
Tok tok tok
"Jika tidak karna kak Nai aku jijik bertemu dengan nya".gumam Gibran di depan kos kosan wanita itu
Cklek
"T...Tuan".ucap nya takut dan ingin menutup pintu tapi di tahan Gibran
"Dasar wanita murahan".ucap Gibran masuk
".T..tuan m.mau apa jangan sakiti saya tuan apa tuan ngak puas sudah mengambil kehormatan saya".ucap nya takut dan mundur
"Cih! aku jijik liat kamu ngak usa ge'er ikut saya kakak ku ingin ketemu".ucap Gibran sinis
"Tidak saya tidak mau"'.ucap nya ketakutan
"Kamu harus mau".teriak Gibran menyeret nya
"Lepas tuan jangan sakiti saya sakit".ucap nya tapi tidak di hiraukan Gibran
"Hiks hiks apa orang kaya seenak nya begini hiks hiks aku ngak tau apa kesalahan ku hiks hiks aku ngak kenal sama tuan hiks hiks tiba tiba tuan memper***ku apa salah ku hiks hiks".ucap nya menangis campur ketakutan
"Diam'".bentak Gibran menjalankan mobil nya tidak berapa lama mobil nya sampai
"Ayo turun"'.ucap Gibran menyeret nya lalu mendorong nya sampai terjatuh tidak terlalu jauh di depan Naira, Saira dan Fathan yg menunggu mereka
"Dia orang nya aku tidak merasa menyesal sama sekali menodai nya".ucap Gibran santai
"Kau".'ucap Fathan mengepalkan tangannya
"'nona maafkan saya, saya ngak tau kesalahan saya dimana tiba tiba dia datang dan dan".'ucap nya memegang kaki Naira
"Iya memang kamu ngak mengenal ku saat pertama kita bertemu aku merasa wajah kamu ngak asing saat aku mencari latar belakang mu ternyata benar kamu adik dari Nayira Mecca awal nya saya ingin membunuh mu tapi itu terlalu mudah jadi aku lakukan yg membuat mu hidup tak mau mati pun tak mau."ucap Gibran emosi
"Kau jangan berbohong Gibran ,Yira tak mempunyai adik".ucap Naira
Deg
Kenapa suara nya.batin nya
"Dia adik nya kak dari wanita murahan itu dan adik nya juga murahan".ucap Gibran sinis
"Gibran Nandana berhenti menghina nya".bentak Naira emosi
"Kenapa kak"'.ucap Gibran
"Kakak'".ucap nya mendongak Naira dan Fathan kaget siapa wanita itu
"Kau'."ucap Fathan dan Naira bersama
"Nona Naira",.ucap nya
"J...jadi dia adik nona".ucap nya makin takut rasa nya Naira ingin berteriak gimana bisa asisten yg sudah Naira sayangi dan di anggap Naira sebagai adik bisa di nodai oleh adik nya sendiri
"Laila Mecca nama belakang nya sama".gumam Naira merasa lemas Fathan mengengam tangan Naira memberikan kekuatan
"N...Nona dia yg datang ke saya dan dannn."...ucap nya takut
"Cukup'".ucap Naira lemah dan menyembunyikan wajah nya di bidang dada Fathan menahan sakitnya
__ADS_1
"Kakak kenal"'.tanya Saira melihat kakak nya
"Dia asisten kakak kamu" .jawab Fathan
"Apa!.'" ucap Gibran dan Saira kaget
"Ternyata kau juga mengintai kakak ku".ucap Gibran
Plak
Naira menampar Gibran membuat yg ada di sana kaget
"Kenapa kakak menampar ku".ucap Gibran menahan pipi nya
"Itu pantas kau dapatkan Gibran kau sudah keterlaluan dia tidak salah apa apa kenapa kesalahan kakak nya kau melampiaskan pada nya bahkan dia ngak tau apa apa."ucap Naira kecewa
"Tapi kak"'.ucap Gibran
"Cukup Gibran kau harus bertanggung jawab apa yg kau lakukan pada nya" .ucap Naira
"Kakak setuju sama kak Nai."ucap Saira
"Ngak kak ngak akan."teriak Gibran
"Kau yg berbuat kau harus bertanggung jawab".'ucap Naira tegas
"Ngak mungkin kak aku membenci nya sangat".teriak Gibran
"Jika kau tidak ingin bertanggung jawab kakak akan marah pada mu Gibran kakak ngak akan mau bicara pada mu Gibran".ucap Naira
"Hei anak tidak tau malu jangan memaksa anak ku" ucap mama nya
"'Mama"'.ucap Naira
"Dia yg hancuri kehidupan mama ,mama sangat mencintai ayah kalian tapi apa yg dia lakukan dia ngebunuh ayah kalian mama benci pada nya" .ucap mama nya
"Mama boleh ngebenci aku tapi ma Gibran harus menikahi Laila dia sudah memper****nya".ucap Naira
"Kau mau menikah kan anak ku dengan wanita tidak tau asal usul nya ingat Gibran adalah penerus keluarga Nandana jangan kau nikah kan dia dengan wanita tidak tau asal usul nya sama seprti diri mu".ucap mama nya
"Apa mama sebenci itu sama aku."ucap Naira
"Iya bahkan aku selalu menunggu hari Kematian mu'".ucap mama nya
"Jika aku pergi apa mama akan bahagia dan ngebiarin Gibran menikah dengan Laila".'ucap Naira meneteskan air mata nya
"Apa yg kakak katakan meski mama tidak menyukai kakak tapi masih ada kami kak".ucap Saira memohon
'"Iya kak apa lagi demi wanita ini."ucap Gibran
"'Gimana ma'."ucap Naira menghapus air mata nya
"Ok mama akan menyetujui nya."ucap mama nya
"Tapi tidak segampang itu ma ada syarat nya aku tidak akan menginjakkan kaki ku lagi di rumah ini tanpa persetujuan mama aku ngak akan menganggu atau ikut campur urusan mama Gibran dan Saira tanpa persetujuan mama tapi jika aku mendengar atau melihat nanti nya mama memperlakukan Laila tidak layak nya seorang menantu maka aku anggap perjanjian kita batal gimana" .ucap Naira memberikan tangan nya tanda persetujuan
"'Ok deal ngak apa wanita ini masuk di keluarga ini asal kan kau pergi dari kehidupan ku".'ucap mama nya
"Kakak ngak adil sama aku dan Gibran".'ucap Saira menangis
__ADS_1
"Iya kak aku ngak setuju ok aku akan menikah dengan dia tapi aku mohon kak jangan pergi aku tau kakak udah menikah tapi jangan pergi tidak peduli dengan kami kak kami butuh kakak kami selalu membuat kesalahan jadi jangan pernah tidak peduli dengan kami kak."ucap Gibran
"Aku akan meminta maaf sama Laila bila perlu aku akan bersujud tapi batalkan perjanjian sama mama kak."ucap Gibran lagi
"'Apa yg kalian lakukan tidak perlu seperti itu". ucap mama nya
"Iya nona saya tak apa selama ini nona sudah baik kepada saya" .ucap Laila
"Laila dengar kan aku,selama kamu bekerja dengan ku aku sudah menganggap kamu seperti adik ku sendiri aku tau kakak kau melakukan kesalahan pada ku tapi kau tidak tau apa apa maaf kan atas kesalahan Gibran menikah la dengan nya aku sangat menyayangi nya aku yakin kau adalah orang yg tepat kebahagiaan tidak di lihat dari status tapi dari hati."ucap Naira
'"Nona''.ucap Laila ikut meneteskan air mata
"Sekarang jangan panggil ku nona tapi kakak ok".ucap Naira tersenyum
"Aku masih ada syarat ma biarkan Laila tetap kuliah sebagai ganti nya aku akan meminta Saira dan Gibran mengurus perusahaan '".ucap Naira ke mama nya
"'Aku sangat setuju tapi aku minta pernikahan nya sama seperti pernikahan kau dan Fathan".ucap mama nya
"Ngak masalah".jawab Naira
"Nai aku tau ini keputusan yg sulit buat kamu untuk jauhin mereka apa kau yakin dengan keputusan kamu".ucap Fathan
"Iya kau benar Fathan aku cuman ngak mau adik ku menjadi seorang pria tidak bertanggung jawab aku tau rasanya di sakiti seorang pria jadi aku ngak mau rasa sakit Laila melebihi rasa sakit yg aku alami".ucap Naira ke Fathan
"Gibran jadi la suami yg bertanggung jawab kakak juga menyayangi Laila jaga la dia lindungi dia sekarang kau memikul beban melindungi keluarga mu dari mama ,Saira dan Laila maafkan kakak harus memberi beban ini tapi ini la sering di katakan ayah bahwa kita harus kuat menghadapi kehidupan ini dan iklas menjalani kakak tau kau bisa melakukan nya ".ucap Naira memeluk Gibran dan menangis
"'Kakak akan menemui kami kan dan tidak akan melupakan kami'".ucap Gibran
"Dasar anak bodoh mana mungkin kakak melupakan kalian kakak cuman pergi sebentar kalian tetap di hati kakak."'ucap Naira melepas pelukan nya
"Jangan bicara pada ku aku sangat marah pada mu."ucap Saira membelakangi Naira
"Fathan tolong kau ambil tas ku di kamar kita akan pergi malam ini juga".'ucap Naira dan Fathan mengambil barang barang nya yg di bawa nya
"Sai kau tidak ingin memeluk kakak" .ucap Naira membujuk Saira
"Maaf nona cuek aku ngak setuju dengan keputusan kau kali ini".ucap Saira menahan tangis nya
"Baik la kakak pergi dulu".ucap Naira
"Kakak hiks hiks aku mohon jangan pergi hiks hiks nanti siapa yg akan membantu ku hiks kakak tega sama aku hiks aku mohon kak".ucap Saira memeluk Naira
''Maaf kan kakak Sai kakak lakukan semua ini karna kakak sayang sama kamu sayang sama Gibran di tambah lagi kakak juga sayang sama Laila dengar kan kakak nanti setelah Gibran dan Laila menikah sayangi dan jaga Laila ,kamu yg akan mengganti kan kakak di kantor bersama Gibran gimana anak bodoh itu menafkahi istrinya jika dia ngak kerja jika kau kesulitan Laila sudah terbiasa ngebantu kakak jadi kalian bertiga berjuang la saling melindungi dan menjaga kakak sayang sama kalian" .ucap Naira memeluk Saira
"Gibran, Laila apa kalian tidak mau memeluk kakak".ucap Naira mereka berpelukan dengan tangisan
"Ngak usa banyak drama".ucap mama nya
"Ingat ma perjanjian kita jika mama merindukan Naira atau butuh Naira ingat Naira selalu ada buat kalian".ucap Naira
"Laila kau ikut kakak dulu pulang nanti biar Bagas mengurus semua nya sebelum kau menikah dengan Gibran kau bisa tinggal di mana saja besok Bagas akan mengurus semuanya".ucap Laila
''Iya baik nona".ucap Laila canggung
"Kau ini''.ucap Naira tersenyum
"Yuk kita pergi".ucap Naira melangkah keluar
Ayah maafkan aku yah aku harus meninggal kan keluarga Nandana yg ayah bangun dari nol tapi percayalah yah aku akan selalu mengawasi mereka karna aku sayang mereka.batin Naira
__ADS_1
"Kakak".teriak Saira menangis
"Maafkan kakak jika kakak belum bisa menjadi kakak yg baik".gumam Naira lalu pergi masuk kedalam mobil