
"Emm ! Nai aku mau ngomong sama kamu". ucap Fathan mendekati Naira
"Ngomong aja" .jawab Naira masih fokus memeriksa email nya
"Nai."ucap Fathan memutar kursi yg diduduki Naira untuk menghadap nya dan Fathan berlutut
"Maafkan aku udah salah paham pada mu maaf selama ini aku sering berkata kasar dan mengabaikan mu maaf mungkin aku ngak pantes di sebut seorang suami maaf atas kesalahan ku tapi maukah kau memberiku kesempatan untuk kita mulai dari awal" .ucap Fathan menatap Naira yg terdiam
Brak
"Oi di jawab jangan diem" .bentak Kalisyah mengebrak meja membuat Naira kaget
"Apa kau ingin membuat ku mati muda".ucap Naira ke Kalisyah
"Jawab dong pertanyaan Fathan tadi."ucap Kalisya
"Hidup ku terlalu rumit dan keras aku tak kan memaksa kau mencintai ku jika kau memang ingin minta seperti itu ya aku mau asal kau selalu menerima kekurangan ku".jawab Naira menatap Fathan
"Tentu".ucap Fathan memeluk Naira
"Hiks hiks aku sama siapa dong" .ucap Kalisyah menangis
"Daffa ada."ucap Fathan melepas pelukan nya
"Kau ngak ke kantor ".tanya Naira ke Fathan
"Ngantor tapi Daffa ngajak aku bolos."ucap Fathan santai
"Hei jangan bawa bawa aku".ucap Daffa cepat
######
Naira selalu pulang jam 4 sore meski perkerjaan nya belum selesai Naira lebih baik mengerjakan dirumah .seperti biasa Naira pulang tapi kali ini berbeda Naira pulang dengan lesu karna terlalu banyak masalah yg harus di selesai kan Naira .saat Naira masuk ke kamar nya Naira kaget
Cklek
"Kenapa kamar nya kayak berbeda ya."gumam Naira karna melihat kamar nya terlihat kosong saat melihat barang barang nya ternyata memang tidak ada
"Kok semua nya ngak ada".ucap Naira lalu keluar dari kamar dan mencari bunda nya di kamar
Tok tok tok
"Bun Naira mau tanya".ucap Naira mengetok pintu kamar bunda nya
Cklek
"Iya ada apa Nai "ucap bunda nya
"Emm barang barang Naira mana bun kok semua nya ngak ada di kamar."tanya Naira
"Oh barang barang kamu udah bunda pindahin ke kamar Fathan".ucap bunda nya santai
__ADS_1
"Apa! tapi bun nanti Fathan marah kok tiba tiba gitu."ucap Naira kaget
"Kan udah di bicarain tadi pagi."jawab bunda nya
"Iya tapi ngak tiba tiba gini bun."ucap Naira
'"Udah telanjur mau gimana lagi".ucap bunda nya acuh
"Ya udah deh bun aku ke kamar dulu".ucap Naira pergi bunda nya hanya tersenyum. Naira ke kamar Fathan dengan berjalan gontai tidak semangat apa lagi harus tidur bersama Fathan
Cklek
Naira tersenyum saat melihat kamar Fathan ada dua kasur yg satu kasur nya besar sepertinya kasur yg sering Fathan tiduri dan ada kasur seperti baru tidak terlalu besar dan dekat ruang ganti
"Bunda memang ingin membuat ku nyaman tinggal di rumah ini meski aku tinggal sekamar sama Fathan tapi kasur nya beda lumayan meski ngak ada beda nya tidur sekamar tapi kasur berbeda."ucap Naira tersenyum dan membersihkan badan nya setelah itu Naira baringan
"Gimana cara nya aku menyelesaikan masalah keluarga ku yg terlalu rumit."gumam Naira memejamkan mata nya sampai tertidur. Fathan baru pulang saat masuk ke kamar Fathan kaget
"Ini pasti ulah papi sama bunda pakai kasur berbeda lagi."gumam Fathan melihat Naira tertidur dengan pulas setelah itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya mendengar suara di kamar mandi membuat Naira terbangun dari tidur nya
"Itu pasti Fathan udah pulang".gumam Naira .Naira berinisiatif menyiapkan pakaian Fathan dan meletakkan di atas kasur lalu keluar
"Bunda masak apa."tanya Naira di dapur
"Udah selesai tinggal nyiapin aja buat makan malam."jawab bunda nya melihat Naira
"Maaf ya bun Nai belum bisa jadi menanatu dan istri yg baik Nai akan berusaha semampu Nai."ucap Naira tersenyum meletakkan makanan di meja
"Gimana sama mama kamu."ucap bunda nya melihat Naira bengong
"Ya begitu la bun aku jadi serba salah meski aku anak kandung mama aku takut jika aku ikut campur mama semakin benci sama aku tapi aku ngak bisa tinggal diem karna yg di lakukan mama itu salah."jawab Naira dengan tatapan kosong nya
"Biarin aja mak lampir itu begitu nanti dia akan kena karma nya sendiri ."jawab papi nya datang bersama Fathan
"Aku hanya ngak mau pi keluarga ku hancur apa lagi Nai cuman punya mama."jawab Naira
"Benar pi apa yg di katakan Naira itu meski sejahat apa pun mama nya Naira ngak berhak membenci mama nya meski mama nya ngak suka sama Naira bukan berati Naira membiarkan mama nya dalam kesulitan".ucap Fathan
"Ya ya yg ngebela istrinya".goda papi nya
"Kok arah nya kesitu kita kan lagi ngomongin mama nya Nai ."jawab Fathan cepat
"Sudah debat nya mending kita makan nanti makanannya keburu dingin".ucap bunda nya selama makan Naira dan Fathan selalu di goda papi nya membuat Naira tersenyum malu
####
Naira di kasur nya lagi mengetik sesuatu sesekali Naira melirik Fathan yg terlihat gelisah di kasur nya
"Kau kenapa".'tanya Naira tanpa melihat Fathan
"Kau bicara pada ku."ucap Fathan
__ADS_1
"Tidak bicara sama mahluk tak kasat mata ya jelas la sama kau hanya kita berdua di sini mau bicara sama siapa lagi."jawab Naira melirik Fathan sekilas
"Kau kenapa kayak gelisah seperti itu".ucap Naira lagi
"Mata kau sangat tajam Nai hanya dengan lirikan bisa tau".jawab Fathan
"Aku benar mintak maaf Nai soal kejadian beberapa bulan terakhir ini".ucap Fathan mendekat ke Naira
"Kan udah kita bahas aku juga udah terbiasa sama kamu meski kau sedikit ngeselin."ucap Naira berhenti mengetik dan membereskan pekerjaan nya
"Gimana dengan pekerjaan mu". tanya Naira basa basi
"Ini kali pertama kau bertanya pada ku".jawab Fathan tersenyum
"Boleh aku bertanya sesuatu ".ucap Fathan menatap Naira
"Apa".jawab Naira menatap Fathan
Kenapa setiap aku memandang mata Fathan selalu membuat ku tenang dan senyum nya selalu ingin membuat ku tersenyum juga apa aku mulai mencintai Fathan.batin Naira
"Emmm Deon itu kekasih mu".tanya Fathan menatap serius Naira
"hehehe."tawa Naira tapi tidak terlalu lepas
"Kok malah tertawa aku bertanya serius dan juga jangan tertawa nanti aku cinta sama kamu."ucap Fathan mendengar ucapan Fathan terakhir membuat Naira berhenti tertawa
"Habis nya pertanyaan mu lucu kau cemburu sama Deon."jawab Naira tersenyum
Duh Nai jangan senyum napa buat aku deg degan.batin Fathan
"Siapa juga yg cemburu aku kan cuman nanya aku dengar Deon sering menelpon kamu dan juga aku sering liat kau bersama Deon di rumah sakit dan di luar".ucap Fathan
"Aku sama Deon ngak ada hubungan apa apa dia sering menelpon ku karna dia menyukai Saira dan juga dia sering bertanya tentang Saira aku tau ngak muda bagi Deon bertanya sama aku yg pendiem ini tapi aku hargai Deon dia melakukan itu demi Saira dan soal kau melihat bersama Deon di rumah sakit mungkin aku lagi ngebantu dia aku kan juga seorang dokter dan jika kau melihat ku di luar aku memang sering pergi sama dia bersama Saira mungkin kau melihat ku saat saira belum dateng".jawab Naira tersenyum
"Ngak usa ge'er ya aku ngak cemburu sama kamu" .ucap Fathan
"Iya iya aku tau ."jawab Naira"
"Sana aku ngantuk mau tidur".ucap Naira lagi
"Aku belum ngantuk temenin aku ya".ucap Fathan
"Ck! kau besok harus bangun pagi jika kau tidur kemaleman bangun nya kesiangan."jawab Naira mulai memejamkan matanya
"Tapi izinin aku tidur sama kamu ya aku ngak bisa tidur."ucap Fathan
"Hhmm."jawab Naira singkat karna Naira sudah mengantuk terlalu banyak masalah yg harus di selesai kan Naira.Naira sudah berada di alam mimpi tapi Fathan belum juga mengantuk Naira berbalik menghadap Fathan
Naira cantik banget dan juga baik aku beruntung memiliki nya duh aku deg degan lagi setiap Naira dekat apa aku mulai mencintai nya apa secepat ini.batin Fathan
Fathan mengelus kepala Naira dengan memandang wajah Naira tanpa berkedip dan mengecup nya sangat lama
__ADS_1
"Aku akan selalu bersama mu dan aku tak kan meninggalkan mu".ucap Fathan memeluk Naira dan memejamkan mata nya