Kisah Naira

Kisah Naira
38


__ADS_3

Setelah mandi Fathan kembali ke tempat brandar Naira yg ternyata Naira sudah tertidur pulas


"Makin imut aja dia kayak gitu."ucap Fathan ikut berbaring bersama Naira


"Terimakasih kau sudah kembali ".ucap Fathan memeluk dan menciumi aroma Naira


"Aku sangat mencintaimu jangan pernah tinggal kan aku lagi."ucap Fathan mempererat pelukannya


"Aku tak kan pergi dari dirimu kenapa kau memeluk ku kayak gini".ucap Naira membalikkan badan nya menghadap Fathan


"Takut kau pergi lagi".jawab Fathan


"Aku tak kan pergi aku hanya istirahat karna lelah ".jawab Naira


"Terimakasih sudah kembali aku mencintaimu".ucap Fathan


"Dan terimakasih sudah menunggu ku aku mencintai mu seperti kau mencintai ku".jawab Naira tersenyum


"Kau sudah makan".tanya Naira lagi


"Dengan melihat kau tersenyum aja udah bikin aku kenyang karna kau manis jika tersenyum".jawab Fathan


"Kau belajar dari siapa gombal nya alay banget".ucap Naira tertawa


"Aku hanya mengungkapkan apa yg aku rasa sayang".ucap Fathan


"Iya sayang ku".ucap Naira


"Aku merindukan mu".ucap Fathan mencium Naira


"'Nafsu banget kau mau membunuh ku aku mau ke habisan nafas''.ucap Naira mengatur nafas nya


"Maaf sayang aku terlalu merindukan mu kapan kau akan sembuh kita akan membuat rumah kita menjadi rame".ucap Fathan menciumi leher Naira menghirup aroma nya


"Kau ini ngak sabaran banget tahan otak mesum mu itu aku masih dalam proses penyembuhan."jawab Naira


"Ya udah istirahat biar cepat sembuh".ucap Fathan


"Iya sayang selamat malam."ucap Naira mencium pipi Fathan


#####


Satu Minggu kemudian


Naira sudah pulang ke rumah kaki nya juga sudah sembuh bisa berjalan dengan normal


"Sayang aku ingin meminta izin" .ucap Naira membantu membuka jas Fathan yg baru pulang bekerja


"Apa sayang."ucap Fathan menarik pinggang Naira


"Aku akan bekerja lagi di perusahaan sementara ".jawab Naira


"Tapi kau kan baru sembuh".ucap Fathan


"Sayang aku mohon ya boleh ya aku janji akan jaga ke sehatan".ucap Naira memohon


"Jangan pasang wajah seperti itu kau mau menggoda ku."ucap Fathan


"Aku serius ".ucap Naira cemberut


"Astaga kenapa kau makin cantik jika memohon dan lebih imut jika cemberut aku tak bisa menahan nya."ucap Fathan mendorong Naira ke kasur dan mencumbui nya Naira hanya pasra apa yg di lakukan Fathan karna dia juga merindukan Fathan


"Sayang boleh ya aku tak bisa menahan nya."ucap Fathan dengan suara serak


"Gimana ya boleh ngak ya."ucap Naira berpikir


"Kamu mah".ucap Fathan berdiri ke kamar mandi


"Itu aja ngambek".teriak Naira


"Aku kan hanya becanda."teriak Naira tapi tak ada sahutan di dalam kamar mandi


"Sebaiknya aku tunggu aja".ucap Naira ke ruang ganti setelah itu kembali ke kasur nya dan berbaring sambil memainkan ponsel nya Fathan keluar dengan rambut basa nya


Kenapa dia memakai baju seperti itu.batin Fathan menelan Saliva nya melihat Naira hanya memakai baju dalam nya

__ADS_1


"Nai."ucap Fathan


"Hhmm".jawab Naira masih pokus


Dasar nona cuek ngak peka banget apa yg ku ingin kan aku harus buat rencana biar dia sendiri yg akan datang ke dalam pelukan ku.batin Fathan


"Naira."ucap Fathan menarik selimut nya yg hanya memakai celana pendek nya


"Nai aku merasa kedinginan sangat dingin".ucap Fathan tersenyum licik


"Kau kenapa".ucap Naira panik


"Aku kedinginan Nai".ucap Fathan menggigil


"Akan ku buat kan air hangat."ucap Naira ingin pergi


"Ngak usa Nai kau disini aja aku hanya butuh kamu".ucap Fathan


"Tapi kenapa kau tidak terlihat sakit" .ucap Naira curiga


"Karna aku hanya membutuhkan diri mu".ucap Fathan menindih Naira


"Kau modus ya".ucap Naira


"Kenapa lagi kau memakai baju kek gini" .ucap Fathan


"Sengaja".jawab Naira santai


"Lagian aku minta izin ngak kau jawab dan tadi it mmffg""".ucap Naira karna mulutnya sudah di cium Fathan dengan kelembutan


"Bibir mu selalu menggoda ku sayang".ucap Fathan


"Kau tergoda".ucap Naira tersenyum


"Hanya diri mu yg selalu membuat ku tergoda". ucap Fathan


"Sudah tidur sana."ucap Naira cekikikan


"Nai."ucap Fathan kesal dan memejam kan mata nya membelakangi Naira


Cup


"Apa ini cukup."ucap Naira memeluk Fathan


"Aku kan cuman becanda diri ku dan hati ku hanya milik mu".ucap Naira tapi tak ada sahutan dari fathan


"Maafkan aku "ucap Naira membalikkan tubuhnya dan memejamkan mata nya


Ada deru nafas di leher Naira membuat jantung Naira deg degan dan juga ciuman di leher nya Naira membalik badan nya dan mendapat kan serangan mendadak di bibir nya turun ke leher putih Naira dengan meninggalkan kemerahan


"Apa kau pikir aku akan marah."ucap Fathan


"Apa kau marah maafkan aku."ucap Naira


"Tidak aku tak marah aku ngak akan bisa marah sama kamu kau separuh nafas ku mana bisa aku marah sama kamu".ucap Fathan


"Benarkah jika begitu kau separuh hidup ku."ucap Naira tersenyum Fathan kembali menciumi naira Mulai dari bibir leher dan tubuh Naira dengan meninggal kan tanda merah dengan kelembutan Naira hanya menikmati apa yg di lakukan mereka memadu kasih dengan kerinduan yg mendalam


#####


🌞🌞🌞


Naira bangun merasakan kulit nya dan kulit Fathan bersentuh langsung Naira mengingat kejadian semalam membuat pipi nya memerah


"Aku benar sudah gila".ucap Naira memukul kening nya


"Meski kau gila aku tetap mencintaimu".ucap Fathan menindih Naira dan menciumi Naira


"Otak kau itu mesum sekali tak pernah puas ".ucap Naira


"Iya karna aku sangat mencintai kamu sayang ".ucap Fathan kembali mencumbui Naira dan kejadian semalam terulang kembali di pagi hari


"Apa jam sebelas".ucap Naira baru bangun karna ulah Fathan melirik jam di dinding


"Kenapa kau berteriak sayang."ucap Fathan dengan suara serak nya

__ADS_1


"Ini semua gara gara kamu aku bangun kesiangan."ucap Naira lari ke kamar mandi membersihkan diri setelah 30 menit Naira sudah cantik dan fathan juga sudah rapi dengan pakaian rumahnya


"Ho ho apa kalian melakukan malam pertama."ucap Saira melihat Naira dan Fathan turun dari tangga


"Ngapain kau kesini pagi pagi."ucap Fathan


"Hallo tuan Fathan ini sudah siang ini hampir makan siang."ejek Saira


"Wah dek liat kita kayak nya bakal mendapatkan keponakan ."ucap Saira lagi melihat leher Naira


"Leher kakak kenapa ".tanya Laila polos


"Naira hanya melakukan hal yg kecil."jawab Fathan santai


"Kau ini! ngak papa ini hanya di gigit serangga".jawab Naira menahan malu nya


"Apa serangga nya ngak berbahaya kak mending kakak periksa dulu takut nya nanti infeksi".ucap Laila lagi


Buahahan tawa semua


"Kau ini sudah jangan bicara lagi nanti kau akan seperti kak Naira".ucap Gibran


"Kenapa'".ucap Laila


"Apa kau tak menganjari istri mu Gibran."ejek Fathan


"Semenjak menikah dia belum pernah di gigit serangga kak aku ingin dia sendiri nanti nya membahas masalah itu aku pernah melakukan kesalahan aku ngak mau membuat nya takut hanya memenuhi nafsu ku saja."jawab Gibran


"Kenapa kau ingin serangga itu mengingat ku itu pasti sakit ya kak". ucap Laila


Cup


"Diam la kau bisa menjatuhkan pertahanan ku selama ini".ucap Gibran mencium Laila


"Malu tau."ucap Laila menyembunyikan wajah nya di punggung Gibran karna Mereka tak pernah melakukan hal romantis karna Gibran tak mau memaksa Laila


"Kamu sih jangan memasang wajah seperti itu membuat ku gemes."ucap Gibran


"Sudah sudah sekarang katakan apa yg membuat kalian kemari."ucap Naira


"Mama ingin kakak tinggal di rumah untuk sementara waktu lagian kan tante Nia ngak ada di rumah kita tinggal bareng aja".ucap Saira karna memang bunda Nia sudah kembali lagi menemani Nadhira


"Ngak nanti aku ngak bisa melakukan hal semalam karna kalian".ucap Fathan


"Kau ini otak nya mesum sekali."ucap Naira malu


"Baik la kami akan kesana kalian tunggu kami akan beres beres dulu".ucap Fathan


"Beneran kita akan tinggal di rumah mama".ucap Naira antusias


"Tentu saja."ucap Fathan


Cup


"Terimakasih terimakasih".ucap Naira mencium Fathan dan kembali ke kamar untuk beres beres di ikuti Fathan


"Kau harus peka seperti kak Nai ".ucap Gibran


"Emang apa yg di lakukan kak Nai."ucap Laila


"Kau ini mengemas kan sekali".ucap Gibran menatap mata Laila mendekat kan wajahnya ingin mencium bibir Laila dan Laila hanya memejamkan mata dengan polos nya Gibran menyatuhkan bibir nya dengan Laila dan ingin lebih dalam


"Ehm ehm kalian anggap apa aku ini".dehem Saira membuat pipi Laila memerah dan menyembunyikan wajah nya di bidang dada Gibran


"Kak Sai nganggu aja kakak ngak tau anak kecil ini ngak pernah peka dan ini adalah ciuman pertama kami saat menikah."ucap Gibran


"J...jangan bicarakan sama k..kak Saira aku malu".ucap Laila masih menyembunyikan muka nya dan menghirup aroma Gibran yg pernah menondai nya tapi setiap dekat dengan Gibran membuat Laila deg degan


"Kau malu kau itu istri ku kenapa harus malu yg ada kak Saira yg harus malu karna menganhgu kemesraan kita."jawab Gibran


"Nih bocah berani ya mengejek ku."ucap Saira


"Kak aku udah nikah jadi ngak bocah lagi kakak tu yang bocah yg belum nikah".ucap Gibran


"Astaga kenapa tuhan belum mengirim kan ku pendamping aku tersiksa tuhan ngak kakak ngak adik selalu bermesraan di depan ku dan mengejek ku".ucap Saira frustasi

__ADS_1


__ADS_2