Kisah Naira

Kisah Naira
40


__ADS_3

Fathan masuk dengan barang barang mereka, mencari keberadaan Naira yg ternyata ada di balkon menikmati angin malam


"Apa kau marah pada ku".ucap Fathan memeluk Naira dari belakang


"Kau kan separuh hidup ku mana bisa aku marah sama kamu".ucap Naira


"Terus kenapa kau disini nanti kau sakit".ucap Fathan meletakkan kepalanya di bahu Naira menghirup aroma Naira


"Aku hanya berpikir aku tak menyangka hidup ku sebahagia ini mama memberikan kasih sayang nya pada ku dan aku mendapatkan suami seperti mu".ucap Naira


"Kau bahagia.''ucap Fathan


''Sangat.''jawab Naira merentangkan tangannya menikmati angin malam di ikuti Fathan ikut merentangkan tangannya mengengam tangan Naira


''Jangan pernah meninggalkan ku".bisik Fathan


''Tak kan pernah ''.ucap Naira


Dret dret dret


Ponsel Naira berbunyi


''Tuan Pratama''.gumam Naira


"Siapa sayang".tanya Fathan


''Tuan Pratama ngak biasa menelpon".ucap Naira


"Selamat malam nona Nandana."ucap nya


"Malam tuan Pratama" .jawab Naira


"Panggil aja Naira paman seperti ayah memperlaku kan seperti saudara sendiri.''ucap Naira


"Ayah mu pasti bangga mempunyai anak seperti mu pamam masih ada anak laki laki lho ."ucap nya


''Maaf paman tapi saya sudah menikah beberapa bulan lalu''.jawab Naira


"Ngak papa saya menelpon mau mengundang keluarga Nandana di pertunangan anak saya apa kah kalian bisa datang karna setiap rekan bisnis selalu penasaran tentang keluarga Nandana."ucap nya


''Kapan acaran nya paman".ucap Naira


''*B*eberapa hari lagi Naira sebenarnya paman tak menyukai pemuda itu karna dia di paksa menikah dengan anak saya dan juga pemuda itu sangat mencintai kekasih nya tapi mama nya tak menyukai kekasih nya kata nya dia perempuan tidak benar" ucap nya


"Acaranya di mana paman".ucap Naira


"*D*i rumah pria Naira di rumah kediaman dokter Deon wijaya dia bekerja di rumah sakit Nandana tapi kata nya dia sudah di pecat kamu pasti mengenal nya".ucap nya


''Tentu saja paman saya memecat nya karna ada sedikit masalah".jawab Naira tersenyum kemenangan


"*A*palagi dia mempunyai masalah sama kamu paman merasa ragu menikah kan anak paman dengan dokter Deon meski paman baru mengenal mu paman yakin jika kau sampai memecat pasti ada sesuatu yg sampai membuat mu marah."ucap nya


''Kami sekeluarga akan datang paman".ucap Naira tersenyum misterius


Tut


"Kenapa sayang."ucap Fathan


"Kau tau paman Pratama mengundang di acara anak nya yg akan menikah dengan dokter Deon Wijaya paman dan ayah seperti saudara karna paman pernah berhutang budi sama ayah itu arti nya apa" .ucap Naira tersenyum


"Jangan merencanakan sesuatu sayang" .ucap Fathan


"'Kalau begitu saksi kan saja pertunjukan nya".jawab Naira pergi


#####


"Mas mau aku bantu".ucap Laila duduk di samping Gibran


''Hei kau kenapa baru seharian dengan kak Naira dan kak Saira tingkah kau aneh sekali."ucap Gibran


"Maaf.''ucap Laila menunduk

__ADS_1


''Hei kau kenapa aku cuman bilang sikap kau aneh ngak seperti biasa apa kak Naira dan kak Saira mengatakan sesuatu aku lebih suka sikap kau apa ada nya menjadi Laila ku ngak kayak gini".ucap Gibran


''Maaf kelakuan ku agak aneh aku cuman ingin menjadi istri yg baik".jawab Laila


"'Apa kau serius ingin menjadi istri yg baik''.ucap Gibran


''Iya.''jawab Laila


'"Pertama mari kita lakukan seperti suami istri lain lakukan''.ucap Gibran tersenyum mesum


'"Maksudnya kau akan menyentuh ku".ucap Laila polos


''Apa lagi''.ucap Gibran menatap Laila intens


''Apa kau yakin ingin menyentuh ku aku kan jelek dan juga keluarga tidak jelas" .ucap Laila


"Siapa bilang kau jelek kau cantik dan juga aku tak peduli asal usul mu yg terpenting kau milik ku ''.ucap Gibran


"Baik la aku siap''.ucap Laila memejamkan mata nya


''Jangan terlalu di paksa kan aku tak kan memaksa mu aku akan meminta di saat waktu yg tepat".ucap Gibran


''Tapi izinkan aku meminta bibir mu'".ucap Gibran


"Mana bisa membagi bibir ku".ucap Laila


"Ngak peka''.ucap Gibran ingin berbaring tapi tangan nya di pegang Laila dan Laila mencium bibir Gibran sekilas Gibran kaget karna ini kali pertama laila mencium nya tidak hilang kesempatan Gibran menarik tengkuk Laila untuk memperdalam ciuman nya


''Maafkan aku tidak terlalu peka karna aku ngak ada waktu memikirkan itu semua ".ucap Laila melepas ciumannya


''Berarti aku selalu yang pertama untuk mu". ucap Gibran


"Kehidupan ku tidak seperti diri mu aku harus berjuang sendiri hidup dan membiayai kuliah ku dengan bekerja aku tak punya waktu seperti anak anak yg lain bersenang senang" .ucap Laila


''Baik la tugas mu hanya menjadi istri ku dan kuliah ".ucap Gibran yg ingin kembali mencium Laila


Cklek


"Sial kenapa aku lupa mengunci pintu."ucap Gibran kesal


"Kau lucu saat marah".ucap Laila malu


"Kesayangan kesayangan ku aku menyayangi kalian ".ucap Naira mencium Gibran dan Laila bergantian


"Kakak aku udah nikah jika tadi aku lagi melakukan."ucap Gibran menggantung ucapannya


"Maafkan kakak hehe". ucap Naira menyengir


"Tak apa kak kakak kenapa kayak seneng banget."ucap Laila


"Entah la kakak kamu udah gila tapi aku tetap mencintai nya."ucap Fathan duduk di samping Naira


"Sayang ku cintaku aku lebih mencintai mu".ucap Naira mencium bibir Fathan sekilas


"Tenang kita juga bisa melakukan nya."bisik Gibra membuat Laila malu


"Kau kenal dengan tuan Pratama".ucap Naira


"Pratama yg pernah ayah bantu mengasi uang saat dia terjatuh dulu kan".ucap Gibran berpikir


"Tepat sekali".jawab Naira tersenyum


"Dia menelpon ku untuk mengundang keluarga kita untuk menghadiri acara pertunangan anak nya dan kau tau siapa calon menantu nya".ucap Naira bersemangat


"Siapa kak".ucap Gibran


"Dokter Deon Wijaya.''ucap Naira tersenyum misterius


''Aku juga kesal sama mama nya dan wanita itu dia berani menghina kak Saira jadi kak Saira mengakui bahwa dia Saira Nandana ".jawab Gibran


"Sayang kasian keluarga Deon jika kau berbuat sesuatu". ucap Fathan

__ADS_1


"Sayang ku aku tak kan menghancurkan mereka aku cuman melakukan permainan apakah kau setuju Gibran" .ucap Naira


"Kak apa di sana nanti banyak wartawan dan apakah kami harus datang".ucap Gibran


"Tentu di sana akan banyak para pembisnis dan wartawan kita harus pergi semua". ucap Naira


"Apa aku harus mengajak Laila juga". ucap Gibran


"Tak apa aku ngak ikut".ucap Laila tersenyum pahit


''Emang kenapa''.ucap Naira


''Aku tak ingin mereka menikmati kecantikan Laila".ucap Gibran membuat Laila memerah


"Tapi kakak memperingatkan kau selalu mengawasi Laila aku yakin tuan Pranoto akan hadir dan Laila akan selalu di samping kakak kau harus proposional awasi dia dengan baik".ucap Naira serius


"Emang kenapa kak dengan dia" . ucap Gibran. dan Naira menceritakan semua membuat tangan Gibran terkepal


"Aku ngak ikut deh kak aku takut bertemu anak nya ".ucap Laila


"Iya kakak tau karna anaknya itu bernafsu sekali ingin memiliki mu tapi kau tak bisa tak ikut setelah permainan nantinya kita akan mengumumkan pernikahan kau dan Gibran."ucap Naira


"Aku juga akan mengumumkan pernikahan kita".ucap Fathan


"Terus rencananya gimana kak."ucap Gibran


"Nanti akan kakak jelaskan ini sudah waktu makan malam sebaiknya kita turun".ucap Naira mereka turun bersama membuat semua orang iri Saira dan mamanya sudah menunggu di meja makan


"Apa kalian ngak bisa ngak buat aku kesal."ucap Saira


"'Sirik aja".ucap Fathan dan Gibran bersama


"'Kompak banget menzholimi aku". ucap Saira cemberut


"Biar aku ya yg ambili."ucap Laila melarang Gibran mengambil makanya Naira hanya tersenyum mengambil kan makan untuk Fathan


"Kalian bicara apa sama Laila setelah pulang dari rumah kak Naira dia agak aneh kalian ngak ngeracuni pikiran nya kan''.ucap Gibran


''Iya aku suruh Laila untuk meninggalkan kau yg biang kerok ini".ucap Saira


"Kau tak kan meninggal aku kan ".ucap Gibran


"'Memang nya kenapa aku harus meninggal kan mu."ucap Laila


''Awas berani ninggalin aku".ucap Gibran dingin


''Kau ini apa seperti itu bicara sama istri ayah kamu ngak pernah ngebentak mama marah sama mama apalagi ngancem itu kenapa mama masih mencintai ayah kalian saat ini dan selamanya."ucap mama nya


"Bunda bilang dulu mama hilang ingatan gimana mama yakin jika ayah adalah suami mama".ucap Naira


"Hati mama yg bicara entah mengapa dengan melihat ayah kalian mama merasa desiran hati dan mama merasa mama sangat mencintai ayah kalian mama bersyukur mempunyai suami kayak ayah kalian" .ucap mama nya tersenyum


"Dan mama berharap cinta mama dan ayah kalian sama seperti cinta kalian kepada pasangan kalian" .ucap mama nya lagi


"Oh ya ma tuan Pratama mengundang kita di acara pertunangan anak nya kita harus pergi semua."ucap Naira tersenyum


"Seperti biasa aku ngak ikut ".ucap Saira santai


"Biar aku".ucap Fathan melihat perubahan wajah Naira


''Kau harus ikut Saira kau juga bagian keluarga Nandana ".ucap Fathan


''Tapi aku ngak suka kak di tambah di sana pasti banyak wartawan".jawab Saira


"Kau lupa kau itu siapa."ucap Naira


"Iya tapi aku ngak suka orang mengenal ku dengan Saira Nandana aku mau mereka mengenal ku dengan Saira''.ucap Saira


''Baik la kau bisa datang sebagai sekretaris kakak mu Laila juga datang sebagai asisten kakak mu".ucap Fathan


"Kakak ingin kau datang tanpa penolakan". ucap Fathan tegas

__ADS_1


"'Baik la aku akan ikut".ucap Saira


__ADS_2