
Fathan merasa bosan mengikuti Naira ke ruangan berbeda-beda karna Fathan hanya diam jika Naira menjelaskan tentang sakit di derita pasien
"Nai masih lama apa".tanya Fathan bosan
"Salah sendiri ngapain ngikutin aku udah aku bilang aku sibuk."jawab Naira kesal karna dari tadi Fathan menempel terus membuat Fathan dan Naira menjadi pusat perhatian
"Ini kan hari libur Nai pergi yuk."ucap Fathan
"Pasien ku masih tinggal satu jika kau ingin pergi ,pergi aja sendiri".jawab Naira cuek
"Baik la setelah ini kita pergi aku ngak mau tau".ucap Fathan memaksa
Cklek
"Hai dokter cantik".ucap pasien itu
"Hai ganteng."jawab Naira tersenyum
"Dokter kembali lagi."ucap nya
"Iya ini waktunya kamu minum obat".jawab Naira
"Aku mau minum obat tapi aku mau di cium oleh dokter cantik dulu".ucap nya
"Enak saja mau cium cium saya suaminya aja belum pernah mencium nya dan kamu mintak cium sama dia enak saja."ucap Fathan kesal
"Dia siapa dokter! oh supir nya dokter ya."ucap nya mengejek
"Apa! sopir enak saja kau mengatai aku sopir ".ucap Fathan kesal Naira berusaha menahan tawa nya melihat wajah Fathan yg di katakan sopir dari anak kecil
"Dia bukan sopir dokter tapi dia suami dokter".bisik Naira
"Apa suami dia lebih cocok jadi supir dokter bukan suami".ejek anak itu
"Apa! hei bocah kamu lagi ngina saya "ucap Fathan makin kesal
"Iya emang kenapa lagain gantengan saya dari pada situ".ucap anak itu bangga
"Saya la yg lebih ganteng kamu mah kalah."ucap Fathan ngak mau kalah
Aduh rasanya aku ngak bisa nahan tawa melihat wajah Fathan kayak gitu .batin Naira
"Mintak yg lain aja ya jangan cium."ucap Naira menegai
"Ok !aku mau main bola boleh ya sayang."ucap anak itu mengedipkan sebelah mata nya ke Naira
"Iya sayang nanti setelah Minun obat kita main ya."jawab Naira lembut memberikan obat nya
"Yes blek".ucap anak kecil itu mengeluarkan lidah nya ke Fathan mengejek dan meminum obat nya
"Dia istriku dan kau jangan pernah memanggil nya sayang."ucap Fathan membawa Naira ke pelukan nya
Deg deg deg duh kenapa jantung ku jadi gini saat di peluk Fathan aku juga merasa nyaman saat di peluk nya.batin Naira memejamkan matanya merasakan hangatnya pelukan Fathan
"Baik la aku ngak boleh memanggil nya sayang tapi aku akan mencuri nya dari diri mu".ucap anak kecil itu santai
"Jika kau berani mengambil nya dari ku awas aja."ucap Fathan makin kesal
__ADS_1
"Ck! mau main ngak ini ".ucap Naira nahan tawa nya melihat Fathan harus berdebat dengan anak Kecil itu dengan wajah yg menurut Naira melucu kan
"Iya kita main."ucap nya turun lalu mereka pergi menuju halaman rumah sakit di perjalanan menuju halaman rumah sakit anak itu dan Fathan terus saja berdebat
"Dokter cantik engak ikut main".tanya nya
"Kalian aja yg main dokter liatin aja".ucap Naira duduk di bangku
"Fathan kau temanin dia main."ucap Naira lagi
"Engak aa males."ucap Fathan santai
"Bilang aja jika kamu takut sudah ku katakan kamu itu cocok nya jadi supir dokter bukan suaminya".ucap anak itu mengejek
"Ayo kita main".ucap Fathan menyetujui mereka bermain dengan saling lempar
"Dokter kok mau sama dia yg jelek "ucap nya masih menendang bola
"Jika jelek seperti ku ganteng nya seperti apa dong".ucap Fathan
"Seperti aku la".ucap nya santai
"Baik la kau ganteng tapi disini aku yg menang karna dokter ini milik ku".ucap Fathan memeluk Naira
"Ck! ngak usa bangga memiliki dokter karna aku akan merebutnya hahaha" .tawa nya
"Apa! kau tak kan ku lepas karna sudah mau merebutnya dari ku."ucap Fathan kesal dan berdiri
"Karna kau sudah memeluk nya rasakan ini."ucap nya menendang bola ke arah Fathan,Fathan yg tidak siap nerima tendangan kaget dan bola nya mengenai perut Fathan
"Aw....k..kurang ajar kau anak kecil berani menendangku."ucap Fathan menahan sakitnya dan makin kesal
"Mmmfff hahahhha" .tawa Naira pecah tidak bisa menahan tawa nya melihat perdebatan anak itu dan Fathan menahan sakit terkena bola melihat Fathan bisa di kalah kan oleh anak kecil .Fathan yg menahan rasa sakitnya seketika menghilang melihat Naira tertawa lepas
Dia benaran tertawa kan mengesankan.batin Fathan ikut tersenyum melihat Naira tertawa lepas
"Hahahh! Fathan yg seorang CEO bisa di kalahkan oleh anak kecil hahaha."ucap Naira tertawa
"Hahaha rasiin itu akibat nya."ucap anak itu
Ya allah a...aku ngak salah liat kan kak Nai bisa tertawa selepas itu .gumam Saira melihat Naira tertawa tadi nya Saira ingin melihat kakak nya duduk saat Saira ingin mendekat Naira tertawa
''Terimakasih kak Fathan kau sudah membuat kakak ku tertawa lagi".gumam Saira lalu pergi membiarkan kakak nya menikmati nya
"Kau menertawakan aku yg kesakitan gini."ucap Fathan pura pura kesal
"Sory sory sini biar aku bantu ".ucap Naira membantu Fathan duduk
"Sus."teriak Naira melihat Suster lewat dan suster itu berlari menuju Naira
"Antar anak ini ke ruangan nya."ucap Naira ke ke suster
"Baik dok".ucap suster itu mengandeng tangan anak itu
"Kau istirahat ya Arya".ucap Naira ke anak kecil itu
"Sampai jumpa dokter cantik."ucap nya mengedipkan mata nya ke Naira
__ADS_1
"Jangan liat ! dia terus saja menggoda mu."ucap Fathan menutup mata Naira
"Dia hanya anak kecil".ucap Naira
"Apa masih sakit."'ucap Naira lagi
"Tidak tadi aku hanya berpura pura kesakitan".ucap Fathan dan Naira memukul pelan perut Fathan yg terkena bola tadi
"Aw....kenapa kau mau memukul ku."ucap Fathan
"Katanya ngak sakit."ejek Naira
Dret dret dret ponsel Fathan berdering menghentikan obrolan mereka
"Kau kemana sayang aku rindu pada mu".ucap Fathan tersenyum menempelkan ponselnya
"Fathan kenapa kau menikah dengan wanita jahat itu."ucap nya di sebrang telpon
"Maksudnya ! sekarang kau di mana aku akan kesana" .ucap Fathan
Di Apertemen akan ku jelaskan wanita itu dia jahat dan licik Fathan die ngejebak aku menghancurkan hidup ku hiks hiks."ucap nya menangis
Tut
"Hallo Desi Desi."ucap Fathan
"Apa yg kau lakukan pada kekasih ku" .teriak Fathan
"Maksudnya."ucap Naira bingung
"Ngak usa belagak bodoh deh ternyata kau tidak sebaik yg aku pikirkan awalnya aku ingin menerima mu sebagai istri ku ternyata aku salah aku menyesal telah mengakui mu sebagai istriku jika terjadi sesuatu dengan kekasih ku aku akan sangat membenci mu dan aku akan memberi mu pelajaran ".ucap Fathan lalu pergi
"Aku ngak ngerti yg kau maksud Fathan memang sebaiknya kau dan aku saling membenci dan tidak peduli satu sama lain" .gumam Naira lalu pergi menuju ruangan nya
####
Naira lagi makan malam bersama bunda dan papi nya setelah pulang dari rumah sakit Naira kembali lagi banyak diem
"Nai kau ngak ada masalah kan."tanya bunda nya lembut
"Ngak kok bun".jawab Naira tersenyum kecil
"Fathan kemana dia belum pulang."tanya papi nya
"Ngak tau pi" .jawab Naira singkat setelah makan malam mereka duduk di ruang tamu untuk mengobrol tidak berapa lama mereka mengobrol Fathan pulang
"Baru pulang kau Fathan habis dari mana".ucap papi nya
"Males pi di rumah ada cewek munafik aku muak liat nya".ucap Fathan sinis
"Maksudnya jika kau ada masalah di ceritakan baik baik ingat kau punya tanggung jawab kepada Naira".ucap papi nya
"Kenapa sih pi kalian maksa aku nikah sama dia dia bukan cewek baik baik dia hanya perpura pura dia orang yg munafik aku membenci nya sangat" .ucap Fathan menahan emosi nya
"Jaga bicara kau Fathan" .ucap bunda nya
"Bunda ngak tau aja sifat dia sebenarnya seperti apa aku benci bun sama dia" .ucap Fathan lalu pergi
__ADS_1
"Bun pi aku mau masuk kekamar dulu udah ngantuk."ucap Naira bohong