
Sementara menunggu Fathan dan Naira yg bersiap Saira berbaring di sofa. Laila membuat minuman membantu pembantu rumah itu
"Bibik berapa lama bekerja di sini".tanya Laila ke pembantu
"Udah lama non hampir 20 tahun".jawab bibik itu
"Lama banget''.ucap Laila
"Iya saya betah kerja disini nyonya dan tuan orangnya baik".ucap bibik itu
"Dan non beruntung bisa masuk di keluarga Nandana mereka baik dari ayah nya non Naira dan non Naira dan juga seperti adik adik nya juga baik".ucap bibik itu Laila sibuk tak menyadari kedatangan Gibran dan Gibran menyuruh bibik itu pergi
"Iya bibik benar kak Nai dan kak Saira baik dan aku bersyukur bisa menikah dengan mas Gibran dia juga baik ya meskipun sedikit pemaksa satu yg pasti ya bik dia tampan".ucap Laila tak menyadari kehandiran Gibran
"Ternyata kau mengakui juga jika aku tampan".bisik Gibran di telinga Laila
"M.mas sejak kapan kau di sini mana bibik itu".ucap Laila gugup
"Sejak kau mengakui aku tampan."ucap Gibran tersenyum
''Aku aku hanya."...ucap Laila gugup
''Ayo ngaku aku hanya apa."ucap Gibran mendekat dan Laila mundur sampai badan nya membentur di dinding dan Gibran mengunci kepala Laila dengan tangan nya
"M..mas mau apa.''ucap Laila gugup
"Baik la selama kita menikah kita tak pernah melakukan hal seperti orang lakukan karna aku ingin kau menikah dengan ku merasa nyaman aku juga ngak mau memaksa mu."ucap Gibran
''Emm boleh aku mencium mu".iziz Gibran
"C..cium ".ucap Laila deg degan
"..B.bukan kah aku ini i...istri mu "ucap Laila gugup .Gibran menutup kepala mereka dengan jas nya dan mencium bibir Laila dengan perasaan berdebar debar Laila hanya memejamkan matanya mereka hanyut dengan perasaan masing masing
"Manis."ucap Gibran melepaskan ciumannya
"Dan kau cantik."ucap Gibran tersenyum membuat pipi Laila memerah
"Kau mau kemana."ucap Gibran menjegah Laila akan pergi
"Mau mau ngambilin kak Saira minum".jawab Laila
"Setidaknya bersihkan dulu bibir mu kau mau pipi mu tambah memerah karna di goda kak Saira".'ucap Gibran mengusap bibir Laila dan mengecup nya Laila pergi dengan pipi merah dan senyum malu dengan mambawa minuman dan meletakkan di depan saira dengan tersenyum malu Gibran datang dari belakang
''Apa yg kau lakukan dengan Laila sampai dia seperti itu''.ucap Saira santai
"Aku hanya" ....ucap Gibran mulut nya di tutup oleh Laila dengan tangannya
"Ngak ada kak."ucap Laila malu
''Apa kau ingin menunjukkan kemesraan kita lagi di depan kak Saira" ucap Gibran melirik tangan Laila
''Maaf.''ucap Laila menarik tangan nya
"Yuk udah selesai."ucap Naira semangat
"Kak Fathan mana".tanya Gibran
"'Mau pamit sama bibik dan yg lain untuk menjaga rumah."ucap Naira
''Kak aku duluan nanti kita ketemu di rumah aku ada urusan sebentar".ucap Gibran
"Aku duluan ya".ucap Gibran ke Laila
"Iya hati hati."ucap Laila
Cup
''Maaf ya jomblo mata mu ternodai lagi''.ucap Gibran mencium Laila lalu segera pergi
''Dasar adik durhaka berani mengejek kakak."teriak Saira kesal
__ADS_1
''Ehm ehm ada pipi yang kayak kepiting rebus nih".goda Naira
'"Mas Gibran bantu aku aku malu di goda terus ".gumam Laila menunduk
Hahahha tawa Saira dan Naira
''Kau lucu sekali Laila".ucap Saira
''Katakan pada kakak apa kalian sudah melakukan nya".ucap Naira
''Melakukan apa kak."ucap Laila
"'Astaga susah sekali menjelaskan pada orang polos dan engak peka".ucap Naira ,Saira membisikkan sesuatu membuat pipi Laila makin memerah
"Semenjak kejadian malam itu mas Gibran melakukan dengan amarah dan kasar sebenarnya aku takut sama dia tapi semenjak kak Naira menyakinkan ,aku memberanikan diri dan ternyata dia tak sejahat aku pikir kan".ucap Laila
Flashback
Setelah pulang dari Kua Laila merapikan barang barang nya dengan gelisah sementara Gibran ada di kamar mandi
Duh aku takut dia kan benci sama aku jika dia memper**** aku lagi gimana tapi sekarang aku sudah menjadi istrinya aku harus bagaimana.batin Laila
Cklek
Gibran keluar dengan handuk di pinggang dan mengacak rambutnya Laila melihatnya menjadi malu dan menundukkan kepalanya dan melihat langkah kaki menghampiri nya semakin membuat nya deg degan
'"Kau melihat apa di bawah".ucap Gibran dingin
"A...a.aku malu melihat kau seperti ini".ucap Laila
"Kenapa harus malu kau sudah melihat ku telanjang sebelumnya" .ucap Gibran semakin dekat
"W...waktu itu gelap jadi aku ngak melihat nya ".jawab Laila mundur dan membentur lemari Gibran menggakat tangan nya bermaksud mengambil baju nya
"J...jangan pukul aku lagi aku minta maaf jika kata kata ku salah".ucap Laila ketakutan
"Hah! maafkan aku waktu itu melakukan nya karna aku benar benar marah karna kakak kau mengkhianati kakak ku kak Nai sering bengong dan bersedih dan tidak ceria lagi ketika mengetahui mu amarah ku tidak bisa di kendalikan dan aku melakukan nya dengan kasar seharusnya aku tak pernah melakukan nya aku harap kau jangan takut dengan ku''.ucap Gibran
''Iya aku akan memaafkan mu dan berusaha menerima nya ".ucap Laila
"Terimakasih."ucap Gibran mengambil baju di atas otomatis menempelkan tubuh nya dengan tubuh Laila karna Laila belum pergi membuat jantung kedua berdebar
#####
Laila mengambil bantal untuk tidur di sofa karna melihat Gibran tertidur di kasur nya
"Kau mau kemana".ucap Gibran dingin
''M..mau tidur di sofa".jawab Laila
"Tidur di sini."ucap Gibran dingin
''Tapi kan''.ucap Laila
"Aku bilang disini ya disini kau mau membantah ku".ucap Gibran tegas tapi Laila masi berdiri sehingga Gibran menarik tangannya dan jatuh ke pelukan Gibran .mata mereka bertemu dan terkunci beberapa detik
''Maaf aku tak akan melakukan nya jadi kau tenang aja tidur la dengan baik".ucap Gibran
''Melakukan apa''.tanya Laila
''Melakukan nya''. ucap Gibran
"Melakukan apa aku ngak ngerti".ucap Laila
"Melakukan ini apa kau mau''.ucap Gibran menindih badan Laila dengan kesal
"T...tidak".ucap Laila menggeleng dan deg degan
"'Kau kenapa berkeringat kayak gitu". tanya Gibran
"A...aku aku deg degan dan sakit jantung ku jika dekat dengan kamu apa lagi sedekat ini."jawab Laila polos
__ADS_1
"Oh maaf."ucap Gibran berbaring di dekat Laila dan mengelap keringat Laila menyelip kan ramput Laila di telinga
"Tidur la".ucap Gibran tersenyum
Flashback and
Laila menceritakan dengan pipi memerah dan menunduk
Buahahaha.tawa Saira dan Naira
"Kakak jangan tertawa aku makin malu."ucap Laila
"Jadi kau tak pernah di sentuh Gibran."ucap Saira
"Aku maklumi kak karna ngak mungkin mas Gibran ingin menyentuh ku yg jelek tak punya apa apa lagian dia menyentuh ku karna saat itu dia marah besar aku tak apa walaupun dia tidur dengan wanita lain".ucap Laila dengan mata sendu nya
"Adik ku tak pernah berbuat sebejat itu karna bagi keluarga Nandana menikah sekali seumur hidup adik ku tak pernah meniduri wanita mungkin karna dia terlalu marah itu kenapa dia melakukan nya maafkan dia ."ucap Naira
"Apa maksud melakukan itu menyentuh ya kak ".tanya Laila
"Kayak nya kau harus banyak belajar dari kak Naira".ucap Saira cekikikan
''Aku kurang peka dan ngak tau apa apa ya kak tentang menjadi istri ya baik". ucap Laila
"Bukan gitu hanya kau kurang memperhatikan Gibran dan kau hanya memperhatikan dari dalam bukan dari luar itu kenapa kau sering tidak peka coba deh kau perhatikan Gibran luar dan dalam pasti kau tau apa maksud Gibran dan juga setiap istri pun harus belajar menjadi istri yg baik termasuk juga kakak yg terpenting kita sudah melakukan yg terbaik ".ucap Naira
"Iya kak aku akan lebih berusaha."jawab Laila
"Apa kau sudah mencintai Gibran".tanya Saira
"Aku tak pernah merasakan jatuh cinta itu bagaimana karna aku sibuk gimana caranya bisa menyelesaikan kuliah tapi aku tak tau apa yg ku rasa sama mas Gibran yang aku tau jika dekat dengan nya aku sering deg degan merasa nyaman sama dia pokoknya selalu ingin melihat dia tersenyum dan aku selalu bahagia bila bersama mas Gibran".jawab Laila tersenyum
"Itu mah cinta akhirnya adik ipar ku ini bisa cinta juga sama si biang kerok itu."ucap Saira
"Apa aku benar jatuh cinta kak terus gimana jika mas Gibran tak menyukai ku dan marah karna aku mencintai nya."ucap Laila
"Kau harus memperjuangkan cinta kamu meski Gibran tak menyukai mu karna cinta itu perlu perjuangan" .ucap Naira
"Baik la aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta mas Gibran".ucap Laila
''Semangat kau pasti bisa."ucap Saira
"Terimakasih kak". ucap Laila
"Seru banget cerita nya" .ucap Fathan menghampiri mereka
"Apa udah selesai".ucap Naira
"Iya" .jawab Fathan
Mereka pergi dengan mobil berbeda sepanjang jalan Laila memikirkan apa yg harus dia lakukan atas cinta nya karna ini yg pertama. sedang kan Fathan dan Naira asik bercanda ketika sampai mereka di sambut oleh mama nya dengan senang hati sedangkan Laila kebanyakan bengong memikirkan perasaannya dan perasaan Gibran
"Sayang mama kangen". ucap mama nya memeluk Naira
"Nai juga ma".ucap Naira
"'Cie yg melepas rindu" .ucap mama nya menunjuk leher Naira
"Asal mama tau kami lama menunggu karna nungguin mereka bangun sampai hampir jam 12 ."ucap Saira
"Ini semua gara gara kamu aku di goda terus sama Saira dan mama".ucap Naira kesal
"Kami bangun jam 12 karna semalaman begadang dan pagi nya lanjut lagi itu kenapa kami bangun kesiangan".ucap Fathan santai
''Ih bukan nya nolongin aku mala ikutan goda aku."ucap Naira cemberut
''Kau lupa karna kau cemberut kita sampai kesiangan apa kau mau lagi".bisik Fathan
"Tau aa kesel".ucap Naira langsung masuk
"Laila kenapa kok bengong ".ucap mama nya
__ADS_1
"Ngak papa ma aku masuk dulu."ucap Laila lalu masuk