
Rencana yg di buat Naira hancur begitu saja dan keluarga mereka sudah terhina acaranya nya juga berantakan
"Sayang mama duluan ya kasian Saira."ucap mama nya
"Iya ma kita pulang bersama."jawab Naira
"Kakak duluan aja Laila masih di toilet aku tunggu Laila dulu" .ucap Gibran
"Ya udah kami pulang dulu".ucap Naira lalu pergi
#####
Laila berjalan keluar toilet dengan santai karna Laila juga sudah ngantuk karna sudah malam tapi tiba tiba ada yg mendorong nya ke dinding dan membekap mulut nya
"Kau sangat cantik sayang".ucap nya Laila meronta dan ketakutan
"Jangan takut ok kita akan bersenang senang".ucap nya mengendong Laila
"Lepaskan aku hiks hiks lepaskan" .ucap Laila ketakutan
"Jangan menangis ok".ucap nya membawa ke mobil dari jauh Gibran melihat nya
''Laila"".gumam Gibran langsung naik mobil dan mengejar nya. Laila di bawa ke hotel oleh pria itu dan melempar tubuh Laila ke kasur
"Sayang kita akan bersenang kau sangat cantik."ucap nya
"Tidak tidak hiks hiks lepaskan aku tuan Boy Pranoto hiks hiks".ucap Laila ketakutan dan berlari tapi di penggang Boy
"Kau mau kemana".ucap Boy
"Mas Gibran tolong aku hiks hiks".ucap Laila menangis
"Jangan menyebut nama peria lain kau mengerti" ucap Boy ingin mencium Laila tapi Laila meronta dan menolak
"Jangan menolak jala**".ucap Boy merobek baju Laila
"Hiks hiks lepaskan aku hiks mas Gibran tolong aku".teriak Laila menangis Boy mulai mendorong Laila ke kasur dan menindih nya
"Lepas hiks hiks jangan hiks hiks mas Gibran."teriak Laila
Brak
"Berani kau".ucap Gibran memukul Boy dan Laila berlari ke sudut kamar dan memeluk lutut nya membenam kan wajah nya dengan menangis
"Hei jika kau mau ikut jangan seperti ini kita sama sama dan bergantain."ucap Boy
"Dia milik ku tak kan ku biarkan kau menyentuh nya sedikit pun".ucap Gibran murka
Bukh bukh
''Aku yg lebih dulu menemukan nya jadi kau pergi la".ucap Boy kesal dan menahan sakit
"Dia istri ku bang***."teriak Gibra
"Sebaiknya kau pergi sebelum kau aku lenyap kan".teriak Gibran marah dan Boy pergi dari kamar itu sedangkan Laila masih menangis
"Kau tak apa Laila."ucap Gibran mendekat
"Hiks hiks pe..rgi."ucap Laila menangis Gibran melepas jas nya karna gaun Laila sudah sobek tak layak di pakai
"Hiks hiks aku hina pergi la hiks hiks".ucap Laila
"Maaf aku datang terlambat."ucap Gibran mengenakan jas nya ke badan Laila
''Aku aku kotor aku tak pantas menjadi istri mu hiks hiks".ucap Laila
"Jangan menangis lagi."ucap Gibran memeluk Laila
"Mending kau ceraikan saja aku hiks hiks".ucap Laila mempererat pelukan nya
"Tak kan pernah kau lupa siapa yg meniduri kau pertama kali kau lupa bahwa aku yg memulai nya dan aku sendiri akan mengakhiri nya".ucap Gibran
"Tapi aku aku"..ucap Laila tersedu Gibran berlutut dan mengengam tangan Laila
__ADS_1
"Aku tau aku pernah melakukan kesalahan tapi lupakan dan mungkin ini bukan waktu yg pas mau kah kau memulai nya dari awal dan maukah kau melahirkan anak anak ku aku akan melindungi mu dan menjaga mu .ucap Gibran meluarkan kota merah
"Karna aku sudah jatuh cinta pada mu nona Laila Mecca maukah kau hidup selama nya dengan ku " ucap Gibran
"Benarkah kah kau mencintai ku".ucap Laila
"Iya apa kau mau hidup dengan ku."ucap Gibran
"A...a.aku aku".ucap Laila gugup dan Gibran berdiri berbalik menenang kan hati nya
"Jangan pergi aku mencintai mu aku mohon." ucap Laila memeluk Gibran dari belakang
"Aku tak kan pergi".ucap Gibran menahan gaira nya dan memasang kan cincin di jari Laila
"Jika kau ingin menolong ku kenapa lama sekali aku takut ".ucap Laila memasang wajah imut nya
"Maafkan aku jangan seperti ini."ucap Gibran
"'Sebaiknya kita tidur disini karna ngak mungkin kau pulang dengan pakaian ini".ucap Gibran
''Iya kau benar".ucap Laila menghapus air mata nya dan menatap Gibran
*A*staga jangan menatap ku seperti itu karna aku akan memakan mu jika seperti ini .batin Gibran memejamkan mata nya menahan nafsu nya
Laila berpikir kenapa Gibran memejamkan matanya Laila melihat diri nya yg ternyata terlalu seksi dengan baju dalam karna gaun nya sudah terlepas Laila berpikir bahwa Gibran menahan nafsunya Laila tersenyum menjatuhkan jas Gibran menggalungkan tangannya di leher Gibran dan berjijit mencium bibir Gibran .mata Gibran terbuka dan kaget apa yg di lakukan Laila
"Kau kenapa ".ucap Laila masih mengalungkan tangan nya di leher Gibran
"T...tidak."ucap Gibran menelan Saliva nya deg degan melihat tubuh Laila yg putih dan wajah Laila juga putih alami
"A...apa kau menahan nafsu mu".ucap Laila malu
"Tumben kau peka sekarang tidur la aku tak mau nanti aku tak bisa menahan karna kau terlalu seksi".ucap Gibran dengan suara serak nya Laila mulai memajukan wajahnya ingin mencium Gibran tapi Gibran mencium nya duluan mencium bibir Laila dengan kelembutan membaringkan tubuh Laila tanpa melepaskan ciumannya
"Sudah ku bilang jangan pernah meruntuhkan pertahanku".ucap Gibran ingin pergi tapi tangan nya di tahan Laila
"Jika kau tak sanggup menahannya kau boleh melakukan nya".ucap Laila tersenyum mengusap wajah Gibran
"Apa kau yakin ".ucap Gibran melepas kemejan nya
"Bukan kah kau sudah melakukan nya kenapa kau masih izin ."ucap Laila ,Gibran kembali melanjutkan nya Laila hanya menikmati dan memegang rambut Gibran merasakan sentuhan Gibran mereka menyatukan tubuh mereka dengan kasih sayang dan cinta tidak seperti sebelum nya Gibran tak pernah puas dengan apa yg di lakukan nya Laila masih merasa sakit dan meneteskan air mata nya sampai kedua nya merasa kelelahan dan kehabisan tenaga mereka tertidur dengan posisi Gibran memeluk Laila dengan badan Laila yg kecil masuk di dalam dekapan Gibran
#####
🌞🌞🌞
Laila meringkuk seperti anak kecil mengeliat merasa sentuhan di tubuh nya menghirup aroma yg selalu di rindukan Laila dan membuka mata nya perlahan belum sempurna membuka mata sudah dapat ciuaman mendadak Laila hanya diam karna terkejut
"Pagi sayang".ucap Gibran mencium leher Laila dalam dekapan nya Laila masih merasa lelah dan badannya seakan remuk
"P..pagi".ucap Laila kembali memejamkan mata nya Gibran menyentuh punggung Laila ,Laila merasa aneh kenapa kulit nya dan kulit Gibran bersentuh langsung
"Capek ya."bisik Gibran
"Iya aku lelah dan badan ku sakit semua ".jawab Laila polos dan tiba tiba Laila membuka mata nya melihat ke dalam selimut yg ternyata tak pakai apa apa
"A...aapa yg kau lakukan".ucap Laila gugup
"Kau lupa ya kau yg memulai semalam".ucap Gibran
"Kau memper**** aku lagi ya".ucap Laila menjauh dari Gibran
Gibran berpikir kenapa ada darah bukankah mereka pernah melakukan nya gibran tersenyum saat Gibran memper****Laila dulu tidak sampai tuntas karna Laila kesakitan dan teriak teriak pantas semalam Gibran merasa ada yg menganjal ternyata Laila masih perawan
"Kenapa kau tersenyum ''.ucap Laila
"Sini kau lupa apa yg kita lakukan semalam liat tubuh dan leher mu di gigit serangga".ucap Gibran cekikikan
"Mana ada aku semalam bermimpi tapi tak mungkin terjadi karna mungkin aku terlalu berharap kau membalas cinta ku". ucap Laila berpikir
"Oh jadi kau mencintai ku".ucap Gibran menarik Laila ke dalam pelukan nya
"Maaf sudah mencintaimu pasti kau marah ya."ucap Laila
__ADS_1
"Coba liat di jari mu". ucap Gibran karna semalam Gibran memasang kan cincin di tangan Laila
"Apa aku tak mimpi."ucap Laila senang
"Dasar kau ini !kapan kau mulai mencintai ku".ucap Gibran menciumi wajah Laila
"Aku ngak tau yg aku tau aku senang saat kau di samping ku kalau kau".ucap Laila
"Hehehe! sebenarnya saat aku melihat mu untuk pertama kali hati ku mulai ada rasa dan aku mencari tentang kamu itu kenapa aku mengetahui siapa kau itu kenapa saat aku memulai nya kau kesakitan dan berteriak aku berhenti dan sekarang aku mendapatkan keutuhan itu.jelas Gibran melirik Laila yg ternyata kembali tidur
"Maafkan aku membuat mu lelah".ucap Gibran mengecup bibir Laila lalu beranjak membersihkan tubuh nya setelah mandi Gibran kembali berbaring di dekat Laila mencarikan Laila baju memesannya online setelah 20 menit baju Laila sampai dan Gibran meletakkan di sofa memandang Laila tak pernah bosan apa lagi saat tidur
"Egghh.Laila mengejang biar pegal nya hilang ada rasa nyeri di bawab kepunyaan nya Laila melirik jam di tangannya dan kaget
"Apa jam 8 astaga hari ini ada meeting."ucap Laila berdiri
"Aw ssstt sakit sekali."ucap Laila.Gibran mengendong Laila menatap mata nya membuat Laila terlena tanpa sadar nya mencium bibir Gibran dengan luma**n dan Gibran membalas nya
"Mandi la kita harus segera pulang."ucap Gibran .Laila ingin masuk saat Laila melihat tubuh nya tanpa baju langsung menutup tubuh nya dengan tangannya
"Malu nya, kau berbalik."ucap Laila menutup tubuh nya
"Haha! sudah telat."ucap Gibran berbalik
"Kenapa aku nyosor kayak gini kau memang hina Laila."ucap Laila lalu mandi dan memakai baju yg sudah di belikan Gibran dan mereka segera pulang
"Laper".gumam Laila
"Kita akan segera sampai bersabar la ".ucap Gibran mereka sampai yg ternyata keluarga nya sedang sarapan Laila berjalan sedikit ke susahan merasa kan nyeri nya mereka saling pandang terlihat bekas memerah di leher Laila
"Pagi semua."ucap Gibran mempersilakan Laila duduk
"Laila kenapa Gibran".ucap Naira tersenyum melihat Laila
"Dan leher nya juga kenapa".ucap Saira
"Ngak apa kak kata mas Gibran di gigit serangga".jawab Laila menyuapkan nasi
Buahaha tawa semua
"Apa kau akan menceritakan apa yg terjadi semalam bagai mana kau menikmati nya". bisik Gibran
"E..engak aku bisa malu lagian aku jawab yg kau bilang tadi emang salah".bisik Laila
"Aku makin gemes sama kamu''.gumam Gibran
"Ayo makan yg banyak kau pasti capek kan". ucap Naira tersenyum
"Kok kakak tau jika aku kecapekan".ucap Laila polos Gibran hanya menepuk kening nya
"Hei Gibran apa kalian berbuat semalaman sehingga Laila seperti ini."goda Fathan
"Kalian jangan menggoda Laila lagi liat tu muka nya".ucap mama nya
"Oh ya kak dalam bulan ini kami akan wisuda kayak nya aku akan menetap bekerja di perusahaan ayah".ucap Gibran
"Kakak serah kan semua nya pada kalian lagian kakak ngak kerja lagi di sana akhir akhir ini kepala kakak sering sakit."ucap Naira
"Kenapa kau ngak bilang apa perlu kita kerumah sakit" ucap Fathan
"Aku tak apa mungkin kecapekan karna lagi banyak masalah".ucap Naira
"Jika ada apa apa kau kasih tau aku".ucap Fathan
"Iya maaf".ucap Naira
"Aku ngak jadi kayak nya kembali bekerja karna kakak harus istirahat kepala kakak sering sakit" .ucap Naira ke Saira
"Iya kak aku mulai fokus dengan pekerjaan tak mikirin apa apa lagi".ucap Saira
"Jika sakit kau harus banyak istirahat".ucap mama nya
"Iya ma''.jawab Naira
__ADS_1