
Setelah meeting selesai Fathan segera pergi dari kantor pulang untuk mengambil baju dan meminta izin sama bunda nya awal nya bunda nya tidak mengizinkan tapi Fathan tetap pergi Fathan menemui Naira di kantor nya
Cklek
"Hai istriku".ucap Fathan tiba tiba masuk di ruangan Naira
"Fathan ngapain ."ucap Naira bingung
"Rindu istriku".ucap Fathan tersenyum
"Nona saya permisi dulu."ucap Laila tersenyum
"Mau ngapain, kau bolos lagi."ucap Naira
"Siapa juga yg bolos makan yuk ini udah makan siang."ucap Fathan
"Ok.jawab Naira merapikan meja nya lalu dia membawa tas nya dan pergi keluar dari kantor Fathan terus mengandeng tangan Naira para karyawan bertanya siapa yg berani mengandeng bos mereka yg super pemarah itu
"Kita mau makan di mana."tanya Naira di mobil
"Hari ini kita makan persi kamu."'ucap Fathan tidak lupa tersenyum
"Yakin kau makan persi aku."ucap Naira menyakinkan
"Tentu".jawab Fathan cepat
"Kau mau makan masakan aku atau makan di luar".tawar Naira
"Emang kau bisa masak."tanya Fathan ragu.
"Kau meremehkan aku."jawab Naira kesal
"Engak selama kita nikah aku ngak pernah liat kau masak itu kenapa aku bertanya."ucap Fathan
"Aku bisa sedikit masak nya".jawab Naira
"Aku mau makan masakan kamu aja biar ini yg pertama aku makan masakan kamu" .ucap Fathan
"Tapi nanti aku ngak sakit kan karna makan masakan kamu."canda Fathan lagi
"Aku ini seorang dokter kau lupa."ucap Naira kesal
"Tapi ngak ke liatan kau seorang dokter".ucap Fathan tersenyum
"Kau mengejek ku iya wajah ku memang jelek" .ucap Naira makin kesal
"Kamu cantik kok dari apa pun iya kau ngak keliatan seorang dokter tapi kau seperti dokter cinta yg bisa membuat semua orang jatuh cinta termasuk aku."ucap Fathan tersenyum
"Maksudnya".ucap Naira bingung
"Ngak apa jangan terlalu di pikirkan aku hanya becanda" .ucap Fathan
"Terus kita kemana sekarang".ucap Fathan
"Kita beli bahan dulu di supermarket baru setelah itu kita ke tujuan".jawab Naira ,Fathan melanjutkan mobil nya ke supermarket setelah 10 menit mereka sampai
"Kita mau beli apa."tanya Fathan masuk ke supermarket
"Emm apa ya kita masak yg simpel aja biar cepat"'.jawab Naira berpikir
__ADS_1
"'Masak mie aja gimana".tawar Fathan
"Engak itu ngak sehat".jawab Naira cepat
"Kalau begitu makan di luar aja" .ucap Fathan
"Kita udah sampai sini udah nanggung ".ucap Naira
"Iya tapi lain kali aja yuk kita makan di luar".ucap Fathan menarik tangan Naira untuk pergi
"Ih Fathan kesel deh".ucap Naira cemberut
"Hahaha! kau sangat lucu Nai pantes aja Nadhira bilang saat kau marah imut dan makin cantik".ucap Fathan melajukan mobil nya
"Terus kita mau makan di mana".ucap Naira
"Tempat yg sering di datengin keluarga Nickoles kami sering makan di sana sekeluarga makanannya juga enak".jawab Fathan
"Serah deh aku nurut aja" .jawab Naira menatap jendela tiba tiba Naira melihat seseorang yg selama ini di cari nya
"Fathan stop".teriak Naira seketika Fathan menghentikan mobil nya
"Ada apa Nai."tanya Fathan bingung dan kaget Naira membuka pintu mobil dan berlari
"Hei tunggu " .teriak Naira ke orang itu dan orang itu menoleh
"Naira" . gumam orang itu lalu berlari
"Tunggu aku ".teriak Naira lagi melihat orang itu berlari Naira mengejarnya
"Naira awas".teriak Fathan berlari melihat Naira ingin tertabrak
"Aw."....ucap Naira terjatuh tapi Naira tidak merasakan apa apa
"Fathan kau tidak apa apa."ucap Naira khawatir melihat Fathan di bawah nya dan kening Fathan sedikit terluka
"Kau itu jika lari liat liat dulu jika tadi kau tertabrak gimana".ucap Fathan kesal
"Maaf tapi orang itu tadi orang yg selama ini aku cari.".jawab Naira menyesal
"Sekarang kita obatin dulu luka kamu takut nya infeksi".ucap Naira membantu Fathan berdiri dan masuk ke dalam mobil
"Tunggu aku ambil obat dulu" .ucap Naira mengambil perbannya di dalam tas nya dan mengobati luka Fathan dengan teliti Fathan bisa merasakan hembusan nafas Naira dan matanya yg terluka kembali lagi
"Siapa dia".ucap Fathan menatap mata Naira
"Tidak penting''.'jawab Naira singkat
"Aku ini suami mu kau bisa cerita sama aku".ucap Fathan serius
"Aku hanya tidak siap menceritakan nya" . jawab Naira membereskan obat obat nya
"Kau percaya sama aku siapa tau aku bisa bantu kamu"..jawab Fathan serius
"Aku ......aku"....ucap Naira dengan mata berkaca kaca dan fathan menempelkan bibirnya ke bibir Naira dengan lama tapi tidak ******* nya
"Apa kau masih tidak percaya sama aku".ucap Fathan
"K...kauu mengambil ciuman pertama ku".gumam Naira memegang bibir nya
__ADS_1
"Jadikan aku tempat senderan mu saat kau merasa tidak kuat jadikan aku pegangan mu saat kau terjatuh dan pelukla aku saat kau merasa terluka menangis bukan suatu kelemahan semakin kau menahan nya semakin itu menyakitimu".jelas Fathan mengengam tangan Naira
"Aku hanya tidak bisa hiks hiks dia mengkhianati ku hiks hiks aku ngak sanggup saat kau pikir dia seperti saudara mu sendiri tapi malah dia mengkhianati mu hiks hiks" .ucap Naira memeluk Fathan dan menangis tersedu sedu karna Naira belum pernah menangis selama ini Naira menahannya tapi Fathan membuat Naira tidak bisa menahan tangis nya .Fathan mengelus kepala Naira dengan sayang sangat lama mereka berpelukan
"Aku selalu ada untuk mu dan tidak akan meninggal karna aku mulai mencintai mu sangat."ucap Fathan tapi tidak ada tangisan Naira atau pergerakan saat Fathan melihat Naira
"Dia tertidur apa pingsan."gumam Fathan meletakkan kepala Naira pelan dan menelpon Saira
"Hallo Saira."ucap Fathan di telpon
"*I*ya kak ada apa."jawab Saira
"Kau ada di mana."tanya Fathan
"*D*i rumah kak kata kak Nai dia mau nginep jadi aku di rumah aja nunguin kak Nai".jawab Saira
"Sekarang kami berangkat kau tunggu di rumah".ucap Fathan
Tut
Fathan melajukan mobil nya dengan pelan takut membangunkan Naira yg tertidur setelah 30 menit mobil mereka berhenti
"Egghhh kita dimana."ucap Naira mengucek matanya
"Ini seperti rumah mama ".ucap Naira
"Iya kita langsung aja kesini."jawab Fathan keluar membuka kan pintu Naira
"Hai kak apa kabar". ucap Saira di ambang pintu
"Mata kakak kenapa habis nangis apa kak Fathan melakukan sesuatu".ucap Saira
"Tadi kakak kelilipan kakak masuk dulu mau mandi badan kakak lengket".ucap Naira lalu pergi
"Ayo masuk kak" ucap Saira mempersilakan Fathan masuk
"Bik bawakan minuman ya" teriak Saira
"Ayo kak duduk."ucap Saira duduk di sofa
"Iya terimakasih."ucap Fathan
"Kak Nai kenapa kak dan kening kakak kenapa."tanya Saira
"Tadi saat kami perjalanan mau makan Naira menghentikan mobil dan mengejar seseorang dan hampir tertabrak jadi kakak nolongin Naira dan terbentur sedikit".jelas Fathan tersenyum
"Minun nya den" .ucap bibik itu lalu pergi lagi
"Siapa".tanya Saira penasaran
"Aku ngak tau ngak liat."jawab Fathan meminum minuman nya
"Dan karna itu dia nangis dan tertidur ya udah aku bawa aja kesini kan mau nginep juga".jawab Fathan
"Menangis selama ini kak Nai ngak pernah menangis" .ucap Saira
"Kayak nya itu sahabat Naira deh soal nya dia bilang gimana rasa nya jika seorang yg sudah kita anggap seperti saudara sendiri mengkhianati kita."jelas Fathan lagi
"Sahabat".ucap Saira lagi
__ADS_1