
Nadhira membuat Naira dan Saira kelelahan Nadhira berlari lari bermain nya membuat Naira dan Saira yg mengejar nya kecapekan
"Nadhira berhenti lari nya aunty capek".ucap Saira memegang lutut nya
"Ini seru aunty" .ucap Nadhira berlari
"Nadhira udah ya kata nya mau makan es krim aunty haus."ucap Naira akhirnya Nandhira menyetujui nya dan mereka membeli es krim dan duduk
"Aunty Nai lucu deh makan nya belepotan."ucap Nandhira melihat di bibir Naira ada es krim
"Ini semua ulah kamu yg lari nya kemana mana membuat aunty capek dan ke hausan".jawab Naira mengelap bibir nya
"Haus apa doyan."ejek Saira
"Aunty liat deh itu paman Fathan kan kenapa wanita itu peluk peluk dan cium paman Fathan".ucap Nadhira menunjuk dan Naira dan Saira mengikuti arah yg di tunjuk Nadhira
"Nadhira ngak boleh liat kayak gitu".ucap Naira menutup mata Nadhira
"Kenapa aunty"tanya Nadhira polos
"Anak kecil ngak boleh liat yg kayak gitu"jawab Saira melirik kakak nya
"Astaga aunty aku lupa nenek bilang hari ini papa dan mama pulang dan kita ngak boleh pulang ke sorean." ucap Nadhira menepuk jidat nya
"Oh ya nenek ngak bilang tadi sama aunty."ucap Naira
"Karna tadi aunty bengong saat nenek bilang makan nya aunty ngak dengar" jawab Nadhira polos
Ada masalah apa kak Nai dan kak Fathan kemarin aku liat biasa biasa aja.batin Saira
"Yuk pulang nanti papa dan mama Nadhira udah datang gimana jika aunty di marahin mereka karna pulang nya kemaleman karna kita harus anterin aunty Saira dulu."jelas Naira
"Iya aunty."jawab Nadhira mereka akhirnya pulang Naira mengantar Saira pulang dulu karna Naira juga merindukan mama nya meski mama nya membenci nya
"Kak aku masuk dulu "ucap Saira karna mobil mereka sudah ada di depan rumah nya
"Tunggu Saira kakak juga mau masuk kakak kangen sama mama."ucap Naira
"Iya udah ayo"jawab Saira membuka pintu mobil duluan masuk ke dalam rumah
"Nadhira tunggu di sini ya aunty mau ketemu sama mama aunty dulu"ucap Naira membuka pintu mobil saat Naira ingin masuk mama nya sudah ada di depan pintu
"Assalamualaikum ma"salam Naira lembut
"Ngapain kamu kesini membuat kepala ku pusing aja melihat diri mu"jawab mama nya sinis
"Nai cuman sebentar kok ma Nai cuman kangen sama mama"ucap Naira tersenyum dan memeluk mama nya tapi
Plak
__ADS_1
Bukan nya mendapat pelukan dari mama nya malah Naira di tampar oleh mama nya
"Berani kau memeluk ku dan berani kau menginjak kan rumah ini lagi aku memang udah lama tidak memukul mu dasar anak tidak tau malu"teriak mama nya
"Mama boleh menampar ku atau memukul ku tapi tolong ma izinin aku untuk memeluk mama"ucap Naira penuh harap
"Tidak akan pernah kau mendapatkan pelukan dari diri ku meski kau akan mati sekali pun"ucap mama nya Naira kembali lagi memeluk mama nya karna Naira sudah merindukan mama nya
Plak
Mama nya menampar Naira lagi dan mendorongnya ke sampai terjatuh
"Berani ya kau"teriak mamanya
"Mama" teriak Saira dari dalam rumah
"Kakak ngak papa aku ambilin obat dulu bibir dan kening kakak berdarah"ucap Saira membantu kakak nya berdiri
"Kakak ngak papa mending kakak pulang aja nanti di cariin bunda"ucap Naira
"Ma aku pulang dulu terimakasih meski mama membenci ku tapi ingat la aku selalu sayang sama mama meski mama tidak memeluk ku dengan mama menampar ku aku sudah bahagia ma karna mama mau menyentuh ku dan ku anggap tamparan tadi itu sebuah elusan untuk menghilangkan kerinduanku".ucap Naira lalu pergi masuk kedalam mobil
"Aunty pasti sakit ya di tampar oleh nenek dan juga berdarah kita obatin dulu ya aunty"ucap Nadhira karna kejadian tadi di luar membuat Nadhira melihat semua nya
"Aunty ngak papa kok seharusnya Nadhira ngak boleh liat nya tadi".ucap Naira
"Nenek itu jahat udah nyakiti aunty".ucap Nadhira
"Assalamualaikum" .salam Naira dan Nandhira bersama
"Waalaikumsalam ".jawab semua
"Papa mama".teriak Nandhira memeluk orang tua nya
"Sayang kami kangen".ucap mama nya membalas pelukan Nadhira
"Apa kabar kak kalian udah lama dateng nya maaf tadi aku ajak Nandhira jalan jalan".ucap Naira basa basi dan menyalami Jihan dan Naufal
"Kami baik ,baru kok dateng nya terimakasih udah ajak Nandhira jalan jalan".jawab Jihan tersenyum
"Kalian habis dari mana kenapa bibir dan kening kamu berdarah".tanya Naufal melihat Naira sedikit berantakan
"Naira kau ngak papa kan."tanya bunda nya cemas
"Paling tadi dia ngajak kekasih nya jalan dan mungkin".ucap Fathan sinis dan menggantung ucapan nya
"Aku ngak papa bun semua aku ke kamar dulu" . ucap Naira lalu pergi tidak peduli dengan ucapan Fathan
"Bunda ngak suka ya Fathan kamu ngomong kayak gitu sama Naira dia itu perempuan baik baik".ucap bunda nya tajam
__ADS_1
"Kalian jalan jalan kemana sayang ".tanya Jihan ke anak nya
"Tadi kami ke Mall ma ke taman anak anak seru banget ma aku ngerjain aunty Nai dan aunty Saira sampai mereka kecapekan terus kami makan es krim kami juga liat juga paman Fathan sama seorang wanita dan wanita itu peluk peluk cium paman Fathan".jelas Nadhira menirukan apa yg di lakukan Desi ke Fathan
"Apa."teriak mereka bersama
"Berisik tau".ucap Nadhira cemberut mereka semua memberi tatapan tajam ke Fathan
"Kenapa kalian liat aku seperti itu wajar dong dia kan kekasih ku''.ucap Fathan santai
''Kau sudah punya istri Fathan" .ucap papi nya dingin
"Terus kenapa aunty Nai terluka".tanya Jihan lagi
"Tadi kami nganterin aunty Saira tapi aunty Nai juga ikut turun mau ketemu sama nenek jahat saat aunty Nai ingin memeluk nya dia menampar 2 kali tante Nai dan mendorongnya nya sampai jatuh".jelas Nadhira
"Dia pantas mendapatkan nya".ucap Fathan santai
"Nadhira aja tau jika khai jahat".geram papi nya
"Kakek nenek Khai ngak jahat kata aunty Naira dia yg salah membuat nenek Khai marah karna ngak pernah mengunjungi nenek Khai".jawab Nandhira polos
"Bagus jika dia menyadari kesalahan nya".ucap Fathan santai
"Naira ngak sejahat kau pikirkan Fathan".ucap bunda nya
"Bunda selalu belain dia".jawab Fathan lalu pergi
"Sayang yuk mandi pasti kamu belum mandi."ucap Jihan pergi bersama Nadhira
"Mending kau juga istirahat Naufal ".ucap papi nya
"Iya pi."jawab Naufal lalu pergi mereka masuk ke kamar masing masing setelah hampir makan malam tiba bunda Nia melihat Naira karna kamar Naira tidak di kunci membuat bunda Nia bisa masuk
Cklek
Naira tidak menyadari jika ada yg masuk dia asik dengan pemikiran nya sendiri dan memejamkan matanya dengan air mata mengalir.bunda Nia melihat Naira ada rasa pilu di hati nya
"Nai kau udah tidur".ucap bunda nya pura pura tidak tau
"Ngak kok bun aku hanya baringan aja".ucap Naira duduk dan menghapus air mata nya meski Naira pendiam tapi hati nya seorang wanita yg rapuh
"Sini biar bunda obatin dulu luka nya nanti infeksi".ucap bunda nya duduk di dekat Naira
"Ngak usah repot bun".jawab Naira
"Ngak repot kok".jawab bunda nya membersihkan luka Naira dengan lembut meski luka Naira terkena cairan dengan kelembutan bunda Nia membuat hati Naira makin sakit tidak terasa air mata nya mengalir
"Apa ini sakit sampai membuat mu menangis".tanya bunda nya
__ADS_1
"A...aku hiks hiks andai mama bisa hiks hiks selembut dan menyayangi ku seperti bunda aku rela kehilangan segala nya".ucap Naira menangis di pelukan bunda nya Jihan yg ingin memanggil Naira untuk makan malam ikut menangis karna hanya sedikit Jihan mendengar cerita Naira dari bunda nya
"Meski kamu itu menantu ku tapi kamu udah bunda anggap seperti anak sendiri lain kali kamu cerita ya jika ada masalah sama bunda jangan pernah takut".ucap bunda nya membalas pelukan Naira