Kisah Naira

Kisah Naira
37


__ADS_3

"Deon Saira sangat sibuk dia juga butuh pelindung apa kau mau menjadi asisten Saira."ucap Naira memecah keheningan


'"Iya betul ".ucap Fathan turun dari kasur Naira


"Jangan aneh aneh kak."ucap Saira masih pokus dengan leptop nya


'"Iya nona saya hanya ngerti masalah kedokteran dan mengobati saya ngak ngerti masalah bisnis."jawab Deon


"Kau seorang dokter tugas mengobati tapi kau sudah memberi luka''.gumam Saira


"Jika cinta ngak usa jual mahal".ucap Fathan duduk di dekat Saira


"'Apa yg nona rasakan".tanya Deon


"Semuanya baik Deon kau lupa aku ini dokter aku hanya sakit kepala arah benturan ini dan aku ingin cepat berjalan dengan normal".jawab Naira


''Sebaiknya nona melakukan pemeriksaan terhadap kepala nona takut nya nanti akan berbahaya dan mengenai kaki nona pasti tau apa yang akan nona lakukan".ucap Deon


"Tidak ada yg lebih bahaya di banding luka dalam hati".gumam Saira


"Kerjakan saja pekerjaan mu jangan marah marah nanti cepat tua".ucap Fathan


"Nai apa kau mengenal tuan Pranonto kayak aku pernah dengar kau menyebut nama itu."ucap Fathan berpikir


''Ngak penting sekarang kau bantu aku atau Deon yg akan membantu aku berjalan."ucap Naira membuat Fathan berlari memegang tangan Naira


"Pelan pelan tuan."ucap Deon


"Dia ini istri ku".jawab Fathan kesal


"Kenapa kakak bilang tuan Pranonto ngak penting jika kita kerja sama perusahaan nya itu sangat menguntung kan aku juga akan menerima kerja sama nya.''ucap Saira


"'Apa! hentikan Saira.''bentak Naira duduk di kursi roda dan menemui Saira


"Kenapa kak."tanya Saira


"'Dia itu orang yg licik dan berbahaya kakak pernah hampir kerja sama tapi syarat nya membuat kakak marah".ucap Naira


'"Dia juga minta syarat kak tapi dia minta setelah kerja sama resmi".jawab Saira


''Sebaiknya batalkan Saira dia pasti meminta syarat pribadi" .ucap Naira


"Apa kak".ucap Saira


"Diri mu atau tubuh mu."jawab Naira


''Tapi kayak nya mereka baik kak."ucap Saira


"Jika kau mau mengetahui nya kau bisa minta informasi dengan Andri karna dia yg kakak suruh mencari tau tentang tuan Pranonto dia pasti akan balas dendam karna saat itu anak nya meminta Laila dan kakak tolak".jelas Naira


"Waspada dan hati hati Sai."ucap Fathan


"Apa kau tidak mau melindungi Saira Deon."ucap Naira santai


"Maaf nona saya ngak mau jadi anak durhaka mama saya ingin menjodohkan saya dan saya harus menikah wanita pilihan mama saya".ucap Deon menunduk


"Dokter Deon wijaya".ucap Naira merubah suaranya menjadi dingin


"Sayang jangan terlalu marah kau baru sembuh."ucap Fathan


''Bukan kah kamu sudah saya peringat kan jika ingin mencintai adik saya jangan pernah membuat nya terluka dan sekarang kamu meninggal kan adik saya menikah pada saat dia mencintai kamu".ucap Naira tajam


'"Maaf nona."ucap Deon menunduk

__ADS_1


"Kakak jangan seperti itu nanti kakak sakit lagi."ucap Saira khawatir


'"Kapan kamu akan menikah".ucap Naira tidak menghiraukan perkataan Saira


.


" Tidak lama lagi pertunangan saya nona".ucap Deon


"Katakan pada ku kau pilih adik ku atau perempuan itu".tanya Naira


"Sayang kau tak perlu memaksa cinta mereka."ucap Fathan


"Sayang ku cinta aku tak memaksa Deon aku hanya bertanya."ucap Naira tersenyum


"S..saya"....ucap Deon ragu


"Jujur la Deon aku tak kan marah."ucap Naira


"Kakak tak perlu seperti itu aku baik baik saja" .ucap Saira


"Saira Saira aku ini kakak kamu kita selalu bersama dari kecil hingga sekarang jadi kau tak kan bisa membohongi kakak."ucap Naira


"Katakan Deon".ucap Naira lagi


''Nona tau sendiri dari SMA saya mencintai Saira bahkan saya mengunci hati saya demi menunggu Saira tapi saya tak bisa menyesal atas keputusan saya mama saya mengancam saya akan bunuh diri jika saya menolak permintaan nya."jelas Deon menatap Saira


"Baik jika itu keputusan mu kamu ingin mengundurkan diri atau saya yg pecat kamu saya tidak mau Saira bersedih nanti nya jika melihat diri mu" .ucap Naira


"Kak.'"ucap Saira tak suka


"Kau kenapa Saira tak suka keputusan kakak"'.ucap Naira tersenyum


"Suka".ucap Saira dengan nada kesal


"'Kau bisa pergi Deon''.ucap Fathan


'"Saya permisi dulu".ucap Deon lalu pergi


''Katakan saja pada kakak jika kau masih menginginkan Deon kakak tak kan memecatnya''.ucap Naira


"'Iya aku masih mencintai nya dan mengharapkan nya''.jawab Saira kesal


''Sayang kau tak adil sama Deon kenapa kau memecat nya''.ucap Fathan


''Sayang ku Deon tak bersalah akan hal ini aku ngerti apa yg di rasakan Deon orang tua adalah hal terpenting dalam hidup kita jika mereka meminta nyawa pun akan kita berikan aku hanya memberi pelajaran sama mama Deon'' .jawab Naira


"Kakak tak perlu seperti itu kakak ngak proposional jika seperti itu."ucap Saira


"Ala ngak proposional bilang aja kamu mau liat wajah nya Deon ingat Saira agama kita mengajarkan tidak boleh mencintai suami atau istri orang dan juga itu ngak bagus di pandang masyarakat".jawab Naira


"Sayang aku makin mencintai mu".ucap Fathan mencium Naira


"Kalau begitu aku juga semakin mencintai mu."balas Naira dan mendekati Saira dengan di bantu Fathan


"Fathan boleh kau tinggal kan kami sebentar".ucap Naira


"Ok sayang ku tapi jangan lama nanti aku merindukan mu".ucap Fathan pergi


''Katakan sama kakak apa yg kau rasa kan".tanya Naira


"'Ngak ada kak"'.jawab Saira berbohong


"'Kau ngak usa bohong sama kakak".ucap Naira berusaha berdiri duduk di sebelah Saira

__ADS_1


"Kakak hati hati".ucap Saira membantu Naira


"Kakak sayang pada mu katakan apa yg kau inginkan."ucap Naira mengengam tangan Saira


''Deon bukan barang kak yg bisa kakak belikan untuk aku". ucap Saira


"Siapa bilang kakak nantinya membeli Deon."jawab Naira


"Sai cinta itu tak bisa di paksakan jika kau tak bicara apa yg kau rasakan gimana orang bisa tau apa yg kau ingin kan meski kau merelakan Deon kalian sama sama tak bahagia karena kalian saling mencintai dan harus hidup dengan orang lain".ucap Naira


"Hah! iya aku mencintai Deon bahkan aku menginkan dia menjadi pendamping ku kelak tapi mamanya ngak suka pada ku dia menghina aku kak karna aku bukan siapa siapa dan juga dia ngak ngizinin untuk Deon menolong kakak waktu kecelakaan itu hati ku sakit kak kakak dalam bahaya dan dia ngak ngizinin rasanya aku ingin menendang nya tapi aku sadar itu karna mama nya tak merestui hubungan kami dan aku harus melepas Deon meski itu sulit".jelas Saira meneteskan air mata nya


"Ho ho ternyata adik kakak yg satu ini menginginkan Deon menjadi pendamping nya".ejek Naira


"Apa kakak mengejek ku".ucap Saira


"Lagian kak jika Deon memang di takdir kan untuk ku dia akan kembali pada ku".ucap Saira lagi


"Kalau begitu ikuti saja permainan kakak".ucap Naira tersenyum misterius


"Kak jangan tersenyum seperti itu aku tau ada yg kakak rencana kan".ucap Saira


"Oh ya Sai aku akan izin sama mama aku akan mengambil ahli lagi perusahaan sementara kakak ngak mau kau kenapa napa karna tuan Prananto meskipun mama ngak ngizinin aku akan bersikap tegas karna ini menyangkut kehidupan mu".ucap Naira


''Benarkah kak akhirnya aku bebas juga."ucap Saira semangat


"Iya tapi kakak belum bisa memastikan karna kakak izin dulu sama Fathan dan mama dan jika nanti mereka ngizinin kau suruh Gibran dan Laila se ruangan dengan kakak biar mereka bantu kakak".jawab Naira


''Demi kebebasan ku akan ku lakukan bos" .ucap Saira hormat


"Itu hanya sementara kale". ucap Naira berdiri mulai mau keluar


Cklek


Bruk


Karna Naira ingin berpegangan dengan pintu dan di buka jadi Naira terjatuh di pelukan orang itu


''Wah aku terjatuh sama bidari cantik."ucap nya tersenyum semakin erat memeluk Naira


"Fathan kau ini ayo cepat bantu aku , aku udah capek berbicara berjalan kesana kemari ".ucap Naira


"Baik la hati ku".ucap Fathan mengendong Naira


''Hei kenapa kau mengendong ku''.ucap Naira


"Biar kau tak capek''.jawab Fathan menurun kan Naira di kasur nya


''Kak aku pamit pulang dulu yg nanti mata jomblo ku ternodai karna kalian" .ucap Saira membereskan barang barang nya


"Iya udah kau hati hati".ucap Naira lalu Saira pergi


"Sekarang tinggal kita berdua."ucap Fathan


"Mandi gih sana ini udah hampir makan malem dan kau juga belum makan malam" .ucap Naira


"Kau juga."ucap Fathan


"Aku masih kenyang nanti jika laper aku akan makan".ucap Naira


"Ya udah kau tungguin aku mandi ya".ucap Fathan


"Tapi jangan lama lama aku udah ngantuk dan capek" .ucap Naira berbaring

__ADS_1


__ADS_2