
Setelah mengemasi barang barang Fathan untuk di bawah besok Naira ikut Fathan berbaring bersama Fathan karna sudah malam kasur Naira juga sudah di pindah kan Fathan
"Dari tadi kau senyum terus ada apa". ucap Fathan membelai rambut Naira
"Kau mau tau itu karna diri mu" .jawab Naira tersenyum
"Kau makin cantik saat tersenyum ,kenapa aku bisa membuat mu tersenyum padahal aku ngak melakukan apa apa". ucap Fathan
"Aku sangat sangat bahagia karna diri mu Saira sudah mulai bertanggung jawab Gibran juga itu berkat diri mu karna kau membantu mereka aku sangat mencintai mu sekarang aku sangat bahagia aku tidak butuh apa apa lagi kau tau yg paling membuat ku bahagia mama tersenyum pada ku meski tuhan mengambil nyawa ku aku tak kan menyesal karna aku merasakan semua nya orang tua sahabat saudara dan juga suami seperti mu".jawab Naira tersenyum
''Jangan katakan itu aku tak sanggup jika hidup tanpa mu jangan pernah meninggal kan ku".'ucap Fathan memeluk Naira
''Meski aku pergi bukan kah masih ada Desi."canda Naira
"Kau ini apa kau tak mencintai ku kenapa kau menyarankan wanita lain".jawab Fathan
'"Saat dulu sahabat dan cinta mengkhianati ku rasa nya aku tak ingin lagi jatuh cinta meski aku jatuh cinta aku akan mengendalikan diri ku biar tak tersakiti lagi tapi."ucap Naira mengantung ucapan nya
"Tapi.''ucap Fathan
''Mengenal mu aku tak bisa mengendalikan cinta ku".ucap Naira menatap Fathan
"Aku sangat mencintai mu keluarga dan sahabat adalah dunia ku dan kau kehidupan ku."ucap Fathan menciumi leher Naira memberikan tanda kemerahan di leher Naira dan mencium bibir Naira
"Aku ingin memiliki mu tapi jika kau tak mengizinkan nya aku tak melakukan nya''.ucap Fathan karna tidak dapat jawaban dari Naira Fathan mengakhiri nya
"Tidur la " ucap Fathan menarik selimut dan memejamkan mata nya dengan memeluk Naira
"Fathan".gumam Naira
"Tidur la Naira."ucap Fathan
Fathan merasakan hembusan nafas Naira di wajah nya saat melihatnya wajah Naira di depan nya dan mendapatkan kecupan oleh Naira
"Naira kau ".ucap Fathan
"Maaf jika aku tidak agresif".ucap Naira tersenyum
'"Baik la kau milik ku malam ini sayang."ucap Fathan tersenyum nakal
Fathan menciumi Naira dengan lembut penuh kasih sayang memberikan tanda di badan Naira dan melakukan penyatuhan dengan cinta menebar benih nya di dalam rahim Naira rembulan menjadi saksi atas apa yg mereka lakukan
####
🌞🌞🌞
Naira membuka matanya merasakan sinar pagi dan merasakan kulit nya bersentuhan dengan sesuatu Naira menoleh kebelakang yg ternyata Fathan yg memeluknya Naira mengingat kejadian semalam dan membuat pipi nya merah merona
"Apa yg aku lakukan semalam."ucap Naira
"Itu tidak salah aku ini suami mu ternyata nona cuek dan pemarah ini bisa malu juga".ucap Fathan mempererat pelukan nya
"Fathan kau bisa telat nanti".ucap Naira membalik kan badan nya
"Terimakasih."ucap Fathan mencium Naira
"Aku senang bisa memiliki semua nya dari mu terutama hati mu".ucap Fathan
__ADS_1
"Mandi Fathan nanti kau telat".ucap Naira mendorong Fathan dan menuju kamar mandi
"Aw...sstt ."ucap Naira duduk di tepi kasur
''Sini biar aku bantu".ucap Fathan mengendong Naira membawa nya ke kamar mandi mereka mandi bersama hanya mereka yg tau apa yg terjadi
#####
"Ingat nantinya bilang jika kau mau pergi".ucap Fathan duduk di meja makan
"Aku hanya bekerja di rumah sakit."jawab Naira
''Iya jika kau mau kemana bilang sama aku biar aku tau kau ada dimana."ucap Fathan
"Kau itu cerewet banget".ucap Naira kesal
"Ehm ehm leher kau kenapa Nai."tanya bunda nya yg menggoda Naira yg terdapat tanda merah di leher Naira
"I...Ini ini di gigit serangga bun".jawab Naira gugup dan malu
"Kok bisa Nai apa kamar kalian ngak di bersihkan".ucap bunda nya
"Ngak tau bun ."jawab Naira
"Hahaha Naira Naira" .tawa Fathan melihat wajah Naira yg malu
"Jika tidak bisa berbohong jangan lakukan deh bilang aja jika kita melakukan nya semalam".ucap Fathan
"Apaan si kau ini Fathan" .jawab Naira menunduk karna pipi nya terasa panas karna malu
''Sering sering melakukan nya biar rumah jadi rame."ucap bunda nya
"Berapa lama kau di sana Fathan".ucap papi nya
"Seminggu pi".jawab Fathan
"Kau harus cepat menyelesaikan pekerjaan mu Fathan karna kakak mu ingin papi dan bunda tinggal di sana karna tidak ada yg menemani Nandira".ucap papi nya
"Iya pi akan ku usahakan".jawab Fathan setelah makan Naira kembali ke kakar karna Fathan akan berangkat
"Kenapa tadi kau hanya diam."ucap Fathan memeluk Naira dari belakang
"Bunda dan papi akan pergi ."ucap Naira
"Mereka pergi sebentar lagian kan ada aku .''jawab Fathan mencium bibir Naira
"Kau harus pergi Fathan nanti telat ".ucap Naira
"Sini akan ku kenakan jas dokter mu kau semakin membuat ku tidak berkedip jika kau memakai nya".ucap Fathan memakai kan jas dokter Naira
''Cantik jadi aku ingin memiliki mu lagi ".ucap Fathan
"Ayo kau bisa telat".ucap Naira menarik tangan Fathan
"Bunda aku berangkat dulu titip Naira ya."ucap Fathan
"Iya kamu hati hati di jalan".ucap bunda nya
__ADS_1
"Sayang aku berangkat ya."ucap Fathan mencium kepala Naira
"Kau jaga kesehatan makan yg teratur."ucap Naira
"Iya kau juga".ucap Fathan
"Assalamualaikum ".ucap Fathan
"Waalaikumsalam ".jawab Naira dan bunda nya. mobil Fathan mulai menghilang
"Bun aku berangkat dulu mau ke rumah sakit".ucap Naira
''Ya kamu hati hati".ucap bunda nya Naira berangkat ke rumah sakit dengan tidak semangat
"Kayak ada yg hilang."gumam Naira masuk ke ruangan nya
Tok tok tok
"Masuk ".ucap Naira
Cklek
"Kau''.ucap Naira
''Duduk la".ucap Naira lagi
"Saya tau nona pasti tau kenapa saya datang ke ruangan nona."ucap nya
"Katakan Deon ada apa "ucap Naira serius
"Ini tentang hubungan saya dan Saira nona ".ucap deon
"Saya tau Deon tapi mama kamu sendiri yg menentang hubungan Saira dan kamu" .ucap Naira
"Nona sebenarnya mama saya menolak Saira bukan karna status kami tapi karna".ucap Deon
"Karna apa".ucap Naira
"Karna mama saya sering melihat mama nona mabuk dan mama saya berpikir Saira juga seperti itu wanita tidak baik".ucap Deon
''Hah ! kau pergi la" .ucap Naira
"'Saya permisi nona".ucap Deon lalu pergi
"Mama lagi ,apa sih mau mama" .ucap Naira
''Dokter ada pasien tabrak lari."ucap suster ngos ngosan
"Baik la saya akan segera datang".ucap Naira saat memasuki ruang IGD Naira terkejut
"'D..dia kenapa".ucap Naira gementar melihat orang itu penuh darah
"Tabrak lari dok apa dokter mengenal nya karna kami tidak bisa menghubungi keluarga nya tapi kami hanya menemukan identitas nya nama nya Nayira Mecca".ucap suster
"Kalian tidak perlu menghubungi siapa siapa saya akan mengurus nya".ucap Naira mulai mengobati Nayira ini la yg di takuti Naira menjadi dokter saat pasien nya orang yg di sayang Naira
Nayira sudah di pindah kan ruang inap luka nya tidak terlalu parah tapi banyak luka luka di badan terutama kepalanya luka nya sedikit serius wajahnya juga terdapat lemban bekas tamparan
__ADS_1
"Sebenarnya apa yg terjadi pada diri mu."ucap Naira memandang Nayira
"Apa penyebab nya Dapit dan Desi tapi kenapa bukan kah urusan nya sudah lewat 3 tahun lalu".gumam Naira memandang Nayira