Kisah Naira

Kisah Naira
43


__ADS_3

Naira berbaring karna kepala nya sakit Naira memejamkan matanya biar pusing nya hilang setelah sakitnya hilang Naira berniat menemui mama nya di kamar


Tok tok tok


"Ma Naira boleh masuk".ucap Naira


"Masuk aja sayang pintunya ngak di kunci."ucap mama nya


Cklek


"Mama lagi nagapain".ucap Naira


"Apa kamu sakit Nai kenapa wajah mu sangat pucat apa kau hamil".ucap mamanya


"Engak tau ma akhir akhir ini kepala Naira sering sakit tapi jika hamil kayak nya enggak deh ma karna aku ngak pernah ngerasa tanda tanda kehamilan".jawab Naira berbaring di pangkuan mama nya


"Kau kenapa".ucap mama nya


"Emm jika nanti Naira sakit parah apa yg harus Naira lakukan".ucap Naira


"Kamu kok ngomong kayak gitu Nai".ucap mama nya mengusap kepala Naira


"Karna Nai belum melihat hasil pemeriksaan saat kepala Nai kebentur Nai takut jika nanti Nai mempunyai sakit parah Nai baru ngerasain kebahagiaan."ucap Naira


"Sayang meski kau nanti sakit parah kau harus cerita kita hadapin sama sama."ucap mama nya


"Tapi nanti Naira ngerepotin semua nya ma".ucap Naira


"Emm Nai mau cerita tapi mama janji nantinya ngak boleh cerita sama siapa siapa".ucap Naira


"Iya mama janji."ucap mama nya


"Kepala Nai sering sakit Nai juga sering mimisan kepala Nai pernah kebentur Nai rasa Nai akan terkena kanker otak".ucap Naira menatap ke depan


"Kau ngak boleh ngomong kayak gitu kita lihat dulu sama sama hasil pemeriksaan nya."ucap mama nya


"Aku harap mama ngak cerita sama siapa siapa".ucap Naira


"Iya sayang ini janji kita berdua".ucap mama nya tersenyum


"Nai mau tidur di elus mama".ucap Naira mulai memejamkan mata nya


Mama berharap kau baik baik saja sayang dan kebahagiaan selalu menghiasi kehidupan mu.batin mama nya mencium kepala Naira


####


Naira menelusuri lorong rumah sakit hari ini Naira menerima hasil kesehatan nya Naira masuk ke ruangan dokter Zahra dengan deg degan


"Selamat siang nona Naira silakan duduk".ucap dokter Zahra rama


"Gimana dok hasil nya."tanya Naira


####


Naira duduk di sofa ruangan Fathan, memijet pangkal hidup nya sambil menatap Fathan yg fokus bekerja


"Kau bosen Nai". tanya Fathan


"Engak aku cuman melihat mu".ucap Naira


"Kau sakit Nai wajah kau sangat pucat."ucap Fathan


"Mungkin aku butuh perhatian mu saja".ucap Naira tersenyum


"Sayang jangan mulai nanti aku tak bisa menyelesaikan pekerjaan ku" . ucap Fathan


"Emm Fathan boleh aku bertanya sesuatu kesalahan apa yg membuat mu membenci ku " .ucap Naira


"Aku tak kan bisa membenci mu sayang meski kau membuat ku marah".jawab Fathan


Perkataan dokter Zahra selalu memutar di otak Naira tak henti hentinya sehingga membuat kepalanya sakit dan meneteskan air mata


"Fathan aku ingin berbicara sesuatu yg penting".ucap Naira


"Nanti aja Nai sebaiknya kau pulang dulu ada yg ingin merusak hasil kerja ku".ucap Fathan


"Baik la aku pulang jangan lupa makan ".ucap Naira lalu pergi


Ya allah apa yg harus aku lakukan dengan kehidupan ku ini aku baru bahagia dan sekarang kau menguji ku lagi kenapa terlalu rumit untuk bahagia dan kenapa terlalu sakit untuk mencintai Fathan.batin Naira


Seharian yg Naira lakukan hanya bengong mama nya pun bingung tak biasa nya Naira bengong saat di tanya Naira hanya tersenyum


"Laila tunggu".ucap mama nya melihat Laila baru pulang


"Iya ma ada apa".ucap Laila


"Gibran dan Saira mana."ucap mama nya


"Oh mereka masih ada meeting ma aku di suruh pulang duluan ya udah aku pulang". jawab Laila


"Mama minta tolong bicara sama kak Naira karna hampir seharian dia bengong" .ucap mama nya


"Kak Naira mana."ucap Laila

__ADS_1


"Belakang rumah".ucap mama nya


"Aku kesana dulu ma".ucap Laila lalu pergi


*N*gak biasa kak Naira bengong dan kenapa dia nangis kayak gitu .batin Laila


"Kenapa kakak ada di sini ini udah sore lho kak."ucap Laila duduk di samping Naira


"Kak".ucap Laila menyentuh bahu Naira


"Eh Laila kau udah pulang".ucap Naira menghapus air mata nya


"Kakak kenapa kok bengong dan nangis."ucap Laila


"Hah! kakak tak apa Laila".ucap Naira menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Cerita dong kak biar Laila tau".ucap Laila


"Ngak ada Laila".ucap Naira bersender di bahu Laila


"Kakak lelah ingin istirahat."ucap Naira berdiri


"Aw. sstt."ucap Naira memegang kepalanya


"Kakak kenapa".ucap Laila panik


"Kepala kakak sakit".ucap Naira


"Sini kak biar Laila bantu ke kamar".ucap Laila menuntun Naira ke kamar


"Istirahat lah kak".ucap Laila


"Laila tolong panggilan mama ya".ucap Naira


"Iya kak."ucap Laila pergi


"Sebaiknya aku bicara sama mama."gumam Naira menunggu mama nya


Cklek


"Emm maaf kak mama lagi pergi" .ucap Laila duduk di samping Naira lagi


"Tak apa kau temanin aja kakak di sini".ucap Naira


"Laila apa kau bahagia menikah dengan Gibran". ucap Naira lagi


"Iya kak mas Gibran orangnya baik meski sedikit pemaksa" .jawab Laila tersenyum


"Haha! kau ini jujur banget apa kau udah ungkapin perasaan kamu". ucap Naira tertawa kecil


"Kayak nya kalian sudah bertanggung jawab dan tidak butuh kakak lagi".ucap Naira


"Kakak ngomong apa sih jika tak ada kakak kayak ada yg kurang".ucap Laila


"Kau bisa aja kakak capek mau tidur".ucap Naira menarik selimut nya dan memejamkan matanya


Naira bangun tengah malam dan tidak mendapatkan Fathan di samping nya padahal Naira ingin membicarakan hal yg penting tidak lama Fathan pulang dengan penampilan berantakan


"Kau belum tidur Nai".ucap Fathan melepas jas nya


"Aku baru bangun ,kau kenapa baru pulang kayak capek banget kau harus jaga kesehatan jangan sampai nanti kau sakit."ucap Naira membantu Fathan


"Iya aku pusing di kantor lagi banyak masalah ada yg merusak hasil kerja ku di tambah kerusakan pada proyek ku."ucap Fathan


"Meskipun kau banyak masalah kau harus jaga kesehatan gimana mau menyelesaikan masalah mu jika kau sakit".ucap Naira pelan dan memeluk Fathan merasakan detak jantung Fathan dan mengalirkan air mata nya


"Kau kenapa menangis tak biasa nya cengeng tanpa sebab".ucap Fathan


"Tidak aku hanya merindukan mu". ucap Naira


Sebaiknya aku tidak usa cerita nanti nambah beban Fathan dia sudah banyak masalah di kantor .batin Naira


"Benarkah kau merindukan ku."ucap Fathan


"Aku selalu merindukan mu setiap detik menit jam dan hari aku tersiksa jika tak bertemu diri mu."ucap Naira tersenyum


"'Baik la sayang aku akan mengobati kerinduan mu."ucap Fathan mendorong Naira dan melakukan hal yg di lakukan suami istri pada umum nya


Aku akan memutuskan ini yg terakhir Fathan maafkan aku.batin Naira


#####


"Nai kenapa kau belum bangun ini udah siang lho".ucap Fathan yg sudah rapi sedang kan Naira masih memejamkan mata nya


"Nai kau sakit."ucap Fathan


"E.e.enggak Fathan aku hanya kecapekan karna ulah mu".ucap Naira tanpa membuka mata nya


"Maafkan aku sayang".ucap Fathan mencium Naira


"Tak apa Fathan ini juga kemauan ku". ucap Naira beranjak ingin mandi


Di meja makan semua sudah lengkap tinggal Naira yg belum ada

__ADS_1


"Naira kemana Fathan".tanya mama nya


"Masih mandi ma".ucap Fathan


"Pagi semua."ucap Naira duduk


"Kakak sakit".tanya Saira khawatir


"Ngak kakak cuman kecapean".jawab Naira tak semangat


"Emm kak aku cuman ingin memberi tau bahwa dalang dari masalah yg ada tuan Pronoto penyebab nya masalah nya terlalu serius yg akan mengakibatkan perusahan kakak akan di ambang kebangkrutan".jelas Gibran ke Fathan


"Apa separah itu".ucap Saira


"Iya kak karna tuan Pronoto melibatkan orang orang dunia hitam kita sulit untuk melawan nya."ucap Gibran


Ini pasti karna diri ku karna menolak keinginan tuan Pronoto saat itu maafkan aku Fathan kayak nya keputusan aku sudah bulat aku selalu membuat masalah.batin Naira


"Huh! apa yg harus aku lakukan."ucap Fathan bingung


"Fathan ."ucap Naira menunduk


"Iya Nai."jawab Fathan


''A.a...aku minta kita pisah.''ucap Naira meneteskan air mata


"Jangan becanda Nai ini ngak lucu".ucap Fathan


"Aaku serius Fathan''.ucap Naira


''Aku tidak akan melepaskan diri mu".ucap Fathan


"Naira apa yg kau katakan jika ada masalah di omongin baik baik".ucap mama nya


''Iya kak".ucap Saira


"Keputusan ku sudah bulat ma meski kalian tak setuju aku akan tetap pergi."ucap Naira


"Aku tak kan membiarkan kau pergi ".ucap Fathan


"Aku ngak mungkin bertahan sama orang yg tidak aku cintai dan tidak punya apa apa lagi."ucap Naira


"Nai kau jangan berbohong".ucap Fathan frustasi


"Aku serius Fathan".ucap Naira meneteskan air mata


"Naira jangan mengambil ke putusan yg akan membuat mu menyesal se umur hidup". ucap mama nya


"Jika mama dan yg lain belain Fathan aku yg akan pergi dan soal tuan Pronoto sebaiknya kalian gabung kan 2 perusahaan itu biar bertambah besar" .ucap Naira


"Alasan mu tak masuk akal Nai."ucap Fathan


"Aku akan pergi ".ucap Naira


"Kami tidak setuju".ucap mama nya


"Aku tak perlu persetujuan kalian tidak ada yg bisa menghalangi keputusan ku dan satu lagi rumah sakit aku yg ambil karna itu milik ku". ucap Naira berdiri


"Nai jangan pergi aku harus apa jika kau pergi".ucap Fathan mengejar Naira.Naira hanya mengambil barang yg perlu dia gunakan


"Naira tunggu".ucap Fathan di ruang tamu


"Jika kau pergi aku akan membenci mu".teriak Fathan


"Itu lebih baik" .ucap Naira


"Naira aku mohon jangan tinggal kan aku kau bisa mengambil semua nya dari ku tapi ku mohon jangan tinggal kan aku.''ucap Fathan


"Maafkan aku Fathan aku harus pergi ku harap kau bisa mencari penganti ku".ucap Naira lalu pergi tanpa peduli yg lain


"Naira jangan pergi". teriak Fathan meneteskan air mata


"Kau yg sabar Fathan Naira sangat keras kepala".ucap mama nya memeluk Fathan


"Aku mencintainya ma lebih dari nyawa ku sendiri tapi kenapa dia ninggalin aku ".ucap Fathan banjir air mata


"Mama yakin ada sesuatu yg Naira sembunyi kan". ucap mama nya


"Tapi apa ma apa benar Naira tak mencintai ku dan mencintai pria lain".ucap Fathan berlari mengejar Naira kemana mana dan mencari nya tapi Naira tak di temukan Fathan membuat nya frustasi


####


Naira melihat sekeliling tempat dia berada dan mengingat saat Naira berlari kepala nya sakit dan jatuh pingsan


"Aku dimana".gumam Naira


"Nona sudah bangun syukurlah".ucap nya


"Saya harus pergi."ucap Naira berdiri lalu pergi ke sebuah rumah sederhana namun nyaman untuk di tinggali


"Rasa nya sakit sekali jauh dari orang yg kita sayang hiks hiks maafkan aku semua aku ngak mau menyusahkan dan membebani kalian atas apa yg terjadi pada ku Fathan aku merindukan kalian."ucap Naira menangis


"Aw sst sakit sekali".ucap Naira memegang kepala nya dan mencari ponsel nya

__ADS_1


"D...dokter Zahra datang ke jalan xxx ingat jangan sampai di ketahui orang di sekitar ku apa lagi keluarga ku."ucap Naira di telpon segera berbaring setelah 20 menit dokter Zahra masuk karna tak ada yg membuka kan dokter Zahra masuk saja dan mencari keberadaan Naira


__ADS_2