternyata kau nikah juga aku kira tak kan ada yg menyukai mu karna sifat mu itu".ucap Rangga


"Jaga sikap kau Rangga".ucap papi nya


"Tuan Fathan Nickoles kan".ucap paman Ben


"Iya tuan''.ucap Fathan


"'Kau sangat cocok dengan Naira".ucap nya


"'Apa kabar nyonya kau makin cantik aja".ucap nyonya Pratama


"Kau juga''.jawab mama Khaira


"'Ini siapa Nai".ucap paman Ben


"Gibran paman'' .jawab Naira singkat


'"Adik kamu satu nya mana paman mau jodohin sama Rangga".ucap paman santai


"Ayo la pi aku punya kekasih" .ucap Rangga males


"Yg satu itu sedikit bandel jadi maklumi jika tak ada yg mengenal nya ".ucap mama khaira dan terdengar suara ribut ribut


''Rangga kau liat kenapa suara ribut ribut".ucap papi nya


''Paman ucapan kan terimakasih banyak terhadap Ahsan karna bantuannya paman jadi seperti ini jika kalian mau ngambil nya tak apa karna sebagian saham nya milik Ahsan Nandana".ucapnya


"Iya suami saya benar kami beruntung bisa kenal sama kalian yg baik saat kami terjatuh tak ada yg percaya dan membantu kami tapi tuan Nandana memberikan begitu saja tanpa ada imbalan dia juga banyak membantu perusahaan milik suami saya hingga jadi seperti ini".ucap istrinya


'"Kalian tak perlu seperti itu suami saya iklas menolong kalian" .ucap mama Khaira


"Dia semakin cantik aja jadi aku ingin segera memiliki nya''.ucap seseorang


"Kau jangan berani karna dia dalam perlindungan nona Naira Nandana kau tau sendiri dia seperti apa ".ucap papa nya


"Nama ku Boy Pranoto aku tidak takut pada siapa pun termasuk keluarga Nandana".jawab nya sombong


"Papa hanya memperingati kau saja resikonya kau tanggung sendiri."ucap papa nya


Saira pergi ke toilet untuk menenangkan diri gimana bisa dia bisa bertemu dengan mama nya Deon dan membuat keributan bersyukur ada yg membela nya .saat Naira keluar ada yg membekap mulut nya


"Kenapa kau ada di sini ".ucap nya


"Maaf."ucap nya melepaskan tangan nya dari mulut Saira


"Itu bukan urusan mu ".jawab Saira


"Aku berharap tuhan masih baik pada ku dan nantinya akan menikah sama orang yg aku sayang ".ucap nya


"Cukup Deon ini keputusan mu jangan pernah kau sesali".ucap Saira


"Bertahun tahun Sai aku menunggu cinta ini dengan sabar meski tak ada kepastian tapi aku tetap menunggu mu tapi setelah aku menemukan mu malah aku harus meninggal kan mu lagi sakit Sai hati ku jika aku harus memilih lebih baik aku mati".ucap Deon


"Aku sangat mencintaimu tatap mata ku tapi aku harus bagaimana aku ngak mau mama ku tiada karna aku."ucap Deon menangkup wajah Saira


"Aku juga sangat mencintai mu Deon tapi aku bisa apa jika mama mu tak menyukai ku kau tau rasanya sekarang ini hati ku sakit hancur entah mau bawa kemana aku ngak rela kau menikah dengan wanita lain tapi aku bisa apa Deon mungkin ini takdir kita ".ucap Saira meneteskan air mata


"Aku tak kan melupakan mu sampai kapan pun."ucap Deon


"Meski melupakan mu sulit aku akan coba maafkan aku."ucap Saira .Deon ingin mencium bibir Saira.dan Saira hanya memejamkan matanya mungkin ini yg terakhir


Bugh

__ADS_1


Seseorang memukul Deon sampai membuat nya terjatuh


"Berani nya kau ingin bertunangan dan menikah dengan adik ku tapi kau menyatakan cinta pada seorang gadis".teriak nya emosi


"Pukul bang biar aku tiada aku terpaksa menerima perjodohan ini aku merasa sakit aku tersiksa menahan ini semua jadi ayo pukul aku biar aku tiada".teriak Deon


"Berani kau".ucap nya menyeret Saira dan Deon naik di atas panggung menemui adik nya dan mama Deon


"Bagas aku minta suruh keluar wartawan semua dan pastikan berita ini tidak akan ada jika ada tuntut mereka".perintah Naira ke Bagas dan Bagas mulai melaksanakan perintah


"Ada apa ini".ucap tuan Pratama


"Apa kau mau dek menikah dengan pria yg tak kan pernah melupakan kekasih nya".ucap Rangga


"Maksud abang."ucap nya


"Liat ini wanita yg di cintai Deon dan dia tak akan pernah mencintai mu".ucap Rangga membuat para tamu terkejut dan berbisik bisik


"Berhenti bang."ucap Deon


"Dasar kau sudah aku peringan kan menjauhla dari putra ku kau dan ibu mu itu sama saja sama sama tak tau malu."ucap mama Deon membuat mama Khaira marah tapi Naira memberi untuk tenang


"Kenapa kau disini jangan nganggu lagi aku akan bertunangan dengan Deon sebelum aku mengusir mu dengan hina sebaiknya kau pergi."ucap nya geram


"Maafkan aku."ucap Saira ingin menangis karna di permalukan depan banyak orang dan keluarga nya hanya diam


"Dasar wanita hina murahan tak tau diri pergi dari sini".ucap mama Deon emosi


"Cukup ma kami saling mencintai mama melupakan perjanjian kita".ucap Deon


"Liat kau sudah membuat acara ini berantakan".ucap wanita itu marah


"Dasar wanita hina".ucap mama Deon marah menampar Saira dan mendorong nya sampai terjatuh dan menangis


"Hiks hiks apa salah ku".ucap Saira menangis dan Naira merasa marah dan menemui Saira


"Berdiri la kau tak salah apa apa''.ucap Naira dan semua orang kaget karna Naira bisa ngomong selembut itu semua orang bertanya tanya apa hubungan mereka


"Kakak hiks hiks" .ucap Saira memeluk Naira


"Kau tau kan kakak tak suka melihat kau menangis".ucap Naira menghapus air mata Saira


"Maafkan aku kak."ucap Saira


''Sekarang kita pergi ini sudah cukup".ucap Naira


"Iya kak hiks hiks".ucap Saira masih menangis


"Tuan Deon Wijaya saya tak kan pernah melupakan penghinaan terhadap adik saya Saira Nandana saya tak kan melepaskan kalian".ucap Naira dingin Naira berharap tadi nya paman Ben akan membantu Saira nyata nya tidak dia hanya diam


"Sayang kau tak apa".ucap mama nya di ikuti keluarga Nandana yg lain


''Mereka mau mati ya berurusan dengan keluarga Nandana apa lagi menghina nya."ucap para tamu


"Tunggu nyonya Nandana".ucap paman Ben


"Ada apa lagi tuan".ucap Gibran dingin


"Maafkan atas kesalahan anak saya nyonya sekali lagi mohon maaf."ucap paman Ben menunduk


"Apa yg papi lakukan''.ucap anak nya


"Mohon maaf semua atas keributan ini ini masalah keluarga jika berkenan kalian bisa pulang dan terimakasih sudah datang dan maaf atas ketidak nyamanan".ucap Fathan tegas semua orang mulai keluar


"Minta maaf sekarang Sinta".ucap papi nya


"Pi dia yg salah."ucap Sinta


"Baik la pertunangan dan pernikahan ini batal". ucap papi nya


"Iya sayang kau tak tau kebaikan apa yg di lakukan keluarga Nandana pada keluarga kita". ucap mami nya


"Tidak apa kami pulang dulu ini masalah kalian dan jangan di ungkit kebaikan suami saya dia tak kan suka". ucap mama Khaira


"Sekali lagi maafkan atas kelakuan anak saya nyonya Nandana".ucap paman Ben


"Jika di kenankan kami akan Menganti pertunangan ini dengan Saira dan Deon bukan anak saya".ucap nya lagi


"Kali ini aku tak kan mendengar kan mama asal mama tau aku mencintai Saira ma bukan Saira Nandana itu kenapa aku tak pernah menjelaskan siapa Saira".ucap Deon

__ADS_1


"Tak semudah itu tuan Wijaya kami terlanjur di hina jadi berjuang la untuk mendapatkan adik saya kami permisi dulu".ucap Naira dingin lalu pergi


__ADS_2